NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Langkah di Balik Kabut Fajar

Perjalanan menuju arah barat laut berlangsung dalam keheningan yang cukup pekat. Kabut fajar yang basah dan dingin menempel di dedaunan, meneteskan air ke atas kepala mereka saat mereka melompati dahan demi dahan pohon raksasa. Tim Guy bergerak dalam formasi linier, dengan Neji di depan sebagai pemandu jalan, disusul Tenten di tengah, dan Lee yang menjaga barisan belakang.

Ekspresi Tenten tampak lesu. Kurang tidur dan tekanan mental dari pertempuran sebelumnya mulai menguras energinya. "Hei, Neji," panggilnya dengan suara setengah berbisik, memecah kesunyian hutan. "Menurutmu, dari mana asal anak berambut merah dari Suna itu? Maksudku... dia masih seusia kita, kan? Tapi tatapan matanya... rasanya dia melihat semua orang seolah-olah kita ini hanya tumpukan daging yang siap dipotong."

Neji tidak menghentikan langkahnya, pandangannya tetap lurus ke depan. "Sunagakure adalah desa yang keras, dikelilingi oleh gurun pasir yang tidak kenal ampun. Struktur politik dan militer mereka sering kali menghasilkan ninja yang menyimpang demi mempertahankan kekuatan desa. Anak itu... dia kemungkinan besar adalah hasil dari eksperimen militer atau rahasia gelap klan elit di sana. Seseorang tanpa identitas sosial yang normal."

"Dia belum mengenal siapa pun di sini," Lee menimpali dari belakang, suaranya terdengar santai namun mengandung pemahaman yang dalam. "Saat dia menatapku tadi, tidak ada rasa pengenalan terhadap klan besar Konoha seperti Hyuga, atau nama-nama ninja terkenal lainnya. Baginya, dunia ini hanya dibagi menjadi dua hal: dirinya sendiri, dan mangsa yang harus dia hancurkan untuk membuktikan bahwa dia ada."

"Membuktikan bahwa dia ada?" Tenten menoleh sedikit ke belakang, mengernyitkan alisnya bingung. "Cara membuktikan eksistensi yang sangat aneh. Kenapa harus dengan membunuh?"

"Karena tidak ada orang yang pernah memberitahunya cara lain untuk hidup, Tenten," jawab Lee pendek. Reymond mengetahui latar belakang tragis Gaara dari pengetahuannya tentang dunia ini, namun dia memilih untuk menyimpannya sebagai analisis taktis pribadi. Di dunia ninja yang kejam ini, simpati tanpa kekuatan adalah hal yang tidak berguna.

Langkah kaki Neji mendadak melambat, lalu dia mendarat di atas sebuah dahan tebal yang terlindungi oleh kanopi daun yang sangat rapat. Di depan mereka, terdapat celah di dalam batang pohon raksasa yang tampak lapuk namun cukup luas untuk menampung tiga orang di dalamnya.

"Kita berhenti di sini," kata Neji sambil memeriksa sekeliling dengan pandangan sekilas. "Tempat ini cukup tersembunyi dari pandangan atas maupun bawah. Tenten, pasang beberapa kawat jebakan tipis di sekitar akar bawah. Lee, bersihkan jejak kaki kita di dahan sebelum kabut ini menghilang."

"Siap!" Tenten dengan cepat mengambil gulungan perkakasnya, melompat turun ke dasar pohon dengan cekatan.

Lee bergerak mundur beberapa meter, menggunakan teknik penyulutan chakra tipis di telapak kakinya untuk meratakan kembali serat-serat kulit pohon yang sempat rusak akibat tekanan lompatan mereka. Gerakannya begitu efisien, tanpa ada kepanikan atau kelelahan.

Neji duduk bersandar di dalam rongga pohon, memperhatikan setiap detail gerakan Lee. "Lee," panggil Neji setelah beberapa saat hening.

"Ya, Neji?" Lee menoleh, menghentikan aktivitasnya sejenak.

"Teknik yang kamu gunakan tadi... melepaskan pembatas otak. Berapa lama kamu bisa menahan bentuk seperti itu sebelum tubuhmu sendiri mulai menyerang jaringan ototmu?" Pertanyaan Neji terdengar seperti sebuah interogasi taktis, namun ada rasa ingin tahu yang sangat besar di balik matanya. Sebagai seorang Hyuga yang mempelajari sistem aliran chakra secara mendalam, dia tahu bahwa setiap teknik yang memberikan kekuatan instan berskala besar selalu menuntut bayaran yang setimpal.

Lee berjalan masuk ke dalam rongga pohon, lalu duduk bersila di seberang Neji. Wajahnya tampak serius di bawah bayangan pohon. "Jika itu Rock Lee yang dulu... mungkin satu menit sudah cukup untuk membuatku pincang selama satu minggu, Neji. Tapi aku sudah memodifikasi caraku melatih tubuh. Aku tidak lagi membiarkan energi itu mengalir secara liar. Aku memaksa sirkulasi chakraku untuk membentuk jalur pelindung mikro di sekitar pembuluh darahku sebelum gerbang itu dibuka."

Neji menyipitkan matanya, menganalisis jawaban tersebut. "Jalur pelindung mikro? Itu membutuhkan kontrol chakra yang sangat presisi. Sesuatu yang biasanya hanya dimiliki oleh ninja medis elit atau... pengguna Juken."

"Persis," Lee tersenyum tipis. "Aku tidak memiliki bakat untuk mengeluarkan chakra ke luar tubuh menjadi jutsu elemen seperti api atau air, Neji. Jadi, aku memusatkan seratus persen kontrol chakraku ke dalam tubuhku sendiri. Mengontrol setiap detak jantung, setiap tarikan napas, dan setiap aliran darah. Itu adalah caraku bertarung."

Neji terdiam lama, merenungkan kata-kata tersebut. Sinar matahari pagi mulai menembus celah-celah daun, memberikan sedikit kehangatan di dalam rongga pohon yang dingin. Kebencian Neji terhadap takdir tidak berkurang, namun malam ini, pemahamannya tentang apa yang bisa dicapai oleh seorang manusia tanpa bakat telah bergeser selamanya.

Tenten kembali melompat masuk ke dalam rongga, wajahnya tampak sedikit lebih segar setelah mencuci muka dengan air embun. "Jebakan sudah siap. Tidak ada tanda-tanti pergerakan musuh dalam radius seratus meter." Dia duduk di antara Lee dan Neji, lalu mengeluarkan tiga bungkus ransum kering dari tasnya. "Nah, sekarang waktunya makan. Kita harus mengisi kembali energi kita sebelum hari ketiga dimulai."

Lee menerima bungkusan ransum itu dengan mata berbinar-binar. "Terima kasih, Tenten! Energi masa muda ini akan segera kembali ke tingkat maksimal!"

Saat mereka mulai mengunyah makanan dalam keheningan yang damai, Reymond memejamkan matanya, memeriksa status internal tubuhnya di bawah kendali sistem. Tidak ada notifikasi hadiah, tidak ada pesan bonus. Sistem ini hanyalah sebuah alat bantu diagnostik yang dingin, namun bagi Reymond, itu sudah lebih dari cukup. Dengan kekuatannya yang sekarang, ujian Chunin ini akan menjadi panggung di mana dia akan menulis ulang jalannya sejarah ninja.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!