NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Dalam Lubang Misterius

Tubuh Satria terus meluncur ke bawah, jatuh dengan kecepatan yang semakin bertambah seiring dengan kedalaman lubang yang tak berujung itu. Ia berusaha menggapai bebatuan yang ada di sekelilingnya, berharap ada yang bisa dipegang untuk menghentikan laju jatuhnya, namun sayang sekali permukaan dinding lubang itu terlalu licin dan curam. Tangannya hanya menyapu udara kosong, tak ada satu pun yang bisa diraih untuk menahan tubuhnya.

Byuuur!

Aaaah!

Suara percikan air yang keras terdengar bersamaan dengan teriakan Satria yang tertahan. Punggung dan seluruh tubuhnya seakan remuk dan patah saat dirinya terhempas keras ke permukaan air yang dalam itu. Sensasi dingin yang menusuk tulang langsung menyelimuti seluruh tubuhnya seketika. Rupanya, dasar lubang misterius itu bukanlah tanah kering atau bebatuan tajam, melainkan aliran sungai bawah tanah yang cukup deras.

Tubuh Satria terbenam di dalam air sejenak sebelum akhirnya bisa muncul ke permukaan dengan terengah-engah. Ia menahan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya, terutama di bagian punggung dan kaki kanannya yang terkena tembakan tadi. Dengan sisa tenaga yang ada, ia berusaha berenang menuju tepian sungai itu. Air sungai itu terasa sangat dingin, menusuk hingga ke tulang sumsum, membuat tubuhnya yang sudah lemas terasa semakin kaku.

Setelah berhasil mencapai tepian yang berupa tanah dan bebatuan yang agak datar, Satria langsung berbaring sejenak untuk mengatur napasnya yang terengah-engah. Napasnya terasa berat, dan setiap kali ia bergerak sedikit saja, rasa sakit terasa sampai tulang

Perlahan-lahan, Satria duduk bersila di atas bebatuan yang agak kering. Ia memejamkan matanya, mencoba menenangkan diri dan memusatkan pikiran untuk memulihkan tenaga serta menghilangkan rasa sakit yang menyelimuti tubuhnya. Ia mengeluarkan seluruh konsentrasinya, lalu mulai melakukan teknik pernapasannya untuk memulihkan tenaga dan mengurangi rasa sakit di punggungnya

Satria menarik napas panjang melalui hidung, menahannya di dalam perut selama beberapa detik, lalu menghembuskannya perlahan-lahan melalui mulut. Ia mengulangi gerakan itu berulang kali, membayangkan ada aliran energi panas yang mengalir dari perutnya, menyebar ke seluruh pembuluh darah, otot, dan tulang-tulangnya.

Perlahan, rasa sakit yang tadinya terasa luar biasa perlahan-lahan berkurang. Tubuhnya yang tadinya terasa kaku dan lemas, kini mulai terasa hangat dan segar kembali. Luka di kakinya yang tadinya terasa perih dan berdenyut, kini hanya terasa seperti kesemutan ringan. Tenaga yang tadinya hampir habis akibat pertarungan dan jatuhnya dari ketinggian yang sangat jauh, kini mulai terisi kembali perlahan-lahan.

Setelah merasa kondisinya cukup pulih, Satria membuka matanya. Ia segera memeriksa  Gelang Candra Kirana yang melingkar di pergelangan tangannya. Gelang pusaka ini memiliki ruang penyimpanan tersembunyi yang cukup luas, tempat ia menyimpan berbagai barang keperluan penting. Ia membuka bagian tengah gelang itu, membongkar isi penyimpanannya satu per satu.

Pertama-tama, ia mencari obat-obatan untuk menyembuhkan luka di kakinya. Namun, setelah memeriksa dengan saksama, ia menggelengkan kepala kecewa. Di dalam gelang itu sama sekali tidak ada obat-obatan apa pun.

"Besok-besok aku akan memasukkan banyak obat jika bisa keluar dari sini," gumam Satria dalam hati dengan nada kesal pada dirinya sendiri.

" aku harus mengabari mereka berdua" gumam Satria , ia merogoh kantung celananya dan mengeluarkan hp miliknya, namun Hp ternyata telah rusak karena kemasukan air

satria melihat keadaan dinding tebing itu

" batunya telah berlumut dan curam, ," batin Satria.

Ia menatap ke arah atas, melihat lubang tempat ia jatuh tadi. Lubang itu terlihat sangat kecil, hanya secercah cahaya matahari yang masuk dari atas sana, menerangi sebagian kecil ruangan bawah tanah itu.

Satria melangkah mendekati dinding lubang itu. Ia mencoba memanjatnya, mencari pijakan kaki dan pegangan tangan yang bisa ia gunakan. Namun, apa yang ia khawatirkan ternyata benar. Dinding lubang itu sangat terjal, hampir tegak lurus ke atas, dan permukaannya sangat licin karena selalu basah oleh air yang menetes dari atas.

Satria berusaha keras memanjatnya. Ia mencari celah-celah kecil di antara bebatuan, menginjakkan kakinya sekuat tenaga dan berpegangan pada bagian yang sedikit menonjol. Namun, baru beberapa meter ia memanjat, kakinya terpeleset karena permukaan yang licin. Tubuhnya tergelincir turun dengan cepat

Byuuur

Tubuh Satria terjatuh kembali ke dalam air ,

Satria terus berusaha, setelah beberapa kali terjatuh terus Satria memutuskan akan menjelajahi lorong lorong yang ada di sana

Di dalam ruangan bawah tanah yang luas ini, selain lubang tempat ia jatuh tadi, terlihat ada tiga lorong besar yang bercabang menuju ke arah yang berbeda-beda. Ketiga lorong itu tampak gelap gulita

Satria berdiri kembali, lalu mengambil senter di gelangnya. sambil memegang senter, Satria  memasuki lorong yang berada di sebelah kanan. Lorong itu terlihat cukup lebar, namun semakin ke dalam jalannya semakin menyempit. Dindingnya dipenuhi dengan lumut-lumut tebal dan tetesan air yang terus-menerus jatuh dari langit-langit lorong. Satria berjalan terus menerus selama hampir satu jam, namun akhirnya langkahnya terhenti. Di hadapannya berdiri dinding batu besar yang menutup jalan sama sekali. Tidak ada celah, tidak ada jalan lain, Satria keluar dari lorong itu

Satria beristirahat sejenak, baru ia melangkah masuk ke lorong sebelah kiri.

Lorong ini terlihat lebih tinggi dan luas dibandingkan yang pertama. Ia berjalan menyusuri lorong itu, melewati tikungan demi tikungan, menaiki dan menuruni tangga alami yang terbentuk dari bebatuan. Namun, setelah berjalan cukup jauh, ia kembali menemui kekecewaan yang sama. Di ujung lorong itu, ada genangan air yang cukup luas yang ternyata adalah mata air yang terperangkap, dan tidak ada jalan keluar sama sekali.

Satria duduk di lorong terakhir itu

" apa aku harus mati di sini ?" tanya Satria dalam Hati, ia iseng melihat apa saja isi di dalam gelangnya,

" Bahan makanan dan peralatan masak ada," gumam Satria sambil memikirkan sesuatu

" baiknya aku melakukan tapa brata di sini saja" gumam Satria, ia berharap bisa keluar setelah menguasai ajian yang di turunkan oleh Eyang Resi Wiratama. ia mematikan senternya dan keadaaan menjadi gelap gulita

satria tersenyum senang, karena mendapat tempat untuk tapa Bratanya

Di Vila, saat malam datang Hadi dan Bimo menjadi cemas karena Satria belum kembali, no hpnya juga tak dapat di hubungi,

" Kira kira kemana perginya Satria Bim?" tanya Hadi pada Bimo

" gw juga ga tahu, biasanya dia selalu ngasih kabar kalau mau pergi," sahut Bimo

" Mudah mudahan Satria tak kenapa napa " gumam Hadi

mereka memutuskan akan memberitahu pada Niken dan pak  Karno jika Satria belum kembali dan ga ada kabar

Niken yang mendengar Satria menghilang menangis, dengan di antar beberapa pengawal Niken berangkat malam itu juga ke Villanya di Desa Munjuk Sempurna

1
kay
semangat thor💪. izin promosi🙏 Novelku ,
- New World
- Senjata Harapan
noleh mampir kasih penilaian dan tips nya
Hary
PERCUMA... PERCUMA.... MENGECEWAKAN....!!!
Hary
DUNGU MC... SAMS PENULIS SAMA,2 DUNGU....!!!😜
Hary
MC LEMAH KURANG NGENTOT🤭
Hary
DONGOK YG NULIS.... TELMI...!!!
Hary
PERCUMA BERILMU, NALAR G JALAN...!!!
KALE PENULISNYA YG DUNGU...!!!
Qirnoz Qurrota Ayun
gooooddd
Night Watcher
yah... lg tegang2nya.. ber sam bung...🤭🤭🤭
lanjut ah..
Night Watcher
di bab2 ahir mengecewakan..
keseruan cerita terganggu oleh terlalu banyaknya murni yg tampil..😓
Blue Angel: maaf kak kemaren nyoba minta di rapihin tanda baca sama typonya pake AI malah ada murni nya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
murni..
murni..
ooh murni..
ada apa dgnmu murni
selalu murni tersebut murni disetiap murni paragraf murni
murni oh
murniiiii😇😇😇
Was pray
yah jagoannya keok.... kasihan... oh kasihan
Night Watcher
ngadepin mang saketi dan para ratu yg kesaktiannya sangat tinggi mampu, tp ngadepin kroco2nya mlh kesulitan..😇😇😇
Night Watcher
banyak betul kata "murni" di bab ini...
kalimat jd rancu..😓
Night Watcher
lanjut thor.. banyakin dong upnya, kyk abis marathon pingin minum cm ada air sesendok..🤭🤭🤭
human
👍
Was pray
reaksi terhadap bahaya terlalu lambat
Night Watcher
lagi tegang2nya mlh hbs...
mirip sine ikan mabur..🤭
Domek Uuk
mantap bos
Night Watcher
lanjut thor, yg byk upnya🤭
Night Watcher
kelamaan sat, keburu org2mu diambil duluan...😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!