NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.sisa sisa arang

Rasa sakit itu tidak tertahankan. Energi hitam-merah memancar dari hulu pedang Crimson, merobek jalur Mana di dalam tubuh Ren yang selama ini tertidur. Rasanya seperti dipaksa meminum cairan logam panas, namun anehnya, tulang rusuk Ren yang tadinya patah mulai bergeser kembali ke posisi semula dengan suara *krek* yang ngilu.

**"Tahan, Bocah! Kalau kau pingsan sekarang, darah vampirmu yang berharga itu cuma bakal jadi santapan gratis buat karatku!"** suara Crimson menggelegar, egois dan menuntut.

Ren menggertakkan gigi sampai gusi bawahnya berdarah. Matanya merah menyala, menatap lurus ke arah langit-langit runtuh yang menyala oleh api di atas sana. *'Aku... tidak akan mati di sini!'*

Dengan satu sentakan brutal, Ren menarik pedang kuno itu keluar dari batu hitam tempatnya tertancap selama ratusan tahun.

*BOOOM!*

Gelombang kejut dari tekanan angin darah murni mengempaskan sisa-sisa puing yang menyumbat lubang di atasnya. Ren tidak lagi merasa lemas. Tubuh kurusnya kini dialiri oleh energi asing yang sangat pekat—perpaduan antara insting predator dari darah vampirnya dan ketajaman membunuh dari roh pedang Crimson.

### Pelarian di Balik Kabut Asap

Di atas reruntuhan panti, dua ksatria perak yang tadi mengejar Ren masih berjaga. Mereka terkejut saat melihat ledakan energi dari bawah tanah yang mementalkan balok kayu yang terbakar.

"Apa itu?! Penyihir selundupan?!" salah satu ksatria berteriak sambil bersiap dengan perisainya.

Sebelum kalimatnya selesai, sekelebat bayangan hitam melesat cepat dari dalam lubang. Gerakan Ren terlalu cepat untuk ukuran manusia biasa. Berkat naluri vampir yang baru bangkit, dunia di sekitar Ren seolah melambat. Ia bisa melihat setiap celah di balik zirah perak kokoh milik ksatria di depannya.

**"Tebas dari bawah ke atas, potong sendi pelindung lehernya!"** perintah Crimson memberi instruksi kilat langsung di kepala Ren.

Ren mengayunkan pedang tua itu secara insting. Bilah pedang yang tadinya tampak berkarat, tiba-tiba dilapisi aura merah tipis yang sangat tajam.

*SLASSH!*

Besi tebal zirah itu terpotong seperti kertas basah. Darah segar menyembur, mewarnai zirah perak tersebut menjadi merah pekat. Ksatria pertama ambruk tanpa sempat mengeluarkan suara erangan.

"B-Bajingan! Monster apa kau?!" ksatria kedua panik, melangkah mundur dan mencoba meniup peluit tanda bahaya untuk memanggil Komandan Kaelen Vance.

Ren tidak memberinya kesempatan. Menggunakan sisa dorongan energinya, ia menusukkan pedangnya tepat ke arah dada kiri lawan, menembus jantungnya hingga tembus ke belakang.

*Glek.*

Saat memegang pedang yang tertancap di tubuh musuh, Ren merasakan sesuatu yang mengerikan sekaligus memabukkan. Pedang Crimson menyerap darah ksatria tersebut, lalu menyalurkan sebagian esensi murni dari energi kehidupan korban langsung ke dalam tubuh Ren. Rasa haus yang membakar di tenggorokan Ren perlahan mereda.

**"Hahaha! Nikmat, bukan? Ini baru camilan pembuka, Bocah!"** Crimson tertawa puas.

Namun, Ren segera sadar dari rasa pusing yang memabukkan itu ketika mendengar derap langkah kaki zirah berat yang mulai mendekat dari arah depan panti. Komandan Kaelen pasti sudah menyadari ada yang tidak beres.

Ren menatap kedua mayat ksatria di bawahnya, lalu melirik ke arah pedang Crimson yang kini permata merahnya berkedip seolah puas. Ia tahu, dengan kondisinya yang sekarang, ia belum sanggup menghadapi Kaelen Vance satu lawan satu. Kaelen adalah ksatria tingkat tinggi yang berpengalaman; menyerangnya sekarang sama saja dengan bunuh diri.

Dengan cepat, Ren mengambil sebuah jubah hitam lusuh yang tergeletak di dekat jemuran panti yang belum terbakar habis. Ia menyelimuti tubuhnya, menyembunyikan pedang Crimson di balik punggung, dan melompat melewati tembok belakang distrik kumuh, menghilang ke dalam kegelapan Hutan Kabut Hitam yang berbatasan dengan Oakhaven.

### Rencana Awal Menuju Jalan Pedang

Beberapa menit kemudian, Kaelen Vance tiba di lokasi bersama sisa pasukannya. Pria berzirah perak itu menatap dua jasad bawahannya yang tewas dengan potongan yang sangat rapi di bagian vital.

Kaelen berlutut, menyentuh sisa darah yang membeku di tanah, lalu mengendus aromanya. Matanya yang dingin sedikit menyipit. "Ini bukan sihir hitam biasa... potongannya terlalu bersih untuk ukuran tikus distrik kumuh. Dan darah mereka... seperti dikuras habis."

Seorang prajurit mendekat dengan cemas. "Komandan, apa kita harus menyisir hutan di belakang?"

Kaelen bangkit, membersihkan tangannya dengan saputangan. "Tidak perlu. Sebentar lagi fajar. Jika ada monster atau pelarian yang masuk ke Hutan Kabut Hitam tanpa persiapan, mereka akan mati sendiri digerogoti binatang buas. Bereskan area ini, laporkan pada uskup bahwa misi pembersihan dokumen korupsi selesai tanpa hambatan."

Sementara itu, jauh di dalam hutan yang gelap dan berkabut, Ren duduk bersandar di bawah pohon besar yang akar-akarnya mencuat. Napasnya memburu, dan efek dari "energi pinjaman" Crimson mulai habis, menyisakan rasa lelah yang luar biasa di sekujur ototnya.

Ia meletakkan pedang itu di depannya.

"Jadi... apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Ren, suaranya parau. "Kau bilang kau akan mengajariku cara mencincang mereka."

Permata di gagang Crimson berpendar redup di tengah kegelapan hutan.

**"Sabar, Bocah Cerdas. Kau punya otak yang encer dan darah vampir murni, tapi fisikmu saat ini tidak lebih kuat dari kelinci parit,"** ejek Crimson, suaranya kembali sinis. **"Ksatria berbaju perak tadi itu menggunakan teknik *Mana Breath* tingkat menengah. Kalau kau mau memotong kepalanya, kau harus menguasai dasar dari *Blood-Forged Style*—teknik pedang kuno yang memanipulasi darahmu sendiri menjadi bilah tertajam di dunia."**

Crimson menjeda sesaat, membuat atmosfer di sekitar mereka terasa semakin berat.

**"Mulai besok, latihan nerakamu dimulai. Kita akan memulainya dengan memburu monster-monster di hutan ini untuk mengumpulkan asupan darahmu, lalu... kita akan menyusup ke tempat di mana ksatria bajingan itu berada. Bagaimana? Kau siap?"**

Ren menatap telapak tangannya sendiri yang kini bersih tanpa luka, lalu menatap ke arah kepulan asap dari distrik kumuh yang masih terlihat di kejauhan. Rasa hangat amarahnya telah mendingin, berubah menjadi tekad yang beku dan absolut.

"Aku siap," jawab Ren datar, matanya berkilat merah di balik kegelapan malam. "Bimbing aku, Crimson."

**Alur Selanjutnya (Pratinjau Bab Selanjutnya):**

Ren akan menghabiskan waktu beberapa bulan di dalam hutan untuk memburu monster bawah tanah, menaikkan kapasitas fisik dan kontrol darah vampirnya. Di sinilah ia akan menciptakan identitas bayangan pertamanya sebelum mutlak memutuskan mendaftar ke Akademi Ksatria Kekaisaran demi mendekati Kaelen Vance.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!