Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Berbaret
...~ Setiap detik sangatlah berharga karena waktu mengetahui banyak hal, termasuk rahasia hati ~...
Happy Reading !!!
Hari demi hari telah terlewati, semenjak saat itu ia berusaha keras menjauhi pria yang ia sukai. Mencoba menata hati kembali, untuk seseorang yang mungkin akan datang nanti.
Dia adalah gadis cantik berpendidikan, ia juga terlahir dari keluarga yang bercukupan. Tak akan sulit untuknya mencari pengganti, namun hanya saja hatinya belum siap untuk mengisi kembali.
Seperti hari ini, ia bertemu dengan seorang pria berseragam loreng, mengenakan baret dengan tubuh yang sixpack. Pria itu berusaha mendekatinya dengan berbagai cara namun sayang gadis yang ia sukai tidak menyukai dirinya.
“Hay.” Seorang pria tiba-tiba saja berdiri dihadapan Zizi saat di restoran. Saat itu ia sedang asik mempelajari tentang buku kedokteran yang menjelaskan tentang obgyn. Bagi Zizi membaca adalah hal yang perlu dilakukan, karena hanya dengan membaca kita bisa mengetahui tentang segalanya yang ada didunia,
Gadis itu mendongak menatap siapa yang tengah menyapanya. Dahinya berkerut karena merasa heran dengan siapa yang ada dihadapannya saat ini.
“Apa aku mengenalnya ?” batin gadis itu. Tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja, sebuah senyuman pun akhirnya ia berikan sebagai bentuk dari kesopanannya. Ia hanya tidak mau dicap sebagai wanita sombong.
“Hay,” balas Zizi dengan ramah.
“Apa aku boleh duduk disini ?.”
Zizi terdiam sejenak sebelum menjawab “Silakan.”
Pria berbaret itu langsung mendudukan tubuhnya dihadapan Zizi. Ia mencoba mendekatkan diri dengan mengajak gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu mengobrol. Awalnya Zizi merasa agak aneh namun ternyata lama kelamaan mereka menjadi akrab.
“Apa nona seorang dokter ?” Tanya pria itu.
“Iya… Aku seorang dokter kandungan,” jawab Zizi apa adanya.
Pria itu menganggukan kepalanya. “Nona kerja dimana sekarang ?” Tanya nya lagi.
“Aku bekerja di salah satu rumah sakit besar disekitar sini. Lebih tepatnya aku bekerja di Medikal MR Hospital,” jawab Zizi. “Ahm maaf sebelumnya, aku merasa agak risih dengan panggilan nona, jadi bisa panggil aku dengan nama saja ?” Sebenarnya ia merasa agak risih dengan panggilan nona yang selalu disebutkan oleh pria berbaret itu.
“Oh maaf membuat mu tidak nyaman. Tapi boleh kah aku tau siapa nama mu ? Karena kita dari tadi tidak berkenalan!” Seru pria itu mengulurkan tangannya dengan maksud hendak berkenalan.
Zizi tersenyum. Tentu saja ia tidak akan keberatan berkenalan dengan pria yang ada dihadapannya saat ini. “Tentu saja boleh. Nama ku Azizah, tapi kamu bisa panggil aku dokter Zizi,” ucapnya sembari tertawa.
Pria itu tertegun “Baiklah dokter Zizi. Nama ku adalah Alvaro. Tapi ngomong-ngomong kita seperti seorang dokter dan pasiennya dengan panggilan itu,” seru pria berbaret itu lagi.
Zizi tertawa mendengar penuturan Alvaro. Ia tidak menyangka bahwa ucapanya tadi dianggap serius oleh laki-laki itu. Padahal ia mengatakan itu hanya bermaksud untuk bercanda saja.
“Hhaha… Ternyata kamu orang nya terlalu serius Al, padahal tadi aku hanya bercanda memintamu memanggilku dokter.” Alvaro terpesona dengan kecantikan Zizi yang semakin terlihat saat ia tertawa.
“Panggil saja aku Zizi tanpa embel-embel dokter didepannya,” sambung Zizi setelah menghentikan tawanya.
“Kamu terlihat sangat cantik saat sedang tertawa.” Jujur Alvaro yang membuat Zizi terdiam.
“Mmm… Oh iya Al, aku lupa kalau aku ada janji dengan pasien sekarang, jadi aku permisi dulu.” pamit Zizi pada Alvaro.
“Baiklah… Tapi apa aku boleh meminta nomor Hp mu ?” Tanya Alvaro memberanikan diri.
Zizi yang baru saja ingin melangkah pergi pun menghentikan langkahnya. Ia berfikir sejenak, apakah ia harus memberikan nomor Hp nya atau tidak pada pria yang baru saja ia kenal. Tapi juga tidak ada salah nya memberikan nomor Hp, hitung-hitung menambah kenalan.
“Baiklah, kemarikan Handphone mu.” Alvaro langsung memberikan Hp-nya pada Zizi lalu gadis itu langsung menuliskan nomor Hpnya. “Sudah aku simpan di Hp mu. Kalau begitu sampai ketemu lagi lain kal,” ujar Zizi yang langsung meninggalkan pria itu.
Pertemuannya dengan Alvaro hari ini tidak dianggapnya serius. Ia hanya menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Dan jika nanti mereka bertemu kembali maka Zizi akan menganggap pria berbaret itu sebagai temannya. Iya, hanya sebagai teman dan tidak akan lebih.
Mungkin jika ia seperti kebanyakan wanita, ia akan langsung jatuh cinta dengan laki-laki berbaret itu. Namun sayang, ia adalah wanita yang berbeda. Gadis itu tidak memandang orang dari pangkat dan seragam yang ia kenakan, tapi dari hati dan kenyamanan saat bersama.
***
Zizi saat ini telah sampai dirumah sakit, berjalan menelusuri koridor dengan terburu-buru. Ia sudah sangat terlambat karena tadi dijalan ia harus dihadapkan dengan kemacetan yang cukup parah. Dan sudah pasti pasien istimewanya itu akan mengomelinya habis-habisan karena telah membuatnya menunggu terlalu lama.
Nana. Dia adalah pasien istimewa nya Zizi dan hanya dia yang berani mengomeli dokter cantik itu. Hari ini adalah waktu pemeriksaan kehamilan sahabatnya itu.
“Kenapa lama sekali ? lo dari mana aja ?.” Baru saja Zizi sampai dan ia langsung kena omel oleh ibu hamil itu.
“Maaf, gue tadi habis kejebak macet yang parah banget, makanya gue telat,” jawab Zizi merasa bersalah.
“Sayang kenapa kamu malah mengomeli Zizi ? itu bukan maunya dia untuk terjebak macet.” Tegur Zayyan pada istrinya. “Maafkan Nana, Zi,” ucap Zayyan merasa tidak enak karena istrinya mengomeli Zizi habis-habisan.
“Tidak apa-apa kak… Wanita hamil ini memang kadang menyebalkan, tapi aku tidak memasukan omongannya kedalam hati.” Jawab Zizi dengan sedikit menyindir.
“Apa lo bi-“
“Sudah jangan bicara lagi ibu hamil cerewet. Ayo sekarang masuk lah kedalam.” Zizi memotong ucapan Nana dan langsung mengajaknya masuk kedalam ruangan.
Nana mendengus kesal sembari mengikuti langkah Zizi memasuki ruangan kerjanya. Zayyan juga ikut masuk kedalam ruangan Zizi saat ini.
Sesampainya diruangan Zizi langsung meminta Nana berbaring diatas tempat tidur pasien. Ia mengolesi perut nana dengan jelly untuk menghilangkan lapisan udara diatas kulit perut yang dapat memantulkan kembali gelombang suara dari transduser. Kemudian, alat USG digerak-gerakkan diatas perut Nana.
Zayyan seperti tidak sabar untuk melihat perkembangan anak yang ada didalam rahim istrinya itu.
"Anak kalian tumbuh dengan baik didalam sana, dan sejauh ini tidak ada masalah apapun. Detak jantungnya juga normal." Ucap Zizi menjelaskan perkembangan bayi yang ada diperut sahabatnya itu.
"Apa kalian tidak berniat untuk melihat jenis kelamin nya ?" Tanya Zizi.
Nana dan Zayyan kompak menggelengkan kepalanya. Mereka telah sepakat untuk tidak mengecek jenis kelamin anak mereka. Bagi mereka laki-laki ataupun perempuan sama saja, mereka akan tetap menyayanginya ketika lahir.
"Tidak, biarkan saja ia menjadi kejutan saat lahir nanti," jawab Nana.
"Iya... Apapun jenis kelaminnya, dia tetap anak kami dan kami akan menyayanginya." Timpal Zayyan.
Zizi tersenyum melihat pasangan itu. Ia sangat bahagia karena laki-laki yang berada didepannya saat ini telah bisa menerima sahabat dan anaknya. Bahkan Zayyan saat ini terlihat begitu mencintai Nana.
"Semoga kelak aku akan menemukan laki-laki yang mencintai ku dan aku juga mencintainya." Batin Zizi.
Hallo Readers !!!
Ketemu lagi di kisah perjalanan cintanya dokter Zizi. Jangan lupa untuk dukung author dengan cara Vote, Like dan Koment ya. Terima kasih
With Love,
Author
27.10.2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu