NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada aja Gebrakan nya

Hari semakin hari Ratna dan keluarga bu Arumi semakin Akrab, setiap hari tepatnya di pagi dan sore pasti Ratna berkunjung ke rumab Bu Arumi hanya untuk mengobrol saja.

" Hahaha aneh saya juga bu, kadang kadang " Gelak tawa Ratna dan Bu Arumi di ruang tamu rumah Bu Arumi.

" ehmm, Rat, Anak mu yang pertama itu belom kamu pindahkan sekolahnya ke sini ?, kok ibu lihat gak pernah sekolah ya ?" Tanya Bu Arumi dengan heran pasalnya sudah mau dua minggu Ratna pindah ke sini, tapi anak pertama dan bahkan yang kedua pun belom pernah terlihat berangkat atau pulang sekolah.

" ouh itu, Anaku Riza sama yang kedua itu namanya Yessa , Memang gak sekola bu, bukan belom pindah " Jelasnya, membuat bu Arumi bertanya semakin penasaran. jiwa keponya kambuh saat itu juga.

" Loh kenapa ?, bukan nya Riza harusnya sudah SMP kelas 2 ya , dan Yessa sudah TK kalo gak kelas 1 SD , umumnya sih kelas 1 SD sih disini " Tutur Bu Arumi, Seketika Ratna menunduk seperti malu.

" Iya bu, memang bener harusnya seperti itu, Tapi saya dan suami terhambat biaya bu, Jadi Riza hanya sampe kelas 1 SMP saja, Ya karena Riza juga anak nya nakal bu,Dari rumah izin sekolah, tapi kata teman teman nya Riza gak masuk" Ungkap Ratna menceritakan Anak pertamanya.

" Kalo Yessa, sejak umur dia menginjak di 5 tahun saya sudah daftarkan dia ke Paud terdekat bu, Tapi karena gak ada uang seragam pun tidak saya tebus bu, dan akhirnya Yessa Keluar dari Paud itu, lalu ketika saya dan suami punya rezeki saya daftarkan lagi Ke Paud , tapi malah anaknya gak mau bu, suka ngamuk ngamuk di sekolah, dan akhirnya ya keluar lagi " Lanjutnya, Bu Arumi hanya mendengarkan curhatan Ratna dengan baik.

"Aduhh kasihan nya, Ya udah Kamu ajarin saja Yessa di rumah, agar nantu langsung masuk SD Saja " ujur Bu Arumi.

BRUKK

sontak bu Arumi dan Ratna segera berlari ke sumber suara , karena ke asikan mengobrol sampai mereka Tidak sadar jika Anak balita Ratna pergi kedapur dan memecahkan Telor satu kilo yang baru saja bu Arumi beli, Karena lupa Memasukan nya ke dalam kulkas hanya di taruh di meja makan , jadi mudah di gapai oleh anak balita seusia kurang lebih 3 tahun, Anak itu berada di atas meja makan sambil duduk, dan mengacak acak nasi yang tersaji disana.

" Ya allah " Teriak Bu Arumi di ambang pintu dapur, Dan bergegas menurunkan AnaK bungsu Ratna yang bernama Devon. tapi Devon malah tantrum dan menjambak serta mengigit lengan Bu Arumi.

" AAAAWWWW " teriak Bu Arumi, spontan melepaskan Devon yang di gendongnya, dan Devon pun terjun ke bawah, Tangisan nya pun semakin kencang.

" Ya ampun , Kenapa makalah di Lepas gendongan nya Bu " omel Ratna tidak terima , sambil mengambil Devon di bawah bu Arumi.

" M-Maaf Ratna , Saya kaget tadi , mangkan nya saya lepas " Ungkap Bu Arumi., Tapi Ratna tidak mengubris nya, dia bahkan langsung pergi meninggalkan Bu Arumi di dapur, dengan Nasi yang sudah berserakan, dan juga telor sekilo yang baru bu Arumi beli tadi pagi, Ratna bahkan tidak meminta maaf atas ke cerobohan anaknya.

tidak lama terdengar pintu depan dibuka, dan suara langkah kaki memasuki rumah.

" Bu, Aku dan bapak Pulang " Teriak Lesi dari ruang depan .

Bu Arumi tidak menyahuti panggilan anak nya, dan tidak juga menyambut kedatangan mereka, Bu Arumi terus mengambil telor telor yang berserakan dan pecah di lantai dapur, dengan air mata yang menetes tanpa suara.

karena keberadan sang ibu tidak ada di ruang tengah dan kamar, akhirnya Lesi menuju ke dapur dan betapa kagetnya ia dan pak Warto melihat dapur yang berantakan, di Bawah meja makan sudah ada telor yang pecah, dan di atasnya ada Nasi yang tumbah dan berantakan juga.

" Ya allah ibu, Ada apa ?" Tanya Lesi khawatir dan segera mambantu ibunya memupul telor di bawah.

" kenapa bu, ada orang jahat apa gimana ?" tanya pak Warto tak kalah panik melihat kondisi dapur sekarang.

" tidak ada pak, Lesi, Ini di berantakin sama Devon tadi " Jelasnya, air matanya ia hapus agar suami dan anaknya tidak melihat bahwa ia sedang menangis.

" Anak si Ratna itu Bu ?" Tanya Pak Warto, sambil mengelap meja yang sudah bersih dari ceceran Nasi.

" Bandel amat, sampe masuk masuk dapur dan pecahin telor dan ngacak ngacak Nasi " Omel Lesi.

" iya mana ini telor ibu baru beli, uang yang terakhir bapak mu kasih ke ibu, ibu belikan Beras dan Telor sekilo, eh telornya pecah semua, dan Nasinya juga Di acak acak smpe gak layak makan , Gimana ini Les, Pak, kita nanti makan apa, ibu gak ada beras lagi, dan teman nasi " Ucap ibu dan air matanya tidak bisa di tahan lagi. tangisan nya pecah.

Lesi memeluk Bu Arumi yang sudah terduduk di kursi meja makan. Hatinya ikut sesak, dan ada rasa jengkel terhadap anak nya Ratna yang masih kecil itu.

" Sudah lah bu, jangan biarin dia masuk ke rumah, Biarin dia di luar saja main nya, Masuk ke rumah malah ngacak ngacak barang, Mana ibunya gak ada maaf maaf nya lagi ," Tutur Lesi.

" iya bu, tuh dia malah kayak gak terima gitu, malah marah marah di rumahnya, berisik " ucap Pak Warto yang mendengar Ratna sedang menjerit jerit di rumahnya, entah apa yang sedang dia rasa sehingga menjerit jerit seperti orang yang di tinggal kekasihnya meninggal.

" emang gak punya adab sekeluarga sih pak kayaknya " Ceplos Lesi.

" sudah bu, untuk kita makan nanti Lesi sudah bawakan Ayam goreng pak Doni, sama sambal ijo nya, untuk nasinya nanti kita beli beras ya ke warung depan." Ucap Lesi membuat Bu Arumi berhenti menangis dan kembali tersenyum.

" memangnya kamu sudah punya uang ?, kan dagangan online kamu sedang sepi " Tanya Bu Arumi yang tahu dengan keadaan Lesi.

" memang lagi sepi, tapi ini ada Rezeki dari Panji bu, Panji ngirimin aku uang , cukup lah buat aku dan kita makan" Jelas Lesi.

" Alhamdulilah nak, Semoga Panji lancar rezekinya ya dan Semoga hubungan kalian langgeng terus " Doa Bu Arumi yang langsung di amini oleh Lesi.

***

esok hari nya, Lesi harus mengantarkan pesenan tetangga gang sebelah yang rumahnya hampir dekat dengan rumah Om Lusman dan Bi Dewi, hanya terhalang dua rumah saja. karena dekat jadi dia tidak perlu di antar oleh bapaknya, dia berjalan kaki sambil berolah raga Pagi.

" Makasih ya mbak " ucap Lesi kepada pembelinya.

" Eh, Lesi, Sebentar aku mau tanya sama kamu boleh ?" Ujar si pembeli itu.

" ouh iya boleh, tanya apa ya mbak ?" Tanya Lesi, Lesi tentu penasaran, pasalnya si pembeli ini sampe berbisik bisik bicaranya, seperti sebuah rahasia.

" kamu Coba deh tagihin , Soalnya orangnya gak pernah keluar bahkan istrinya pun tidak " ungkap Si mbak pembeli.

" Oalah, Memang Om Lusman dan Bi Dewi pinjam berapa, sampe susah dan lama bayarnya ?" Tanya Lesi.

" ya Cuma seratus lima puluh ribu rupiah , saja sih, cuma aku lagi butuh banget loh, Les " Tutur Mbak itu.

" Ya ampun, sampe mau sebulan belom di bayar ?, memang dia bilang buat apa sih mbak ?" Tanya Lesi semakin penasaran, Beruntung dia tidak ada pesenan yang harus di antar lagi.

" ya itu, Katanya buat makan, aku tanyanya, Memang uang warisan dari ibu nya kemana, si Dewi bilang habis katanya , di pinjem sama ibu mu Lesi ?" Ungkap Mbak itu lagi, dan membuat Lesi melotot mendengarnya.

" ih amit amit, sumpah aku mbak, Ibu dan bapak ku, sesusah apa pun gak akan minta pinjem ke dia, dia jangan kan mau bantu, mau tau masalah kami pun seperti nya ogah " Lesi naek pitam, sampe nada bicaranya pun tidak dia pelan kan saking jengkelnya mendengar tuturan dari Si mbak ini.

" masa sih ?, Tapi dia bilang gitu loh, ada saksinya juga, karena dia pinjem uang sambil belanja di warung sebelah Les, gak tau malu emang " Ungkapnya, Lesi tidak menggubris omongan si mbak , dia langsung pergi tanpa pamit, dengan deburan Emosi.

ingin rasanya dia melabrak Om, dan bibinya itu, tapi Lesi harus memberi tahu ibunya, dan bertanya apa bener jika ibu sempat meminjam uang ke Bi Dewi. jangan sampe dia melabrak tapi buktinya salah, Tapi di diri Lesi bahwa dia yakin, jika ibu dan bapaknya tidak mungkin pinjam uang ke Om Lusman, Bagaimana mau minjam, saat bertemu di jalan pun Om Lusman selalu buang muka.

sesampai nya di rumah, Lesi langsung mencari Ibunya, yang berada di belakang rumah sedang membereskan daun daun yang sudah mulai panjang.

" kenapa sih Les, sampe Teriak begitu, ibu denger kok Les" tegur ibunya.

Lesi tidak mau bertele tele, Lesi langsung To the poin " Ibu pernah pinjem uang sama om Lusman dan Bi Dewi saat mereka lagi dapet warisan dari Ibu nya Bi Dewi ?" Tanya Lesi tanpa Jeda sedikit pun. Bu Arumi yang mendengar nya , langsung menghentikan aktivitasnya kala itu juga.

" Kata siapa Les ?, kata Om Mu?" tanya Bu Arumi dan langsung menarik Lesi untuk masuk ke dapur.

" aku tau dari Mbak mbak yang deket mushola itu bu, Aku tadi anterin paket ke dia , Dia bilang kalo Om Lusman dan Bi Dewi pinjem uang ke dia, terus pas dia tanya memang uang dari warisan kemana kok pinjem ke dia, Kata Bi Dewi nya bilang Uangnya di pinjem ibu sama bapak ?, emang bener ya bu kayak gitu ?" jelas Lesi, dan Bu Arumi mendengarkan nya tak berhenti menggelengkan kepalanya heran.

" enggak, ibu gak sepersen pun pinjem ke dia Lesi, sumpah, ibu lebih baik kelaparan dari pada pinjem uang ke mereka, silaturahmi saja mereka tak sudi " Ucap ibu, Lesi dan Bu Arumi menghela napas berat, entah kenapa mereka malah menjual nama Bu Arumi, padahak jelas jelas tidak sama sekali.

" Labrak saja lah bu, Gak punya keluarga kayak mereka juga gak akan rugi " tegas Lesi dan segera melangkah pergi, tapi di tahan oleh Bu Arumi.

" jangan, biarkan allah yang balas , Toh itu juga gak benerkan, " Nasihat bu Arumi dan Lesi langsung terduduk , emosinya yang sudah memuncak, harus dia tahan lagi.

" Biarin allah yang balas, dan semoga rezeki mereka melimpah untuk kita " lanjut ibu sambil mengusap rambut Lesi lembut, Sampai Lesi pun akhirnya tenang, dan menyenderkan kepalanya ke dada sang ibu dan memeluknya erat.

" ibu gak emosi apa bu , Sama aja Fitnah bu " Tutur Lesi pelan.

" ibu emosi nak, Tapi mereka gak akan jujur meski kita marah di depan mereka juga, ke orang lain saja berani berbohong, apa lagi ke kita, pasti mereka pun gak akan mengakui nya " Jelas ibu.

" mereka Licik ya bu, Kenapa sih ibu harus punya sodara kayak mereka, bahkan nih, Bi Semi aja cuek banget ke aku " Ungkap Lesi.

" Gak apa apa, Maklum kita orang gak punya " Tutur Ibu pelan. dan membalas pelukan Anak semata wayangnya yang sedang memanja di pelukan nya sembari menghapus emosinya.

****

Lesi setiap sore beraktifitas dengan teman teman se RT nya, ya walau tidak dekat dekat amat sih tapi karena ada kegiatan baru di RT nya jadi dia dan ibu serta ikut, Bukan hanya mereka saja, para ibu ibu lanjut usia pun ikutan berkegiatan itu.

Senam Aerobix dan Yang melatihnya adalah Ratna, dia ternyata lincah dan mudah hapal setiap gerakan yang dia ikuti di Ponselnya.

" ayo bu ibu, adek adek sekalian, kita senam ya, ikutin gerakan Ratna ya " Seru Weni salah satu ibu ibu disana, dan dia juga yang mengusulkan untuk di adakan senam setiap sore nya.

Satu lapangan penuh dengan para ibu ibu dan anak anak muda serta lansia, yang ikut dengan gembira , ada yang gerakan nya sesuka hati karena menurutnya susah, ada yang ke banyakan protes karena gerakan nya Terlalu cepat, dan ada juga yang protes karena lagunya gak enak di dengar.

" Lagu dangdut donk jangan itu , gak seru " Ujur ibu ibu di belakang .

"sama gerakan nya jangan terlalu cepet donk, kan belajar " teriak ibu ibu yang satunya lagi.

Jadi bukan nya cepat selesai , ini satu lagu pun gak kelar kelar, karena banyak yang protes.

dan akhirnya setelah huru hara dengan tawa di lapangan itu, Senam pun selesai di jam setengah enam sore, Padahal jika serius dari tadi mungkin akan segera selesai.

Para ibu ibu pun pulang ke rumah masing masing, begitu pula dengan Lesi dan bu Arumi, serta Ratna yang ikut pulang bareng.

"padahal ya kalo yang awal sampe hapal dulu mungkin cepet selesainya, ini malah minta ganti terus " oceh Ratna.

" Hahahah iya, mentang mentang gratis banyak komplen " Seru Lesi.

" Iya jadi pegel pegel aku, karena gerakan nya gak beraturan " Keluh Ratna.

" Maklum ibu ibu, ngarahnya ke lagunya aja , bukan gerakan nya, apa lagi barisan belakang haduhhh " Saut Bu Arumi. membuat mereka semua tertawa sambil jalan menuju rumah mereka.

Bi Semi pun adik perempuan Bu Arumi ikut serta dalam senam tersebut, karena itu memang gank dia, Pulangnya pun barengan sama anak tetangga belakang.

Malam harinya, Lesi rasanya pegal pegal sekali, dan sambil rebahan di atas kasurnya, dia mencoba mengupload video sewaktu senam tadi, ke media sosialnya.

Kantuk menyerang Lesi, dan akhirnya setelah dari pagi sampai sore beraktivitas akhirnya Lesi terlelap di balik selimut tebalnya .

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!