NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 11 - Kenapa Tubuhmu Bau Ayam Goreng?

Kabut pagi masih menggantung tebal di antara lereng-lereng Puncak Awan Pengembara ketika Han Gu akhirnya melepaskan bahu Bai Fengxuan dengan ekspresi seperti baru saja melihat roh leluhur turun dari langit. Cahaya matahari pagi perlahan menembus lautan awan di kejauhan dan masuk melalui sela-sela papan gubuk kayu, menerangi wajah Han Gu yang masih dipenuhi keterkejutan dan ketidakpercayaan.

Beberapa saat sebelumnya ia masih sibuk memarahi Bai Fengxuan karena mencuri ayam spiritual hasil panen sekte. Namun sekarang seluruh pikirannya justru dipenuhi hal lain.

Qi Gathering level 1.

Dan lebih gilanya lagi, bocah di depannya baru berusia sepuluh tahun.

Han Gu duduk perlahan di kursi kayu dekat tungku sambil menatap Bai Fengxuan dari atas sampai bawah beberapa kali seperti mencoba memastikan bahwa anak kecil di depannya tidak diam-diam dirasuki roh tua gunung.

“Bocah…” gumamnya sambil mengusap wajah kasar penuh minyak. “Apa kau sebenarnya keturunan monster tua yang menyamar jadi murid luar?”

Bai Fengxuan hanya tertawa kecil sambil menggaruk pipinya dengan canggung. Namun jauh di dalam hatinya, ia juga masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang terjadi semalam. Sampai sekarang ia masih bisa merasakan qi spiritual tipis mengalir di dalam meridiannya seperti aliran air hangat yang terus bergerak perlahan tanpa henti.

Perasaan itu sangat aneh.

Selama bertahun-tahun hidupnya, tubuh Bai Fengxuan selalu terasa sama seperti manusia biasa. Ia makan, tidur, membersihkan kandang, mengangkut pakan, dan hidup seperti murid luar lainnya tanpa pernah benar-benar memahami dunia kultivasi yang sering dibicarakan para tetua.

Namun sekarang semuanya terasa berbeda.

Bahkan saat duduk diam seperti ini, ia dapat merasakan angin gunung yang bergerak di luar gubuk dengan jauh lebih jelas dibanding sebelumnya. Pendengarannya menjadi lebih tajam, napasnya lebih ringan, dan seluruh tubuhnya terasa seperti baru terbangun dari tidur panjang.

Han Gu menghela napas panjang sebelum kembali berbicara.

“Di Puncak Awan Pengembara, murid luar biasa membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk membuka meridian pertama mereka.” Suaranya terdengar jauh lebih serius dibanding biasanya. “Sebagian bahkan tetap gagal sampai umur dua puluh tahun.”

Tatapan Bai Fengxuan sedikit berubah penasaran. Selama ini ia memang tidak terlalu memahami dunia kultivasi secara mendalam. Di akademi dulu mereka hanya diajari teori dasar mengenai qi spiritual dan struktur meridian tanpa benar-benar berkultivasi.

Han Gu melipat tangan di dada sambil bersandar pada kursinya.

“Aku sendiri baru berhasil mencapai Qi Gathering level 1 saat umur tiga belas tahun. Dan waktu itu semua orang sudah bilang bakatku lumayan bagus.” Ia mendecakkan lidah pelan lalu kembali menatap Bai Fengxuan dengan wajah rumit. “Sedangkan normalnya murid luar baru bisa mencapai tahap itu sekitar umur empat belas tahun.”

Tatapannya kemudian perlahan bergerak ke arah tulang ayam spiritual yang masih berserakan di meja kayu.

“Sedangkan kau…” Han Gu menyipitkan matanya. “…berhasil menjadi kultivator setelah makan ayam goreng.”

Suasana di dalam gubuk langsung terasa aneh.

Bai Fengxuan buru-buru mengalihkan pandangannya sambil batuk kecil, seolah berharap Han Gu tidak melanjutkan pembicaraan tersebut. Namun beberapa saat kemudian kakak senior itu justru tiba-tiba mencondongkan tubuh ke depan dengan ekspresi sangat serius.

“Adik Bai.”

“Nn?”

Han Gu melirik ke arah pintu gubuk untuk memastikan tidak ada siapa-siapa di luar sebelum merendahkan suaranya seperti seorang pencuri profesional yang sedang membahas konspirasi besar.

“Menurutmu…” bisiknya pelan, “kalau kita makan ayam spiritual setiap malam… apa kultivasiku juga bisa meningkat lebih cepat?”

Bai Fengxuan langsung terdiam.

Untuk sesaat ia hanya bisa menatap Han Gu dengan ekspresi kosong. Namun beberapa detik kemudian kedua mata mereka perlahan mulai bersinar bersamaan.

Tak lama kemudian Han Gu buru-buru mengambil selembar kertas tua dan sepotong arang bekas dari sudut ruangan lalu meletakkannya di atas meja dengan wajah penuh keseriusan.

“Aku sudah memikirkannya matang-matang,” ucapnya sambil mulai menggambar denah kandang ayam spiritual. “Kandang timur terlalu berbahaya sejak musim panen dimulai. Tapi kandang barat biasanya tidak dijaga ketat saat tengah malam karena murid malam sering tidur diam-diam di gudang pakan.”

Bai Fengxuan ikut mendekat dengan wajah serius seperti sedang mendiskusikan strategi perang sekte.

Han Gu menggambar beberapa garis tambahan di atas kertas sebelum mengetuk salah satu sudut denah.

“Kalau kita mengambil dua ekor dari sini setiap beberapa hari, kemungkinan besar tidak akan langsung ketahuan.”

Bai Fengxuan mengangguk pelan sambil berpikir.

Namun beberapa saat kemudian Han Gu mengernyit.

“Tunggu…”

Ia mengetuk meja beberapa kali dengan arang di tangannya lalu perlahan menyipitkan mata.

“Dua ekor terlalu sedikit.”

Tatapannya berubah semakin licik.

“Empat ekor.”

Bai Fengxuan hampir tersedak ludahnya sendiri.

“Empat?!”

Han Gu mendengus seolah usulan itu sangat masuk akal. “Setelah mencicipi masakanmu, menurutmu apa aku masih bisa makan bubur hambar dapur umum setiap hari?”

Wajah Bai Fengxuan langsung berubah aneh. Untuk pertama kalinya sejak datang ke Puncak Awan Pengembara, ia mulai merasa Han Gu sebenarnya jauh lebih berbahaya dibanding dirinya sendiri.

Tak lama kemudian suara lonceng pagi kedua mulai terdengar dari kejauhan, bergema panjang di antara lautan awan pegunungan. Han Gu segera berdiri sambil meregangkan tubuhnya yang besar sebelum menepuk bahu Bai Fengxuan beberapa kali.

“Sudah cukup. Kalau kita terlambat membersihkan kandang lagi, tetua pengawas benar-benar akan menguliti kita.”

Bai Fengxuan segera membereskan meja dengan cepat sebelum mengikuti Han Gu keluar dari gubuk.

Kabut pagi masih memenuhi lereng gunung ketika mereka berjalan menuju area kandang spiritual. Jalan setapak berbatu tampak basah akibat embun malam dan beberapa murid luar terlihat sibuk membawa ember air maupun karung pakan menuju gudang.

Dari kejauhan suara Xu Liang sudah terdengar bahkan sebelum mereka tiba di kandang.

“Kakak Han! Adik Bai!”

Xu Liang melambaikan tangannya sambil berdiri di atas pagar kandang seperti monyet gunung. Rambutnya terlihat berantakan dan wajahnya masih penuh bekas lumpur kering.

“Aku dengar kalian berkelahi pagi-pagi di gubuk!”

Han Gu langsung mendecakkan lidah. “Siapa yang menyebarkan rumor itu?”

Xu Liang turun dari pagar sambil tertawa lebar “Seluruh lereng bawah mendengarnya! Bahkan ayam spiritual ikut panik!”

Bai Fengxuan langsung menatap Han Gu dengan ekspresi kosong, membuat kakak senior itu pura-pura batuk sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Namun belum beberapa langkah kemudian, Xu Liang tiba-tiba mendekati Bai Fengxuan lalu mengendus pakaiannya seperti anjing liar.

“Hm?”

Ia mengernyit.

“Kenapa tubuhmu bau ayam goreng?”

Tubuh Bai Fengxuan langsung menegang. Namun sebelum ia sempat menjawab, Han Gu buru-buru melemparkan kain lap ke wajah Xu Liang.

“Kalau terlalu banyak bicara pagi ini, kupikir akan lebih baik melemparmu ke kandang babi spiritual.”

Xu Liang langsung tertawa keras sambil menghindar, sama sekali tidak menyadari ekspresi gugup Bai Fengxuan di sampingnya.

Pagi itu seluruh area kandang kembali ramai seperti biasanya. Ayam-ayam spiritual merah berlarian ke sana kemari sambil mengepakkan sayap dan mematuk tanah berbatu. Beberapa murid luar sibuk membersihkan kandang sementara yang lain mengangkut pupuk menuju ladang herbal di lereng bawah.

Bai Fengxuan segera mengambil sekop kayu dan mulai bekerja seperti biasa. Namun berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, sekarang ia dapat merasakan perubahan jelas pada tubuhnya.

Sekop yang dulu terasa berat kini jauh lebih ringan. Gerakannya juga menjadi lebih cepat dan stabil.

Bahkan ketika seekor ayam spiritual mencoba menyeruduknya dari belakang, Bai Fengxuan dapat menghindar dengan mudah sebelum ayam itu menyentuh tubuhnya.

Xu Liang yang melihat kejadian itu langsung membelalakkan mata.

“Eh?” Ia menatap Bai Fengxuan dengan wajah aneh. “Sejak kapan refleksmu jadi sebagus itu?”

Han Gu yang berada tidak jauh dari sana langsung batuk keras sambil memberi isyarat agar Bai Fengxuan berhati-hati. Untungnya Xu Liang tidak terlalu memikirkannya dan segera kembali sibuk mengejar ayam spiritual lain yang kabur menuju lereng bawah.

Tak lama kemudian Luo Ming juga muncul sambil membawa keranjang besar penuh sayuran spiritual dari dapur umum. Wajahnya terlihat sangat bahagia seperti biasa.

“Aku dengar dapur hari ini membuat sup tulang spiritual!” katanya dengan mata berbinar. “Kalau beruntung kita bisa dapat sisa—”

Namun ucapannya langsung berhenti ketika ia mencium aroma samar dari tubuh Bai Fengxuan dan Han Gu.

Luo Ming perlahan menyipitkan matanya. Tatapannya bergerak dari Bai Fengxuan menuju Han Gu. Lalu kembali lagi.

Suasana mendadak menjadi aneh.

“Kenapa…” gumam Luo Ming pelan. “Kalian berdua bau ayam goreng?”

Han Gu langsung tertawa keras dengan ekspresi dipaksakan.

“Hahaha! Kau pasti terlalu lapar sampai mulai berhalusinasi!”

Bai Fengxuan buru-buru ikut mengangguk, meskipun ekspresinya terlihat sangat tidak meyakinkan.

Luo Ming tetap menatap mereka cukup lama dengan penuh kecurigaan sebelum akhirnya mendecakkan lidah dan berjalan pergi sambil bergumam bahwa ia juga ingin makan ayam goreng malam ini.

Hari itu berlalu cukup sibuk. Menjelang siang para murid luar kembali menghadiri kelas umum kultivasi di aula batu lereng tengah gunung. Cahaya matahari siang masuk melalui jendela besar aula dan menerangi debu-debu halus yang beterbangan di udara sementara Tetua Ji perlahan berjalan memasuki ruangan sambil membawa tongkat kayu hitamnya.

Namun baru beberapa langkah tatapan sang tetua perlahan berhenti pada Bai Fengxuan.

Alis putihnya sedikit terangkat. Ia dapat merasakan qi spiritual samar dari tubuh anak itu. Seluruh aula langsung menjadi lebih sunyi dibanding sebelumnya. Bai Fengxuan sendiri langsung menahan napas tanpa sadar.

Namun Tetua Ji hanya tersenyum samar sebelum melanjutkan langkahnya menuju depan aula.

“Sepertinya…” suara tuanya terdengar pelan namun jelas di seluruh ruangan, “Puncak Awan Pengembara akhirnya memiliki murid kecil yang mulai membuka gerbang kultivasi.”

Wajah Bai Fengxuan langsung sedikit memerah ketika seluruh murid menoleh ke arahnya.

Namun jauh di dalam hatinya, untuk pertama kalinya sejak datang ke Forgotten Blade ia benar-benar merasa telah menjadi bagian dari dunia kultivasi.

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!