NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Tidak akan sama persis

" Nanti deh aku cerita sama Om sekarang belum ada kriteria khusus , aku pikir-pikir dulu" senyum malu Ayra membayangkan pria impian nya .

" Mmmmm, baiklah, tapi kamu masuk kerja mulai hari ini udah puas kan main nya " ucap Hans yang baru menyuruh Ayra masuk kantor setelah seminggu libur karena biasanya dia butuh healing begitu selesai ujian yang sangat menguras pikiran .

" Sekarang banget nih Om?" tanya Ayra yang diangguki Hans .

Hans mengajak Ayra kemeja kerjanya lalu memberikan Ayra beberapa dokumen .

" Bantu Om mengisi data perusahaan" ucap Hans yang membuat Ayra jadi bingung .

" Kenapa nggak suruh sekretaris Om aja?" tanya Ayra yang tidak mau repot .

" Dengar baik-baik, jika nanti kamu menjadi pemimpin perusahaan maka kamu tidak boleh memberikan apalagi menyuruh orang lain untuk menginput data penting yang berkaitan dengan perusahaan, paham" hal pertama yang Hans ajarkan pada Ayra .

" Biar nggak dibocorkan atau disalahgunakan ya Om" kesimpulan Ayra yang diangguki Hans.

" Ketik biar Om bacakan " ucap Hans menyuruh Ayra duduk di kursinya dan mulai membacakan data .

" Isi di kolom yang ini " ucap Hans memegang mouse laptop di tangan Ayra dan menunjukkan kemana arahnya.

" Ba, aaa, muachhh" Ayra akan menoleh namun wajah Hans ternyata berada tepat di sebelahnya saat Hans menunduk .

Hans berdiri terdiam menatap Ayra yang mengecup pipinya dalam posisi yang sama" Ehhhh, maaf Om nggak sengaja ke kecup aku pikir Om di belakang tadi " kata Ayra mengusap bekas kecupan nya di pipi Hans .

" Maaf Om " kata Ayra ketika Hans masih menunduk bahkan tidak bergerak .

" I, iya , tidak , apa-apa, lanjutkan " ucap Hans menahan hasrat nya yang tiba-tiba menggebu dan naik bersamaan .

" Lanjutkan membaca nya Om, apa lagi?" tanya Ayra seolah tidak terjadi apa-apa antara mereka.

1 jam kemudian.

" Om boleh aku nanya sesuatu?" tanya Ayra yang diangguki Hans.

" Katakan" ucap Hans menarik satu lagi kursi dan duduk bersebelahan dengan Ayra .

" Nanti Om marah?" tanya Ayra ragu-ragu ingin bertanya.

" Tanyakan hal yang patut , jangan buat Om marah " ucap Hans .

" Om nggak ada gitu niat buat ambil harta warisan aku?" tanya Ayra penasaran merasa Hans terlalu baik karena mereka bukanlah keluarga sedarah bahkan kadang yang sedarah saja memanfaatkan kesempatan.

Hans menatap Ayra dengan mata menyipit " Maksud aku kan sejak aku kecil Om udah besarin aku, kelola semua warisan yang di tinggalkan Papa dan menyayangi aku" kata Ayra mengingat semuanya.

" Kenapa nggak Om ambil semua harta warisan aku aja terus buang aku , Om kan jadi kaya, Om kayak nggak memanfaatkan kesempatan yang bagus " ucap Ayra dengan pikiran realistis nya .

" Kan dalam surat wasiat Papa, Om udah diangkat jadi presiden direktur juga saat itu " sambung Ayra yang kadang juga bingung kenapa Hans terlalu baik .

" Hmmm, kamu pikir hidup ini cuma sebatas harta aja" senyum kecut Hans mendengar pertanyaan Ayra .

" Iya sih, uang bukan segalanya tapikan segalanya butuh uang, kalau Om kaya bisa mendapatkan segalanya" kata Ayra .

" Jawab Om, kenapa tidak melakukan itu , padahal kan saat aku kecil masih polos dan bodoh , Om bisa aja bujuk aku pake lolipop buat tanda tangan lalu buang aku deh " kata Ayra yang teringat waktu kecil mau melakukan apa saja demi lolipop.

" Hufttt, sekarang Om benar-benar menyesal tidak membuang kamu saat itu " pernyataan ketus Hans memandang Ayra sebelah mata sampa gadis itu tertawa ngakak melihat ekspresi Hans.

" Mmmh, sampai hati Om buang aku" kata Ayra dengan ekspresi wajah panda nya yang membuat Hans langsung mengacak rambut gadis nakal itu dengan gemas .

" Tadi kamu yang menyarankan untuk dibuang aja terus sekarang malah nggak mau " geleng kepala Hans .

" Sekarang kan udah besar , masa Om mau buang aku " kata Ayra dengan senyum lebarnya memainkan sebelah tangan Hans yang duduk disebelah nya .

" Jawab Om, kenapa nggak memanfaatkan kesempatan?" tanya Ayra menyandarkan kepalanya di lengan Hans .

Ayra sangat menyayangi Hans!.

" Kalau kamu ingin alasan yang jujur , karena Om menyayangi kamu" ucap Hans tulus dari dalam hatinya.

" Cieeeee, ada yang sayang aku nih " goda Ayra langsung mengedipkan sebelah matanya dengan centil.

" Kamu lama-lama Om getok juga kepala nya nanti " ketus Hans menyentil kening Ayra .

" Sebenarnya di luar dari rasa sayang , Om jagain kamu karena kamu adalah amanah yang dititipkan pada Om " sambung Hans dengan serius .

" Ketika Papa menitipkan kamu pada Om disisa nafas terakhir nya dan Om menerima itu, sejak saat itu kamu menjadi tanggungjawab Om sepenuhnya bahkan tertulis secara sah " Hans mengelus kepala Ayra .

" Om memang bisa memanfaatkan kesempatan bahkan bisa membunuh kamu dengan mudah lalu mengisyaratkan itu seperti sebuah kecelakaan untuk mendapatkan semua nya tapi hati dan logika Om tidak sejalan " pernyataan Hans .

" Kenapa?" tanya Ayra .

" Kamu masih tanya kenapa, setelah semua yang Om berikan untuk kamu?" pertanyaan Hans menatap Ayra sebelah mata .

Apa gadis nakal itu tidak sadar betapa Hans menyayangi nya?.

" Iya , makasi Om udah sayang sama aku " kata Ayra mendekatkan kursi mereka lalu memeluk Hans .

Tok

Tok

" Sayang, Hans , boleh aku masuk ?" kata Vallen dari luar .

Ayra melepaskan pelukannya dan menatap kearah pintu " pacar Om ya?" tanya Ayra yang diangguki Hans.

" Masuk" kata Hans .

" Ehhhh, ada Ayra kenalin nama Tante Vallen " ucap wanita dewasa itu mengulurkan tangan nya.

" Hai Tante" sapa Ayra tersenyum melihat pacar Om Hans yang kali ini punya Aura positif.

" Tumben baik, biasanya kayak nenek sihir semua?" batin Ayra tersenyum melihat pacar Om Hans yang ini, biasanya selalu menatap Ayra dengan tatapan tidak suka dan cemburuan .

Hans menolak cipika-cipiki dengan Vallen karena ada Ayra diantara mereka.

" Yaudah Om, Tante, aku pulang dulu " ucap Ayra mengemasi barang-barang nya .

" Ayra pulang nanti aja , makan dulu yuk sama kami" ucap Vallen yang membawa beberapa makanan .

" Ayo duduk disana " ajak Hans yang berusaha untuk bersikap netral walaupun sejujurnya dia memang sama sekali tidak ada rasa pada Vallen .

" Om kok duduk sini, sana deket Tante " kata Ayra rada mendorong Hans yang malah duduk kedekat nya , nanti pacar Hans salah paham lagi .

" Belum nikah nggak boleh deket-deket" alasan logis Hans yang sebenarnya memang tidak mau dekat dengan Vallen bahkan dia sudah berencana mengakhiri hubungan mereka sebelum semakin jauh .

" Nikahi dong biar sah, nanti aku jadi pembawa cincin di pernikahan kalian " kata Ayra bertepuk tangan membayangkan betapa bahagia nya Hans nanti.

" Kalau Om punya anak pasti ganteng kayak Om " pendapat Ayra .

" Nanti Om buat yang lucu kayak kamu " ucap Hans mengelus kepala Ayra .

" Mana bisa aku kan limited edition, Om nggak bakalan pernah punya anak yang sama persis kayak aku " pernyataan Ayra .

" Bisa kalau ibu ka, kalau sedang hamil merhatiin kamu terus " ucap Hans yang hampir keceplosan dengan cepat meralat perkataan nya

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!