NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stop Uang Bulanan

Ibu Sundari dan Lastri menunggu kepulangan Dimas dan Hana. Mereka sudah tidak sabar lagi ingin meminta uang bulanan lebih dari biasanya. Mereka termakan ucapan Sintia, Sintia mengatakan jika uang gaji Dimas itu besar, dan tidak ada salahnya mereka meminta uang lebih besar.

" Ibu mau minta jatah bulanan berapa?".Tanya Lastri sambil memainkan ponselnya.

" Ibu mau meminta 3 juta dan kamu berapa? Enak banget selama ini Hana yang mengelola uang gaji Dimas."Jawab ibu Sundari kesal.

Lastri mau minta 2 juta bu, sekalian mau minta motor baru. Lastri kan sebentar lagi kuliah, malu dong kalau cuma naik angkot saja. Lastri mau minta motor yang lebih bagus dari punya mbak Hana."Seru Lastri sangat antusias.

" Bu, kenapa tidak ibu saja sih yang kelola keuangan rumah ini? Keenakan Hana kalau dia yang kelola bu, pasti uang itu banyak yang dia korup. Lihat sendirikan, kita makan saja menunya cuma itu‑itu saja."Ucap Sintia sengaja menghidupkan kompor di sore hari.

Ibu sudah pernah bicara sama Dimas soal keuangan, Sintia. Awal‑awal kita pindah ke rumah ini, tapi kata Dimas biar Hana saja dan ibu tinggal terima jatah uang bulanan ibu saja, biar ibu tidak pusing mikirin belanja bulanan juga."Jawab ibu Sundari.

Dari awal ibu Sundari ikut tinggal di rumah Hana, dia memang sudah meminta untuk mengelola keuangan rumah. Akan tetapi Dimas menolaknya, mana mungkin Dimas akan mengiyakan jika uang untuk kebutuhan rumah itu semua memakai uang gaji Hana.

Brrruummm brrrummm

Dua motor memasuki halaman rumah secara bersamaan. Motor‑motor itupun langsung dimasukkan ke garasi.

Kalian sudah kumpul?."Tanya Hana dengan senyum mengejek.

Iya dong mbak, seperti biasa. Hari ini mas Dimas kan gajian, jadi kita mau meminta bagian kita dong."Jawab Lastri dengan percaya dirinya.

Dimas terlihat santai dan senyum‑senyum, hal seperti ini memang sudah menjadi rutinitas setiap tanggal dia gajian. Dia percaya diri sekali jika Hana akan memberikan uang kepada adik dan ibu nya.

Mana?."Seru ibu Sundari menengadahkan tangannya tepat di depan Hana.

Apa?."Tanya Hana pura‑pura tidak paham apa maksud ibu mertuanya.

Pura‑pura lupa dia. Uang bulanan ibu sama Lastri mana? Jangan kamu kuntit itu uang kami, atau begini saja. Biar ibu saja yang mengatur keuangan rumah ini, jadi kamu tidak perlu pusing mikirin belanja bulanan."Seru ibu Sundari Gglleekkk

Dimas langsung menelan salivanya sendiri. Kenapa ibunya malah meminta uang kebutuhan rumah sekalian.

Oh, boleh kok bu. Dengan senang hati."Jawab Hana dengan santai.

Ibu Sundari, Lastri dan Sintia saling melempar pandangan. Mereka tersenyum satu sama lain, akhirnya keuangan rumah jatuh juga di tangan nya sesuai dengan harapan mereka.

" Gaji Dimas kan besar, sebagai seorang menejer pastinya dia juga dapat tunjangan. Ibu khawatir jika kamu yang kelola, uang itu akan kamu pakai sendiri. Jangan‑jangan kamu juga menggunakannya untuk kakakmu yang miskin itu."Seru ibu Sundari.

Hhaaaaaa Hhaaaaaa

Hana tertawa dengan lebar, dia menertawakan kekonyolan ibu mertuanya.

Menejer? Tunjangan? Sejak kapan Dimas menjadi seorang menejer dan mempunyai tunjangan.

Hana tidak menyangka jika sampai detik ini Dimas masih berbohong soal jabatannya di kantor.

" Hana."Seru Dimas.

" Kenapa mas? Apa selama ini kami sudah menjadi menejer dan tidak memberitahuku? Sejak kapan mas?."Tanya Hana sambil terkekeh kecil.

" Maksud kamu apa, Hana? Kamu jangan kurangajar ya, Dimas itu seorang menejer bukan seperti kamu cuma resepsionis rendahan."Ucap ibu Sundari mencaci Hana.

" Ohh begitu, baiklah. Mas, kamu urus semua nya ya. Jangan lupa uang untuk kebutuhan rumah dan jatah ibu sama Lastri, kamu serahkan sama ibu."Seru Hana tersenyum tipis.

Hana berjalan menuju kamarnya, biarkan saja permasalahan uang di urus oleh Dimas. Biar Dimas tahu bagaimana bertanggung jawab menjadi seorang suami.

Hana, tunggu. Ini bagaimana maksudnya?."Seru Dimas menghentikan langkah kaki Hana.

Hhuufffttt

Hana menghentikan langkah kakinya, lalu berbalik badan kembali menghadap ke sekumpulan orang‑orang yang tidak tahu malu itu.

Kenapa kamu bertanya seperti itu mas? Bukannya sudah jelas kan kalau ibu meminta uang bulanannya dan dia juga yang akan mengelola keuangan rumah ini? Ya sudah tinggal kamu berikan saja kan?."Seru Hana.

" Hana jangan macam‑macam kamu, Han. Semua ini tidak lucu, kamu yang harus memenuhi kebutuhan rumah ini seperti biasanya."Seru Dimas sedikit berbisik di telinga Hana.

Oh tidak bisa mas. Sekarang ibu yang mau mengelola keuangan, jadi semua sudah menjadi tanggung jawab kamu. Aku sudah tidak mau ikut campur lagi."Ucap Hana tanpa mengecilkan volume suaranya.

Dimas menggelengkan kepalanya, dia tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan rumah ditambah ibu dan adiknya juga. Terlebih Lastri juga sudah harus daftar kuliah, uang darimana dia untuk memenuhi semua itu.

" Ada apa ini sebenarnya? Apa ada yang kalian sembunyikan?."Tanya Ibu Sundari dengan wajah keheranannya.

" Baiklah, lebih baik aku beritahu ibu saja. Daripada ibu semakin penasaran. Sebenarnya..."

" Hana Bentak Dimas dengan lantang sambil mengangkat tangan hendak menampar Hana.

" Apa mas? Mau menamparku? Bukannya baru tadi malam kamu berjanji tidak akan kasar dan tidak akan egois, tapi kenapa kamu sudah berbuat kasar lagi. Takut? Kamu takut kalau ibumu ini tahu kalau sebenarnya selama 3 tahun ini uang ku yang sudah dipergunakan untuk kebutuhan rumah? Untuk jatah bulanan ibu dan Lastri juga ? Untuk biaya sekolah Lastri juga? Mau sampai kapan kamu berbohong mas?."Seru Hana bicara dengan keras.

Ppllaakk

Hana mendapat tamparan, kali ini bukan dari Dimas tapi tamparan itu dia dapatkan dari ibu mertuanya. Semua yang ada di ruangan itu kaget melihat ibu Sundari yang menampar Hana dengan begitu kerasnya.

" Lancang sekali mulut mu, Hana !! Dimas ini suami kamu, suami yang harus kamu hormati dan kamu hargai. Kamu merendahkan anakku, kamu kira kamu siapa? Jangan mengada‑ada kamu, kalau bukan karena kamu istrinya Dimas pasti kamu sudah aku usir dari dulu. Kamu mengaku‑ngaku uang kamu yang kamu gunakan untuk kebutuhan rumah? Jangan mimpi kamu, Hana. Wanita miskin seperti kamu seharusnya bersyukur bisa dinikahi Dimas, pria tampan yang kaya dan bergaji besar. Sekali lagi kamu berbohong, aku tidak segan‑segan untuk mengusirmu !!."Seru ibu Sundari bicara dengan penuh amarah.

Hana memegang pipi that terasa sakit dan panas.

Mulai hari ini tidak ada jatah uang bulanan lagi !! Kalian urus diri kalian masing‑masing, dan bila perlu pergi kalian dari rumahku !!."Bentak Hana dengan lantang.

Setelah bicara seperti itu Hana pun meninggalkan mereka dan kembali melangkah menuju kamarnya. Sedangkan Dimas mulai ketar‑ketir, Hana sudah marah dan tidak mungkin dia mau mengeluarkan uangnya.

Aarrgghhh...

Dimas berteriak sembari mengacak‑acak rambutnya.

Dimas, kamu kenapa? Jangan mau kalah sama istrimu, apa‑apan tadi dia menyuruh kita untuk pergi dari rumah ini. Apa hak dia di rumah ini?."Seru ibu Sundari tidak sadar diri juga.

Diamlah bu !! Semua ini gara‑gara ibu !!."Seru Dimas semakin dibuat pusing oleh ibunya.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!