NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Ujian Sang Ratu Mafia

Begitu mereka menginjakkan kaki di aula utama istana, pemandangan yang menyambut bukanlah pesta meriah dengan balon atau kue, melainkan barisan pria-pria tua berpakaian setelan hitam kaku dengan wajah yang lebih dingin dari bongkahan es. Mereka duduk melingkar di meja bundar raksasa.

Evander D’Arcy berdiri di tengah-tengah mereka, wajahnya tampak sangat serius.

"Ah, kalian sudah datang. Pasangan teladan kita yang baru saja selesai 'PKL' di kebun," ujar Evander dengan nada yang tidak bisa ditebak.

"Kek, ada apa ini? Kenapa para Tetua Klan berkumpul di sini?" tanya Kieran, suaranya langsung berubah rendah dan protektif, ia menarik Velin sedikit ke belakang punggungnya.

Salah satu tetua yang paling tua, yang dikenal sebagai Tuan Gardo, mengetukkan tongkatnya ke lantai. "Kieran, kau sudah menikahi wanita ini tanpa persetujuan Dewan Tetua. Kami mendengar dia hanya wanita biasa dari latar belakang yang... meragukan."

Velin menelan ludah. "Waduh, ini genre drama 'Menantu yang Dibuang' dimulai lagi?" batinnya waspada.

"Dia bukan wanita biasa. Dia adalah pemegang Cincin Darah," tegas Kieran.

"Justru karena itu!" sahut Tuan Gardo. "Cincin itu adalah jantung D'Arcy. Kami tidak bisa membiarkan seorang wanita yang bahkan mungkin tidak tahu cara membedakan racun dan anggur untuk memegang simbol kekuasaan kami. Aveline harus mengikuti Ujian Kelayakan Nyonya D’Arcy."

Velin melongo. "Ujian? Ada ujian tertulisnya juga, Kek? Pake pensil 2B nggak?"

Bibi Amora yang duduk di sudut ruangan sambil mengikir kuku tertawa kecil. "Sayangnya tidak, Velin sayang. Ini lebih ke... ujian nyali dan kecerdasan."

Kieran menggebrak meja. "Aku menolak! Velin tidak perlu membuktikan apa pun pada kalian!"

"Kieran," potong Evander tenang. "Jika dia tidak melewati ujian ini, Dewan Tetua berhak membekukan otoritasmu sebagai pewaris. Ini demi kebaikanmu juga."

Velin menatap Kieran yang rahangnya sudah mengeras, lalu ia menatap para tetua itu. Jiwa "mantan budak korporat" Velin yang sering menghadapi audit kantor tiba-tiba bangkit.

"Oke! Aku terima ujiannya!" seru Velin berani. "Apa ujiannya? Suruh aku hitung aset D'Arcy sampai ke recehannya? Atau suruh aku bikin laporan keuangan yang bisa bikin kalian pusing?"

Tuan Gardo tersenyum tipis, sebuah senyuman yang meremehkan. "Ujian pertama: Perjamuan Maut. Di depanmu ada sepuluh gelas anggur. Sembilan di antaranya mengandung zat yang bisa membuatmu tidur selama seminggu, dan hanya satu yang murni. Jika kau salah pilih, kau akan dianggap tidak layak menjaga Kieran di meja perundingan."

Kieran hendak maju untuk menggulingkan meja itu, tapi Velin menahan lengannya. "Tenang, Tuan Mafia. Biar aku yang urus."

Velin berjalan menuju meja yang berisi sepuluh gelas anggur. Ia menatap gelas-gelas itu satu per satu. Para tetua menahan napas, Kieran menatap dengan cemas, dan Evander mengamati dengan mata tajam.

Velin tidak mencium aromanya, ia tidak memutar gelasnya. Ia justru mengambil sebuah botol air mineral yang ada di meja pengawal di dekat sana, lalu menuangkan air mineral itu ke sebuah gelas kosong miliknya sendiri.

"Aku pilih ini," ujar Velin santai sambil meminum air mineral itu sampai habis.

Tuan Gardo mengernyit. "Apa yang kau lakukan? Kau harus memilih dari sepuluh gelas itu!"

"Tuan Gardo yang terhormat," Velin meletakkan gelasnya dengan bunyi thud yang mantap. "Seorang Nyonya Mafia yang cerdas tidak akan membiarkan musuh menentukan apa yang harus dia minum. Jika aku tahu ada risiko di semua gelas itu, kenapa aku harus bertaruh nyawa? Peraturanmu bilang aku harus memilih anggur yang murni, tapi kenyataannya, di meja penuh musuh, tidak ada yang lebih murni daripada air yang aku bawa sendiri."

Hening.

Lalu tiba-tiba, Evander tertawa terbahak-bahak sampai menepuk-nepuk pahanya. "LIHAT ITU! Itulah menantuku! Dia tidak mengikuti aturanmu, Gardo, dia membuat aturannya sendiri!"

Bibi Amora bersorak, "Skakmat! Logika budak korporat memang paling top!"

Tuan Gardo tampak kesal namun tidak bisa membantah. "Baiklah... itu kecerdikan. Tapi ujian kedua adalah tentang kesetiaan. Bagaimana jika Kieran dalam bahaya dan kau harus memilih antara nyawamu atau nyawanya?"

"Pertanyaan basi," sahut Velin sambil menggandeng lengan Kieran. "Kalau dia mati, siapa yang bakal bayar pesangon seratus miliarku? Jadi, aku akan pastikan dia tetap hidup meski aku harus melemparkan sepatu high heels-ku ke mata musuh!"

Kieran menatap Velin dengan tatapan yang begitu bangga dan penuh cinta. Ia menarik pinggang Velin dan mencium keningnya di depan para tetua. "Dia sudah lulus, Gardo. Dan jika kalian masih berani mempertanyakannya, kalian akan berhadapan denganku langsung."

Para tetua akhirnya menunduk, mengakui bahwa Velin—dengan segala kekonyolannya—memiliki mentalitas yang dibutuhkan untuk mendampingi seorang Naga D'Arcy.

"Lulus!" seru Evander. "Sekarang, karena ujian sudah selesai, mari kita makan malam beneran! Velin, Kakek sudah siapkan koki dari Italia, tidak ada telur dadar hari ini!"

Velin berbisik pada Kieran saat mereka berjalan menuju ruang makan. "Tuan Kieran, tadi aku keren banget kan? Boleh nambah bonus nggak?"

Kieran menyeringai, membisikkan sesuatu di telinga Velin yang membuat wajahnya merah padam. "Bonusmu adalah... aku tidak akan membiarkanmu keluar kamar besok pagi sebagai hadiah atas keberanianmu."

Velin mencubit pinggang Kieran. "Dasar Mafia mesum!"

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!