NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

HISSSSSSSSSS!

Uap beracun berwarna ungu kehitaman menyembur dari rahang Ular Purba Jiwa Neraka, melelehkan sisa-sisa pilar obsidian di sekitar pelataran altar. Dua mata bulan berdarah itu menatap tajam ke arah Zhao Xuan dan Ye Sha, memancarkan kecerdasan purba yang dipenuhi oleh kebuasan mutlak.

Tekanan dari ranah Nirvana Puncak membuat udara di Reruntuhan Kuno terasa seperti rawa besi. Setiap kali monster raksasa itu bergerak, gesekan sisiknya dengan tanah menciptakan rentetan ledakan kecil yang memekakkan telinga.

Zhao Xuan berdiri tak tergoyahkan. Roda Ketiadaan di Dantian-nya berputar, menelan sebagian tekanan spiritual yang mengarah padanya. Ia menatap Inti Binatang (Beast Core) yang berdenyut di balik dada ular tersebut, memancarkan energi Qi yang cukup untuk membalikkan langit dan bumi.

Namun, pikiran Zhao Xuan berputar lebih cepat daripada Roda Bintangnya.

Nirvana Puncak bukanlah ranah yang bisa diremehkan, kalkulasi Zhao Xuan dengan dingin. Meskipun daya hancur konseptualku bisa merobek sisiknya, perbedaan kapasitas Qi antara Ascendant Awal dan Nirvana Puncak terlalu jauh. Jika aku memaksakan diri membunuhnya sendirian, energiku akan terkuras habis. Dan di saat aku lemah... tikus-tikus di sekeliling ini pasti akan mengambil kesempatan.

Zhao Xuan mengalihkan pandangannya dari Ular Purba itu. Matanya yang gelap, yang kini memancarkan Niat Asura, menyapu lambat ke arah puing-puing bangunan dan pilar-pilar raksasa di tepi pelataran, tempat di mana sisa-sisa elit jenius dari berbagai faksi iblis sedang bersembunyi menahan napas.

"Kalian pikir pilar-pilar batu lapuk itu bisa menyembunyikan bau ketakutan kalian?"

Suara Zhao Xuan terdengar pelan, namun secara ajaib menembus deru angin dan desisan Ular Purba, menggema langsung di telinga belasan jenius yang sedang tiarap.

Di balik sebuah pilar, pemudi berwajah pucat dari faksi Tian Mo mengertakkan giginya. Beberapa jenius dari faksi Gui Sha dan Xue Hai juga saling berpandangan dengan keringat dingin. Mereka telah ketahuan.

Zhao Xuan melipat tangannya di dada, jubah hitamnya berkibar menantang badai miasma.

"Keluar dari tempat persembunyian kalian, serangga-serangga fana," titah Zhao Xuan dengan nada merendahkan yang mutlak. "Atau aku akan melemparkan tubuh kalian satu per satu ke dalam mulut cacing raksasa ini sebagai makanan pembuka."

Mendengar ancaman itu, dan mengingat bagaimana pemuda manusia ini meratakan puluhan elit di Hutan Roh hanya dengan satu kepalan tangan, sisa-sisa elit jenius iblis itu akhirnya menyerah.

Satu per satu, sekitar lima belas jenius tingkat Ascendant Awal dan Soul Transformation Puncak melangkah keluar dari bayangan puing-puing. Wajah mereka tegang, senjata mereka tergenggam erat dengan tangan yang gemetar.

"Apa maumu, manusia?!" seru salah satu jenderal faksi Xue Hai dengan suara bergetar, berusaha mempertahankan sisa harga dirinya. "Jika kau ingin membunuh kami, lakukan saja! Tapi ingat aturan Leluhur!"

Zhao Xuan tertawa pelan, sebuah tawa yang luar biasa arogan.

"Membunuh kalian tidak akan memberiku keuntungan apa-apa selain mengotori tanganku," ucap Zhao Xuan. Ia menunjuk ke arah Ular Purba yang sedang melingkar di atas altar, bersiap untuk menyerang.

"Lihatlah monster itu. Ranah Nirvana Puncak. Tidak ada satu pun dari kalian, atau bahkan faksi kalian jika digabungkan, yang bisa melewati cacing itu untuk mengambil Mahkota Tulang Iblis di atas sana."

Para jenius iblis itu terdiam. Itu adalah fakta pahit yang menyakitkan. Mereka semua tahu bahwa mahkota itu hanya akan menjadi angan-angan selama Ular Purba itu masih bernapas.

"Lalu apa rencanamu?" tanya pemudi dari faksi Tian Mo, matanya menyipit curiga. Payung ilusi di tangannya berputar pelan.

Zhao Xuan menatap mereka semua dengan pandangan seorang jenderal yang sedang menilai prajurit bayarannya.

"Kita bentuk kesepakatan," ucap Zhao Xuan mutlak. "Sebuah aliansi sementara. Kita gabungkan kekuatan untuk membantai beast ular ini. Kalian menjadi tombak dan perisainya, gunakan semua pusaka dan racun yang kalian miliki untuk mendistraksi dan melukainya. Saat monster itu lengah, aku dan Ye Sha akan memberikan pukulan penyelesaian."

Zhao Xuan menyeringai tipis. "Setelah cacing ini mati dan jantungnya berhenti berdetak, aliansi ini bubar. Baru setelah itu, kita bersaing secara adil untuk memperebutkan Mahkota Tulang Iblis. Tanpa formasi jebakan, tanpa kelicikan. Murni kekuatan siapa yang berhak mengambil mahkota itu dari atas altar. Bagaimana?"

Mendengar proposal itu, para jenius iblis seketika gempar. Mereka saling berbisik dengan cepat.

"Gila! Dia mengajak kita melawan monster Nirvana Puncak bersamanya?!"

"Tapi... dia benar. Jika kita tidak bekerja sama, kita hanya akan terjebak di sini sampai waktu alam rahasia habis. Mahkota itu tidak akan pernah bisa kita sentuh!"

Pemudi faksi Tian Mo melangkah maju setengah langkah. "Apa jaminannya kau tidak akan menusuk kami dari belakang setelah monster itu mati? Kau bisa saja membantai kami semua saat kami kehabisan Qi!"

Mendengar keraguan itu, Zhao Xuan tertawa merendahkan.

"Jaminannya adalah kesombonganku," desis sang Asura, matanya memancarkan kegelapan yang membuat jiwa pemudi itu merinding. "Menusuk punggung serangga rendahan seperti kalian setelah pertarungan... itu sama saja dengan menghina harga diriku sendiri. Jika aku ingin membunuh kalian, aku akan melakukannya dari depan, di saat kalian sedang berada di puncak kekuatan kalian."

Ye Sha, yang sedari tadi berdiri diam dengan tombaknya, akhirnya melangkah maju. Ia berdiri sejajar dengan Zhao Xuan sebagai sekutu yang setara.

BOOOOOOOOM!

Aura Nirvana Awal milik Ye Sha meledak ke udara, memecah sebagian tekanan dari Ular Purba.

"Dan jaminannya adalah tombak ku!" seru Ye Sha tegas, suaranya mengandung wibawa calon penguasa Alam Iblis. "Aku, Ye Sha, bersumpah di atas darah iblisku. Setelah ular ini mati, pertarungan memperebutkan mahkota akan berlangsung adil! Pilihan kalian hanya dua: Bertarung bersama kami untuk sebuah kesempatan, atau berbalik dan pulang dengan tangan kosong layaknya anjing pecundang!"

Di belakang mereka, Gu Tianxue dalam tubuh iblis bersayap buntung ikut berteriak sambil mengibas-ngibaskan tangannya layaknya pemandu sorak.

"DENGAR APA KATA TUANKU DAN PANGERAN YE SHA! Ini adalah kehormatan bagi kalian untuk menjadi umpan maksud hamba, menjadi rekan seperjuangan Tuan Zhao Xuan! Ayo, angkat senjata kalian jika kalian punya nyali!"

Provokasi dari Ye Sha dan arogansi absolut dari Zhao Xuan akhirnya meruntuhkan keraguan para jenius iblis tersebut. Keserakahan akan Takhta Iblis jauh lebih besar daripada ketakutan mereka.

"Baik!" raung jenderal faksi Xue Hai, mengangkat pedang darahnya tinggi-tinggi. "Faksi Xue Hai setuju! Kita bunuh monster ini dulu!"

"Faksi Tian Mo setuju! Aku akan memasang Formasi Cermin Penjerat untuk memperlambat gerakannya!" seru pemudi berpayung ilusi.

"Faksi Gui Sha siap menuangkan lautan racun ke dalam mulutnya!" teriak ahli racun iblis yang tersisa.

Dalam hitungan napas, belasan elit tertinggi dari berbagai faksi iblis yang sebelumnya saling membunuh kini berdiri membentuk formasi melingkar, dengan Zhao Xuan dan Ye Sha sebagai ujung tombaknya. Sebuah aliansi debu yang rapuh namun mematikan telah terbentuk di bawah tatapan maut sang Ular Purba.

GRUUUUMMMBLLLL!

Ular Purba Jiwa Neraka tampaknya menyadari bahwa serangga-serangga fana di bawahnya sedang merencanakan pemberontakan. Merasa dihina, monster raksasa itu membuka rahangnya lebar-lebar.

BLAAAAAAAAAAR!

Sebuah semburan api ungu yang dipenuhi miasma korosif tingkat Nirvana melesat layaknya air terjun kiamat, mengarah langsung ke pelataran tempat mereka berdiri!

"SEKARANG! MENYEBAR DAN SERANG!" raung Ye Sha.

"Formasi Cermin Ilusi! Alihkan pandangannya!" teriak pemudi faksi Tian Mo. Puluhan cermin energi raksasa muncul di udara, memantulkan bayangan palsu dari para petarung, membuat semburan api Ular Purba meleset dan menghancurkan setengah dari pelataran kota kuno.

"Racun Pembusuk Sumsum!" Tiga ahli dari faksi Gui Sha melompat ke udara, melemparkan puluhan guci yang meledak dan melepaskan awan beracun berwarna hijau pekat langsung ke arah mata sang Ular Purba.

"Sayatan Lautan Darah!" Para elit Xue Hai meluncurkan tebasan-tebasan pedang raksasa yang menghantam sisik ular tersebut. Meski hanya meninggalkan goresan putih kecil, rentetan serangan itu sukses memancing amarah buta monster tersebut.

HISSSSSSS!

Ular Purba itu mengamuk. Ekornya yang sebesar bukit menyapu daratan, menghancurkan cermin-cermin ilusi dan mementalkan beberapa elit iblis hingga memuntahkan darah.

Di tengah kekacauan itu, Zhao Xuan dan Ye Sha bergerak.

Keduanya melesat layaknya dua kilatan petir satu berwarna merah darah, satu lagi berwarna hitam pekat. Mereka tidak ikut menyerang secara membabi buta dari jauh. Mereka membiarkan para jenius iblis itu menjadi samsak hidup dan menarik seluruh Niat Membunuh monster tersebut.

Zhao Xuan menyipitkan matanya, mengunci pandangannya pada titik buta tepat di bawah rahang Ular Purba, di mana Inti Binatang itu berdenyut paling terang.

"Tahan kepalanya, Ye Sha," ucap Zhao Xuan pelan, suaranya dikirim melalui telepati ke telinga sekutunya. "Aku butuh waktu satu napas untuk memusatkan Niat Ketiadaan di belatiku."

"Satu napas? Kau meremehkanku!" balas Ye Sha dengan seringai liar.

Ye Sha membakar Qi Nirvana Awal-nya. Ia melesat langsung ke arah wajah Ular Purba yang sedang bersiap menyemburkan api kedua.

"Tombak Pembelah Langit Asura!"

Tombak Ye Sha membesar hingga seukuran pilar istana, dilapisi oleh Qi darah yang tiran. Ye Sha menghantamkan trisulanya tepat ke moncong Ular Purba dengan kekuatan penuh!

KABOOOOOOOM!

Bentrokan antara kekuatan Nirvana Awal dan pertahanan fisik Nirvana Puncak menciptakan gelombang kejut yang meratakan sisa-sisa bangunan kota kuno. Rahang Ular Purba itu terlempar ke atas, membatalkan semburan apinya dan memperlihatkan leher bagian bawahnya yang tidak terlindungi sisik tebal.

"Sekarang, Zhao Xuan!" raung Ye Sha, urat di tangannya nyaris meledak menahan kepala monster itu agar tidak turun.

Di udara kosong, tepat di bawah leher Ular Purba, ruang tiba-tiba melengkung.

Zhao Xuan muncul dari dalam ketiadaan. Dua bilah Belati Kembar Jiwa di tangannya telah menyatu menjadi satu bilah pedang pendek berwarna perak yang sepenuhnya menyerap cahaya di sekitarnya.

Pusaran galaksi di matanya berputar liar. Ini adalah momen yang ia tunggu. Panen sesungguhnya dari alam neraka ini ada di depan matanya!

"Seni Bintang Ketujuh Puncak!"

Bilah perak ketiadaan itu ditebaskan secara vertikal, mengarah tepat ke denyut nadi kehidupan monster purba!

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!