NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 – PENGEHIANATAN DI ARENA PERTARUNGAN

Matahari sedang tinggi menyinari arena batu besar yang telah dibangun di tengah markas sekte. Hari itu ditetapkan untuk tes bertarung antar anggota sekte – sebuah tradisi untuk mengukur kemampuan dan mempererat tali persaudaraan. Semua orang berkumpul di sekitar arena, termasuk Master Liya yang duduk di kursi tinggi dengan wajah penuh perhatian.

Nam Ling berdiri di tengah arena, menghadapi seorang anggota sekte berbakat bernama Arlan yang dikenal sebagai salah satu peserta paling kuat. Kedua mereka berdiri menghadapkan diri, dengan jarak yang cukup untuk memulai pertarungan.

“Tes ini bukan untuk menunjukkan kekuatan semata,” ucap Liya dengan suara yang jelas terdengar di seluruh arena. “Melainkan untuk belajar mengendalikan energi dan menghormati lawanmu.”

Pada saat isyarat diberikan, kedua peserta mulai bergerak. Gerakan Nam Ling lancer dan terkontrol, sementara Arlan menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Setiap benturan energi mereka menghasilkan percikan cahaya yang menyilaukan mata penonton. Sampai saat ini, pertarungan berjalan seimbang, dengan kedua peserta saling menghormati satu sama lain.

Namun tiba-tiba, ekspresi wajah Arlan berubah drastis. Matanya yang dulu tenang kini menyala dengan warna kehitaman pekat, dan energi gelap mulai menyebar dari tubuhnya seperti asap hitam. “Aku sudah muak dengan permainanmu yang penuh kebajikan!” teriaknya dengan suara kasar yang tidak dikenal. “Aku adalah pengikut Raja Iblis yang telah menyusup di sini – dan hari ini adalah hari kehancuran kalian semua!”

Tanpa berlama-lama, Arlan mengangkat kedua tangannya ke atas dan mengucapkan mantra yang keras dan mengerikan. Tanah di tengah arena mulai bergoyang hebat, dan dari bawah tanah muncul sosok iblis besar dengan tubuh berotot dan tanduk yang menjulang tinggi. Kulitnya hitam seperti batu bara, dan matanya menyala dengan cahaya merah menyala. Udara menjadi panas dan menyengat, membuat sebagian penonton harus mundur ke belakang.

Nam Ling segera mengangkat Pedang Abadi, cahaya merah menyala terang. Ia menyerang iblis besar tersebut dengan segala kekuatannya, namun setiap serangannya hanya menghasilkan percikan kecil dan tidak memberikan efek yang signifikan. Iblis tersebut hanya menggeram dan menyerang dengan cakar yang panjang, membuat Nam Ling terpental ke dinding arena dan terluka di bagian dada.

“Nam Ling!” teriak Yue Xin dengan suara penuh kekhawatiran, ingin melompat ke arena namun dihentikan oleh anggota sekte lain.

Pada saat yang sama, Arlan tertawa sinis sambil berdiri di belakang iblis besar. “Lihatlah! Pemburu iblis yang kalian banggakan tidak mampu menghadapi kekuatan Raja Iblis! Segala sesuatu yang kalian bangun akan hancur!”

Sebelum iblis bisa menyerang lagi, sosok Master Liya muncul dengan cepat di tengah arena. Gaun ungu mudanya bertiup oleh angin yang kuat, dan rambut putihnya mengembang seperti awan putih. Energi biru muda yang kuat mulai menyebar dari tubuhnya, membuat suhu yang panas tiba-tiba menjadi sejuk kembali.

“Kekuatan yang kamu gunakan bukanlah kekuatan yang benar,” ucap Liya dengan suara yang tenang namun penuh kekuatan. “Kamu hanya menjadi alat bagi kekuatan yang tidak kamu mengerti.”

Tanpa bergerak banyak, Liya mengangkat satu tangan ke atas. Cahaya biru muda menyala semakin terang, membentuk sebuah lingkaran pelindung yang kuat di sekitar arena. Kemudian, ia mengeluarkan serangan energi yang terkontrol namun sangat kuat, mengenai iblis besar tersebut tepat di tengah dadanya. Percikan cahaya biru dan merah menyilaukan, dan iblis besar mulai menyusut perlahan hingga akhirnya menghilang dalam percikan kecil.

Arlan terpental ke belakang, energi gelap yang menguasainya mulai menghilang. Ia jatuh ke tanah dengan wajah penuh rasa takut dan penyesalan. “Aku… aku tidak bisa mengendalikannya,” ucapnya dengan suara pelan dan gemetar. “Mereka memaksa aku untuk melakukan ini dengan mengancam keluargaku yang ada di desa lain.”

Liya mendekat dengan lembut, menyentuh pundak Arlan. “Kita tidak akan menyalahkan kamu,” ucapnya dengan suara penuh kasih sayang. “Kita akan membantu kamu dan keluargamu. Yang penting adalah kamu memiliki keberanian untuk menyadari kesalahanmu.”

Namun saat itu juga, beberapa sosok berpakaian hitam pekat muncul dari balik reruntuhan markas – mereka adalah pengikut Raja Iblis yang telah menunggu saat yang tepat untuk menyerang. “Kita tidak akan membiarkan kalian lolos!” teriak salah seorang dengan suara kasar.

Liya berdiri tegak, bersama dengan Nam Ling yang sudah bangkit kembali meskipun masih terluka. “Kalian tidak akan pernah menguasai wilayah ini,” ucap Liya dengan suara yang menggema. “Kita semua akan bersatu untuk melindungi apa yang kita cintai.”

Semua anggota sekte dan penduduk desa yang hadir segera bergandengan tangan, membentuk lingkaran energi yang kuat di sekitar arena. Cahaya dari semua orang menyatu menjadi satu, menciptakan perisai yang tak terlukiskan kuatnya. Pengikut Raja Iblis mencoba menyerang namun langsung terlempar jauh oleh kekuatan yang ada.

Setelah beberapa saat, semua musuh berhasil diusir atau dikalahkan. Arena kembali tenang, dengan sinar matahari yang mulai menyinari kembali setiap sudutnya. Arlan duduk di tanah dengan air mata yang mengucur, sedang menerima dukungan dari teman-temannya yang dulu merasa dikhianati namun kini siap memaafkannya.

“Kita telah belajar pelajaran berharga hari ini,” ucap Liya dengan suara yang jelas terdengar. “Penghianatan bisa datang dari mana saja, namun dengan persatuan dan kasih sayang, kita bisa mengalahkan segala bentuk kegelapan.”

Nam Ling mengangguk, merasakan bahwa kekuatan sejati memang ada pada kesatuan dan kemauan untuk memaafkan. Ia tahu bahwa tantangan besar masih akan datang, namun dengan kehadiran Master Liya dan dukungan semua orang, mereka pasti akan mampu menghadapinya dengan kuat.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!