Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Mencari rumah Kiara
"Kak kita mau ke mana kok malah menuju daerah sini?" Dina menatap sekeliling yang terasa asing untuk dia.
"Arum sepertinya bukan sakit biasa karena terlihat dia di gigit oleh sesuatu yang tak kasat mata." Vera mengatakan terus terang terhadap Dina.
"Jadi Kakak beranggapan bahwa Arum telah memiliki hubungan dengan setan?" Dina agak kaget mendengar ucapan Vera tadi.
Vera tidak bisa untuk menjawab karena dia takut nanti Dina tidak akan percaya dengan apa yang akan dia katakan, kalau sudah berurusan dengan setan seperti ini maka akan sangat sulit sekali untuk mengatakan apa yang telah terjadi dan bagaimana mereka harus percaya bahwa setan itu memang ada.
Kalau menurut Vera sendiri memang sepertinya Arum telah terkena gangguan setan karena tidak mungkin ada seseorang yang masuk ke dalam kamar itu untuk menggigit dia dengan cara seperti ini, bekas gigitan yang ada di pundak Arum juga terlihat begitu berbeda dan mereka tidak bisa menganggap bahwa itu tidak berbahaya.
Sebisa mungkin Vera segera menuju rumah Kiara agar mendapat bantuan dari gadis itu dan Arum bisa selamat, saat ini keadaan Arum sudah terlihat begitu mengerikan sekali karena dia terlihat sangat pucat dengan bibir yang mulai membiru seolah ada sesuatu menghisap energi yang dimiliki oleh gadis kecil ini.
Dina sendiri cukup panik ketika melihat keadaan sang adik semakin parah hanya dalam waktu yang cukup dekat, bila mereka membiarkan begitu saja sampai pagi maka sudah pasti nanti Arum tidak akan bisa selamat karena bekas gigitan itu seolah mengandung racun yang berbahaya sehingga harus secepat mungkin untuk mendapat pengobatan yang tepat.
Untung saja tadi Vera sudah berhasil bertemu dengan Kiara sehingga dia memastikan bisa meminta tolong kepada gadis itu saja, bila dia tidak bertemu dengan Kiara maka pasti saat ini terasa begitu panik dan akan mendatangi rumah sakit untuk meminta bantuan dari dokter yang sedang bertugas di rumah sakit itu.
Padahal dokter yang ada di rumah sakit jelas tidak mungkin mengetahui bahwa keadaan Arum bersangkutan dengan hal gaib, hanya orang yang mengerti tentang hargai saja yang bisa memahami tentang bagaimana setan itu bekerja untuk mencelakai Arum di dalam kamar karena tadi memang harum sedang tertidur pulas namun ada sesuatu yang menyerang dia.
Kalau orang yang tidak melihat secara langsung maka sudah pasti tidak akan percaya tentang apa yang di alami oleh Arum ini, untuk Vera ini dia sudah percaya bahwa ada sesuatu yang tak kasat mata dan kemudian pasti ingin membuat masalah di antara mereka semua karena dia mulai memiliki perasaan bahwa rumah Darto menyimpan sesuatu yang sangat mengerikan sekali.
"Ini bukan sih jalan nya?" Vera bingung juga karena ini sudah malam.
"Kakak mau kemana dulu? kalau mau ke rumah sakit ya bukan ini lah jalan nya!" Dina sudah tidak sabar.
"Mau ke desa pandan Arum, kau tau tidak jalan nya?" Vera menoleh kebelakang untuk menatap Dina.
"Hah!"
Ketika kepala Vera menoleh ke belakang untuk melihat ke arah Dina, dia malah melihat di kursi yang paling belakang sosok wanita berwajah penuh sayatan seperti yang ada di dalam kamar mandi saat itu sehingga sudah pasti Vera menjadi kaget bukan main bercampur dengan rasa takut juga di dalam hati ini.
"Apa sih?!" Dina ikut menoleh karena dia juga merasa kaget dengan reaksi Vera tersebut.
"Astaga kenapa mata ku ini kok selalu melihat gadis itu?" Vera bingung sendiri dan juga ada.
"Eeeghhh sakiiiiit, sakiiiit sekali." Arum masih saja merintih kesakitan.
"Kakak buruan kita ke rumah sakit, ini Arum sudah sangat parah." Dina sangat cemas melihat sang adik.
"Arum bukan sakit biasa dan dokter sudah pasti tidak akan pernah bisa menyembuhkan dia, Kakak tadi sempat bertemu dengan seseorang dan kakak yakin dia bisa menyembuhkan Arum!" jelas Vera masih berusaha menguasai rasa kaget yang ada di dalam hati.
"Siapa yang Kakak temui?" Dina agak merasa heran juga.
"Kiara nama nya, Dia memiliki kepandaian tertentu dan bisa melihat hal ghaib." jelas Vera kembali.
"Kiara! Kakak bertemu dengan gadis angkuh itu?" Dina agak kaget mendengar ucapan Vera barusan.
"Enggak angkuh kok, tadi saja kami ngobrol satu sama lain dan dia selalu menjawab apa yang aku tanyakan." Vera membela Kiara.
Dina menatap Vera dengan serius karena dia agak tidak percaya bahwa Kiara mau bercerita dengan orang baru seperti Vera ini, sebab menurut Dina sendiri bahwa gadis itu sangat angkuh dan tidak akan pernah berbicara dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal.
Kiara dan Dina adalah gadis yang seumuran sehingga bisa dikatakan dia sudah mengenal bagaimana tabiat Kiara selama ini, jadi maka dengan enteng tadi mengatakan bahwa Kiara adalah orang yang angkuh dan tidak akan pernah mau berbicara dengan sembarangan orang yang baru saja dia temui di desa ini.
Namun Vera sendiri justru mengatakan bahwa Kiara tidak angkuh seperti yang Dina katakan tadi, karena Dia sendiri sudah ngobrol secara langsung sehingga bisa mengatakan bahwa Kiara adalah gadis yang ramah dan tidak sungkan untuk membantu dia membongkar masalah yang sedang terjadi di dalam rumah milik keluarga Darto itu.
"Sekarang kau tunjukkan saja jalan menuju rumah Kiara karena aku yakin dia akan mau membantu kita." tegas Vera.
"Bukan gang yang ini, masih jauh lagi di sana." jawab Dina pasrah saja.
"Aduh mutar pula ini, mana gang sempit seperti ini." keluh Vera bingung sendiri.
"Ayo buruan, ini Arum sudah sangat pucat loh." Dina juga ketakutan melihat keadaan sang adik.
"Sabar dulu, aku usahakan secepat nya nanti ketemu sama Kiara." Vera berkata sambil mengemudi.
"Keluarga Kiara itu memang terkenal di desa ini, mereka adalah keluarga yang sangat suka membantu orang lain." jelas Dina.
"Berarti memang dia memiliki kekuatan yang berhubungan dengan setan ya?" tanya Vera kembali.
"Menurut kabar yang beredar memang benar, apa lagi Mbak Purnama itu." angguk Dina.
Greeeeek.
"Kenapa ini, Kak?!" Dina terpekik kaget karena mobil malah mogok.
"Enggak tau ini, astaga ada saja masalah yang datang sih." kesal Vera karena mereka justru terjebak di sini.
"Gila, ini sungguh gila." Dina panik luar biasa.
Namun sebisa mungkin mereka harus tetap tenang agar tidak semakin menambah runyam suasana, sebab keadaan yang seperti ini memang terasa begitu menakutkan untuk mereka yang ada di dalam mobil, terlebih lagi mereka adalah wanita sehingga sudah pasti rasa takut di dalam hati begitu besar dan bingung mau minta tolong kepada siapa.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
ya allah...😂
😍
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍