NovelToon NovelToon
Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Cut founna

"Aku bukan di sini untuk menyelamatkan nyawamu. Aku di sini untuk memastikan kematianmu tidak jatuh ke tangan yang salah."

Kenzi hanyalah pengawal misterius dengan tatapan sedingin es yang disewa untuk melindungi Alana, pewaris tunggal yang penuh musuh. Namun, di balik seragamnya, Kenzi adalah "eksistensi terlarang" ---seorang pembunuh bayaran tingkat tinggi dengan misi rahasia untuk menghancurkan keluarga Alana..

Saat konspirasi mulai terkuak, Kenzi terjebak dalam pilihan sulit: Menyelesaikan misi mautya atau mengkhianati takdir demi melindungi wanita yang mulai dicintainya.

Ketika pelindungmu adalah ancaman terbesarmu, masihkah ada jalan keluar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut founna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Pengkhianatan di Dalam

## **Bab 22: Pengkhianatan di Dalam**

Hujan badai mengguyur Jakarta, menciptakan tabir air yang mengisolasi kediaman Wijaya dari dunia luar. Di dalam barak staf yang temaram, Kenzi duduk diam, namun pikirannya bekerja dengan kecepatan kalkulasi yang ekstrem. Sejak peringatan dari "Atas" dan kedatangan Vero yang terdeteksi di radius perimeter, Kenzi tahu celah keamanan di rumah ini bukan lagi soal infrastruktur, melainkan integritas manusia.

*Analisis Data: Intersepsi sinyal frekuensi pendek terdeteksi dari area pelayan. Enkripsi sederhana, standar tentara bayaran kelas teri. Target transmisi: Server luar yang terhubung dengan faksi Baron.*

Kenzi berdiri, rasa nyeri di bahunya diabaikan sepenuhnya. Ia bergerak seperti bayangan, melewati koridor belakang yang hanya diterangi lampu darurat. Tujuannya adalah gudang penyimpanan logistik, tempat di mana para pelayan biasanya berkumpul sebelum pergantian *shift*.

Di sana, ia menemukan targetnya: Sari, seorang pelayan senior yang telah bekerja selama lima tahun di keluarga Wijaya. Sari sedang duduk di pojok, jemarinya lincah mengetik sesuatu di sebuah ponsel satelit ilegal.

Tanpa suara, Kenzi sudah berdiri tepat di belakangnya. "Laporan ke-14 untuk malam ini, Sari?"

Sari tersentak, ponselnya terjatuh. Wajahnya pucat pasi saat melihat sosok Kenzi yang menjulang di bawah cahaya lampu yang berkedip. "K-Kenzi... aku hanya—"

Kenzi mencengkeram leher Sari dengan satu tangan, tidak cukup kuat untuk membunuh, namun cukup untuk memutus suplai oksigen yang memicu kepanikan primer. Ia menyeret pelayan itu ke ruang interogasi darurat—sebuah ruang kedap suara di rubanah yang biasanya digunakan untuk menyimpan genset cadangan.

---

Alana, yang tidak bisa tidur karena kecemasan yang mencekam, mendengar keributan kecil di koridor bawah. Ia mengikuti instingnya dan berakhir di depan pintu baja rubanah yang sedikit terbuka. Di sana, ia menyaksikan pemandangan yang akan menghantui mimpinya.

Di bawah lampu tunggal yang tergantung rendah, Sari terikat di kursi besi. Kenzi berdiri di hadapannya, memegang pisau bedah yang sama dengan yang ia gunakan untuk menjahit lukanya sendiri. Wajah Kenzi tidak memiliki emosi; ia tampak seperti algojo yang sedang melakukan rutinitas mekanis.

"Siapa kontakmu di organisasi Baron?" suara Kenzi rendah, namun mengandung ancaman yang mematikan.

"Aku... aku dipaksa... mereka menyandera keluargaku!" tangis Sari pecah.

Kenzi tidak bergeming. Ia mendekatkan ujung pisau bedah itu ke saraf leher Sari. "Logika sederhana: Jika kau tidak bicara, kau mati di sini dan keluargamu kehilangan nilai tawar. Jika kau bicara, aku mungkin akan mempertimbangkan untuk memalsukan kematianmu agar mereka aman. Kau punya 10 detik sebelum aku mulai memotong saraf bicaramu."

"Kenzi! Hentikan!" Alana berteriak, berlari masuk ke dalam ruangan.

Kenzi menoleh perlahan. Matanya yang dingin bertemu dengan mata Alana yang penuh ketakutan. "Nona, kembali ke kamar Anda. Ini adalah prosedur sterilisasi area."

"Kau menyiksanya! Dia manusia, Kenzi! Bukan mesin yang bisa kau bongkar pasang!" Alana mencengkeram lengan Kenzi, mencoba menariknya menjauh.

Kenzi melepaskan Sari dan berbalik menghadap Alana. Ia mencengkeram bahu Alana dengan keras, memaksanya melihat Sari yang gemetar. "Wanita ini telah mengirimkan jadwal tidur Anda, rute pelarian darurat, dan kode akses brankas pribadi ayah Anda kepada musuh. Jika saya tidak melakukan ini, besok pagi Anda mungkin sudah berada di dasar sungai dalam kantong plastik. Pilih satu, Alana: Kemanusiaan yang naif, atau keselamatan yang kotor?"

Alana terdiam, napasnya tersengal. Kebrutalan logika Kenzi menghancurkan pandangan dunianya yang selama ini terlindungi. Ia melihat Sari, lalu melihat Kenzi. Pria di depannya bukan lagi pahlawan yang menerjang peluru; dia adalah monster yang diciptakan untuk menjaga monster lain tetap hidup.

---

"Bicara," perintah Kenzi sekali lagi pada Sari, mengabaikan Alana yang masih mematung.

"K-kontaknya... dia adalah sopir baru yang datang sore ini... namanya Vero. Dia yang menginstruksikan saya untuk merusak sistem deteksi bom di kamar Nona Alana besok pagi," Sari mengaku sambil terisak hebat.

Kenzi membeku sesaat. *Vero.* Pengawas dari "Atas" tidak menunggu. Dia sudah bergerak lebih cepat dari perkiraan.

Kenzi melepas cengkeramannya pada Alana. Ia mengambil ponsel satelit Sari dan menghancurkannya dengan tumit sepatunya. "Bram!" Kenzi memanggil melalui interkom. "Amankan pengkhianat di rubanah. Segel area pelayan. Kita memiliki penyusup tingkat tinggi di posisi sopir."

Bram tiba dalam hitungan detik dengan tim taktis. Ia melihat Alana yang lemas di sudut ruangan dan Kenzi yang berdiri dingin di tengah kekacauan. Bram tidak bertanya; ia tahu Kenzi baru saja melakukan apa yang ia sendiri tidak berani lakukan karena birokrasi legalitas.

Kenzi menarik Alana keluar dari rubanah, membawanya kembali ke kamar dengan paksa. Di depan pintu kamar Alana, ia berhenti.

"Anda membenciku sekarang, bukan?" tanya Kenzi, suaranya tetap tanpa nada.

Alana menatap Kenzi, air mata mengalir di pipinya. "Aku membenci fakta bahwa kau benar. Dan aku membenci diriku sendiri karena merasa aman saat kau melakukan hal-hal mengerikan itu."

Kenzi tidak menjawab. Ia menutup pintu kamar Alana dan menguncinya dari luar. Ia tahu malam ini adalah titik balik. Vero ada di sini, pengkhianatan telah terendus, dan dinding pertahanan yang ia bangun untuk Alana mulai retak oleh kekejamannya sendiri.

Misi sabotase Proyek Phoenix kini berada di persimpangan jalan: Menghancurkan keluarga Wijaya sesuai perintah, atau menghancurkan organisasinya sendiri untuk melindungi gadis yang baru saja menyebutnya monster.

---

1
Cut Founna
terimakasih😍
Dewa Naga 🐲🐉
awal yg menarik.....👍
Dewa Naga 🐲🐉
cerita yg menarik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!