NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Pelakor / Kelahiran kembali menjadi kuat / Rumah Tangga
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Karin mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendukung suaminya Dimas menuju kesusksesan. Setelah berada di puncak kesuksesan, Suaminya justru mengkhianatinya dengan membawa pulang wanita muda dengan berniat untuk di jadikannya istri kedua. Lebih menyakitkan nya lagi keluarga suaminya ikut mendukung dan bahkan merendahkanya. Seolah pengorbanannya selama bertahun-tahun tidaklah berarti.

Saat nyawanya berakhir karena ulah sang pelakor. Karin terbangun kembali di masa lalu tepat saat Suaminya membawa wanita itu kerumahnya. Di beri kesempatan kedua Karin berubah menjadi wanita kuat dan bersumpah akan membalas rasa sakitnya di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Di lantai dua pusat perbelanjaan, Vina baru saja keluar dari sebuah butik mewah. Di tangannya tergantung beberapa kantong belanja. Di sampingnya berjalan Bu Wati, pelayan kepercayaan Bu Ratna yang sengaja diminta menemaninya berbelanja.

"Nona Vina, gaun yang tadi benar-benar cocok. Pak Dimas pasti senang melihat Nona memakainya," puji Bi Wati.

Vina tersenyum malu-malu.

"Ah, Bibi bisa saja. Mas Dimas memang yang memaksa aku memilih yang mahal. Padahal aku sudah bilang, yang sederhana saja cukup."

"Iya, tapi Pak Dimas memang sayang sekali sama Nona."

Senyum Vina semakin manis. Tapi senyum itu langsung memudar dan langkahnya mendadak terhenti.

"Itu..." Vina menyipitkan matanya.

Di kejauhan, ia melihat Karin baru saja keluar dari sebuah salon terkenal. Penampilannya berubah drastis. Rambutnya tertata indah, wajahnya tampak segar, dan pakaian yang dikenakannya terlihat jauh lebih elegan.

Di belakang Karin, Arga berjalan sambil membawa begitu banyak kantong belanja dari butik-butik ternama.

"Itu... Mbak Karin?" gumam Vina tak percaya.

Bi Wati ikut menoleh.

"Astaga... benar Nyonya Karin."

Keduanya terus memperhatikan dari kejauhan. Tatapannya terus mengikuti Karin yang kemudian masuk ke sebuah toko perhiasan.

Beberapa saat kemudian, Karin keluar sambil membawa beberapa kotak berlogo butik perhiasan ternama.

Jemari Vina perlahan mengepal di balik kantong belanja yang dibawanya.

Kenapa dia berbeda sekali, Mas Dimas pernah cerita kalau istrinya itu wanita penurut dan kampungan?

Kenapa sekarang terlihat sangat berbeda?

Dan kenapa harus sekarang? saat aku akan masuk ke rumah itu?

Aku enggak boleh membiarkan nya, kalau dia berpenampilan seperti itu, bisa-bisa Mas Dimas tidak jadi menikahiku dan malah jatuh cinta lagi pada istrinya.

Ia mengulas senyum kecil, tetapi sorot matanya berubah dingin.

"Bi..."

"Iya, Nona?"

"Menurut Bibi... dari mana Kak Karin mendapatkan uang sebanyak itu?"

Bi Wati menggeleng.

"Saya juga heran."

Vina pura-pura berpikir.

"Lagipula... selama ini menurut cerita Mas Dimas, Karin kan paling tidak suka belanja."

"Iya juga."

"Jangan-jangan..." Vina menggantungkan ucapannya.

"Jangan-jangan apa, Nona?"

Vina menggigit bibirnya pelan, seolah ragu untuk berbicara.

"Ah... tidak usah."

"Nona, bilang saja."

Vina menghela napas pelan.

"Aku cuma takut Mas Dimas nanti salah paham."

"Maksud Nona?"

"Kalau uangnya benar-benar uang Mas Dimas... bukankah jumlahnya terlalu banyak?" tanya Vina pura-pura berpikir. "Tapi kalau bukan uang Mas Dimas, apa Jangan-jangan uang pria lain?"

Bi Wati langsung membelalakkan mata.

"Iya juga."

"Mas Dimas bekerja keras setiap hari." Vina menundukkan kepalanya. "Aku sedih kalau melihat uangnya dipakai sebanyak itu. Lebih sedih lagi kalau ternyata Mbak Karin belanja menggunakan uang pria lain."

Padahal, di balik wajah polosnya, hati Vina dipenuhi rasa iri.

Kenapa? Kenapa perempuan itu bisa membeli semua yang bahkan belum tentu diberikan Dimas kepadaku?

Bukankah seharusnya semua itu menjadi milikku nanti?

Namun semua pikiran itu ia simpan rapat-rapat. Ia kembali memasang wajah lugu.

"Bi... sebaiknya kita memberi tahu Bu Ratna."

Bi Wati langsung mengangguk.

"Nyonya Besar memang harus tahu."

Vina buru-buru menggeleng.

"Tapi jangan bilang kalau aku yang menyuruh, ya."

"Lho, kenapa?"

"Aku tidak ingin Mbak Karin salah paham. Nanti dia mengira aku mengadu."

Bi Wati tersenyum iba.

"Nona memang terlalu baik."

Vina hanya tersenyum kecil.

"Bagaimanapun juga... Mbak Karin tetap istri Mas Dimas."

Bi Wati mengangguk tanpa sedikit pun menyadari bahwa semua ucapan Vina hanyalah sandiwara.

Begitu Vina berjalan lebih dulu, Bi Wati segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon Bu Ratna.

Sementara itu, sudut bibir Vina perlahan terangkat.

Mengadu?

Aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri.

Cukup buat orang lain melakukannya untukku.

Dengan begitu... aku tetap terlihat sebagai perempuan yang baik di mata semua orang.

1
Dede Dedeh
perasaan setiap episode nya kok cina and the geng yg selalu menang, karin terlalu lambat memberi balasan,,, kecewa aku thor/Pray/
Thewie
sikarin kayak jadi bodoh. keluar dr rmh itu kenapa. bawa smua berkas2 penting. ini pake acara belanja belanja . bodoh bodoh
Irma
puas banget 🤣🤣🤣 lanjut Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!