NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Himbauan Pak Rt

"Tutup pintu dan juga jendela malam ini agar tidak ada yang hilang dan jangan sampai Mirasih masuk ke dalam rumah." teriak Pak Mus.

"Benar, kita harus menutup semua pintu dan juga jendela agar bisa selamat dari Mirasih." Pak Agus juga setuju.

"Pokok nya desa kita bila sudah malam jangan sampai ada yang keluar agar tidak ada yang celaka." Pak RT juga menghimbau kepada seluruh para warga.

Untuk menghindari malapetaka yang akan datang maka warga menurut saja ketika Pak RT sudah berkata langsung untuk menutup semua pintu dan jendela ketika malam hari datang, sudah pasti desa ini akan menjadi sangat menakutkan bila malam hari karena tidak ada yang keluar dari dalam rumah.

Pos ronda juga pasti akan kosong karena mereka semua tidak ada yang berani untuk berjaga di malam hari, namun itu hanya sebagian warga saja yang percaya dan sebagian lagi mereka masih bingung antara ingin menuruti ucapan Pak RT atau mereka membuktikan sendiri.

Sebab sampai saat ini belum ada yang bertemu secara langsung tentang arwah Mirasih itu, jadi mereka hanya menebak saja dan tidak tahu apakah memang itu benar atau hanya kepalsuan semata dari gosip yang telah tersebar luas, sebab dua orang yang meninggal dunia juga dalam keadaan berbeda sekali.

Jadi bahwa itu memang ulah dari hantu Mirasih yang telah berkeliaran untuk mencari mangsa, namun sebagian warga sudah sangat percaya tentang kabar tersebut sehingga ketika Pak RT menghimbau mereka untuk menutup semua pintu dan jendela ketika malam hari maka mereka menuruti semua itu tanpa banyak bertanya lagi kepada semua orang.

Pak RT juga bukan karena ingin julid kepada keluarga Narti tapi karena ini demi keselamatan para warga yang lain, dia sudah merundingkan hal itu dengan kepala desa dan mau tidak mau mereka menghimbau agar menutup saja semua pintu dan jendela ketika matahari sudah terbenam demi keselamatan mereka semua dari incaran bahaya maut.

Hamdan yang mendengar itu semua tentu merasakan kesedihan begitu besar di dalam hati ini, sebab secara tidak langsung maka ketua desa saja sudah percaya bahwa Mirasih telah menjadi arwah gentayangan karena ingin menuntut balas atas kematian yang dia hadapi kepada para pelaku pembunuhan yang ada di desa ini.

Tapi kalau sedih dan juga merasa begitu tertekan namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, lain karena penasaran apa memang benar sang anak telah menjadi arwah gentayangan, mereka juga tidak memiliki power untuk membantah semua ucapan yang keluar dari mulut para warga desa sehingga lebih baik untuk tetap diam.

Narti juga sudah tidak banyak berbicara karena menurut dia itu hanya akan membuang tenaga, dan bila memang benar sang anak telah menjadi arwah gentayangan maka dia turut merasa senang, justru itu adalah hal yang paling dia tunggu untuk membalas rasa sakit hati di dalam diri ini setelah sekian lama terhina dengan ucapan orang lain.

"Jadi kita memang sudah tidak bisa keluar di malam hari lagi?" Puspita bertanya kepada Mansur.

"Untuk sekarang kita turuti saja ucapan Pak RT agar tidak terjadi masalah lagi." jawab Mansur.

"Tapi ini sama saja mereka dengan setuju mengatakan kalau Mirasih memang jadi arwah gentayangan." Puspita berkata dengan nada sedih.

"Ya nggak juga lah, kan bisa saja Pak RT berkata demikian karena takut ada pembunuh lain yang datang." Mansur berkata untuk menenangkan sang istri.

"Apa Pak RT tidak berkata langsung bahwa malam hari arwah Mirasih akan gentayangan?" tanya Puspita.

"Tidak, dia cuma bilang kalau malam hari tutup semua pintu dan jendela agar kita semua aman di dalam rumah." jelas Mansur.

"Tapi yang namanya celaka itu kadang kita juga tidak tahu walau di dalam rumah masih juga mendapat kematian, Laila meninggal dunia saat di dalam rumah kan." ujar Puspita.

"Iya juga, sebab kita tidak tahu ajal yang akan datang dan hanya bisa pasrah." angguk Mansur.

Puspita menarik nafas panjang Karena di antara semua orang hanya dia yang tidak setuju dengan itu yang beredar, tunggu dia sangat tidak terima dengan omongan para warga yang dengan tega mengatakan kalau Mirasih telah menjadi arwah gentayangan lalu bisa membunuh semua orang di desa.

Tapi mau sekeras apa pun Puspita menentang ucapan itu maka tetap saja tidak akan ada yang mendengar ucapan dia, sebab bisa dikatakan lawan Puspita adalah orang sekampung sehingga jelas dia tidak akan pernah mendapat kemenangan untuk membela Mirasih dan juga keluarga Narti itu, jadi dia lebih baik untuk tetap diam.

...****************...

"Udah aku bilang kalau Mirasih jadi hantu, baru sekarang kalian percaya." Fitri merutuk sambil berbaring di sofa dan bermain ponsel.

"Ya kamu tidak boleh langsung berbicara seperti itu loh." Saleh menatap sang istri.

"Alah kamu kalau tidak mau dengan ucapan aku lebih baik sana pergi saja dengan keluarga setan itu." Fitri berkata lantang kepada sang suami.

Saleh menarik nafas panjang Karena dia memang tidak bisa bila mendebat sang istri untuk masalah apa saja, Fitri selalu saja keras kepala dan dia tidak pernah mau salah karena menurut dia yang berkuasa di dalam rumah ini adalah dirinya sendiri sehingga Saleh tidak boleh banyak berbicara.

"Aku mau sholat isya dulu, kamu mau ikut tidak?" Saleh bertanya dengan nada lemah lembut.

"Pergi lah kau!" bentak Fitri yang sudah kesal.

"Ya sudah kalau begitu aku sholat dulu ya, nanti kamu nyusul saja." Saleh berkata sambil tersenyum walau saat ini hati dia juga sakit dengan perlakuan sang istri.

"Sholat saja kau terus sana, aku yang tidak sholat saja bisa mendapatkan harta sebanyak ini." sinis Fitri.

Sebenarnya Saleh juga masih mendengar ucapan sang istri namun dia tidak ingin menjawab dan memutuskan untuk segera pergi masuk ke dalam kamar, semakin dijawab maka nanti akan semakin membuat hati ini sakit sehingga lebih baik untuk tetap diam dan tidak terjadi pertengkaran di antara mereka.

Gledddduk.

"Apa itu?!" Fitri tersentak kaget karena ada suara jatuh di teras rumah dia.

"Jangan jangan kalau sepi begini malah ada maling pula yang mau masuk ke dalam rumah, ah jadi serba salah juga ini." Fitri merutuk dan segera bangkit dari sofa.

Dia ingin melihat itu tadi suara apa yang berasal dari arah teras, dia sama sekali tidak kepikiran tentang arwah Mirasih walau selama ini dia yang terus mengatakan kepada semua orang bahwa gadis itu telah menjadi arwah gentayangan dan bisa membunuh manusia.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
liat tuh dukun yang katanya sakti aja modar ...gak percaya sih sok2an julid ke purnama
Apriyanti
lanjut thor 🙏
K & T K & T
MET mlm Bess..
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
Nurr Tika
masih penasaran siapa yang bunuh mirasih
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!