NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: tamat
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:234.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11.

David menghambur ke arah Cindy, dan memeluk Cindy untuk menenangkan rasa kecewa Cindy padanya.

"Jangan salah paham, aku hanya merasa kesal saja padanya, karena aku belum puas untuk membuatnya menderita!"

Cindy tersenyum senang mendengar nada benci David terhadap Lara.

Karena ia juga mengharapkan apa yang dialami Lara, sama seperti apa yang dikatakan David.

Melihat Lara menderita, dan tidak seorang pun perhatian padanya, rasanya sangat menyenangkan sekali sampai ke dasar hati.

Ia ingin semua keberuntungan ada di pihaknya, dan juga milik Lara menjadi miliknya.

Karena ia merasa yang lebih cantik dari Lara, dan yang paling pintar menyikapi sesuatu menjadi berpihak padanya.

"Aku pikir kamu jatuh cinta padanya, membuat hatinya sangat sedih!"

Cindy membuat nada suaranya terdengar begitu rapuh, dan terasa seperti tertekan dengan kehadiran Lara selama ini diantara mereka.

"Cindy, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai!" David semakin erat memeluk Cindy, "Dia sudah berulang kali mencoba merayu ku dengan tubuhnya, sedikitpun aku tidak pernah meliriknya!"

Geraham Cindy mengetat mendengar apa yang dikatakan David.

Tidak ia sangka, Lara begitu berani merayu David untuk mendapatkan David seutuhnya.

Untung saja David sedikit pun tidak pernah menyentuh Lara, kalau tidak! Lara pasti akan selalu menggangu David dengan alasan mengandung anak David.

"Aku senang mendengarnya, aku pikir kalian sudah pernah tidur bersama!"

David melepaskan pelukannya dengan cepat mendengar apa yang dikatakan Cindy, "Aku tidak bohong! aku tidak pernah tertarik tidur dengannya! selama kami tinggal satu atap, kami tidur dalam kamar terpisah!"

Cindy tersenyum mendengar nada panik David, yang membuat ia merasa sangat gembira sekali.

Huh! Lara, bagaimana rasanya diabaikan selama sepuluh tahun? hi hi hi.. kasihan sekali hidupmu! bisik hati Cindy tersenyum senang.

"Oh, aku senang mendengarnya, rasanya hatiku jadi tenang mengetahui kamu tidak pernah menyentuhnya!"

Cindy merebahkan wajahnya ke dada David, dengan nada suara yang terdengar lembut dan manja.

"Huh! melihat perempuan seperti dia, aku merasa sangat jijik! dia tidak layak mendapatkan perhatian, ataupun cintaku!"

Cindy nyaris bertepuk tangan mendengar nada benci David, yang membuat ia semakin bahagia memikirkan penderitaan Lara selama sepuluh tahun ini.

Ha ha ha! Cindy tertawa di dalam hati.

Ia benar-benar sangat bahagia sekali.

David ternyata sebegitu cintanya padanya, karena masalah pertolongan di kolam renang.

"Kalau begitu, untuk apa lagi kita berada di kamar ini, Ayo turun untuk makan malam!"

Cindy merangkul lengan David dengan manja, dan membawa David keluar dari dalam kamar Lara.

David melihat kembali ke dalam kamar Lara, saat ia keluar meninggalkan kamar tersebut.

Ia merasa ada sesuatu yang tidak nyaman dalam hatinya melihat kamar itu sudah kosong.

David mengedipkan matanya begitu pintu kamar tertutup.

Cindy lah wanita yang ia cintai bukan Lara!

Sementara itu di sebuah galeri lukisan.

Lara tidak menyangka, setelah sepuluh tahun tidak pernah melihat Olivia melukis, sahabatnya itu semakin mahir melukis.

Lukisan yang sangat indah, dan terlihat elegan.

"Olivia, tanganmu semakin mahir melukis setelah sekian tahun kita tidak pernah bertemu, aku sangat menyukai lukisan mu!"

Lara mengungkapkan rasa takjubnya dengan hasil karya Olivia yang fantastis.

Mereka berdua sedang menikmati secangkir teh hangat, di sebuah kafe bersama dengan camilan dessert, setelah Olivia selesai menggelar pameran lukisannya.

"Tentu saja, kamu tahu kan seperti apa aku orangnya? tidak akan berhenti berusaha sampai apa yang kuinginkan tercapai!" jawab Olivia tersenyum bangga mendengar pujian Lara.

"Oh, iya! bagaimana dengan hubungan mu dengan keluarga mu?" tanya Olivia teringat akan permasalahan Lara dengan Ibu tiri Lara.

Lara mengeluarkan secarik berkas dari dalam tas tangannya, "Aku sudah mengurus surat pemutus hubungan Ayah dan putri dengan si Darius itu!" jawab Lara sembari tersenyum puas.

Mendengar Lara mengucapkan nama Ayahnya dengan nada yang santai, Olivia pun tertawa.

"Ha ha ha.. akhirnya kamu pun sadar untuk menyingkirkan Ayah yang bias itu, sampai kamu dewasa tidak pernah sedikit pun ia dengarkan setiap perkataan mu!"

"Ya, aku sudah lelah! sekarang aku ingin hidup untuk diriku sendiri!"

"Benar! masa bodoh mengharapkan kasih sayang dari Ayah yang bias itu! biar dia bersama dengan istri dan putrinya yang licik itu! kalau dia tahu kebusukan istri, yang ia pikir sangat mencintainya itu, kamu jangan pernah tunjukkan rada pedulimu padanya! biarkan dia rasakan bagaimana dikhianati orang yang paling dia sayangi itu!!"

Olivia dengan nada berapi-api mengutarakan rasa tidak senangnya, dengan sikap Ayah Lara yang pilih kasih.

"Tentu saja! aku sudah tidak punya rasa peduli lagi dengan orang tua itu, sampai kapan pun!" kata Lara dengan tegas.

Olivia menganggukkan kepalanya setuju dengan jawaban Lara, "Ya, benar! sampai kapan pun!!"

Mobil Olivia berhenti di depan gedung apartemen Lara, "Sejak kapan kamu membeli apartemen di sini? bukankah ini apartemen sederhana!"

Olivia mengamati gedung apartemen tempat tinggal Lara.

"Ya, aku sengaja memilih tempat ini, agar tidak menarik perhatian!"

"Oh!"

"Apakah kamu mau mampir sebentar?"

"Bagaimana, kalau besok aku mampir? malam ini keluarga ku ada acara!"

"Oh, baiklah! terimakasih sudah mengundang ku melihat lukisan mu!"

"Ya, sama-sama! sampai jumpa besok, bye!"

Lara memandang mobil Olivia yang meluncur meninggalkannya.

Dengan langkah santai Lara menaiki anak tangga apartemen, dan langkahnya seketika terhenti melihat seseorang duduk di depan pintu apartemennya.

Mata Lara tajam memandang pria muda, yang baru ia kenal sebagai tetangga barunya bernama Stefan Alden.

Stefan tampak terduduk di lantai dengan posisi tidak benar.

Kepala terkulai menunduk, dengan punggung bersandar pada pintu apartemennya.

Dengan langkah pelan Lara mendekati pria muda itu.

Keningnya berkerut bingung, merasa heran melihat tetangga barunya itu, kenapa duduk di depan pintu apartemennya.

"Halo!" sapa Lara sedikit ragu melihat Stefan sepertinya tertidur.

Kenapa dia tidur di sini? seharusnya dia tidur di apartemennya! bisik hati Lara semakin bingung.

Sapaan Lara tidak mendapat tanggapan, membuatnya semakin dekat pada pria muda itu.

"Halo, kena.. Hah?!!"

Lara terkejut melihat tubuh Stefan merosot kesamping, dan nyaris jatuh ke lantai, kalau tangannya tidak cepat menangkap kepala Stefan.

Mata Lara membulat melihat noda darah di pelipis Stefan.

Ia pun seketika merasa panik melihat noda darah itu, yang sepertinya Stefan mengalami sesuatu sehingga ia terluka.

Ternyata Stefan bukan tertidur, tapi pingsan karena terluka.

Dengan sedikit nada yang canggung, Lara pun memanggil nama Stefan untuk membuat anak muda itu sadar dari pingsannya.

"Ste.. Stefan! Stefan!!" panggilnya mengguncang bahu pria muda itu.

Sedikit pun Stefan tetap tidak meresponnya, membuatnya menjadi semakin panik.

Bersambung........

1
Erni Erni
david begonya ,perasaan yg tulus gak kan cepat berubah david loe aja yg sadarnya telat bgt ,dah berkali2 bikin kecewa hati org ,nyia2in yg tulus demi yg berakal bulus ckckck

mau kasian tp itu hasil dari ulahmu sendiri david
Siska Sutartini
eh Darius goblok, pelihara trus duo ular diumahmu, lama2 bakal. gigit sampe. lo mati
Siska Sutartini
ah si lara ini apa gak. punya kluarga lain yg jd pendukungnya, nenek kakek bibi atau paman yg tau seluk beluk duo wanita ular yg dipiara ayahnya. gak ada pinternya si lara ihh sebel
Alvia Vi
kelara lara aku baca nyaa
Maria Christanti
trima kasih Thor ceritanya bagus. Ditunggu karya2 selanjutnya.👍💪
nuraeinieni
keren thor,,,,happy ending,,,ceritanya bagus
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk crita ny, sehat slalu y, GBU ❤️🤗😘
Rita Juwita
luar biasa kereenn thor.. /Good//Good/
Rahmat
percaya diri skali kamu david kamu bener"gak tertolong lg dasar bego
Rahmat
Hahaha tersenyum lah mpai bangrut
Lia siti marlia
makasih thorr😍😍😍
nuraeinieni
happy ending,,,,,sukses selalu thor,di tunggu karya barunya.
aliifa afida
luar biasa...
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Darius, jalani saja konsekuensinya, karena kamu lebih percaya dengan duo pelacur murahan itu, daripada putri kandung kamu sendiri 🤣🤣
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk Karya ny ❤️🤗😘
차니 Chani🇰🇷: Halo semua, aku penulis Chani masih sangat pemula di Noveltoon. Aku penyuka kisah negeri ginseng dan selama ini menekuni budaya Korsel. Novel pertamaku berjudul Chef Do, tentang selebriti chef berbakat yang bertemu dengan seorang gadis amnesia. Bermula dari simpati muncul bibit cinta, misteri, dsb. Yuk coba intip kisah mereka~ Selain itu, aku juga menyelipkan pengetahuan memasak ala Korsel yang aku pelajari dengan giat lho~ Semangat utk para penulis & salam utk para pembaca yg budiman 💜😊
total 1 replies
nuraeinieni
bumil agresif,memanjakan suami berondongnya.
vania larasati
lanjut
nuraeinieni
wah si berondong lagi melakukan ritual jenguk baby.
Lia siti marlia
weleh weleh setelah sekian banyaknya racun racun yang lewat di lanjut dengan malam menjenguk bayi nihhh🤭🤭🤭
nuraeinieni
ya ampun ini belinda dan raihana sifat nya sama,iri dgn kehidupan lara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!