NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 7 [DESERT OF ILLUSION]

--- PADANG GURUN ILUSI ---

Setelah melewati gerbang First City, mereka lalu menaiki tangga menuju Lantai 7. Marva sudah tidak memperhatikan Requirements Level lagi, sejak berada di lantai 2. Level mereka sudah terlalu tinggi untuk berada di lantai bawah.

Setelah sampai di lantai 7. Seketika Marva dan Meriel mengangkat tangan nya untuk menutupi wajah merema. Cahaya yang terlalu silau, udara yang panas serta kering, seolah membakar paru-paru.

Ketika penglihatan mereka mulai jelas, yang nampak hanya satu hal: Pasir.

Hamparan pasir sepanjang mata memandang, terbentang luas. Tidak ada pohon. Tidak ada batu besar. Tidak ada bangunan. Hanya bukit-bukit kecil pasir yang bergerak perlahan tertiup angin.

Meriel menyipitkan mata. “Ini suasana lantai tujuh?”

Angin panas menyapu wajah mereka.

Notifikasi muncul.

[FLOOR 7 — DESERT OF ILLUSION]

Warning:

Extreme Climate Detected.

Fatigue Rate Increased +15%.

Marva melihat bar Fatigue miliknya.

FATIGUE: 16% → 18% → 21%

Naik cukup signifikan setiap mereka berjalan beberapa ratus meter.

Meriel menelan ludah. “Kita harus segera mencari Safe Zone Lead, panas ini sangat menguras stamina kita. Wajar saja kalau Bar Kelelahan ini terus meningkat.”

“Tapi ini aneh, yang terlihat hanya Pasir Meriel.

Apakah Safe Zone nya tersembunyi?” Marva memandang ke sekeliling.

Berbeda dengan lantai-lantai sebelumnya. Biasanya ada penanda, gerbang, atau struktur awal.

Di sini… kosong.

Karena tidak menemukan petunjuk apapun. Mau tidak mau, mereka harus terus berjalan. Langkah pertama terasa ringan. Langkah ke lima puluh mulai berat. Hingga langkah ke seratus membuat tenggorokan terasa kering.

Pasir masuk ke dalam sepatu. Angin berdesir tanpa henti. Tiba-tiba dari bawah pasir, muncul makhluk berbentuk kalajengking raksasa.

Level 38.

Meriel refleks mundur. Marva langsung menyerang: Flame Strike.

Serangan mengenai tubuh monster itu. Tapi kali ini, gerakannya terasa sedikit lambat.

Kalajengking itu menyerang balik. Tebasan ekornya hampir mengenai Meriel.

“Hati-hati Meriel!” teriak Marva.

Fatigue Meningkat: 36%

Meriel mencoba menyerang tapi serangannya tidak klinis. Marva mengingat penjelasan sistem. Fatigue yang tinggi menurunkan serangan critical.

Mereka mengalahkan monster itu, tapi cukup membuat mereka kelelahan. Dan itu baru satu.

Satu jam berjalan.

Dua jam berjalan.

Semua terlihat sama, selain harus mengatasi kelelahan yang begitu luar biasa, mereka juga harus menghadapi monster-monster gurun yang lv. cukup kuat.

Saat Marva melihat sebuah bukit, ia lalu berteriak pada Meriel: “Lihat! Itu ada Gunung Meriel, kita harus kesana. Mungkin saja itu Safe Zone.”

Setelah berjalan cukup jauh dan sampai ditujuan ternyata itu hanyalah bukit pasir.

Bar Fatigue: 81%

Meriel sudah tidak tahan, hanya bisa berbisik pada Marva. “Itu hanya.... Ilu... Si.... Lead.”

“Sial! Kelelahan ini sudah mempengaruhi pandanganku,” ucap Marva terengah-engah.

Keringat membasahi wajah mereka. Napas Marva mulai terasa berat.

HP mereka penuh.

MP juga.

Tapi tubuh terasa berat. Ini bukan luka. Ini adalah kelelahan.

Saat mereka berbaring diatas bukit pasir itu. Langit tiba-tiba mendung, sejenak angin kencang menyapu keringat dan panas mereka.

“Enak...... Sejuk.....” ucap Marva dan Meriel lega.

Langit mendadak menggelap. Mereka semakin bersorak

“Aku berharap langit seperti ini terus!” lanjut Meriel.

Yang mereka tidak sadari, ternyata itu adalah Badai pasir datang seperti tornado raksasa.

Saat mereka baru sadar akan hal itu. Terlambat.

Badai tersebut sudah menyapu mereka berdua. Marva terlempar jauh. Meriel terbawa Badai hingga beberapa kilometer dan membuat mereka terpisah.

Kedua nya lalu pingsan.

“Hey, anak muda. Masih tertidur?”

“LEADER!!!!” Meriel seketika bantu dan berteriak.

Tapi semua tampak sunyi. Hanya sosok Pria Misterius yang sedang memayungi nya. Di samping Pria itu ada sebuah kendi air.

Ia lalu melemparkan kendi itu. “Minumlah.”

Untuk sesaat, Meriel ragu, tapi tenggorokannya sudah terbakar.

Ia meminum seteguk.

Seketika:

Fatigue: 86% → 70%

Meriel terkejut. “Air ini…”

Dia minum lagi, Fatigue: 70% → 46%

Meriel minum dengan puas. Hingga kelelahannya benar-benar hilang dan menjadi 0.

Pria misterius kembali berbicara. “Pelan-pelan anak muda, air itu tidak akan habis. Kenapa kamu sampai disini? Apakah kamu tersesat?”

Meriel balik bertanya: “Siapa Kamu?”

“Hanya penduduk lama di gurun ini,” jawab Pria misterius itu.

Meriel sadar, seperti nya dia adalah NPC di lantai ini.

“Gurun ini tidak akan membunuh mereka yang tahu cara bertahan,” Lanjut Pria itu.

“Apakah kamu tahu lokasi Safe zone?” tanya Meriel.

Pria itu tersenyum tipis.

“Safe zone tidak selalu berupa tempat atau lokasi.”

Meriel tidak mengerti.

Mereka akhirnya ngobrol dan Meriel menceritakan semua hal yang terjadi padanya. Baru diketahui NPC itu, dikenal sebagai Pengembara Gurun yang menuntun para Player.

“Aku bisa membantumu menemukan temanmu itu. Jika kamu menyelesaikan Quest dariku,” ucap Pengembara Gurun.

“Apa itu?” respon Meriel.

“Kalahkan masing-masing empat dari setiap monster ini dan bawakan item drop nya:”

Sand Scorpion.

Sand Worm.

Rock Golem.

Storm Ostrich.

Meriel berfikir sejenak. Dia tahu, pertarungan tanpa Marva tentu berat. Walaupun Job yang dia pilih adalah Support, tapi secara implementasi, Role support masih bisa bertarung. Walaupun skill set nya lebih banyak untuk Debuff daripada Fight.

Sementara Meriel masih berfikir dan menghitung beberapa kemungkinan terburuk, Pengembara Gurun lalu menyodorkan sesuatu. “Bawalah kendi air ini dan jangan lupa kembalikan kalau sudah selesai.”

Seketika, perhitungan Meriel berubah drastis. Dia tahu kunci untuk bertahan di lantai ini adalah mengatasi kelelahan. Dan permasalahan utama itu telah teratasi, ia segera mengambil kendi air dan pergi mencari monster yang disuruh Sang Pengembara untuk dikalahkan.

Notifikasi muncul.

[DESERT WANDERER QUEST IS ACTIVE]

Walaupun berat dan lama, perlahan Meriel mengalahkan satu persatu monster tersebut.

4 jam telah berlalu. Meriel berpindah dari satu area ke area lain, mengalahkan monster satu per satu. Kakinya lelah, tapi tekadnya kuat. Akhirnya monster terakhir tumbang. Meriel segera kembali untuk menemui Sang Pengembara.

Saat melihat Meriel sudah kembali, Sang Pengembara lalu berdiri dan memujinya.

“Kau cukup tangguh juga.”

Setelah menyerahkan item yang didapatkan dari monster yang sudah ia kalahkan. Notifikasi kembali muncul.

[DESERT WANDERER QUEST IS COMPLETE]

Sang pengembara lalu mengeluarkan sebuah benda kecil. Benda itu adalah Kompas perak dengan jarum berwarna biru.

"COMPASS OF DESTINATION"

Tier A Didapatkan

“Kompas ini bisa melacak Player yang terdaftar dalam sistem pertemananmu.”

Meriel lalu melotot, kagum dengan item yang baru saja ia dapatkan. Tanpa berlama-lama lagi, sesuai intruksi Sang Pengembara, Meriel lalu menyebut nama: Marva. Jarum kompas itu mulai berputar… dan berhenti menunjuk ke arah tenggara.

Setelah mendapatkan arah, Meriel lalu berterima kasih pada Sang Pengembara dan segera mencari Marva.

Saat Meriel beranjak pergi, Sang Pengembara kembali berbicara. “Kita akan bertemu lagi Meriel.”

Marva yang sudah tertatih-tatih, berjalan tanpa tujuan. Telah terlihat oleh Meriel.

“LEADER.......!” teriak Meriel.

“Bukankah itu suara Meriel?” ucap Marva pelan.

Tapi dia memperhatikan Bar Fatigue nya, yang sudah mencapai: 98%. Dan ia yakin kalau itu adalah halusinasi nya lagi.

Penglihatannya kabur. Untung saja Leo menyarankan agar menggunakan Aquarius, dengan skill miliknya, Aquarius bisa menggunakan elemen air untuk membuat Marva selalu basah sehingga Fatigue tidak pernah menyentuh angka 100%.

Meriel berlari mendekat. “Lead! Kamu hebat, masih bertahan.”

“A... a.... pa.... be...tul, kamu... in...i Me.....” suara Marva terbatah-batah lalu pingsan.

Meriel yang bingung harus berbuat apa, lalu membopong Marva dan kembali pada Pengembara. Dia tahu air dari Pengembara itu bisa menurunkan kelelahan mereka.

Meriel lalu mengambil kompas dan menyebutkan: Pengembara Gurun. Ajaib nya, kompas itu bereaksi dan menujukkan arah. Dia sadar bahwa Sang Pengembara bukanlah Player dan juga tidak masuk dalam list pertemanannya. Tapi, demi keselamatan Marva, ia menepis semua pikiran itu dan berjalan kembali kearahnya.

Setelah berjalan beberapa saat, Pengembara Gurun telah terlihat dan hanya berjarak beberapa meter dari mereka.

“To...tolong.... berikan ...... ken....” belum sempat menyelesaikan perkataannya yang terbatah-batah,

Pengembara Gurun langsung paham maksudnya .

“Sudah kubilangkan, kita akan bertemu lagi,” ucap Sang Pengembara sambil memberikan minum pada Marva.

Setelah Bar Fatigue milik Marva berada digaris normal, Meriel pun lega dan langsung tertidur.

Mereka berdua terlelap didekat Sang Pengembara.

Semalam-malaman, mereka tidak bangun dan tertidur pulas. Saat cahaya mentari mulai mengenai mata mereka, Marva lalu terbangun.

“Siapa kamu?” tanya Marva.

“Dia adalah Sang Pengembara Gurun, NPC di lantai ini Lead,” jawab Meriel yang juga sudah terbangun. “Karena dialah kita masih bisa bertahan di lantai ini.”

Meriel lalu menceritakan apa yang sudah terjadi, Sang Pengembara hanya tersenyum kecil.

Marva lalu menyadari sesuatu, bahwa mereka tidak sedang berada di Safe Zone. Bagaimana mungkin mereka bisa tidur lelap tanpa ada gangguan monster sedikitpun.

Baru saja Marva ingin menanyakan hal itu, tiba-tiba monster muncul dari dalam pasir tapi seakan ada kekuatan yang menahan nya untuk menyerang. Beberapa saat kemudian, monster tersebut lalu pergi.

“Apa-apaan ini? Monster itu tidak menyerang?” sontak Marva kaget.

Pria itu kembali tersenyum dan mulai berbicara. “Di lantai ini… Aku adalah tempat perlindungan. Akulah Safe Zone itu, bukan kah sempat ku singgung sebelumnya Meriel?”

Akhirnya Meriel paham, apa maksud perkataan Sang Pengembara yang di ucapkan kemarin.

“Jika ingin naik ke lantai delapan, maka kalahkan Bos Area: Desert Colossus,” lanjut Sang Pengembara.

Setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba pasir bergetar. Sang Pengembara lalu menghilang.

Dari bawah muncul makhluk raksasa.

Desert Colossus. Level 44.

Tubuhnya terbuat dari pasir padat dan batu.

Marva mengatur napas. “Jangan boros stamina atau kita akan cepat kelelahan Meriel.”

Meriel mengangguk. Ia lalu mengambil palu nya dan mulai menyerang. Serangan presisi dari Marva dan Meriel tepat mengenai monster itu. Tapi detik berikutnya, pasir kembali menyatu, seolah tidak terjadi apa-apa.

“Sial! Colossus itu tidak terluka sama sekali,” keluh Marva.

Meriel mengerutkan kening. “Bagaimana ini Bos!”

Colossus mengayunkan lengan batunya. Tanah bergetar. Pasir berputar membentuk pusaran kecil di sekitar mereka.

-226 -280

Fatigue: 56%

Leo lalu berbicara. “Bos… struktur tubuhnya tidak padat. Pasirnya harus dibasahi dulu.”

Marva langsung paham.

“Open Inventory.”

Ring Of AQUARIUS, USED.

“Akhirnya, aku keluar lagi! Panas banget didalam sana!” keluh Aquarius.

“Sudah, tidak usah mengeluh atau kumasukkan lagi kamu!” tegas Marva.

“Eh ada si Bos, nggak kok. Aku cincin yang penurut. Hehehehehe.....” jawab Aquarius.

“Sekarang, bantu kau kalahkan monster itu!” perintah Marva.

Aquarius mengeluarkan skilllnya: Water Cannon, lalu membasahi tubuh pasir Colossus.

Skill airnya terserap dengan cepat. Pasir yang tadinya terurai kini menggumpal dan mulai mengeras.

Leo langsung menyusul. Lion’s Roar—skill itu bukan untuk menghancurkan, tapi memanaskan secara merata.

Retakan muncul.

Air dan api bertabrakan, menghasilkan uap panas yang mengepul di sekeliling tubuh raksasa itu.

Meriel bergerak cepat. “Earth Hammer!”

Ia terus memukuli monster itu, sampai tangan dan kakinya tidak bisa bersatu lagi. Sementara Colossus fokus pada Meriel.

Meriel lalu berteriak. “Sekarang, Lead!”

Fatigue: 81%

Marva menarik napas dalam.

Sky of Fire tidak langsung dilepaskan.

Ia menunggu sepersekian detik—momen ketika pasir mengeras maksimal dan batu mulai retak karena panas.

Leo dan Aquarius kompak. “Serang!”

SKY... OF.... FIRE.....

WATER..... CANNON......

Marva menyerang tepat ke inti tubuh Colossus. Ledakan uap terjadi.

Tubuh Colossus retak dari dalam. Colossus akhirnya ambruk. Pasir kembali tenang.

“Lihat aksi ku? Tanpa aku, kalian cuma bakar-bakar pasir doang.” ucap Aquarius sombong.

Leo menjawab santai. “Kombinasi elemen memang efektif.”

Marva lalu menurunkan pedangnya. “Kerja bagus… semuanya.”

Sang Pengembara lalu bertepuk tangan, menikmati pertarungan mereka. “Selamat, Lantai delapan kini menunggu kalian.”

Marva dan Meriel berdiri berdampingan. “Terima kasih,” sahut Meriel.

Sang Pengembara tersenyum.

“Lalu kami harus kemana?” tanya Marva bingung.

“Oh iya, kalian hanya perlu memegang tanganku dan kalian akan kuteleportasi ke lantai delapan,” jawab Sang Pengembara.

“Kalian siap?”

BLLLLUUUFFFFFF.......

Teleportasi Ke Lantai 8.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!