NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*11

"Saya baru sampai, Pak," ucap Rama lagi.

Tentu saja Rama baru tiba di kantor jam segini. Itu bukan karena Rama telat datang. Melainkan, Paris yang datang kecepatan.

"Apa? Kenapa kamu telat hari ini, Rama?"

"Hah? Telat? Saya-- "

"Cepat ke ruangan ku sekarang juga!" Suara tinggi Paris langsung terdengar memotong ucapan Rama barusan.

Pemuda itu hanya bisa pasrah sekarang. Setelah panggilan berakhir, Rama langsung melepas napas berat. Akhir-akhir ini, terlalu banyak masalah yang bosnya timbulkan. Dan itu semua berasal dari suasana hati si bos yang sedang tidak baik-baik saja.

"Heh ... ya Tuhan. Derita lagi kayaknya hari ini." Rama mengeluh sebelum kakinya turun ke bawah.

"Kapan ... lah derita ini berakhir, ya Tuhan? Kapan langit mendung berganti cerah?"

"Pak Rama ngapain? Apa yang telah terjadi, Pak?"

Tina yang tiba-tiba bicara membuat Rama sontak mengubah wajah penderitaan ke mode baik-baik saja.

"Ah, tidak apa-apa. Saya baik-baik saja. Kamu baru datang ya?"

"Hm. Iya, Pak. Saya baru datang."

"Ah, kalo gitu. Segera masuk. Jangan buat pak Paris kesal."

Setelah bicara, Rama langsung melangkahkan kakinya untuk beranjak. Tidak ia hiraukan wajah bingung yang Tina perlihatkan padanya sekarang. Sedangkan Tina pula hanya bisa menatap punggung atasannya itu sambil menggelengkan kepala pelan.

"Huh, kenapa para atasan jadi aneh akhir-akhir ini ya? Heh .... " Hembusan napas berat kembali terdengar.

*

Tiba di ruangan Paris, Rama langsung di sambut dengan tatapan tajam. Rama tetap menghadapi si bos walau dengan perasaan was-was.

"Pak Paris."

"Jam berapa sekarang? Tumben terlambat."

"Ah, saya ....

'Haruskah aku bilang kalau aku tidak terlambat? Ah, tapi itu tidak akan ada artinya. Karena bagaimanapun, bosnya adalah dia. Bukan aku.' Paris bicara dalam hati.

"Paris!"

"Iy-- iya, Pak."

"Heh ... sudahlah. Lupakan saja. Tolong panggilkan Mika sekarang. Ada yang ingin aku bahas dengannya."

"Mika, Pak?"

"Iya. Mika. Bukankah aku barusan bilang, Paris? Kalo aku ingin Mika datang ke ruangan ku sekarang juga."

"Iy-- iya, Pak. Baik."

'Yah ... kenapa harus aku yang panggilkan? Apa di kantor ini tidak lagi bisa menggunakan alat komunikasi? Ya Tuhan.'

Rama berjalan keluar. Setelah menutup pintu ruangan Paris, dia baru ingat kalau hari ini, Mika tidak bisa hadir. Karena tadi malam, Mika sudah mengirim pesan singkat padanya. Mika juga mengirimkan surat izin yang menjelaskan bahwa dirinya sedang berhalangan.

"Astaga. Mika tidak masuk hari ini."

Rama memutar tubuh. Tangannya memegang gagang pintu dengan cepat. Namun, tangan itu kaku di sana. 'Hari ini Mika tidak masuk. Hariku pasti akan semakin menyedihkan.' Rama lagi-lagi bicara dalam hati.

Bukan tanpa alasan Rama bicara begitu. Karena beberapa hari terakhir, hanya Mika yang mampu meredam amarah Paris. Tidak di ruang rapat, tidak pula di ruang kerja. Bahkan, saat makan siang juga, Mika cukup berpengaruh untuk menjernihkan suasana hati Paris yang meradang secara tiba-tiba.

"Benar-benar buruk nasib ku hari ini," ucap Rama. Lalu setelahnya, pria itu mengetuk pintu ruangan si bos dengan hati yang berat.

"Masuk!"

Rama pun langsung membuka pintu dengan engan. "Pak."

"Di mana Mika?"

"Mika tidak masuk hari ini, Pak. Dia izin."

Paris yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung menghentikan kesibukan. Dia sontak mengangkat wajah untuk melihat wajah Rama.

"Mika izin? Apa alasannya?"

"Mamanya di rawat di rumah sakit, Pak. Hari ini, Mika harus izin karena ada hal yang harus dia urus di rumah sakit tersebut."

Paris terdiam sesaat. Setelahnya, barulah pria itu bicara. "Kalau begitu, kita jenguk mama Mika nanti siang saat jam istirahat."

"Nanti siang, Pak?"

"Ya."

"Tapi, nanti siang kita ada rapat penting dengan klien luar kota. Pertemuan itu akan di adakan saat jam makan siang, pak."

Lagi-lagi Paris terdiam karena memikirkan apa yang baru saja Rama ucap. Tentu saja sebelumnya dia lupa, kalau hari ini dia ada rapat penting yang akan dilaksakan saat jam makan siang.

"Ah, kalau begitu, kita tunda saja pertemuan dengan klien luar kota itu."

"Lho? Mana bisa, Pak. Pertemuan itu sudah direncanakan dari satu minggu yang lalu. Jika kita batalkan-- "

"Aku bingung, Rama. Di sini, aku yang atasan atau kamu sih?"

"Ya ... maaf, Pak. Saya tidak bermaksud lancang. Tapi, pertemuan itu memang penting," ucap Rama dengan nada pelan.

Belum sempat Paris menjawab, terdengar ketukan di pintu ruang kerja tersebut. Perhatian mereka yang ada di dalam pun langsung teralihkan.

"Masuk!"

Pintu pun terbuka. Dari pintu itu muncul Sam dengan wajah seperti biasanya. Wajah masam. Wajah yang cukup Paris pahami dengan sangat baik. Wajah yang sedang menyimpan keluhan yang ingin pria itu bagikan padanya.

"Sam."

"Paris. Apa aku mengganggu pembicaraan kalian?"

"Tentu saja. Kau datang di waktu yang tidak tepat. Sebaiknya, kau pergi sekarang juga, Sam."

"Sungguh, kau sahabat yang tidak punya hati, Paris. Aku datang malah langsung kamu usir. Padahal, aku sudah lama tidak berkunjung ke perusahaan mu, bukan?"

"Terserah dirimu saja. Aku lelah menghadapi dirimu, Sam. Punya teman seperti dirimu, aku harus menyiapkan stok kesabaran setinggi gunung."

"Kau pikir aku biang masalah?"

"Ah, pak ... Paris, maaf. Apakah saya boleh keluar sekarang?" Rama yang merasa dirinya tidak lagi dibutuhkan di tempat tersebut, langsung berniat melarikan diri.

"Ya. Kamu boleh pergi."

"Baik, Pak."

Baru juga Rama ingin melangkah, si pemuda malah langsung menahan langkah kakinya itu dengan cepat. "Maaf, pak. Saya lupa menanyakan kegiatan apa yang harus saya siapkan nanti siang. Harus ke mana kita?"

"Siapkan pertemuan dengan klien luar kota saja. Aku akan menunda rencana menjenguk mama Mika di rumah sakit jadi siang besok saja."

"Baik, Pak."

1
Ani Basiati
lanjut thor
Cindy
lanjut kak
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Rani: iya kah? Di karya kakak kah kamu bacanya?
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: Asyiap👍👍👍👍
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!