Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.
8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.
Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"
Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Hans Anderson
Perjalan Amerika menuju Jakarta betul-betul membuat separuh badan saya terasa mati rasa. Menahan ngantuk dan pusing di kepala harus saya lakukan demi pulang ke negeri dimana ibu saya di lahirkan itu.Indonesia. Saya berjalan masuk ke dalam rumah setelah saya melemparkan kunci mobil pada bagyo,supir pribadi keluarga saya. Saya menyapukan pandangan menatap kondisi rumah yang selalu sepi setiap harinya.
Saya rasanya ingin tertawa tapi bukan karena saya bahagia, tapi lebih kepada menertawakan diri saya yang selalu hidup dalam kepura-puraan. Belum lama ini saya melakukam interview bersama sebuah majalah. Mereka meminta saya menceritakan bagaimana kehidupan keluarga kami sehari-hari. Dan dengan lancarnya saya bercerita kami selalu piknik di akhir pekan, menonton film bersama, dan terkadang memasak makan malam bersama karena istri saya yang jago masak.
Saya sempat berfikir ternyata saya ada bakat juga untuk jadi seorang pengarang atau mungkin pembuat novel roman. Buktinya dengan lancar saya menceritakan sesuatu yang hanya ada di imajinasi saya saja.
Kenyataannya ? Haha kalian tau .. Bahkan untuk makan bersama saja, kami tidak pernah melakukan itu sejak kami menikah. Aurora lebih memilih makan di kamarnya dari pada harus bertemu saya.
Satu-satu nya kegiatan yang kami ( aurora,saya dan justin ) lakukan bersama yaitu saat justin masuk rumah sakit karena alergi kepiting. Miris bukan ?
" justin sudah tidur mbok ? "
Seorang wanita bernama nancy menghampiri saya sambil membawa secangkir kopi hitam.
"loh tuan justin pergi bersama nyonya aurora ke bali tuan "
"apa ?!"
Tanpa sadar saya memukul permukaan meja makan sampai menimbulkan suara yang cukup keras. Wanita bernama nancy sampai memundurkan badannya, saya rasa dia terkejut dan sedikit ketakutan.
"wanita brengsek, berani dia bawa justin pergi di saat saya tidak berada di rumah "
Saya langsung berteriak memanggil bagyo, rupanya wanita itu sudah mulai berani menjadikan justin sekutu dalam melawan saya. Kita lihat saja aurora apakah setelah ini kamu masih bisa tertawa pada lelaki murahan itu.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~🐯🐯\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Gavin Christopher
Pagi itu gue sengaja datang lebih pagi ke sekolah, jujur saja gue adalah orang yang paling sering terlambat datang ke sekolah. Waktu yang gue tempuh dari rumah ke sekolah sebenarnya hanya 30 menit. Tapi gue selalu bangun kesiangan dan berakhir dengan mencicipi semua hukuman di SMA Garuda.
Kadang gue berfikir gue ini termasuk kategori orang yang kurang bersyukur memang. Setiap hari gue berangkat sekolah naik turun mobil, uang saku hm mending gak usah di sebut deh nanti gue di kira sombong. Masalah kepintaran ? Gue rasa predikat siswa terbaik di SMA Garuda cukup membuktikan seberapa bagus dan cemerlangnya otak gue.
Tapi untuk hanya urusan pergi ke sekokah saja, gue males super duper males. Setiap gue bangun pagi kemudian gue ingat kalau gue harus pergi ke tempat itu, hah.. Gue rasanya mau membenamkan diri ke dalam selimut lagi kemudian melanjutkan mimpi gue yang lebih indah dari pada kenyataan.
Oke sekarang kita bahas alasan kenapa hari ini gue bangun lebih pagi dan cepat-cepat pergi ke sekolah. Hari ini tanggal 3 july , hari dimana gue dilahirkan. Dan hari yang paling gue benci sebenarnya.
Mungkin orang lain bahagia dengan hari kelahiran nya, tapi gue rasa cuma gue satu-satu nya orang yang berharap gak lahir ke dunia ini. Kalian tau apa perasaan gue setiap tahunnya, gue merasa kelahiran gue hanya sebuah syarat agar bokap gue memiliki penerus di keluarga nya dia. Tapi apa pernah mereka ingat hari ini ? Gue rasa nggak.
Bokap dan nyokap gue pasti sedang berada di Singapore sekarang. Merayakan ulang tahun salah satu cabang perusahaan kami di sana. Rasanya miris, gue yang anak kandung mereka jauh lebih gak penting dari pada 1000 karyawan yang mereka pekerjakan disana.
Itulah yang mendasari kenapa seorang gavin sudah berada di sekolah tepat pukul 6 pagi. Gue masuk ke kelas dan mendapati meja gue penuh dengan berbagai macam barang. Asal kalian tahu saja, hal seperti ini sudah gue alami sejak gue di bangku taman kanak-kanak. Coklat, bunga , bingkisan bahkan ada yang pernah ngasih gue handphone mahal seri terbaru yang bahkan di indonesia saja belum ada.Bosan itulah yang gue rasakan.
Tapi hari ini ada sebuah kotak warna pink yang menarik minat gue. Tau nggak kenapa gue fokus menatap kotak itu, karena tulisan nama pengirimnya. Nadin Almira Queen.
Kalian pasti inget dong sama cewek yang dulu pernah gue tuduh sebagai anak dari selingkuhan bokap gue. Sejak kejadian itu, cewek itu dan gue di sebut sebagai pasangan paling fenomenal karena wajah kita mirip.
Padahal yang terjadi, boro-boro punya hubungan sama cewek itu. Kenyataannya kita berdua jauh dari kata akur. Gue tau persis dia itu cewek paling cantik di SMA Garuda, bisa di katakan dia maskot nya sekolah gue.
Kalian tau kenapa cuma gue satu-satunya orang di sekolah ini yang gak terpengaruh sama pesona nya nadin ? Karena gue memegang prinsip cewek matre adalah kuman yang harus gue basmi.
Nadin itu gak lebih dari cewek yang pantes dapet predikat gold digger. Kalian penasaran kenapa gue bisa tau nadin cewek matre ?. Ya karena udah ada lebih dari 5 orang temen gue yang ngaku menghabiskan nyaris setengah Milyard demi jalan dengan seorang nadin almira queen.
Fantastis bukan ? Itulah alasan logis kenapa gue mempermalukan dia di tengah lapangan, sambil membawa kue tart yang dia buat untuk gue. Gue cuma mau kasih nadin pelajaran, supaya dia gak lagi menjatuhkan harga diri laki-laki.
Oke itu terjadi di masa lalu gue
Dan saat ini tepat di tanggal 3 july 2018. Gue berada di pinggir pantai Kuta dan bersandar di pundak cewek yang dulu pernah gue permalukan, Nadin. Mungkin efek kecapean karena semalaman mencari hirata, alhasil gue ngantuk berat dan berakhir tidur di pundak nadin.
"gue tau lo udah bangun vin... "
Oow kayaknya sandiwara pura-pura masih tidur gue harus di akhiri. Si mbak yang punya pundak udah nyadar kayaknya. Oke tenang gavin pura-pura aja lo gak inget apapun.
"hoammm ... "gue menguap sambil meregangkan otot yang kaku.
"nyenyak ya bos tidur nya ? Hm... Apalagi ada senderannya "sindir nadin dengan nada sarkas, ish dasar titisan medusa nggak bisa apa lebih manis dikit.
"iyalah kan saya tidur bersandar pada pohon kelapa "
"ish.. Udah minjem bahu orang pake ngatain lagi, gak tau terima kasih emang " nadin ngedumel sendiri.
"balik ke hotel yuk nad "
Nadin bangkit kemudian membersihkan pasir yang menempel di badannya. Gue baru kali ini ngeliat badan nadin dalam jarak sedekat ini, dan dia sexy juga. Gavin sadar sadar lo masih mimpi ya kenapa bicara ngawur.
"ayo buruan, malah bengong lagi "
Gue buru-buru bangun saat si medusa udah mulai bicara dengan nada tinggi. Gawat kalau sampai dia ngamuk, bisa di lempar pakai batok kelapa kali gue.
Gue dan nadin kembali ke resort, saat kami akan kembali ke kamar masing-masing kami berpapasan dengan aurora dan justin yang sepertinya akan pergi berenang. Oh my god aurora cantik dan sexy banget pakai baju renang itu, sadar gavin ada apa sih sama otak lo hari ini.
"kalian abis ngapain kok datengnya barengan ?"
"kita abis ada masalah tadi, tapi sekarang udah selesai kok ra, eh kalian mau renang ya ?"tanya nadin.
"iya nad.. Eh kalian ikutan yuk "
"mau dong, Bos masih ada waktu 5 jam lagi kok sebelum pertemuan dengan Mr.Gerald "nadin melirik gue seperti sudah bisa membaca fikiran gue.
"oke kalau gitu, kita renang aja "
Asik asik asik kapan lagi kan lo vin pergi berenang sama dua cewek cantik. Maksud gue satu cewek yang beneran cantik dan yang satu nya cewek sok cantik. Sekian.
Setelah berganti dengan pakaian renang, gue bergabung bersama nadin dan aurora yang nampak sedang tertawa sambil mengajarkan justin cara berenang.
Diam-diam gue foto pemandangan indah ini dengan hengpong jadul gue uh lambe murah kali ah. Siapa tau aja foto ini berguna supaya jampi-jampi gue ke aurora makin kuat, mumpung si herder gak ada disini.
Asal kalian tau aja, gue mengundang aurora untuk nyusul gue ke Bali ada niat terselubung di dalammnya. Haha kalian pasti udah mikir yang aneh-aneh kan ? Sapu dulu tuh otak. gue gak semesum itu walaupun sempat kefikiran sih.
Oke gue kasih tau, sebenarnya nanti malam gue mau kasih aurora kejutan, yang gue yakini gak akan dia lupakan seumur hidupnya.
Kapan lagi kan gue punya kesempatan buat berduaan sama aurora, mumpung si anjing herder nya lagi gak nempel sama dia.
"vin.. Sini gabung sama kita. Payah masa cuma di pingir kolam doang. Lagi bikin instastory ya wkwk "
Hm aurora ini terkadang kalau meledek gue suka nggak pakai difikir dulu. Untung cantik ... Termaafkan lah. Gue pun memutuskan untuk bergabung bersama mereka.
"nad.. Gue bisa ngomong sama lo.. Masalah kerjaan "
Gue sengaja mengatakan itu karena aurora mandangin gue, dan dari ekspresi wajahnya gue tau banget dia mau meledek gue. Untung nadin cukup pintar untuk baca kode tak tersirat dari gue. Gue dan dia memutuskan untuk menepi ke pinggir kolam.
"ada apa bos.. Ini kan masih waktu senggang, masih aja ngomingin kerjaan "
"gue nggak mau ngomongin kerjaan, masa lo gak faham sih gue aja pakai bahasa informal sama lo gini "
"terus ? "
"gue mau minta bantuan "
"apah ? Ini gue gak salah denger kan ? Seorang gavin minta tolong sama gue ? Gak salah "
Cih, wajahnya nadin itu loh minta banget gue tampol. Bisa nggak sih ekspresi nya di rubah sedikit. Sabar vin inget.. Lo butuh bantuan dia.
"jadi gimana lo mau bantuin gue atau nggak nih ?"
Nadin tampak berfikir sambil menatap gue.
"emang lo ada rencana apa ?"
"gue mau nembak aurora nanti malam "
"hah gila !! gue gak mau terlibat tindakan kriminal "
"bukan nembak yang begitu medusa " gue menyentil kening nadin sampai dia mengaduh dan gue dapat hadiah pelototan.
"nembak, menyatakan cinta masa kayak gitu lo gak tau "
"ogah ! Gue gak mau ya ikut campur dalam konspirasi lo ngerusak rumah tangga orang "
"gue gak mau ngerusak, hanya mau menyelamatkan aurora dari anjing herder itu "
"yang lo maksud anjing herder itu hans suami nya aurora ? "
Gue mengangguk."ya iyalah emang siapa lagi "
"tambah ogah gue, gue denger dari aurora suami nya galak "
"payah, biasanya lo macan aja lo hadapi pakai tangan kosong, buaya lo pites pakai kuku lentik lo. Masa cuma anjing herder kayak gitu aja lo takut "
"lo bener.. Gue emang biasa berhadapan sama buaya. Buaya darat macam lo !! "
Gue mengeram, gue bisa merasakan suara gigi gue yang mulai bergemeretak.
"jangan mulai peperangan nadin "
"yang mau mulai peperangan kan lo sendiri bos, perang merebut istri orang "
Sabar gavin sabar, menghadapi singa betina ini nggak mudah memang
"gue bakal kasih lo imbalan .. Lo mau minta apapun gue akan kasih .. Lo mau tas ? Jam ? Sepatu atau mobil sekalian "
Nadin nampak berfikir, sudah gue duga cewek matre kayak nadin pasti mudah terpancing dengan harta.
"tetap nggak mau "
Nadin malah pergi meninggalkan gue menuju ke tempat di mana aurora masih bermain air bersama justin. Gue langsung tarik aja tangannya, tapi gue rasa tenaga gue terlalu kuat. Alhasil gue sekarang malah meluk dia. Duh gawat.
"gavin !!!!! "
Gawat gawat nadin bakalan murka
"bisa nggak lo jangan modus terus, gue tau lo putus asa gara-gara gak bisa dapetin istri orang, tapi gak gue juga kali yang jadi pelampiasan !!!"
Nadin nampak terengah-engah mengatur nafasnya. Gimana gak mau capek kalau dia aja ngomong gak pakai titik koma
"maaf nad gue gak sengaja "
"alibi "
Seperti yang pernah gue katakan, membujuk nadin jauh lebih susah dari pada membujuk investor asing. Hah gue gak ngerti wanita.
"plase nad, bantuin gue sekali ini aja.. Gue hanya mau berusaha buat menyelamatkam aurora serius "
Nadin nampak berfikir lagi sambil menatap gue yang masih menunjukkan wajah memelas gue. Vin harga diri lo udah terjun bebas ya ?
"oke "
Gue gak salah denger kan ? Nadin setuju membantu gue ? Nyaris aja gue memekik kegirangan, sampai gue sadar kalau nadin berjalan semakim menjauh menuju kolam dimana aurora dan justin berada.
Nanti malam akan jadi perayaan ulang tahun gue terbaik seumur hidup.
Nadin Almira Queen
Kalian tahu apa prinsip hidup yang paling gue pegang ? Pertama gue anti melakukan free sex, kedua gue anti merusak hubungan orang. Dan sepertinya gue melanggar prinsip gue yang kedua. Gue gak tau setan jenis apa yang sudah buat gue setuju buat bersekutu sama gavin merusak hubungan auora dan suami nya.
Entah kenapa tatapan mata gavin membuat gue gak tega sama dia. Walau bagaimanapun dulu gue pernah ada perasaan sama dia, ini hal yang gue sebenarnya malu buat akuin. Dan rasa gak tega itu yang mendasari gue buat nurut aja sama rencana dia buat memberikan aurora kejutan.
Jadi disinilah gue sekarang, berdiri menatap pintu kamar aurora. Gue bingung gimana cara bujuk aurora untuk ikut gue menemui gavin tanpa membuat dia curiga. Kenapa juga di saat seperti ini otak cerdas gue gak berfungsi dengan baik. Ah sial.
Tok tok tok
Oke nadin santai .. Buat ini senatural mungkin supaya aurora gak curiga.
"hai ra "
"nadin ada apa kesini ? Ada yang bisa gue bantu "
"hm.. Gue gak enak sebenernya ngomong ini ra "
"kita kan berteman nad. Santai aja sih " aurora terkekeh.
"lo bisa tolingin gue beli feminax ? Gue lagi hari pertama nenstruasi "
"aduh pasti sakit banget ya nad "
Gue mengangguk sambil memegangi perut."banget ra "
"yauda lo tunggu disini ya gue cari gavin dulu buat minta temenin dia ke apotik. Gue titip justin ya "
Gue nengangguk. "makasih ya ra lo emang dewi penyelamat gue "
"santai aja nad "aurora menepuk pundak gue sekilas sebelum pergi meninggalkan kamarnya.
"ra.. Tadi gue lihat gavin di taman belakang. Tapi ya lo taulah gue sama dia .. "
"haha iya tau gue , yauda gue susul gavin dulu "
Yes gue berhasil.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~ 🐯🐯 \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Gavin berjalan mondar mandir berusaha menghilangkan rasa grogi yang melingkupinya. Baru saja dia membaca pesan yang nadin kirimkan di ponsel pintar gavin. Nadin mengatakan kalau auora sudah berjalan ke arah taman.
Gavin sudah mempersiapkan segalanya, bahkan lelaki itu sendiri yang sampai turun tangan untuk mendekor taman belakang yang langsung menghadap ke pantai. Bunga dan lilin berjejer di sepanjang lantai menuju ke tempat dimana terdapat dua kursi yang menjadi tempat dinner mereka.
Dan jantungnya semakin berdetak cepat di saat gavin melihat aurora berjalan di hadapannya. Aurora nampak cantik walaupun dia hanya mengenakan piyama biru dan sandal hotel. Wajahnya pun bebas dari sentuhan make up. Betul-betul sosok dewi yang turun dari khayangan,batin gavin.
"vin.. Gue cariin lo juga, ternyata lo disini "
"hai ra "
Aurora nampak heran melihat penampilan gavin. Gavin mengenakan tuxedo warna putih dengan paduan kemeja hitam di dalammya.
"vin.. Lo ngapain malam-malam pakai pakaian begini ?
" ikut gue bentar yuk ra "gavin menarik pergelangan tangan aurora untuk mengikutinya.
"eh vin nadin gimana "
Gavin hanya diam saja sampai mereka berdua sampai di meja yang sudah gavin persiapkan. Aurora hanya bisa menurut saat gavin mempersilahkan aurora untuk duduk di bangku yang sudah gavin tarikkan sebelumnya.
"vin.. Ini ada apa sih sebenarnya ?"
"hari ini hari special buat gue ra "
"hah ? Emang ada apa ?"aurora nampak berfikir."astaga gavin .. Gue lupa kalau hari ini lo ulang tahun !!!"
"happy birthday vin, gue berharap lo selalu sehat,hm jadi pemimpin perusahaan yang bijaksana, buruan punya istri supaya gak jomblo terus haha "
"istri ya... "
"gue lagi menatap calon istri gue sekarang "
Aurora celingukkan."dimana ?"
"coba sekarang lo ngaca deh ra, nanti lo bisa liat wajah calon istri gue "
Aurora langsung terdiam, di tatap nya gavin tepat di manik mata lelaki itu.
"lo.. Cinta sama gue vin ?"
Gavin bangkit dari tempat duduknya kemudian berlutut tepat di hadapan aurora.
"vin.."
"ra dengar gue baik-baik.. Gue tau lo nggak bahagia menikah dengan hans. Gue juga tau seberapa buruk pria itu memperlakukkan lo "
"dan gue juga tau sikap gue yang mendadak ini bikin lo bingung , tapi ini yang mau gue ucapkan sejak pertama ketemu sama lo ra "
"aurora sharira.. Gue jatuh cinta sama lo, gue mau lo bahagia sama gue, gue janji akan memperlakukan lo jauh lebih baik dari pada hans. Gue tau gue gak punya darah biru seperti dia. Tapi ra.. Gue bersumpah akan memperlakukan lo seperti ratu seumur hidup gue.jadi.. Will you mary me ?"gavin mengeluarkan sebuah cincin bermatakan berlian dari saku nya.
Suasana menjadi hening, hanya suara angin dan deru ombak yang terdengar kala itu. Sampai akhirnya auora memulai membuka suara.
"vin.. Makasih buat cinta dan lamaran lo.. Makasih juga atas niat baik lo buat bikin gue bahagia. Lo orang baik vin.. cowok terbaik yang pernah gue kenal "
Senyum di bibir gavin langsung merekah mendengar pujian aurora.
"tapi maaf.. Gue gak bisa terima vin "
Bles.. Rasanya jantung gavin seperti terjun bebas ke dasar jurang.
"kenapa ra ?"
"karena gue merasa kita lebih cocok jadi sahabat vin, gue akui gue gak cinta hans, bahkan rasa benci gue melebihi apapun terhadap dia "
"......"
"gue gak bisa meninggalkan hans vin, karena ... Dia punya jantung orang yang gue sayang "
"maksudnya ? Ra gue gak ngerti jantung apa maksud lo ?"
"hans punya jantung ruben di dalam dirinya "
"tunggu dulu.. ini ruben yang gue kenal ? Ruben Anderson.. Dia .."
"iya, dia kakak nya hans. Dua tahun yang lalu ruben meninggal karena kecelakaan mobil, dan diam-diam ruben buat surat wasiat kalau dirinya kenapa-kenapa dia mau jantungnya di donorkan untuk hans. Hans punya penyakit kelainan jantung saat itu "
Tanpa sadar gavin terduduk di lantai. Dia kenal siapa ruben, bahkan mereka sempat bermain basket bersama sama di Amerika. Dan dua kenyataan yang baru saja menampar gavin membuat dia tidak bisa berkata-kata.
Aurora menolak lamarannya dan kenyataan kalau ruben teman terdekatnya sudah meninggal dunia, membuat gavin hanya diam di tempat sambil menatap ke arah pantai. Suara kembang api bergemuruh di langit Bali, ya kembang api itu seolah tertawa melihat gavin.
Gavin memang menyuruh asisten nya untuk menyalakan kembang api saat gavin selesai berlutut. Tapi sekarang gavin malah merasa percikkan kembang api itu merambat masuk ke dalam hatinya. Ini kah yang namanya patah hati ?
Bersambung