**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Bab 17: Bocoran Informasi dan Perangkap Terbalik**
**Bab 17: Bocoran Informasi dan Perangkap Terbalik**
"T-Tuan Muda Zhao Chen... dia tidak berburu di area luar seperti murid lainnya!"
Suara Zhao Ma bergetar hebat, tercekat di tenggorokannya yang dicengkeram erat oleh Feng Tian. Wajah bopengnya kini pucat pasi tanpa darah sedikit pun. Di bawah tekanan spiritual murni yang mengintimidasi jiwanya, insting bertahan hidup mengalahkan semua sumpah setianya kepada Klan Zhao.
"Lanjutkan," kata Feng Tian pendek. Sepasang matanya menatap dingin, sementara tangan kanannya tetap mengangkat tubuh kekar Zhao Ma dengan sangat stabil di udara. "Di mana dia sekarang, dan apa yang sedang dia rencanakan?"
"Dia... dia bersama tiga murid inti klan Zhao lainnya sedang menuju ke **Lembah Kematian** di pusat Hutan Binatang Buas Utama!" Zhao Ma menelan ludah dengan susah payah, air matanya mulai mengalir karena rasa takut yang teramat sangat. "Di sana ada seekor **Raja Serigala Angin Tingkat 2 Puncak** yang menjaga tanaman obat legendaris, *Buah Roh Sembilan Nyawa*. Tuan Muda Chen berencana membunuh monster itu untuk mengamankan poin peringkat pertama sekaligus menggunakan buah itu untuk bersiap menembus Ranah Fondasi Dasar Tahap Akhir!"
Feng Tian menyipitkan matanya. *Buah Roh Sembilan Nyawa? Itu adalah buah spiritual tingkat tinggi yang sangat langka. Jika sistemku mengonversinya, buah itu pasti bernilai ribuan EXP dan koin sistem!*
"Lalu, apa hubungannya rencana itu denganku?" Feng Tian bertanya lagi, suaranya sedingin es di malam fajar. "Jika kalian berencana membunuhku di area luar, kenapa Zhao Chen justru pergi ke pusat hutan?"
"Itu... karena Tuan Muda Chen tahu Anda memiliki teknik pelindung yang aneh dari warisan klan Feng!" Zhao Ma buru-buru menjawab, takut cengkeraman di lehernya akan meremukkan tulang tenggorokannya. "Tetua Guntur telah memberikan **Jimat Pemecah Formasi Tingkat Fondasi** kepada Tuan Muda Chen. Rencana cadangannya adalah... jika kami gagal membunuh Anda di area luar, kami diperintahkan untuk memancing Anda menuju Lembah Kematian! Di sana, Tuan Muda Chen akan mengaktifkan formasi pembantaian kuno yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengunci Anda bersama Raja Serigala Angin, lalu menghancurkan Anda bersama-sama!"
Mendengar konspirasi terperinci tersebut, Feng Tian tidak marah. Sebaliknya, dia justru tertawa rendah. Tawa yang terdengar sangat renyah namun membuat bulu kuduk Zhao Ma berdiri seketika.
"Memancingku ke Lembah Kematian? Mengunciku bersama monster Fondasi Dasar dan menggunakan formasi pembantaian?" Feng Tian menggelengkan kepalanya dengan geli. "Klan Zhao kalian ini benar-benar sangat murah hati. Tidak hanya mengirimkan nyawa untuk kupanen, kalian bahkan menyiapkan panggung yang begitu megah lengkap dengan monster kaya EXP dan buah spiritual langka untukku."
"K-Kakak Feng Tian... saya sudah menceritakan semuanya... tolong lepaskan saya... saya bersumpah akan keluar dari Sekte Awan Hijau dan tidak akan pernah mengusik Anda lagi!" Zhao Ma memohon dengan sangat iba, tubuhnya lemas tak berdaya.
Feng Tian menatap Zhao Ma dengan pandangan acuh tak acuh. "Kamu boleh pergi."
*Bugh!*
Feng Tian melepaskan cengkeramannya, membiarkan tubuh Zhao Ma jatuh berdebam di atas tanah. Namun, sebelum Zhao Ma sempat menarik napas lega, kaki kanan Feng Tian bergerak seperti kilat, menendang ulu hati Zhao Ma dengan presisi tinggi.
"Aaakh!"
Zhao Ma menjerit pendek sebelum akhirnya matanya memutih dan jatuh pingsan secara instan, menyusul sebelas rekannya yang lain. Feng Tian tidak membunuh mereka, bukan karena dia berhati lembut, melainkan karena membiarkan mereka hidup dalam keadaan cacat dan kehilangan kultivasi di tengah Hutan Binatang Buas adalah siksaan yang jauh lebih kejam di dunia ini.
Dengan santai, Feng Tian merampas semua kantong penyimpanan (*storage pouch*) milik dua belas murid tersebut, lalu melemparkannya ke dalam inventaris sistem.
"Sistem, berapa banyak total koin dan batu spiritual yang kudapatkan dari hasil jarahan ini?" tanya Feng Tian dalam hati sambil melangkah membelah semak-semak, berbelok arah menuju ke pusat hutan.
**[Ding! Menghitung hasil rampasan perang...]**
**[Anda mendapatkan: 150 Keping Batu Spiritual Tingkat Rendah, 5 Botol Pil Pemurni Qi, dan 300 Koin Sistem tambahan!]**
**[Sisa Saldo Koin Sistem Anda saat ini: 610 Koin.]**
"Enam ratus koin... cukup untuk modal tambahan jika aku butuh membeli sesuatu yang darurat di Toko Sistem nanti," Feng Tian tersenyum puas.
Menggunakan *Jurus Langkah Bayangan Bab 2: Kedipan Kosmik*, tubuh Feng Tian mulai bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Setiap kali kakinya menghentak tanah, tubuhnya mendadak kabur dan berteleportasi sejauh lima meter ke depan secara instan, melewati pepohonan kuno dan kabut beracun tanpa menimbulkan riak udara sedikit pun.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, vegetasi hutan di sekitarnya mulai berubah. Pohon-pohon hijau berganti menjadi tanaman berduri berwarna hitam keunguan, dan hawa kematian yang pekat mulai menusuk indra penciumannya. Di depannya, sebuah celah lembah raksasa yang diapit oleh dua tebing tinggi berdiri dengan megah—Lembah Kematian.
Fluktuasi energi spiritual yang sangat dahsyat dan kacau terdengar bergemuruh dari dalam lembah, diiringi oleh raungan serigala yang memekakkan telinga dan dentingan senjata yang beradu tajam.
*ROAAARRR!*
*Trang! Trang!*
Feng Tian mendarat dengan ringan di atas sebatang dahan pohon hitam yang menghadap langsung ke arah dasar lembah. Dia menyembunyikan hawa keberadaannya secara total menggunakan *Cheat Status Palsu*, lalu mengintip ke bawah.
Pemandangan di dalam lembah itu sangat intens. Empat orang murid inti Sekte Utama berjubah putih mewah—termasuk Zhao Chen—sedang bertarung sengit melawan seekor serigala raksasa setinggi rumah dua lantai. Serigala itu memiliki bulu berwarna perak mengkilap dengan sepasang mata merah menyala, dan di dahinya terdapat pola tanda angin kuno yang bersinar terang. Itu adalah Raja Serigala Angin Tingkat 2 Puncak.
Di belakang tubuh monster tersebut, di sebuah celah batu yang dialiri air spiritual, sebatang pohon kecil berbuah satu butir buah berwarna ungu keemasan sedang memancarkan cahaya magis yang sangat murni—*Buah Roh Sembilan Nyawa*.
Saat ini, kondisi pertarungan tampak seimbang. Tiga murid inti klan Zhao bertugas menahan amukan cakar dan bilah angin monster dari samping, sementara Zhao Chen berdiri di barisan depan, mengayunkan pedang giok putihnya dengan sangat elegan, melepaskan puluhan sinar pedang setengah tingkat Niat Pedang yang terus-menerus meninggalkan luka robek di tubuh serigala tersebut.
"Monster ini hampir mati! Bertahanlah sedikit lagi!" Teriak Zhao Chen dengan lantang, sepasang matanya berkilat penuh dengan ambisi dan keserakahan yang membara.
Feng Tian yang menonton dari atas dahan pohon hanya menyandarkan punggungnya secara santai pada batang pohon, seulas senyuman sinis terbentuk di wajah tampannya.
"Kerja bagus, Tuan Muda Zhao Chen," bisik Feng Tian dengan nada suara yang sangat pelan, hampir tak terdengar di sela desau angin lembah. "Teruskan kerja kerasmu untuk membunuh monster itu dan memanen buahnya... karena begitu semuanya selesai, aku sendiri yang akan turun untuk merebut semua hasil kerja kerasmu beserta nyawamu!"
Panggung perangkap terbalik telah terpasang dengan sempurna di dalam Lembah Kematian, dan sang pemangsa sejati kini sedang duduk manis menonton mangsanya kehabisan tenaga!
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **FENG TIAN BENER-BENER LICIK DAN BRUTAL!** 😎🔥 Dia sengaja ngebiarkan Zhao Chen dan pasukannya capek-capek ngelawan Raja Serigala, biar nanti tinggal eksekusi taktik "Nelayan memanen keuntungan dari pertarungan bangau dan kerang"! 😂
> Gimana ekspresi Zhao Chen pas tahu kalau formasi perangkap yang dia siapin buat Feng Tian malah berbalik jadi kuburan buat dirinya sendiri? Dan seberapa besar EXP yang bakal didapet Feng Tian dari *Buah Roh Sembilan Nyawa*?