NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Bertemu Calon Tunangan

Setelah melewati 2 mata pelajaran yang membosankan, bel pulang sekolah berbunyi membuat para murid kelas XI IPA 1 bernafas lega. Akhirnya penjelasan Bu Ani tentang materi sejarah yang membuat mereka menahan kantuk selama jam terahir selesai juga.

"Berhubung bel pulang sudah berbunyi, pelajaran kali ini ibu ahiri sampai disini. Kalian boleh keluar untuk pulang" Setelah mengucapkan itu Bu Ani keluar dari kelas XI IPA 1

Semua murid kelas pun berhamburan keluar kelas. Rain, Vanya dan Lea memutuskan untuk menunggu dikelas. Mereka malas berdesak-desakan di parkiran apalagi di koridor pasti masih banyak murid yang berlari-larian untuk pulang.

Setiap pulang mereka bertiga memang memutuskan untuk menunggu sekolah lumayan sepi. Mereka sudah terbiasa pulang sore. Lea merupakan Waket OSIS yang terkadang mengharuskan nya pulang sore saat ada rapat.

Sementara Rain merupakan kapten tim cheers sekolah ia juga terbiasa pulang sore jika ada latian cheers untuk lomba basket. Sedangkan Vanya terbiasa pulang sore karna ia Ketua PMR SMA Bhakti Wiratmadja. Mereka bertiga memang siswi yang aktif di sekolah membuat mereka terkenal di sekolahnya.

Selain karna jabatan mereka, wajah mereka yang cantik dan kepintaran mereka yang diatas rata-rata membuat mereka cepat sekali terkenal saat masih menjadi siswi baru. Vanya si siswi juara 1 paralel yang cuek dan sederhana. Rain si Ketua Tim Cheers dan si ranking 3 paralel. Lea si tukang telat tetapi seorang Waket OSIS.

Lea memang tidak mendapat juara umum di angkatannya namun ia selalu mendapat juara 10 besar dikelasnya. Apalagi kelasnya merupakan kelas para orang-orang pintar berada. Meskipun ia seorang Wakil Ketua OSIS namun ia tetap tak bisa mengubah kebiasaan telat nya dari saat ia masih SMP.

Setelah dirasa lumayan sepi, mereka bertiga bergegas keluar menuju parkiran. Namun saat di lapangan basket, ada seseorang yang menghentikan langkah mereka.

"Gw anter pulang ya Van? Lo lagi nggak ada rapat PMR kan?"

Seorang cowok hitam manis berpostur atletis dengan seragam basket tengah menghadang jalan mereka.

"Gak" Vanya sungguh malas meladeni si Ketua Tim Basket itu yang selalu mendekatinya sedari mereka MOS dulu.

"Kenapa Van? Gw udah selesai kok latian basketnya" Ia masih memaksa Vanya secara halus meski ia melihat wajah Vanya yang sudah kesal karena nya.

"Lo budek ya? Gw bilang gak ya gak. Minggir gw mau lewat!"

Setelah mengucapkan kalimat tersebut dengan nada datar, Vanya kemudian melenggang pergi melewati Surya yang menampak kan muka kecewa karna ditolak untuk yang kesekian kalinya. Rain yang melihat itu langsung mengikuti Vanya disusul Lea dibelakangnya.

Surya menatap nanar kepergian Vanya. Sebenarnya Surya tidaklah jelek. Tubuhnya yang atletis dengan wajah hitam manis berlesung pipit serta jabatan nya sebagai Ketua Tim Basket membuatnya banyak disukai banyak gadis. Pesonanya sudah tidak diragukan lagi.

Hanya Vanya dan kedua sahabatnya yang tidak terpesona pada Surya apalagi kabar yang beredar bahwa Surya ini seorang playboy membuat mereka bertiga tak mau berurusan dengan nya.

Setelah sampai di parkiran mereka bertiga berpisah seperti biasa karna parkiran motor dan mobil yang berbeda tempat meski jarak nya cuma 200 meter saja.

Parkiran dibagi menjadi 3 tempat dalam 1 gedung. Parkiran sepeda bisa untuk menampung 100 sepeda. Untuk parkiran motor bisa menampung 400 motor. Sedangkan parkiran mobil tersedia ruang yang luas sehingga bisa menampung 200 mobil.

SMA Bhakti Wiratmadja termasuk sekolah elit di Ibukota dan yang bersekolah disana pun termasuk para anak-anak orang kaya berada. Meski begitu pemilik sekolah berbaik hati menyediakan banyak beasiswa bagi siswa siswi yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya.

Setelah melihat motor scoopy berwarna biru dengan stiker doraemon, Vanya langsung mengambil motornya yang tidak terlalu sulit untuk dikeluarkan.

Setelah menghidupkan motornya, Vanya mendekati mobil Rain yang terparkir disebelah mobil Lea.

"Jadi ke rumah gw nggak nih?"

"Ya jadi do..." Belum sempat Lea menyelesaikan ucapan nya, ponsel yang disebelahnya berdering tanda ada telfon masuk.

"Bentar gaes" Setelah menyelesaikan ucapan nya Lea langsung mengangkat telfon yang ternyata telfon dari mamanya.

"Hallo ma"

"Kamu udah pulang sayang?"

"Udah ma.kenapa emangnya?"

"Sekarang kamu langsung ke Richard Cafe terus ke meja nomer 5. Mama udah booking tempat buat kamu ketemuan sama calon tunangan kamu. Sekarang calon tunangan kamu lagi otw kesana"

"Tapi ma..."

"Gada tapi tapi an sayang. Jangan buat calon mu nunggu lama oke. Mama tutup dulu telfon nya. Take care honey"

Setelah Anya menutup telfonnya raut wajah Lea langsung berubah lesu.

"Kenapa Gan?"

Vanya yang dapat melihat dengan jelas perubahan raut wajah Lea langsung bertanya. Rain yang sudah didalam mobilnya kemudian keluar mendekati mobil Lea.

"Mama telfon suruh gw buat ketemuan sama cowo yang mau dijodohin sama gw" Lea menjawab dengan lirih.

"Yaudah temuin dulu. Ikuti saran gw. Coba lo PDKT dulu sama tuh cowo. Kalo emang lo gabisa nyaman sama dia yaudah bilang aja sama mama papa. Mereka pasti ngerti kok" Ucap Rain memberi saran.

"Apa perlu kita temenin?" Vanya yang melihat kesedihan Lea menjadi tak tega.

"Em gausah deh. Gw duluan ya ntar tuh cowo kelamaan nunggu. Hati-hati kalian. Bye" Lea langsung menghidupkan mesin mobilnya dan beranjak meninggalkan Rain dan Vanya yang masih terdiam melihat mobil Lea yang mulai menjauh.

"Lo jadi kerumah gw?"

"Nggak deh gw mau pulang aja mau bocan" Rain kemudian mulai menghidupkan mobilnya.

"Oke deh ntar oleh-oleh dari kak Fian biar gw nyuruh supir antar kerumah lo" Vanya juga ikut menghidupkan motornya.

"Oke thank you my sister. Gw duluan ya. Bye" Rain pun mulai melajukan mobilnya.

Vanya pun juga ikut melajukan motornya. Setelah sampai di samping mobil Rain ia membunyikan klakson tanda perpisahan seperti yang biasa mereka lakukan ketika berpisah arah.

***

Setelah sampai di Richard Cafe, Lea langsung menuju meja 5 sesuai perintah mamanya. Disana sudah ada seorang pemuda yang tak jelas wajahnya sedang memainkan ponsel sambil menundukkan kepala.

Lea pun duduk di sebrang pemuda itu yang kini mulai mengangkat wajahnya karna merasa ada yang duduk di depan nya.

"Sorry lama" Ucap Lea seramah mungkin meski dengan senyum yang dipaksakan.

"Gapapa kok gw juga baru datang" Pemuda berwajah tampan mirip artis China bernama Xukai itu terlihat santai lalu meletakkan ponselnya di meja.

"Gw udah pesenin makanan sama minuman buat lo"

Lea melihat ke meja yang diatasnya sudah ada makanan dan minuman kesukaan nya.

'Ah pasti mama nih yang kasih tau ' Lea membatin sambil menatap wajah cowo didepan nya ini.

'Boleh juga ' Lea membatin lagi sambil menilai wajah cowok yang akan dijodohkan dengan nya.

"Liatin nya biasa aja kalik. Gw tau gw ganteng"

Lea langsung tersadar dan mengalihkan pandangan kearah lain. Cowok di depan nya ini sungguh menyebalkan.

"Kenalin gw Destian Rizal Santoso panggil aja Tian. Mau panggil sayang juga boleh ahahahaha" Tian gemas sekali dengan Lea yang menurutnya sangat lucu sehingga ia sangat senang menggoda gadis cantik didepan nya ini.

Entah kenapa Tian tertarik dengan Lea di pertemuan pertamanya ini. Jarang sekali Tian mau menjadi dirinya sendiri kepada cewe yang baru ditemuinya. Biasanya ia akan bersikap cuek dan terkesan tak ramah.Berbeda dengan nya sekarang ini. Entahlah dia juga tidak tau apa alasan nya.

"Gak lucu" Lea kesal sekali dengan cowo didapan nya ini. Bisa-bisanya menggoda Lea seperti sudah kenal dekat saja. Lea mengerucutkan bibirnya membayangkan bagaimana nasibnya bila bersama dengan cowo sok keren ini kedepannya.

"Minta dicium ya bibirnya dimonyong monyongin gitu" Tian kembali menggoda Lea sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Apaan sih. Gw pulang nih lama-lama" Lea berdiri dari duduknya namun tangan nya dicekal oleh Tian.

"Eh jangan dong. Oke maaf udah bikin lo kesel" Nah kan apa lagi ini. Tian bukan lah tipe seseorang yang mudah meminta maaf. Namun dengan gadis didepan nya ini mudah sekali ia berkata maaf.

"It's okay. Yaudah ayo makan. Gw udah laper banget asal lo tau" Lea langsung mencomot ayam panggang didepannya yang terlihat sangat menggoda untuk dimakan.

Tian tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku calon tunangan nya.

Anya memang sengaja memilih Cafe biasa karna ia tau putrinya tidak terlalu suka makan ditempat mahal. Sehingga ia memutuskan untuk memilih Richard Cafe sebagai tempat pertemuan Lea dan Tian yang memang masakannya terkenal enak dan tempatnya nyaman.

Dimeja Tian dan Lea sudah tersedia 2 porsi ayam panggang, 1 porsi chiken steak, 1 jus mangga dan 1 jus Stroberry.

Lea memanggil pelayan untuk meminta sambel. Lea memanglah sangat menyukai sambel meski terkadang ia harus bolak balik kamar mandi setelah memakan sambel terlalu banyak.

"Jangan banyak-banyak makan sambel nya. Ntar lo sakit perut"

Anya sudah menceritakan semua tentang Lea kepada Tian sebelum Tian ke Cafe untuk bertemu Lea. Dan Tian merekam itu semua dengan baik di dalam otaknya. Tian takut Lea diare karna makan sambel terlalu banyak. Hampir setiap hari Lea diare karna saking sukanya dengan sambel.

"Suka suka gw lah" Lea tak menghiraukan perintah Tian. Ucapan Tian hanya dianggapnya angin lalu.

Tian hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Sepertinya akan sulit untuk meluluhkan hati Lea. Tapi Tian tak akan menyerah untuk membuat Lea jatuh cinta. Apa yang sudah diberikan padanya tak akan ia biarkan jatuh ke tangan orang lain. Apa yang sudah menjadi miliknya akan selalu menjadi miliknya.

Tian kini menatap Lea yang sedang makan dengan lahap. Tian sudah selesai makan karna memang ia hanya memesan 1 porsi untuknya sendiri. Sedangkan untuk Lea ia memesan 2 porsi makanan berbeda jenis yang menjadi kesukaan Lea.

Tian mengelap sudut bibir Lea yang terkena bumbu ayam panggang. Lea terkejut dan merasakan jantungnya berdetak dua kali lipat dari biasanya. Setelah tersadar ia langsung merebut tisu ditangan Tian untuk mengelap bibirnya sendiri.

"Thank's" Ucap Lea datar untuk menyembunyikan kesaltingan nya.

"Iya sama-sama. Habisin ya makannya" Tian tersenyum manis melihat semburat merah dipipi Lea.

Setelah semua makanan nya habis dan jus mangga nya kini telah tandas, Lea mengajak Tian pulang.

"Pulang yuk. Udah kenyang nih gw"

"Gamau kemana dulu gitu itung itung kencan kalo lo mau si. Gw bosen dirumah"

Lea yang sudah merasa ngantuk pun malas untuk kemana-mana. Tujuan nya kini hanyalah rumah lalu ia akan melakukan kebiasaanya setelah pulang sekolah yang tertunda karena pertemuan ini.

"Gw udah ngantuk banget ini kekenyangan. Lain kali aja deh ya"

Tian yang sebenarnya kecewa namun ditutupinya dengan senyuman manis.

"Yaudah ayo gw anter pulang. Gak baik nyetir dalam keadaan ngantuk" Tian menawarkan tumpangan karna ia masih ingin berlama-lama dengan Lea.

"Mobil gw gimana?" Sebenarnya ia bisa saja menumpang kepada Tian. Namun ia masih belum yakin terhadap cowo didepan nya ini.

"Biarin aja disini. Ntar gw suruh supir gw buat anter mobil lo ke rumah. Gimana?"

"Eng gw..."

"Ck lama" Belum selesai ia berbicara Tian sudah menarik tangan nya menuju mobil Ferrari California merah miliknya.

Dengan gentle Tian membuka kan pintu mobil untuk Lea.

"Masuk"

Lea yang malas berdebat pun hanya menuruti saja. Tian pun berlari kecil memutari mobilnya lalu duduk di kursi kemudi setelah memastikan Lea sudah duduk manis dengan tenang.

Tian mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal. Hanya ada keheningan diantara mereka disepanjang jalan.

"Lo belum ngenalin diri ke gw" Tian memecah keheningan karna ia mulai bosan dengan suasana canggung diantara mereka.

"Tanpa gw ngenalin diri juga lo udah tau kan dari nyokap" Lea malas sekali berlama-lama berdua dengan Tian yang sedari tadi mencuri pandang padanya.

"Hehe iya si" Tian menjadi bingung harus bagaimana melihat sikap Lea yang sepertinya enggan berdekatan dengan nya.

Suasana kembali hening hingga mobil sport Tian sampai di halaman rumah mewah keluarga Aldrick. Lea pun langsung turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau menawari Tian mampir kerumahnya.

Tian menggelengkan kepala lalu mulai menjalankan mobil keluar dari pekarangan rumah mewah calon tunangan nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!