NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Nama yang Tersembunyi

Raven masih menatap secarik kertas di tangannya.

"Pembunuh keluargamu bukan Vittorio De Luca."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Selama lebih dari dua puluh tahun, ia hidup dengan satu tujuan—membalas dendam kepada Vittorio. Namun kini, keyakinan yang selama ini menjadi alasan hidupnya mulai runtuh.

Leo memecah keheningan.

"Tuan... menurut Anda ini jebakan?"

Raven melipat kembali kertas itu.

"Bisa jadi."

"Atau mungkin seseorang sedang mencoba memecah kita dengan Vittorio."

Aurora yang sejak tadi membersihkan peralatan medis ikut menatap Raven.

"Bagaimana kalau isi surat itu benar?"

Semua orang terdiam.

Raven mengangkat kepalanya.

"Kalau benar..."

"...berarti aku telah membenci orang yang salah selama bertahun-tahun."

Sementara itu, di ruang medis, Elena sudah mulai pulih.

Aurora datang membawa obat dan segelas air hangat.

"Minumlah."

Elena menerima gelas itu tanpa banyak bicara.

Beberapa saat kemudian, Elena bertanya pelan,

"Apa Raven baik-baik saja?"

Aurora tersenyum tipis.

"Dia keras kepala seperti biasa."

Elena menundukkan kepala.

"Aku membencinya selama bertahun-tahun."

"Tapi sekarang aku mulai bingung."

Aurora duduk di samping ranjang.

"Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"

Elena memejamkan mata, mengingat kembali kenangan yang selama ini menghantuinya.

"Malam itu mansion terbakar."

"Ayah menyuruhku bersembunyi di ruang bawah tanah."

"Aku mendengar suara tembakan... lalu ledakan."

Air mata mulai mengalir di pipinya.

"Saat aku keluar..."

"...aku melihat seseorang memakai jas keluarga Alvaro berdiri di dekat tubuh Ayah."

"Aku tidak melihat wajahnya."

"Hanya lambang keluarga di punggung jasnya."

Aurora mengangguk pelan.

"Berarti orang itu bisa saja menyamar."

Elena langsung membuka mata.

"Maksudmu?"

"Kalau seseorang ingin menjebak Raven, memakai jas keluarga Alvaro adalah cara paling mudah."

Elena membeku.

Selama ini ia tidak pernah memikirkan kemungkinan itu.

Di ruang kerja...

Raven membuka sebuah brankas besi yang sudah bertahun-tahun tidak disentuh.

Di dalamnya terdapat sebuah kotak kayu tua.

Leo mengernyit.

"Tuan?"

Raven membuka kotak tersebut.

Di dalamnya tersimpan beberapa foto lama, surat-surat, dan sebuah buku harian milik Matteo Alvaro.

"Buku ini belum pernah kubaca."

Raven membuka halaman pertama.

Tulisan tangan Matteo masih terlihat jelas.

"Jika suatu hari Raven membaca buku ini, berarti aku mungkin sudah tidak ada lagi."

Raven menelan ludah.

Ia melanjutkan membaca.

"Nak... ada rahasia yang selama ini kusembunyikan darimu. Musuh kita bukan hanya keluarga De Luca. Ada seseorang yang jauh lebih berbahaya. Seseorang yang pernah kuanggap saudara."

Halaman berikutnya ternyata telah disobek.

Raven membalik beberapa lembar.

Semuanya hilang.

"Sial!"

Raven membanting buku itu ke meja.

"Halaman terpentingnya diambil."

Leo ikut memeriksa.

"Siapa yang melakukannya?"

Raven menggeleng.

"Aku tidak tahu."

Namun di dasar kotak kayu itu, ia menemukan sebuah foto lain.

Foto empat orang pria yang berdiri berdampingan sambil tersenyum.

Matteo Alvaro.

Vittorio De Luca.

Seorang pria berambut putih yang tidak dikenalnya.

Dan satu pria lagi yang wajahnya sengaja disobek dari foto.

Leo menatap foto itu dengan heran.

"Siapa pria yang wajahnya dihilangkan?"

Raven menggeleng pelan.

"Dialah jawaban yang selama ini kita cari."

Malam harinya...

Seorang kurir misterius datang ke gerbang mansion.

Ia menyerahkan sebuah amplop lalu pergi tanpa berkata apa-apa.

Isi amplop itu hanyalah sebuah flashdisk.

Leo segera memutarnya di ruang kerja.

Layar monitor menampilkan seorang pria tua yang wajahnya disamarkan oleh bayangan.

"Aku tidak punya banyak waktu."

"Kalau kalian melihat rekaman ini, berarti mereka sudah mulai mencariku."

Suara pria itu terdengar berat.

"Raven..."

"Kalau kau ingin mengetahui siapa dalang pembantaian keluargamu..."

"...carilah seseorang dengan nama sandi Black King."

Rekaman tiba-tiba terganggu.

Layar dipenuhi suara bising.

Sebelum video terputus, terdengar satu kalimat terakhir.

"Jangan percaya pada..."

Brak!

Layar monitor mendadak mati.

Semua orang terdiam.

"Black King?" gumam Leo.

Raven mengepalkan tangannya.

"Itu pertama kalinya aku mendengar nama itu."

Aurora memandang Raven.

Entah mengapa, firasat buruk kembali memenuhi hatinya.

Ia merasa orang bernama Black King bukan hanya musuh Raven.

Melainkan seseorang yang jauh lebih berbahaya daripada Vittorio De Luca.

Dan tanpa mereka sadari, dari kejauhan sepasang mata sedang mengawasi mansion Alvaro melalui teleskop.

Seorang pria berambut putih menyunggingkan senyum tipis.

"Akhirnya..."

"...kau mulai mendekati kebenaran, Raven."

"Tapi apakah kau cukup kuat menerima kenyataan saat mengetahui siapa aku sebenarnya?"

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!