NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

EPISODE 23: PERTEMUAN DI TEPI SUNGAI

(MALAM HARI – PUKUL 22.15 WITA)

Hujan gerimis mulai mengguyur kampung, menyemburkan suara lembut pada dedaunan pepohonan di sepanjang tepian sungai. Langit berdiri di bawah pohon beringin tua yang pernah jadi tempat bermainnya saat kecil, mengenakan jaket hitam yang menyamarkannya di bawah cahaya bulan redup.

Dari kejauhan terdengar suara mesin mobil yang perlahan mendekat, lalu berhenti di balik semak-semak. Seorang pria tinggi dengan jas muda keluar dari mobil mewahnya, mengangkat kerudung pada jaketnya agar tidak basah – itu adalah Yusuf.

Dia melihat Langit yang sedang menatap arus sungai, lalu melangkah dengan hati-hati menghampirinya:

"Sudah lama tidak berdiri di tempat seperti ini ya Langit," ucap Yusuf dengan suara rendah, membuat Langit terkejut sebentar sebelum menoleh.

Kedua mata mereka saling bertemu – ada rasa rindu, rasa hormat, dan rasa tanggung jawab yang terasa tanpa perlu banyak kata.

"Kamu datang cepat, Kang," ucap Langit dengan senyum kecil, lalu menunjuk batu besar yang cukup kering di bawah pohon. "Mari duduk sebentar."

Mereka duduk berdampingan, mata mereka masih terpaku pada sungai yang mengalir dengan tenang di hadapan mereka.

BAGIAN 1: MENGINGAT MASA LALU

"Kamu masih ingat kan waktu kita pertama kali bekerja sama merawat tanah kakekmu?" tanya Yusuf sambil menyentuh tanah basah di sekitarnya.

"Bagaimana bisa aku lupa," jawab Langit dengan tatapan jauh. "Waktu itu kamu selalu bilang, 'tanah itu seperti manusia – kalau kamu merawatnya dengan baik, dia akan memberikan yang terbaik untukmu.' Kata-katamu itu yang membuat aku yakin kamu bisa sukses."

Yusuf tersenyum sambil mengeluarkan kotak kayu kecil dari tasnya: "Ini semua karena kamu, Langit. Tanah yang kamu berikan, uang yang kamu serahkan – bahkan nasihat untuk menjualnya saat ada kesempatan besar. Tanpa itu, aku tidak akan bisa membangun lahan pertanian seperti sekarang."

"Aku hanya memberikan kesempatan, Kang. Kamulah yang bekerja keras untuk meraihnya," ucap Langit, lalu menoleh langsung pada wajah Yusuf. "Sekarang giliran aku yang membutuhkan bantuanmu."

"Aku siap membantu mu, walaupun nyawa menjadi taruhannya." Tegas Yusuf.

BAGIAN 2: MEMBAGIKAN INFORMASI

Langit mengeluarkan selembar peta sketsa yang sudah dia buat sendiri, menyebarkannya di atas batu besar:

"Lihat ini, Kang. Ini adalah peta kampung dan sekitarnya. Tempat merah adalah markas Pardi – gudang tua dekat pasar. Tempat biru adalah rumah Jaji, dan tempat hijau adalah tanah perkebunan teh yang jadi target mereka."

Dia mulai menjelaskan semua yang telah dia ketahui dari Abah Haruman, apakah Abah Haruman orang yang berperan tentang jeratan takdirku.

Bahwa klaim tanah dari keluarga Surya hanyalah sebuah tipuan. Dan Jaji hanya agen kecil dari kekuatan besar yang sesungguhnya. Lalu mereka tidak hanya ingin tanah, tapi juga mencari sesuatu yang tersembunyi di bawahnya. Entah itu harta karun atau apa masih harus di selidiki.

"Kang perlu kamu tahu, bahwa Nenek Wati dan anak kembar Teh Intan tetangga yang aku ceritakan dalam obrolan telepon adalah kunci penting untuk mengungkap rahasia besar diriku.

"Abah Haruman guru spritual ku bilang, aku harus berada di belakang layar dulu," lanjut Langit dengan suara serius. "Kamu adalah tangan kananku yang akan bergerak di depan. Kamu yang akan bertemu dengan orang-orangnya, mengumpulkan informasi, dan menjalankan rencana yang kita buat bersama."

Yusuf mengangguk perlahan, matanya mengamati setiap detail pada peta: "Aku mengerti. Kamu perlu melihat gambaran besar sebelum mengambil tindakan. Apa yang ingin aku lakukan pertama kali?"

BAGIAN 3: MERENCANA STRATEGI

Langit mengambil pulpen kecil dari saku jaketnya, lalu menandai beberapa titik pada peta:

"Pertama, kamu harus mengintai markas Pardi malam nanti. Dari informasi yang aku dapat, mereka akan bergerak hari minggu untuk menghabisi ku, sedangkan aku sudah mempunyai janji hari minggu bertemu dengan istri pardi dan adik iparnya Dewi."

"Kedua, kita perlu mendapatkan bukti bahwa surat klaim tanah itu palsu. Sri dan Dewi mungkin bisa membantu, tapi kita harus menjerat mereka dengan cara yang benar agar mereka mau bekerja sama."

Sebelum aku ketemu mereka, kang Yusuf temui mereka bagaimana caranya mereka berdua mau bekerjasama denganku.

"Ketiga, kita harus melindungi Nenek Wati dan Intan. Aku akan mengirim mereka ke tempat aman sebentar, tapi harus dibuat seperti keputusan mereka sendiri agar tidak mencurigakan."

Yusuf membuka kotak kayu kecil yang dia bawa, mengeluarkan beberapa alat:

"Aku membawa kamera pengintai kecil dan alat komunikasi rahasia yang tidak bisa dilacak. Aku juga punya beberapa dokumen tentang hukum tanah yang bisa kita gunakan untuk membongkar kebohongan mereka."

"Selain itu, aku sudah menyewa beberapa orang yang bisa dipercaya untuk menjaga keamanan area perkebunan teh. Mereka tidak akan tahu siapa yang menyewa mereka – hanya mengikuti instruksi yang aku berikan."

"Langit sebaiknya nenek Wati dan Intan tidak di ungsikan, biarkan mereka tinggal di rumah masing-masing, kita tinggal menempatkan orang-orang bayangan untuk menjaga mereka, perlu kami tahu aku mempunyai orang yang ahli dalam beladiri dan tugas menjadi pengawal bayangan.

Langit tersenyum puas."Itu juga ide yang baik kang.!

BAGIAN 4: PERJANJIAN SAHABAT

Matahari mulai menunjukkan cahaya tipis di ufuk timur, menandakan pagi akan segera tiba. Hujan sudah berhenti, dan kabut mulai menyelimuti permukaan sungai.

"Kamu tahu kan, Kang," ucap Langit dengan suara lembut. "Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan kembali bekerja sama seperti ini. Saat aku memberimu tanah dan uang dulu, aku hanya ingin kamu bisa hidup lebih baik. Tidak pernah terpikir bahwa suatu hari kamu akan datang membantu aku menghadapi masalah sebesar ini."

Yusuf menepuk bahu Langit dengan lembut: "Kamu pernah bilang kan, Langit – 'sahabat harus saling membantu tanpa meminta balasan.' Saat itu kamu menyelamatkan hidupku, bukan hanya dari lukaan fisik tapi juga dari kegelapan hati yang hampir menghancurkanku. Sekarang waktuku untuk membuktikan bahwa aku layak jadi sahabatmu."

Mereka berdiri bersama, menyaksikan matahari yang mulai terbit:

"Kita tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah, Kang," kata Langit dengan tekad yang kuat. "Tetapi bagi mereka yang ingin menyakiti orang-orang yang kubenci, aku akan memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka pantaskan."

"Baiklah," jawab Yusuf dengan senyum tegas. "Aku siap mengikuti setiap perintahmu, Langit. Apa pun yang kamu butuhkan, aku akan lakukan."

Tanpa berbicara lagi, Yusuf kembali ke mobilnya sambil memberikan isyarat bahwa dia akan mulai bertindak malam itu juga. Langit tetap berdiri di tepian sungai, menatap arah markas Pardi dengan wajah yang penuh kepastian.

Setelah kepergian sahabat nya, dan tampak tak terlihat lagi. Langit pun menyuruh orang-orang yang sedari tadi mengintai nya untuk segera keluar.!

"Kalian semua sudah saat nya untuk menunjukkan diri kalian masing-masing."

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!