NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tegang

Arlan menatap Adira dengan tatapan murka saat mendengar wanita itu membentaknya. Adira seketika tersadar dan bingung mengapa ia bisa melakukan hal senekat itu. Suara langkah kaki Arlan yang mendekat membuat Adira waspada, meski ia berusaha keras untuk menutupinya.

Ia sendiri tidak tahu mengapa refleks membentak pria itu. Mungkin karena ia sudah terlalu lelah, apalagi dengan sikap Arlan yang selalu menuduhnya sembarangan.

"Sepertinya aku terlalu baik padamu sampai kau mulai lupa dengan posisimu di rumah ini," ucap pria itu dengan nada rendah yang terdengar mengancam, seolah siap membunuhnya.

Adira memilih diam, tak ingin memperpanjang masalah. Ia sadar, entah ia diam atau bersuara, ujung-ujungnya Arlan tetap akan marah karena ia telah melakukan kesalahan fatal di mata pria itu.

"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja melakukannya," ucap Adira lirih.

"Kau tidak sengaja? Apakah kau membenciku?" tanya Arlan sembari menatap Adira tajam. Pria itu terus melangkah, semakin mengikis jarak di antara mereka hingga Adira merasa terpojok.

"Saya tidak punya alasan untuk itu, Tuan, saya tidak seberani itu," jawab Adira lagi, berusaha tetap tenang meski hatinya berdebar ketakutan.

"Benar? Lantas? Kenapa kau berani pergi tanpa sepengetahuan sopir?" tanya pria itu menatapnya tanpa berkedip.

Glek!

Adira meremas ujung bajunya berusaha menahan nafas.

Drrrtt...drrrtt..

Beruntung, ponsel Arlan tiba-tiba berdering, memecah ketegangan dan menyelamatkan Adira dari kemarahan pria itu. Arlan mengangkat telepon, hanya berdehem singkat, lalu mematikannya kembali.

"Turunlah sekarang dan makan. Masih terlalu awal bagimu untuk mati kelaparan. Kau sudah tidur seharian," ucap pria itu datar, lalu melangkah keluar kamar dengan kaki yang sedikit pincang.

Wanita itu menatap punggung belakang Arlan hingga menghilang dibalik pintu.

Adira menarik napas lega dan berusaha menenangkan perasaannya yang berdebar-debar. "Syukurlah... Dan, apa yang sudah aku lakukan? Ingat, Adira! Kau sudah merenggut nyawa adiknya, jadi tolong berhati-hatilah dalam setiap tindakanmu," gumam Adira menasihati dirinya sendiri dengan penuh penyesalan.

Adira tertunduk, matanya tak sengaja kembali tertuju pada pakaian yang melekat di tubuhnya.

Loh, kenapa aku memakai baju lengkap? Bahkan... pakaian dalam pun terpasang? Tunggu... sepertinya ada yang tidak beres... Aku rasa... gumamnya dalam hati sembari meraba kain yang membungkus tubuhnya.

Ingatannya seketika berputar kembali ke kejadian semalam. Ia ingat betul bagaimana ia pulang dalam keadaan basah kuyup setelah kehujanan. Begitu sampai di kamar, dengan hati yang hancur dan air mata yang tak berhenti mengalir, ia menanggalkan seluruh pakaiannya yang basah. Tanpa sehelai benang pun, Adira langsung menyelinap ke balik selimut tebal, menangis hingga tertidur dalam keadaan polos karena rasa lelah yang luar biasa.

Matanya seketika melebar. Napasnya tertahan. Ia baru teringat kata-kata Arlan tadi sebelum ia pergi. Pria itu sempat bilang dengan nada dingin yang menyebalkan, "Apa kau tidak punya rasa malu tidur dalam keadaan polos seperti itu? Memang siapa yang ingin kau goda?"

Seketika, wajah Adira memerah padam. Rona merah itu menjalar cepat dari pipi, turun ke leher jenjangnya, bahkan hingga ke seluruh permukaan kulit tubuhnya yang tertutup pakaian. Ia merasa panas bukan karena air yang menyiramnya, melainkan karena rasa malu yang teramat sangat.

Jika saat ini ia sudah berpakaian lengkap, itu artinya... ada seseorang yang memakaikan baju itu ke tubuhnya saat ia sedang tidur lelap.

Tidak mungkin... mana mungkin Arlan yang melakukannya? batinnya menjerit. Tuhan, di mana aku harus menyembunyikan mukaku? Sungguh memalukan sekali.

1
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
partini
Arlan shine Dira Charlotte
Anbu Hasna
Arlan ngaku2 jadi Zo...
Salsabilah: "Makasih banget ya udah mampir dan support karya aku, say! 🥰 Jangan bosen-bosen ya kawal terus karya aku sampai kelar nanti. 😘 Btw, salam kenal ya! 🙏🙏🤭"
total 1 replies
kartini aritonang
lanjuut thor...
Salsabilah: makasih udah mampir, dan support karya aku say🥰🥰🥰🥰 sekalian, salam kenal ya say🙏🙏 jangan lupa terus beri dukungannya ya say🥰
total 1 replies
partini
dihh tuan kepo kali kau mau gagal ke berhasil ke is nothing to do with you Bang Ke ,,aku ga panggil zo lah Thor kurang ngena BangKe aja Kenzo 🤭
Salsabilah: kejam kali bha sama si bangke😆😆😆
total 1 replies
partini
posisi nya kaya duduk di pangkuan zo ya Thor ini kalau ad visual anime keren 👍👍👍
partini: iya aku juga tau siapaa penulisannya banyak cewek kan Thor, imajinasi lunarrrr binasaahhhhhh and then yg baca langsung otaknya traveling 🤣🤣
total 12 replies
partini
saya juga curiga 🤭🤭
partini
Dira ini agak" Ono dikit apa terlalu sayang sama ayahnya ya Thor
Salsabilah: kamu pasti tahu kan say, dimana kita akan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tua kita salah, kalau yang selama ini kita kenal mereka adalah sosok yang sangat penyayang.😥
total 1 replies
partini
bab ini aku bingung,,
Salsabilah: tunggu aja kelanjutannya say.
total 1 replies
partini
dorr dorr paling ujung tenyata
partini
wah berani sekali dira
partini
sepupu bisa mirip Banggt ya Thor
Salsabilah: bisa dong say 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
wkwkkwkwk berani buka ga yah
ahhh ga berani dia Cemen 🤣🤣
Salsabilah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
partini
aihhh berharap Dira mati rasa saja lah
partini
duhhh apes kamu Dira
partini
Kalimat yg sama yg di ucapkan suami mu kan,,
ko aku jadi negatif thinking sana ayah nya dira jangan" ayah lucknat dia" kalau pengorbanan mu Dira kalau ayahmu ayah' durhakim
Salsabilah: makasih sudah mampir, dan mendukung karya aku kak😘 jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya kak🥰
total 2 replies
partini
kecacatan yah,,Dira luka kaya gitu mah bisa di bikin
i hope sih beda orang buka satu orang
Salsabilah: Wah, tebakannya menarik Terus ikuti bab selanjutnya ya untuk tahu jawabannya. Terima kasih dukungannya!"🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!