Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.
Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:
"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reruntuhan Kuno dan Api Pembentukan Inti
Tiga hari berlalu sejak kepanikan melanda perbatasan Sekte Langit Abadi. Sangat berbanding jauh dengan di dalam Zona Terlarang Sembilan Kematian, sosok pemuda dengan jubah pelayan yang compang-camping bergerak laksana hantu di antara pepohonan purba berselimut kabut beracun.
Wusss!
Setiap kali ujung kaki Ling Yun menyentuh dedaunan kering, riak angin tipis berputar di pergelangan kakinya, memotong gesekan udara hingga ia melesat maju tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Ini adalah aplikasi murni dari elemen angin yang ia pelajari dari struktur dasar Langkah Bayangan Badai. Meskipun belum sempurna karena keterbatasan Qi, pergerakannya sudah jauh melampaui batas pandangan mata manusia fana.
"Indra spiritualku menangkap fluktuasi energi yang sangat aneh di depan," gumam Ling Yun sembari menghentikan langkahnya di atas dahan pohon raksasa.
Ia memicingkan mata menembus kabut hitam yang kian menebal. Di depannya, bentangan hutan mendadak terputus oleh sebuah tebing batu raksasa yang dialiri air terjun besar. Namun, air yang mengalir di sana bukanlah air biasa, melainkan cairan pekat berwarna kelabu berbau belerang dan racun korosif.
Akan tetapi, bukan air terjun itu yang menarik perhatian Ling Yun, melainkan riak formasi tak kasatmata yang bergetar di balik tirai air tersebut.
"Riak energi ini... ini bukan bentukan alam. Sisa-sisa garis formasi pertahanan kuno yang sudah runtuh?" batin Ling Yun, matanya berkilat penuh rasa ingin tahu. "Warisan memori di kepalaku bergetar hebat saat mendekati tempat ini. Seolah-olah ada sesuatu di balik air terjun itu yang memanggil esensi Mutiara Primordial."
Tanpa ragu, Ling Yun melompat turun dari dahan pohon. Elemen angin melingkupi tubuhnya untuk memangkas gravitasi, membuat pendaratannya seringan selembar bulu di atas batuan basah. Ia berjalan mendekati tepian kolam racun bawah air terjun, menggunakan elemen air di dalam tubuhnya untuk menetralisir uap korosif yang mencoba menembus pori-pori kulitnya.
Saat ia menyibak tirai air terjun kelabu menggunakan hentakan gelombang Qi elemen tanah, pemandangan di baliknya membuat napas Ling Yun tertahan sejenak.
Sebuah situs warisan kuno terbengkalai terbentang di dalam ceruk tebing. Itu adalah sebuah Gua Pertapaan milik seorang ahli purba dari jutaan tahun lalu. Pilar-pilar batu megah yang telah runtuh dan ditumbuhi lumut beracun berdiri berantakan. Namun yang membuat jantung Ling Yun berdegup kencang adalah hamparan tanaman herbal yang tumbuh subur di sela-sela retakan pelataran batu kuno tersebut. Di sana, sekelompok tumbuhan dengan kelopak transparan yang memancarkan pendaran biru langit malam terlihat melambai ditiup angin gua.
"Rumput Embun Langit! Dan jumlahnya tidak hanya satu!" ucap Ling Yun dengan nada bicara yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Ia melangkah maju satu tindak, berniat memetik tanaman langka tersebut. Namun, tepat ketika ujung sepatunya menginjak pelataran dalam reruntuhan, seluruh dinding gua bergetar hebat. Sisa-sisa formasi kuno di sekitar tempat itu mendadak menyala merah darah, memancarkan gelombang hawa panas yang membakar yang seketika menguapkan air terjun beracun di luar ceruk.
ROAAARRR!
Sebuah lolongan bariton yang memekakkan telinga bergema dari kedalaman ceruk kegelapan gua. Tanah retak, dan dari balik bayangan pilar yang runtuh, sebuah bayangan raksasa merangkak keluar dengan mata menyala keemasan penuh amarah.
Makhluk itu adalah seekor Kadal Lapis Baja Berapi. Tubuhnya sepanjang sepuluh meter, dilapisi oleh sisik-sisik hitam sekeras baja meteorit yang di sela-selanya mengalir cairan magma merah menyala. Tekanan aura yang dipancarkan dari napasnya yang mendengus kasar membuat udara di dalam reruntuhan mendadak kering dan menyesakkan.
"Tekanan aura ini... ranah Pembentukan Inti Tahap Awal!" batin Ling Yun, wajahnya menegang seketika sementara tubuhnya secara otomatis mengambil kuda-baju bertarung yang kokoh. Elemen tanah langsung merayap dari telapak kakinya, menancap kuat ke dasar bumi untuk menahan tekanan aura sang monster.
"Sial, monster ini ternyata memanfaatkan sisa-sisa energi formasi kuno di tempat ini untuk mengerami energinya sendiri. Pantas saja dia bisa menembus ranah Pembentukan Inti di wilayah luar seperti ini."
Ling Yun mengepalkan kedua tangannya erat-erat hingga urat-urat biru menonjol di permukaan kulit tangannya. Aliran Qi empat warna di dalam Dan Tian Primordial-nya mulai berputar liar, merespons ancaman mematikan dari monster di hadapannya.
"Kadal ini tidak jauh berbeda dengan Serigala Pemakan Jiwa tempo hari, ia berada satu ranah besar di atasku. Jika aku melakukan kesalahan sekecil apa pun dalam mengelola siklus elemenku, tubuh ini akan langsung terpanggang menjadi abu."
Tetapi, alih-alih mundur, seulas senyuman liar dan haus darah perlahan terbit di wajah tampan Ling Yun. Gairah bertarung seorang mantan jenius yang telah lama terkubur kini meledak tanpa bendung.
"Tapi ini justru sempurna! Aku membutuhkan Inti Kristal tipe api ranah Pembentukan Inti untuk membuka segel jurus kunoku, dan monster sialan ini mengantarkannya langsung ke depan mataku bersama dengan Rumput Embun Langit! Langit seolah memang menakdirkan makhluk ini mati di tanganku!" seru Ling Yun dengan suara lantang menantang, tawanya menggema arogan memenuhi langit-langit gua.
Syuuutt!
Kadal Lapis Baja Berapi itu merasa harga dirinya diinjak-injak oleh manusia fana yang sekecil semut. Monster itu mengibaskan ekor raksasanya yang berselimut api, mencambuk udara dengan kecepatan yang memicu dentuman sonik.
"Terlalu lambat!" pekik Ling Yun.
Menggunakan Langkah Bayangan Badai, tubuh Ling Yun bergeser laksana fatamorgana ke udara, menghindari hantaman ekor yang menghancurkan pilar batu di belakangnya hingga menjadi puing-puing. Saat tubuhnya melayang di udara, sang kadal membuka moncongnya lebar-lebar, menyemburkan pilar api magma bersuhu ribuan derajat langsung ke arah Ling Yun.
"Elemen Air, Tirai Samudra" batin Ling Yun berteriak di dalam kesadarannya.
Pusaran elemen biru di perutnya mengalir dengan cepat. Aliran energi air murni menguar dari pori-porinya, membentuk kubah pelindung air yang sangat padat di sekeliling raganya.
Ceeessss!
Benturan antara pilar api magma dan tirai air dewa menciptakan ledakan uap putih yang membutakan seluruh isi gua. Memanfaatkan kabut uap tersebut untuk menyembunyikan hawa keberadaannya, Ling Yun memanipulasi elemen angin untuk melesat turun, muncul tepat di atas kepala monster berlapis baja itu.
"Kau mengandalkan pertahanan sisik bajamu ini? Mari kita lihat apakah sisikmu bisa menahan beban bumi!" ucap Ling Yun dengan tatapan mata yang sedingin es.
Kedua lengan Ling Yun mendadak berubah warna menjadi cokelat pekat keemasan. Elemen tanah mengalir masif, memadatkan struktur molekul otot dan tulangnya hingga memiliki bobot dan kepadatan absolut setara dengan gunung raksasa. Ini adalah aplikasi kasar dari Tinju Penghancur Bumi yang baru saja ia pelajari.
"Hancur kau, Binatang Sialan!"
BUAAAMMM!
Tinju ganda Ling Yun menghantam telak di bagian atas tengkorak Kadal Lapis Baja Berapi. Gelombang kejut bertenaga penghancur bumi menjalar masuk melampaui lapisan sisik kerasnya, langsung menghantam otak dalam sang monster.
Suara retakan internal terdengar mengerikan. Kadal raksasa itu mengeluarkan raungan keputusasaan yang teramat sangat saat tubuh besarnya dipaksa menghantam lantai pelataran batu hingga menciptakan kawah sedalam tiga meter. Darah segar yang mendidih menyembur dari sela-sela matanya.
Namun, vitalitas makhluk ranah Pembentukan Inti tidak bisa diremehkan. Dalam amukan kematiannya, kadal itu meledakkan seluruh sisa esensi apinya ke segala arah, menciptakan gelombang api radial yang menghantam tubuh Ling Yun dari jarak dekat hingga membuatnya terlempar belasan meter dan menabrak tebing batu.
Uhuk!
Ling Yun mendarat dengan lutut bertumpu pada tanah, memuntahkan seteguk darah segar. Sisa api magma sempat membakar sebagian jubahnya, meninggalkan luka bakar merah di dadanya. Namun, sebelum rasa sakit itu sempat melumpuhkan sistem sarafnya, pusaran elemen air di dalam tubuhnya langsung bereaksi otomatis, mengalirkan hawa sejuk yang menyembuhkan luka bakar dan menstabilkan kembali organ dalamnya dalam hitungan detik.
"Luar biasa... hantaman balik dari monster ranah Pembentukan Inti benar-benar kuat. Jika bukan karena Dan Tian Primordial-ku mengisap sebagian besar getaran energi hantaman tadi, organ dalamku pasti sudah hancur berantakan," batin Ling Yun sembari menyeka darah di bibirnya, matanya menatap tajam ke arah tengah kawah di mana sang kadal sedang menggeliat sekarat.
"Tapi semuanya sudah berakhir. Vitalitasmu sudah habis, dan Inti Kristalmu adalah milikku!"
Ling Yun berdiri tegak kembali, melangkah perlahan namun pasti mendekati jasad Kadal Lapis Baja Berapi yang perlahan kehilangan kilau magmanya. Ia mengulurkan tangan kanannya, memusatkan elemen angin untuk membentuk bilah udara tajam di ujung jarinya, lalu merobek dada monster tersebut demi mengambil sebuah bola kristal berukuran kepalan tangan yang menyala merah membara dengan energi spiritual tipe api yang sangat padat.
"Inti Kristal Pembentukan Inti Tahap Awal berhasil didapatkan," gumam Ling Yun dengan kepuasan batin yang mendalam, merasakan kehangatan energi murni dari kristal tersebut di telapak tangannya.
>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku semua.