NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:446.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keith Yang Menyebalkan!

Sore itu, suasana mansion yang biasanya tenang justru terasa sesak. Jeslyn baru saja menemani Lucian makan siang dan mengobati luka di wajah pemuda itu dengan sangat hati-hati. Meskipun Lucian tetap dingin dan irit bicara, setidaknya dia tidak lagi menolak perhatian Jeslyn. Namun, setibanya di depan pintu ruang kerja Keith yang besar, Jeslyn merasakan bulu kuduknya berdiri.

​Tok! Tok!

​"Masuk," suara bariton yang berat dan dingin menyahut dari dalam.

​Saat pintu terbuka, sosok Keith duduk di balik meja kerja kayu jati yang masif. Pria itu tampak sangat mempesona dengan tubuhnya yang tinggi, hidung mancung, rahang tegas, dan mata berwarna biru laut yang tajam. Jeslyn, yang sebelumnya sudah menyiapkan mental untuk "perang", justru terpaku sesaat.

​"Tampan," gumam Jeslyn tanpa sadar, matanya membelalak kagum.

​Lucian yang berdiri di sampingnya seketika menoleh, menatap Jeslyn dengan raut wajah tidak percaya, seolah berkata, 'Kau sudah gila?'. Di sisi lain, Keith menatap mereka berdua dengan alis terangkat dan tatapan yang sangat mengintimidasi. Aura mencekam segera menyelimuti ruangan.

​"Jadi, ini alasan kalian pulang terlambat?" Keith meletakkan penanya dengan gerakan yang perlahan namun penuh penekanan.

"Lucian, berkelahi di sekolah? Dan kamu, Jeslyn, bukannya menertibkan anak ini, kau malah membawanya keluyuran?"

​Keith berdiri, postur tubuhnya yang menjulang membuat Jeslyn harus mendongak. Lucian segera menunduk, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya.

​"Maaf, Keith," sela Jeslyn cepat, mencoba menguasai keadaan.

"Lucian bukan berkelahi tanpa alasan. Dia dikeroyok tiga orang. Aku sudah membereskan pihak sekolah dan memastikan pelakunya diskors. Ini bukan salah Lucian."

​"Tetap saja, berkelahi itu tindakan pengecut," sahut Keith dingin, matanya menatap Lucian dengan tajam.

"Lucian, apa tidak ada cara lain selain menggunakan tinjumu? Kau mempermalukan nama keluarga."

​"Dia yang mulai," ucap Lucian singkat, suaranya parau namun penuh penekanan.

​"Cukup!" bentak Keith.

​Jeslyn maju satu langkah, berdiri di antara Keith dan Lucian.

"Keith, dengar. Anak ini korban! Dia tidak punya teman di sana, semua orang menindasnya karena mereka pikir dia anak buangan. Kenapa kamu tidak pernah peduli? Kenapa kamu malah memarahinya alih-alih bertanya keadaannya?"

​Keith menatap Jeslyn dengan tatapan yang sangat tajam, seolah sedang membedah ketulusan wanita itu.

"Dan sejak kapan kamu peduli padanya, Jeslyn? Bukankah biasanya kamu hanya peduli pada jadwal salon dan kartu kreditku?"

​Ucapan Keith terasa seperti tamparan keras bagi Jeslyn. Ia terdiam, lidahnya mendadak kelu. Ia sadar bahwa reputasi pemilik tubuh ini di mata Keith sangat buruk. Ia menunduk, matanya terasa panas.

​Lucian, yang berdiri di samping Jeslyn, melihat jelas bagaimana bahu wanita itu merosot saat tidak bisa lagi menjawab. Lucian mengepalkan tangannya lebih erat sampai kukunya memutih. Ada rasa marah yang menyulut di dadanya, bukan hanya karena dimarahi ayahnya, tapi karena melihat Jeslyn yang biasanya bar-bar dan cerewet, kini tampak begitu terpukul oleh kata-kata Keith.

​"Keluar," perintah Keith dingin.

"Lucian, kamu tidak boleh keluar rumah selama tiga hari. Jeslyn, jangan mencoba mengintervensi urusan pendidikanku terhadap anak ini."

​Tanpa membantah lagi, Jeslyn menarik lengan baju Lucian dan mengajaknya keluar dari ruang kerja tersebut.

​Begitu pintu ruang kerja tertutup dan mereka berada di lorong yang sepi, Jeslyn langsung menghentakkan kakinya ke lantai.

​"Sialan!" umpat Jeslyn dengan suara lantang, sama sekali tidak peduli jika Keith mendengar.

"Benar-benar pria tua yang sok tahu dan menyebalkan!"

​Lucian terperangah, matanya membelalak menatap Jeslyn. Ia tahu persis bahwa selama ini Jeslyn terobsesi pada ayahnya, selalu berpura-pura manis dan mencari perhatian agar dipuji oleh Keith. Mendengar umpatan kasar itu keluar dari mulut Jeslyn membuat Lucian merasa dunianya terbalik.

​"Kamu... kamu baru saja memaki Daddy?" tanya Lucian dengan suara bingung.

​"Memang dia jelek, tua, dan sangat menyebalkan!" seru Jeslyn sambil menggerutu, wajahnya memerah karena kesal.

"Dia pikir dia siapa? Beraninya dia bicara begitu pada anaknya sendiri! Aku nggak sudi lagi berharap sama pria model begituan. Tampan sih iya, tapi kalau sifatnya sedingin kulkas jelek begitu, mending buat pajangan saja!"

​Lucian terdiam. Ia menatap Jeslyn yang masih terus mengomel panjang lebar tentang betapa "tidak bergunanya" Keith sebagai seorang ayah. Jeslyn tidak lagi terlihat seperti wanita yang sedang mencoba menggoda suaminya, melainkan seorang wanita yang benar-benar marah karena rasa keadilan yang terluka.

​"Kenapa kamu diam saja? Kamu mau membelanya?" tanya Jeslyn, menatap Lucian dengan mata tajam.

​"Tidak," jawab Lucian singkat, meski matanya masih menunjukkan keterkejutan.

​"Bagus. Mulai sekarang, jangan pernah tunduk sama dia. Kalau dia marah, lawan dengan argumen. Kalau dia masih tidak mau dengar, bilang saja padaku, biar aku yang mencakar wajah tampan pria tua itu!" Jeslyn mengibaskan tangannya dengan gaya bar-bar yang khas.

​Lucian hanya bisa menatap wanita di depannya dengan perasaan campur aduk. Kebenciannya yang mendarah daging terhadap Jeslyn mulai terkikis, digantikan oleh kebingungan yang semakin dalam.

​"Ayo, balik ke kamar. Aku akan ambilkan kompres baru untuk wajahmu yang bonyok itu," ajak Jeslyn tanpa menunggu jawaban, ia berjalan mendahului Lucian dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan karena masih kesal.

​Lucian tetap diam di tempatnya, menatap punggung Jeslyn yang menjauh. Di dalam ruang kerja, ia tahu ayahnya sedang mengawasinya, tapi entah mengapa, untuk pertama kalinya ia merasa tidak lagi sendirian. Ia memikirkan bagaimana Jeslyn tadi membela dirinya di depan Keith, bahkan berani menghina ayahnya sendiri demi dirinya.

"​Apa yang sedang direncanakan wanita ini sebenarnya?" batin Lucian.

Namun, di balik keraguan itu, ia merasa ada sedikit kehangatan yang perlahan menyusup ke hatinya yang selama ini beku. Untuk malam ini, dia akan membiarkan dirinya percaya bahwa perubahan Jeslyn bukanlah sebuah sandiwara.

Bersambung

Semoga kalian suka, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
ara lianna
skip bab ini... ngga kuat.. sadis banget sepertinya
It's me Ri🥕: T...tapi minta ya sadis2 kakk🙏😭
total 1 replies
Erna Masliana
puas banget ih ✌️
Erna Masliana
tidak semudah itu.. mati cepat keenakan
Erna Masliana
jangan di matiin cepat.. patah patahkan tulangnya aja dulu
Erna Masliana
iya selamat kan... baru aja sebentar Lucian bahagia masa iya harus terpuruk lagi..
Erna Masliana
nah kan..
Erna Masliana
kalo udah dibucinin suka nyari penyakit
Erna Masliana
ya racun aja.. atau lumpuhkan
Shyfa Andira Rahmi
Daddy kereeennnn👏👏👏
Erna Masliana
masih jomblo dok?? kasian sekali 😛
Erna Masliana
wuah happy gak tuh 🤣
Erna Masliana
padahal tinggal telpon dokter Morgannya tanya langsung 😛
Erna Masliana
ikuti aja lagi hamil besar juga
Erna Masliana
sungguh terlalu.. tapi emang sih kalo lagi hamil besar jalannya mirip pinguin 🤣
Erna Masliana
Hera pasti..kan teman dekat..s Hera udah dianggap sahabat yang menerima Lucian saat terpuruk.. sampe Lucian selalu bantu walau udah diperingati kalo Hera bukan orang baik
Erna Masliana
terlalu baik dan bego beda tipis kali y
Erna Masliana
aku suka kejujuranmu Jes 🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
lahh, apa kabarnya tuh motor ama helm yg dibanting dijalan...amankah??🤣🤣
Hairani Siregar
Baru bab pertama....
It's me Ri🥕: Semoga suka yaa🥰
total 1 replies
Reni Otta
kak,aku tu ngehalu kalo yang jadi Keith itu Onur tuna aktor turki trus yang jadi jeslyn itu Dilbara dilmurat😍🤭🙏
It's me Ri🥕: Gapapa... Mau bayangin gimana visual mereka terserah pembaca saja kak🤭 author mah ikhlas 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!