NovelToon NovelToon
Kembar Genius Sang Mafia

Kembar Genius Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Roman-Angst Mafia
Popularitas:454.2k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Ahh!"

"Kamu harus melahirkan pewarisku, Amoera ... untuk menebus dosa ayahmu!"

Perang berdarah antar-organisasi memaksa Amoera, putri tunggal mafia Blood Dominion, jatuh ke tangan Leon D'Alterio. Pemimpin kejam Cosa Nero itu menuntut balas dendam atas kematian orang tuanya, dan Amoera harus melahirkan pewarisnya.

Namun takdir berjalan brutal. Amoera melahirkan bayi kembar laki-laki, tetapi Leon merebut bayi yang hidup dan mengusir Amoera bersama bayinya yang dianggap telah mati.

Empat setengah tahun berlalu. Amoera kembali sebagai pembunuh bayaran dingin dengan misi mutlak. menghabisi pewaris Cosa Nero, yang tak lain adalah putranya sendiri.

Saat laras pistol telah membidik target, kebenaran fatal terkuak. Leon tertegun melihat bocah di samping Amoera yang sangat mirip dengan putranya.

"Kamu mau membunuh putramu sendiri, Amoera?"

Ketika rahasia masa lalu terbongkar, siapakah yang akan hancur dalam lingkaran balas dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Sama Saja Seperti ku, Amoe~

"Kamu memang salah dalam hal ini, Amoera. Kamu yang sengaja membawa dia pergi menjauh dariku, menyembunyikan kehadirannya dari pengetahuanku selama hampir lima tahun. Jika saja aku tidak bergerak cepat mencarimu ke rumah persembunyian itu, apa sampai detik ini dia akan dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dengan saudara kembar kandungnya? Pikirkan itu," ucap Leon dingin, sebuah argumen logis yang seketika membuat Amoera harus bersusah payah menahan letupan emosinya agar tidak meledak saat itu juga.

"Aku memilih pergi dari rumah ini di masa lalu karena kamu yang terlebih dahulu mengusirku secara kejam, Leon! Kamu yang dengan tega memisahkanku dengan putra pertamaku! Kamu yang membuatku terpaksa keluar dari rumah ini dan memisahkan silsilah keluarga kami! Kenapa sekarang kamu selalu saja berakting bertingkah seolah menjadi korban di sini, hah?!"

Leon perlahan melepaskan sedekapan kedua tangannya di depan dada. Ia lalu menegakkan postur tubuh tegapnya dan melangkah lebar mengikis jarak, mendekati posisi berdiri Amoera. Sepasang mata elangnya memandang lurus ke arah wajah cantik Amoera dengan tatapan yang teramat dalam dan mengunci.

"Kamu tidak memilih untuk bertahan di dalam rumah ini pada malam itu, bukan? Kamu sama sekali tidak memohon kepadaku untuk tetap diizinkan tinggal di sini bersama bayimu. Padahal jika saja malam itu kamu menurunkan sedikit egomu dan memohon ... bisa jadi aku akan tetap mengizinkanmu tinggal di sisiku," ucap Leon dengan nada suara rendah yang teramat lekat, sebuah rangkaian kalimat yang seketika membuat Amoera mendadak bungkam, kesulitan untuk merangkai kata-kata balasan.

"Tindakan egomu itu sudah memisahkan dua orang saudara kandung selama bertahun-tahun, bahkan sampai membuat keduanya tidak saling mengetahui keberadaan satu sama lain. Jika saja aku tidak berhasil menemukanmu malam ini, apa sampai mereka tumbuh dewasa nanti, mereka tidak akan pernah saling mengenal? Jika dipikirkan kembali ... tindakanmu itu bahkan jauh lebih kejam daripada kejahatan yang biasa kulakukan," lanjut Leon tajam.

Air mata Amoera seketika luruh membasahi pipinya, hatinya terasa teramat sakit mendengar tuduhan tersebut. Dengan sepasang mata yang terpejam menahan perih, ia mengangkat jari telunjuknya, menunjuk tepat ke arah dada bidang Leon.

"Berhenti memojokanku seperti ini, Leon! Kamu yang selalu menyiksaku, menyiksa fisik dan batinku tanpa ampun di masa lalu! Dan sekarang, kamu bahkan sedang berusaha menjadikan putra pertamaku sebagai sosok monster iblis yang kejam persis seperti dirimu! Aku membawa pergi dan melindungi Eren selama ini, karena hanya Eren satu-satunya hal berharga yang bisa aku selamatkan dari pengaruh iblis sepertimu!" sentak Amoera dengan volume suara yang sengaja dikecilkan agar tidak sampai terdengar oleh sepasang anak kembar mereka di dalam kamar.

"Atas dasar apa kamu berani berbicara sekaku itu di depan wajahku, huh?" desis Leon dengan raut wajah yang mendadak menegang dingin.

Amoera menegakkan kembali posisi tubuhnya, menatap lurus ke dalam sepasang manik mata Leon tanpa ada lagi rasa takut yang tersisa di dalam dadanya. "Mungkin di masa lalu aku akan selalu gemetar ketakutan setiap kali berada di hadapanmu, Leon. Tapi sekarang tidak lagi. Aku tidak akan pernah sudi membiarkanmu membentuk kedua anak kandungku menjadi sosok iblis kejam sepertimu! Tak akan pernah terjadi!" ucap Amoera lantang, lalu berbalik berniat untuk melangkah pergi dari hadapan pria itu. Namun, langkah kakinya tiba-tiba saja terhenti total saat indra pendengarannya menangkap untaian kalimat yang keluar dari bibir Leon.

"Menjadi sosok iblis sepertiku ... dan sepertimu, maksudmu?" ucap Leon dengan nada suara yang pelan, sebuah kalimat yang sukses membuat seluruh tubuh Amoera tersentak kaku di tempatnya berdiri.

Leon melangkah mendekat secara perlahan dari arah belakang, seulas seringai tipis yang sarat akan kepuasan kini muncul di belahan bibirnya.

"Jangan pernah menganggap dirimu paling suci di dunia ini, Amoera. Kita berdua ini pada hakikatnya adalah sama, sama-sama merupakan darah keturunan dari penerus organisasi mafia terbesar. Perbedaannya hanya terletak pada fakta bahwa seluruh aset mafia milik keluarga besarmu saat ini sudah habis kuambil alih sepenuhnya ke dalam kuasaku. Namun, fakta pengambilalihan itu sama sekali tidak akan pernah bisa menghapus silsilah darah kegelapan yang mengalir di dalam tubuhmu yang sesungguhnya ... bahwa kamu adalah seorang putri kandung dari penguasa dunia bawah tanah terdahulu," bisik Leon dengan nada dingin yang teramat menusuk batin.

"Bahkan untuk saat ini, di luar sana kamu sudah sangat dikenal dan dijuluki sebagai Phantom of Ravenna. Sosok eksekutor bayangan yang tangan dinginnya sudah menghabisi banyak nyawa target tanpa pernah bisa dikenali jejaknya oleh pihak otoritas mana pun. Hanya saja, tampaknya kamu sedikit melupakan satu hal penting ... jika kamu sudah berurusan dengan diriku, maka tidak akan pernah ada satu orang pun di dunia ini yang dapat lolos dengan mudah," ucap Leon mutlak, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Amoera yang kini tengah mengepalkan kedua belah tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih menahan gejolak amarah.

"Pria iblis itu benar-benar sudah gila! Ck, sekarang aku harus tidur di mana?!" pekik Amoera kesal pada diri sendiri setelah menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kamar pribadi di dalam mansion luas ini.

____________

1
Nessa
Wkwkwk musang birahiii 🤣🤣🤣
jumirah slavina
hati² Amor... Singa lagi birah! 🤣🤣🤣
~Ni Inda~
Ya ya yaaa...seterahmulah Leon
Aku bisa apa memangnya utk melarangmu
Cuma ada 1 syarat hrs kau penuhi
Bikin nenekmu itu sadar diri & bersikap baik
Tp klw dia keukeuh sureukeh keras kepala...jauhkan dia sejauh²nya dari aku & anak² kita
jumirah slavina
hilihhhh., padahal Kamu. mo ngajak HO'A HO'E kn....
Nessa
ao wi 😂😂😂😂
Nessa
huss pergi aja kau nenek lampir
Nureliya Yajid
lanjut thor👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjutkan
jumirah slavina
Amor : tapi Aku tidak tuh

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wulan
mewek aq Kak Ra 😭😭😭😭😭
dyah EkaPratiwi
sepertinya Leon bener2 mencintai amora
jumirah slavina
ngelunjak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dyah EkaPratiwi
bingung harus gmn ya amora
jumirah slavina
maklumin genks., udah tua jadi berkurang pendengaran
~Ni Inda~: Kurang pendengaran tp keras hati
Khas nenek² otoriter sejak jaman muda...susah ditunjukkan kebenaran...matahatinya tertutup keangkuhan
total 1 replies
olyv
cieee tidur bareng y 😄
bunda n3
jangan buat adel dulu, temukan dulu pelaku yg membuat eren jatuh
olyv
nice daddy singaa
AFPA
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 musang birahi gak tuh
Eli Rahma
dasarrr musang birahiiii.../Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!