NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 14 — Surge of the Second Seal

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 14 — Surge of the Second Seal

Sub-Bab 1: Ketenangan Sebelum Badai

Pagi menyingsing, namun kota tetap terlihat seperti reruntuhan yang dilupakan. Reruntuhan gedung dan jalanan pecah menjadi labirin sempit, ideal bagi iblis yang mengintai dari bayangan. Daniel berdiri di puncak gedung yang setengah runtuh, merasakan denyut Segel Kedua di dadanya—cahaya biru samar menyelimuti tubuhnya.

Aurelia berdiri di sisi Daniel, menyalurkan cahaya pelindung ke arah jalan yang gelap. Selena menatap radar energi yang diciptakan Daniel sebelumnya, memastikan jalur aman bagi tim.

“Mereka akan datang. Aku bisa merasakannya,” kata Daniel, suaranya dalam dan mantap, namun ada getaran tegang di matanya.

Aurelia tersenyum tipis, menempatkan tangannya di lengan Daniel. “Dan kau akan menghadapi mereka… seperti biasa,” katanya lembut. Sekejap itu, aura kehangatan dan kepercayaan mengalir di antara mereka, menenangkan ketegangan yang menghantui Daniel.

Daniel menoleh, menatap mata Aurelia. Ada perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—ketegangan, kekhawatiran, dan sesuatu yang lebih… intim. Namun ia tahu, saat ini bukan waktu untuk membiarkan perasaan itu mengganggu fokus.

Jika aku lengah… mereka bisa mati… dan kekuatan ini bisa lepas kendali.

Daniel menarik napas dalam-dalam, menenangkan pikiran, dan mulai merasakan energi Segel Kedua mengalir lebih harmonis. Ia tahu, hari ini akan menjadi ujian terbesar sejauh ini—bukan hanya kekuatan, tapi juga strategi dan koordinasi tim.

Sub-Bab 2: Pertemuan dengan Pasukan Antares

Tidak lama kemudian, bayangan mulai menyelimuti jalanan. Pasukan iblis tingkat elit dari Antares muncul, jumlahnya jauh lebih banyak, dan mereka tampak terkoordinasi secara luar biasa. Beberapa di antaranya mengeluarkan aura gelap yang menekan, hampir menyerap cahaya dari lingkungan sekitar.

Daniel menatap timnya, dan dengan gerakan tegas ia memerintahkan posisi. Aurelia dan Selena bergerak sinkron, menciptakan lapisan pertahanan: cahaya dari Aurelia menahan energi gelap, sedangkan gelombang Segel Kedua Daniel menghalau serangan frontal.

Pertarungan dimulai. Daniel menebas iblis, mengeluarkan gelombang energi yang dipadukan dengan cahaya Aurelia, sehingga setiap tebasan kini bukan sekadar menghancurkan lawan, tapi juga mengatur medan tempur.

Iblis-iblis itu bergerak cerdik, mencoba mengecoh Daniel dengan serangan dari bayangan, tapi Daniel membaca pola mereka. Ia menyesuaikan setiap gerakan, memanfaatkan reruntuhan, dan menciptakan jebakan alami untuk memecah barisan musuh.

Segel Kedua… tunjukkan kemampuan maksimalmu… tapi kendalikan!

Energi biru Segel Kedua menyebar, menciptakan medan yang hampir memaksa iblis mundur. Aurelia menatapnya, kagum, dan sejenak mereka bertukar pandang—perasaan di antara mereka terasa menguat, bahkan di tengah perang.

Sub-Bab 3: Teknik Baru Segel Kedua

Pertarungan terus berlanjut, semakin intens. Daniel mulai menguji teknik ofensif baru yang muncul dari Segel Kedua:

Tebasan Resonansi — Tebasan katana menghasilkan gelombang energi biru yang menembus pertahanan musuh, memantul, dan menyerang lawan di posisi berbeda.

Gelombang Penyesuaian Medan — Daniel mengalihkan energi ke reruntuhan, membuat jebakan dan mengubah jalur serangan iblis.

Konsentrasi Sinkronisasi — Mengalirkan energi dengan Aurelia, menciptakan medan gabungan yang menahan serangan sekaligus memperkuat serangan mereka.

Dengan teknik ini, Daniel bukan hanya melawan, tetapi mengendalikan medan pertempuran, menjadikan timnya lebih efektif dan iblis kehilangan inisiatif.

Selama momen ini, Aurelia mendekat di tengah pertarungan, menyentuh lengan Daniel saat energi segel terpancar dari tangannya. Mata mereka bertemu sekejap, dan dunia di sekitar seolah berhenti untuk sesaat—romansa kecil di tengah medan perang.

Daniel tersenyum samar, tetapi segera fokus kembali ke medan tempur. “Aurelia… jangan khawatir, aku akan melindungimu,” gumamnya di dalam hati.

Sub-Bab 4: Kemenangan dan Kesadaran Baru

Pertarungan berakhir setelah pasukan iblis mundur. Segel Kedua masih menyala samar, tubuh Daniel lelah tapi terkontrol. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka menunjukkan kekaguman dan rasa aman.

“Kau benar-benar berbeda sekarang, Daniel,” kata Aurelia. Suaranya lembut, penuh kehangatan.

Daniel menatapnya, menahan senyum yang lebih lebar. “Aku… aku hanya bisa melakukan ini karena kau bersamaku,” katanya. Kata-kata itu hanya terdengar oleh Aurelia.

Selena tersenyum, “Aku percaya padamu, Daniel. Kau membuat tim ini kuat.”

Daniel menatap langit malam yang tenang. Segel Kedua memberinya kekuatan, tapi hubungannya dengan Aurelia memberi energi emosional yang membuat segel itu bekerja lebih optimal. Ia sadar, setiap pertarungan bukan hanya soal kekuatan, tapi juga kontrol, strategi, dan kepercayaan.

Ini baru awal… Antares dan pasukannya akan datang lagi. Dan aku harus siap menghadapi mereka, dengan kekuatan, strategi, dan… hati yang tak goyah.

Catatan Chapter 14:

Daniel mengembangkan teknik ofensif dan strategis Segel Kedua.

Pertarungan lebih kompleks, menunjukkan strategi, kontrol medan, dan sinkronisasi tim.

Bumbu romansa antara Daniel dan Aurelia muncul dengan subtil: momen sentuhan tangan dan pertukaran pandang di tengah pertempuran.

Foreshadow ancaman Antares semakin nyata—ini menyiapkan tekanan lebih besar di Volume III.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!