Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Tidak Bisa Mengendalikan.
Maudy saat ini sudah tidak bisa mengelak lagi karena semua bukti sudah diperlihatkan jelas oleh Rakash. Masalah besar yang terjadi di pameran ternyata ulah Maudy yang memiliki dendam kepada Letisha, sehingga 3 berbuat buruk kepada Letisha, permalukan istrinya di depan umum dengan fitnah yang tidak bisa dimaafkan.
Letisha berdiri di depan pintu ruangan suaminya dan mendengar semuanya. Letisha akhirnya mengetahui bahwa semua yang terjadi tak lain adalah ulah dari wanita yang selama ini berurusan dengan dia.
Wanita yang memiliki rasa iri dan dengki dengannya dan ternyata suami yang menurutnya tidak peduli dengan semua kejadian itu, ternyata diam-diam menyelesaikan masalahnya dan bahkan mencari bukti yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.
"Sekarang kamu keluar dari ruangan saya!" tegas Rakash.
"Rakash tetapi masalah kita belum selesai. Kamu harus dengar dulu penjelasanku dan semua tidak seperti apa yang kamu pikir," ucap Maudy meminta kemudahan.
"Saya tidak perlu mendengar apapun dari kamu, sekarang semua sudah jelas. Saya hanya meminta kamu mempertanggungjawabkan semua perbuatan kamu, saya tidak akan memberi toleransi apapun kepada kamu!" tegas Rakash.
"Tapi Rakash...."
"Saya bilang keluar dari ruangan saya!" tegas Rakash benar-benar tidak peduli.
"Kamu ingin diusir secara halus atau saya harus menunggu petugas untuk mengusir kamu?" Rakash memberi pilihan kepada Maudy.
Maudy tak ingin harga dirinya semakin diinjak-injak yang membuatnya akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan sementara Letisha langsung bersembunyi.
Letisha melihat kepergian Maudy. Letisha saat ini juga rasanya ingin sekali mengobrak-abrik wajah Maudy. Berani-beraninya mengacaukan acara yang sangat ia tunggu-tunggu dan apalagi sampai menuduhnya sehingga mempermalukan.
Letisha ini memasuki ruangan suaminya dan tidak jadi ketika Rakash tiba-tiba saja muncul tanpa melihat ke arah Letisha, ternyata melangkah melewati koridor kantor.
Letisha tidak menegur atau memanggil suaminya itu dan hanya melihat punggung suami yang semakin lama semakin jauh.
"Jadi aku benar-benar salah paham, dia tidak meninggalkanku, tetapi justru langsung pergi untuk mencari kebenarannya," batin Letisha terlihat wajahnya tampak ada penyesalan, sekarang kebenaran sudah terlihat jelas di depan mata.
Letisha menyadari jika dia sangat berlebihan dan akan memicu pertengkaran diantara mereka berdua.
****
Letisha terlihat buru-buru berjalan di kantor ingin mencari suaminya. Kepala Letisha berkeliling melihat ke sana kemari.
"Nona Letisha!" mangkanya tiba-tiba saja berhenti membuat Letisha membalikan tubuh dan ternyata itu adalah Digo.
"Tuan Digo!" ucap Letisha.
Digo tersenyum dan kemudian melangkah menghampiri Letisha.
"Saya juga sengaja melihat Nona menaiki taksi dan ternyata datang ke tempat ini. Saya juga sudah menerima dana yang kamu kembalikan ke rumah saya. Saya benar-benar bingung kenapa kamu harus mengembalikan uang itu dan bukankah saya sudah mengatakan bahwa itu adalah pembayaran di muka," ucap Digo.
"Maaf tuan Digo. Saya tidak bermaksud untuk membuat Anda tersinggung. Hmmmm, masalahnya saat ini perhiasan itu masih dalam kebenaran apakah benar milik saya atau bukan. Saya tidak ingin menjual perhiasan yang asal-usulnya belum jelas. Jadi Saya memutuskan untuk tidak menerima uang apapun dulu sementara dan akan mengurus kebenarannya terlebih dahulu," jelas Letisha.
"Nona Letisha saya benar-benar hanya ingin membantu kamu dan tidak bermaksud apapun, jadi saya akan mengembalikan kembali uang itu," ucap Digo.
"Tidak perlu tuan! saya mohon untuk hargai keputusan saya. Permisi!" Letisha mengambil tindakan berlalu dari hadapan Digo.
"Nona tunggu sebentar!" Digo menghentikan dengan memegang tangan Letisha.
Siapa sangka apa yang dilakukan Digo ternyata bertepatan dengan Rakash yang kebetulan lewat bersama kliennya dan menghentikan langkah melihat hal tersebut dengan mata yang tertuju pada tangan.
Amarah kecemburuan di wajah Rakash sudah mulai terlihat membuatnya ingin melangkah menghampiri pria yang berani-beraninya menyentuh tangan istrinya.
"Tuan Rakash!" klien tersebut menghentikan pergerakannya.
"Di sana tuan!" ucap pria itu memberi arah yang berbeda.
"Baiklah!" sahut Rakash ternyata tidak jadi menghampiri istrinya karena ada pekerjaan bersama dengan klien yang harus diurus dan tidak lucu juga harus ribet hanya karena pemasangan seperti itu pula sebenarnya masalah seperti itu bukanlah hal yang sepele.
Letisha melepaskan dengan cepat tangannya dari Digo.
"Maaf tuan! Ini sudah menjadi keputusan saya dan tolong jangan memaksa saya, saya menyukai apa yang saya lakukan dan ini keputusan berdasarkan keinginan saya sendiri!" tegas Letisha langsung berlalu dari hadapan Digo.
Digo saat ini tidak bisa menghentikannya kembali. Digo hanya pasrah melihat kepergian wanita yang beberapa hari belakangan ini cukup dekat dengannya.
*****
Rakash kembali terlihat frustasi di dalam ruangan rapat. Baru saja menyelesaikan rapat bersama dengan karyawannya, tetapi justru tidak fokus dan rapat itu terhenti. Rakash saat ini sedang sendirian di dalam ruangan dengan meja yang sangat panjang dan kursi yang tersusun rapi.
"Tidak! jika terus seperti ini maka tidak akan ada penyelesaian apapun. Aku harus bicara dengan Letisha, masalah ini benar-benar harus selesai!" ucap Rakash berdiri dari tempat duduknya dan kemudian langsung pergi terlihat buru-buru dan penuh keyakinan.
Baru saja hampir keluar dari ruangan rapat tersebut dan ternyata orang yang dia ingin ajak bicara sudah muncul di hadapannya. Letisha dan Rakash saat ini sering melihat satu sama lain dengan nafas naik turun.
Mata mereka berdua seolah-olah ingin mengatakan sesuatu. Dalam keheningan pasangan suami istri itu masih tetap diam satu sama lain dengan pikiran mereka masing-masing.
"Aku sudah mengembalikan uang itu, aku mengakui bahwa aku bersalah, seharusnya aku tidak minta masalah dan aku baru tahu ternyata....." Letisha tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena Rakash menarik tangannya untuk lebih dekat ke sisinya dan langsung mencium bibir Letisha.
Melumat bibir itu dengan lembut membuat Letisha awalnya cukup kaget, tetapi tidak menolak dengan memejamkan mata secara perlahan.
Mendapat izin dari sang istri tanpa ada penolakan membuat Rakash semakin memperdalam ciuman itu dengan memegang kedua pipi Letisha.
Sampai beberapa menit pasangan suami istri itu saling berciuman romantis dan untungnya tidak ada yang masuk ke dalam ruangan rapat tersebut. Sampai akhirnya keduanya saling melepas ciuman itu dengan mata keduanya terbuka secara perlahan.
Tatapan mata Letisha benar-benar sayu, pasrah dan tidak mengerti dan sementara Rakash terlihat bergairah. Ingin menekankan kepada Letisha bahwa wanita yang saat ini telah menjadi istrinya itu adalah wanitanya dan tidak bisa disentuh oleh siapapun.
Rakash ternyata tidak berhenti sampai saat itu. Rakash masih ingin melanjutkan ciuman yang lebih romantis lagi dengan istrinya itu dengan cara mengangkat tubuh Letisha keatas meja dan Rakash kembali meraup bibir indah itu.
Rakash sepertinya benar-benar candu dengan bibir sang istri. Mereka berdua adalah pasangan halah dan tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan dan asalkan tidak di tempat umum walau tempat itu tidak memungkinkan jika ada yang.
Keduanya saling bertukar saliva benar-benar sudah melupakan kemarahan dan pertengkaran di antara mereka berdua. Letisha sekarang sudah mengerti jika suaminya tidak pernah meninggalkannya tetapi justru mencari kebenaran tanpa harus berkoar-koar.
Sementara Rakash dipenuhi dengan kecemburuan yang membuatnya harus bertindak cepat, seolah-olah tidak ingin wanita yang dia nikahi menjadi milik orang lain.
Bersambung....