Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Keren juga selera mobil bokap loe...gak mau kalah dengan anak zaman now..." ujar Kyra sambil tersenyum dengan Tody.
"Ho-Oh..atau jangan-jangan bokap loe ada gebetan baru say...bakal ada calon mama baru si Dara" ujar Tody sambil memainkan matanya dengan Kyra.
Mendengar celotehan kedua sahabatnya itu Dara langsung naik pitam.
" Hehh..jangan asal ngomong ye kalian bedua, nanti gue laporin ama nyokap " seloroh Dara sambil bercanda.
"Nyokap bakal cemburu ntar dialam sana" ujar Dara sambil ketawa.
"Perlu kalian tau ya..bokap gue itu tipe lelaki setia, buktinya sejak ditinggal nyokap wafat hampir 13 tahun yang lalu , bokap gue tetap memilih jomblo" ujar Dara.
"Gue juga bangga ama bokap, beliau lebih memilih mengurus gue sendirian daripada mencari pengganti nyokap "ujar Dara panjang lebar.
"Busyettt lama juga ya bokap loe menduda" ujar Kyra.
"Trus nape klo bokapnya lama menduda loe mau mendaftar jadi mama tiri si Dara" ledek Tody kepada Kyra.
"Ehhh ngomong sembarang aje loe ya, gue juga ogah punya anak sambung kayak si Dara, bisa-bisa makan ati gue punya anak sambung bandel kayak gini"" ujar Kyra sambil tertawa.
"Loe pikir gue juga rela apa punya emak tiri kayak loe Kyra, yang ada gue emosi tiap hari punya ibu tiri lakn*at kayak loe..sumpah" seloroh Dara.
" Stop..stop kalian berdua memperebutkan duda tua itu, biar adil gue aja yang jadi mama tiri Dara" ujar Tody sambil tertawa terbahak-bahak.
"Gimana nak Dara setuju gak klo aku jadi mama tirimu" seloroh Tody sambil bergaya kemayu dan mengedipkan matanya kepada Dara.
"Ihhh Naj*ss...!!!teriak Dara.
Akhirrnya mereka mengakhiri perdebatan sengit itu dan tertawa bersama.
Mobil sport yang dikemudikan Dara melaju membelah kepadatan jalanan ibukota.
Mereka berencana makan siang dicafe & resto langganan mereka yang berada dikawasan pusat Jakarta. Tak terasa mereka sudah memasuki parkiran yang agak padat karena memang sudah jam makan siang.
Setelah memarkirkan mobil mereka bergegas masuk ke dalam restoran mewah berlantai 2 tersebut. Mereka langsung naik ke lantai atas dan menuju ke meja yang sudah disiapkan oleh pelayan restoran.
Dara sengaja memilih tempat duduk yang menghadap view danau buatan yang indah di kawasan restoran itu. Diseberang danau buatan itu tampak bangunan perkantoran yang tinggi menjulang.
Sementara di gedung perkantoran mewah yang tinggi menjulang dipusat Jakarta tampak kesibukan para karyawan di lobby kantor. Sebagian ada yang menuju ke kafetaria kantor untuk makan siang sedangkan yang lain ada yang akan santap siang di restoran dekat area kantor.
Ruangan para staf di lantai dua puluh tampak sudah mulai sepi karena mereka sudah pergi untuk makan siang.
Sementara diruangan yang besar dan mewah Keenan dan Bram asistennya masih sibuk didepan laptop mereka masing-masing. Mereka tampak fokus dengan layar ketika ada ketukan di pintu ruangannya.
"tok..tok..tok..selamat siang pak Bram " ujar Pak Pur office boy senior sambil mengetuk pintu ruangan bos nya tersebut.
"Masuk" jawab Bram asisten Keenan tanpa menoleh ke pintu.
Setelah dipersilahkan masuk barulah pak pur membuka pintu.
"Oh pak Pur, masuk aja pak" ujar Bram dengan suara yang sopan sambil menoleh ke arah pak pur.
"Permisi pak Bram ini pesanan makanan siangnya" ujar pak Pur sambil meletakan nampan yang berisi kantong makan siang dan dua botol jus jeruk dingin diatas meja sofa mewah itu.
"Oke pak pur terima kasih ya" ujar Bram.
"Sama-sama pak Bram, apa ada yang dibutuhkan lagi pak?" jawab pak pur dengan sopan.
Setelah mengecek isi nampan sudah sesuai pesanannya.
"Saya rasa tidak lagi ada pak "jawab Bram.
"Baik kalo begitu saya izin pamit keluar dulu, selamat menikmati makan siangnya pak Bram dan Pak Keenan" ujar Pak pur sambil menundukkan kepalanya.
" Iya pak terima kasih ya" balas Bram.
Kemudian pak pur berbalik keluar dari ruangan bosnya itu.
"Bos makan siangnya sudah siap nih" ujar Bram.
"Ada sop buntut favorit bos mumpung masih panas ntar keburu dingin gak enak " ujar Bram memanggil Keenan yang masih duduk dimeja kerjanya.
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏