Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilang
Rebecca baru saja menutup telfon dari sang ibu hal itu membuat dirinya sedikit frustasi lantaran tuntutan ekonomi yang selalu didesak oleh keluarga terutama ibunya, Rebecca berjanji untuk menghidupi dan membiayai sekolah adik nya tapi uang yang selalu dia kirimkan pada keluarga seakan tidak pernah ada kata cukup itu membuat nya sedikit frustasi.
Rebecca berjalan keluar Villa dengan mengambil satu bungkus rokok dinakas untuk dia hisap di luar menikmati angin malam namun saat dia baru menyalakan korek terdengar suara knalpot mobil Tuan nya, sudah bisa di tebak dan di prediksi.
Dia mengurungkan niatnya, untuk berlalu hendak masuk dan keluar lagi setalah nya. namun ketika berbelok dan menatap sekitar langkahnya justru berhenti melihat bos dia yang begitu kusut dan sedikit jalan tidak teratur.
Rebecca ingin pergi berlari dan membantu majikannya namun niatnya terkurung saat Rebecca menyadari arah tempat yang dituju Tuan David, hal itu memicu rasa penasaran Rebecca. dia justru bersembunyi di balik kayu jati yang menjadi pilar besar di depan kamar Villa, matanya terus menyoroti sampai akhirnya melihat David telah hilang masuk kedalam, Rebecca keluar dari persembunyiannya berdecak "cihhhh sama saja dengan mavie(mantan kekasih David yang masih on off dengan David)" bola matanya memutar malas membuat dirinya sudah kehilangan selera untuk merokok lebih memilih masuk kedalam.
Didalam ruangan gelap hanya ada satu lampu yang bersinar remang-remang, Gianna sudah merasakan air mata yang mengalir di ujung mata melewati pelipis mata, Dada polos David yang terasa hangat kini saling bersentuhan keduanya, dengan adegan yang semakin panas keduanya masih terikat antar bibir. tangan David yang semakin liar menyelusuri tiap lekuk tubuh sampai ada disana David menarik sedikit piyama kimono kearah atas, tangan dia dapat merasakan area privasi Anna yang padat dan halus, menyingkirkan sedikit kain yang sebelumnya membungkus privasi itu kini jemari David mulai menyusuri.
Gianna merasa itu sungguh tidak berdaya, dia ingin teriak karena rasa takut "David jangannn--" ujarnya campur aduk namun David seakan mengabaikan ucapan Anna, Dia benar-benar terbuai dalam obat itu, keringat dingin mulai membahasi tubuh Gianna tak kala dia menyadari jemari demi jemari susah mulai menyelusuri ruang privasi nya.
Sampai akhirnya sedikit rasa pedih yang Anna rasa "hhaaahkk" jeritan Anna. Dan David menyadari sesuatu dia segera berlari respon nya justru berbeda, David berlari dan meninggalkan Anna sendirian, dia pergi kearah kamar mandi segera masuk kedalam bath up menyalakan air keran dan merendamkan diri.
Gianna yang sendirian meringkuk dengan tangisan, menutup bibirnya agar suara tangisnya tidak terdengar.
"Ishhhh.. Ihsss ihsss" Isak nya. Gianna masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi ini benar-benar seperti sebuah mimpi dan dia harap ini benar mimpi.
David benar-benar kacau, dia mengusap wajahnya hanya rasa bersalah yang kini dia dapatkan, dengan suara gemericik air keran yang masih mengisi Beth Up tubuh David sudah merasa lebih baik obatnya sudah sedikit berkurang rasa panas dan nafas semua sudah mulai normal tapi masih bertahap dia tahu itu tidak mudah.
Di tengah peperangan otak David menyadari satu " Dia bahkan masih Virgiiiiin" ujar David hal itu kembali muncul rasa penyesalan dan kesalahan nya. "akuu sudah mengecewakan dia."
Setengah jam David berendam dia menekan diri untuk meminta maaf, setelah dirasanya sudah lebih rapi David bersiap menghadapi Gianna untuk meminta maaf.
Namun nasib jelek menimpa nya "Gianaa--" ruangan itu sepi tidak ada Gianna disana "Aku tau aku salah tolong maafkan aku" Ujarnya sembari menyelusuri ruangan setiap sisi.
Dan betul David bahkan tidak melihat koper Gianna yang tersimpan di ujung sana. Kenyataanya Gianna berlari dia pergi naik Taxi menuju Hotel Lisa yang berada sekitar 20 menit dari Villa itu. Gianna menyembunyikan Lisa karena dia berangkat dengan pesawat yang berbeda Lisa datang menyusul sebelumnya.
David panik mencari ponsel, dia ingat. Dia mengambil jas yang ada di lantai dan mendapatkan ponselnya ada di saku Jas, "Halo Jack?" suara David "Ada yang apa Tuan Muda" ujar Jack "Ambil gambar semua CCTV Denaya Royale Villa & Resto" perintah David.
devvuholic