100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.
Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.
Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!
Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.
Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Fuo Ji VS Dai Huanran
Huang duduk di kursi kebesarannya, dia menatap semua orang yang berkumpul didepannya, Huang sendiri menggunakan sebuah topeng untuk menyembunyikan identitasnya.
Para tetua sudah kembali dan membawa pemimpin dunia untuk melakukan pertemuan. Sedangkan Mu Qingyue tidak ada disana, mungkin dia sedang sibuk dengan hal lain.
Orang-orang banyak berbisik, apakah orang bertopeng itu pemimpin baru Sekte Sang Raja? Secara dia duduk dikursi kebesaran Sekte Sang Raja.
"Setelah seratus ribu tahun akhirnya Sekte Sang Raja mengumumkan untuk turun gunung. Juga mengundang para pemimpin dunia untuk melakukan pertemuan, apakah ini karena Sekte Sang Raja memiliki pemimpin baru?"
Ucap seorang bernama Zhang Qing. Dia adalah Kaisar dari kekaisaran bernama Zhang, sesuai dengan namanya.
Han Li yang berdiri disisi kiri Huang pun menjawab dengan tenang.
"Benar, beliau adalah pemimpin baru Sekte Sang Raja. Kami memanggilnya pemimpin Xu."
"Pemimpin baru? Hahaha... Mungkin sekte Sang Raja sudah kehabisan orang untuk memilih pemimpinnya." Ujar seseorang dengan tawa dan niat yang terlihat jelas.
"Lihat, dari tulangnya aku melihat orang ini masih sangat muda. Bocah ingusan sepertinya pun bisa jadi pemimpin Sekte? Hahaha..."
Rahang Han Li menegang, "Tuan Fuo Ji. Anda...."
Fuo Ji, seorang pemimpin Sekte raksasa dan terkuat dari kekaisaran Zhang pun mengangkat tangannya.
"Ehh...aku lihat kaisar dari kekaisaran Ye belum datang. Sembari menunggu beliau, bagaimana kalau saya dan pemimpin Xu bertukar beberapa jurus?"
Huang masih diam, malas menanggapi. Di matanya Fuo Ji ini tidak lain hanya seekor lalat.
Melihat Huang yang masih diam, Fuo Ji merasa tersinggung. Orang ini mengabaikannya, tapi dia terus memancing.
"Kalau pemimpin Xu merasa ragu, saya akan menurunkan ranah saya agar pertandingan adil."
Huang masih diam, bahkan menguap merasa ngantuk.
"Ayolah pemimpin Xu, saya hanya ingin tahu bagaimana kekuatan anda. Sebagai pemimpin Sekte yang pernah berdiri dimasa jayanya, kekuatan anda tidak mungkin lemah kan?"
"Grooo..."
Dengkuran keras terdengar. Huang bahkan tertidur, membuat Han Li ingin tertawa terbahak-bahak tetapi ia menahannya. Melihat itu, Fuo Ji tidak tahan lagi dan mulai marah.
"Pemimpin Xu! Berani sekali anda mengabaikanku! Anda sama sekali tidak punya sopan santun, bahkan saya mulai ragu bagaimana jadinya Sekte Sang Raja jika dipimpin oleh anda!"
Fuo Ji tahu, Huang pasti akan mengabaikannya lagi, jadi dia pun berbalik dan berkata pada semua orang.
"Semuanya, kalian sudah lihat bagaimana pemimpin Xu ini. Saya mulai ragu dengan pertemuan ini. Katanya Sekte Sang Raja akan turun gunung, tapi lihatlah. Saya hanya ingin mengetes sedikit kekuatannya tapi dia sengaja mengabaikan dan bahkan tidur!"
Orang-orang mulai terpancing, bisik-bisik orang yang ragu mulai terdengar. Seorang pria tua berjubah putih ikut berdiri. Fuo Ji tersenyum melihat ini.
"Mari lihat bagaimana kau akan menangani situasi ini?" Pikir Fuo Ji.
"Mungkin dia pikir Sekte Sang Raja masih berdiri diatas! Jadi dia pikir Sekte Sang Raja masihlah pemimpin dunia ini, padahal sebaliknya mereka hanya sekumpulan pengkhianat yang tidak peduli dengan dunia, juga mereka tidak sadar bahwa didunia ini Sekte Sang Raja adalah yang terlemah!"
Setelah kata-kata pria tua itu jatuh, Huang membuka matanya dan...
Boomm!!
Tekanan yang begitu kuat hingga membuat tempat mereka bergetar, memaksa semua orang untuk berlutut. Tidak ada seorang pun yang bisa berdiri sekarang, bahkan bergerak sedikitpun tidak bisa. Kini semua orang hanya bisa menatap terkejut sekaligus takut pada Huang.
Huang berdiri, lalu berjalan menuruni tangga kebesarannya dengan perlahan.
"Semut! Beraninya kau berteriak padaku!" Katanya dengan angkuh.
"Kau ingin bertukar beberapa jurus? Apakah dengan ranah inti jiwa bintang delapan milikmu itu pantas?" Kata Huang lagi sambil menatap tajam Fuo Ji yang sudah muntah darah.
Fuo Ji pun semakin terkejut, anak muda dihadapannya bisa melihat ranahnya? Padahal dia sudah berusaha menyembunyikannya sedalam mungkin! Membuat orang-orang bertanya-tanya, jadi selama ini Fuo Ji menyembunyikan ranahnya? Secara dia juga lebih kuat dari Han Li!
"Tapi baiklah, aku akan memberimu sebuah kesempatan." Huang menggerakkan tangannya, sebuah portal terbuka dihadapan semua orang, dari dalamnya keluar seorang pemuda yang menggenggam tombak dengan perlahan.
"Hamba menunggu perintah yang mulia!" Ucap pemuda itu.
Semua orang otaknya sedang eror sekarang, berusaha memproses kejadian barusan, 'Pemimpin Xu membuka portal dan mengeluarkan seseorang!' Pikir mereka.
"Jika kau bisa mengalahkannya, aku akan meladenimu." Kata Huang dan menarik tekanannya.
Orang-orang kembali bernafas lega, tapi tidak dengan hatinya yang merasa takut dan takjub. Sementara Fuo Ji masih belum menerima kejadian barusan.
"Aku harap kau akan menepati kata-katamu!"
Huang hanya tersenyum sinis, "Berikan aku pertunjukan yang menyenangkan Dai Huanran."
"Baik yang mulia!"
Dai Huanran mengangguk patuh, dia mulai berjalan keluar ruangan dan naik keatas arena pertarungan Sekte Sang Raja. Fuo Ji pun mengikuti dengan perasaan marah dan malu.
Huang ikut keluar, dia mengibaskan tangannya dan sebuah kursi mewah muncul seketika, Huang duduk diatasnya dan menatap kearah arena dibawahnya.
"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan hingga membuat yang mulia merasa tersinggung." Ucap Dai Huanran basa-basi.
"Apapun itu, setelah mengalahkanmu aku juga akan mengalahkan pemimpin Xu-mu itu!" Fuo Ji terlihat penuh dendam.
Dai Huanran menggeleng, "Sebagai sesama praktisi diranah inti jiwa bintang delapan, aku harap kau tidak mengecewakanku."
Ucapannya barusan membuat orang-orang kembali terkejut, Dai Huanran ini masih sangat muda, terlihat berusia 15 tahun tapi sudah menyentuh ranah inti jiwa bintang delapan! Sepertinya pemimpin baru Sekte Sang Raja ini bukan orang biasa, mereka berpikir tidak akan melakukan sesuatu yang menyinggung pemimpin Xu ini.
Dai Huanran mengacungkan tombaknya, "Majulah."
Fuo Ji membentuk kuda-kuda, "Tinju peremuk!"
Fuo Ji bergerak cepat, kekuatan di tinju kanannya terkumpul lalu dilepaskan kearah Dai Huanran.
BAAMM!!
Dai Huanran menahan serangan itu dengan mudah. "Jurusmu ini terlalu lemah, keluarkan yang lebih kuat!"
Merasa terhina, Fuo Ji pun kembali menyerang, kali ini lebih kuat dari sebelumnya.
"Tinju penghancur gunung!"
Dai Huanran menangkis serangan itu dengan mudah menggunakan tombaknya, seolah-olah serangan barusan hanyalah sehelai daun yang menganggu pandangannya.
"Masih lemah, keluarkan lagi yang lebih kuat!"
Fuo Ji semakin marah, dia kembali menyerang dengan jurus-jurusnya. Sementara Dai Huanran hanya menangkis dan sesekali menghindar.
Sepuluh menit kemudian, Dai Huanran masih diam ditempatnya, sedangkan Fuo Ji sudah terengah-engah dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Kau terlihat letih.." Ejeknya.
"Bayangan kaisar!" Fuo Ji mengeluarkan tehnik terkuatnya, sebuah tubuh spiritual raksasa muncul dibelakangnya, Fuo Ji melompat dan masuk kedalam dada bayangan kaisar.
Dai Huanran tersenyum sedikit, "Begini baru benar!"
Dai Huanran kemudian melompat tinggi, kali ini ia mulai menyerang terlebih dahulu. Bayangan kaisar raksasa dihadapannya membuat darah petarungnya mulai mendidih.
......