Cerita ini menceritakan Tentang Perjalanan hidup Aqila Putri Mahesa.
Seorang gadis Remaja Yang ingin mencari kedua orang tua,akibat tragedi di malam itu,dia harus terpisah dari kedua orang tua,bahkan sebelum dia sempat melihat wajah Papa dan Mama nya,Aqila di rawat dan di besarkan oleh Omnya dia saat dirinya masih bayi,Tetapi semenjak kepergian Omnya,Aqila merasa putus asa kini hidupnya tak tau lagi arah tujuan,orang yang jadi panutan untuk mencari orangtua dan yang selalu melindungi dirinya kini telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa ikuti terus cerita ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU LAPAR
RUMAH VINO.
Mbak Lala lansung masuk ke dalam rumah,lalu ia mencari kebaradaan bibi iyem,ini adalah hari pertama mbak lala bekerja di rumah Vino,jadi dia belum tau isi di setiap sudut semua ruangan.
Ia mencari bibi iyem kesana kemari,namun tidak juga bertemu,mbak lala selalu menoleh memutar bola matanya ke kanan dan kekiri.
Dan pada akhirnya dia menemukan bibi iyem,berada di taman belakang,dia sedang asik menyiram tanaman bunga.
"Bibi!" sapa mbak lala,sambil berjalan menuju bibi iyem.
Mendengar suara orang memanggil nama nya bibi iyem mencari sumber suara, "Loh kamu?" kaget bibi iyem.
"Iya bibi,aku lala yang tadi pagi." ucap lala.
"Ada apa lala? Bukannya kamu sudah bertemu dengan tuan Vino?" tanya bibi iyem sambil melihat lala.
"Iya bibi,Saya sudah bertemu,Tuan Vino menyuruh saya untuk mengambil boneka non Aqila bibi." ucap lala.
"Tapi saya belum tau di mana kamar non Aqila berada." ucap nya lagi.
Bibi Iyem merasa bingung dengan perkataan lala,untuk apa dia mencari kamar Aqila,untuk apa boneka itu dan mau di bawa kemana,seperti itu lah kira-kira yang di pikirkan bibi Iyem.
Dia merasa binggung, "Untuk apa boneka non Aqila?" tanya bibi Iyem.
"Dan kenapa tuan Vino menyuruh kamu untuk mengambilkannya? biasanya non Aqila tidak mau kalau barang-barangnya di sentuh sembarangan orang!" ucap bibi Iyem.
"Tuan Vino ada di Rumah sakit bibi." ucap Lala.
"Apa?" kaget.
"Siapa yang sakit? Apakah non Aqila masuk Rumah sakit lagi?" tanya bibi Iyem,lala mengangguk.
"Perasaan tadi pagi non Aqila baik-baik saja,apa yang terjadi?" tanya bibi Iyem lagi dia sangat khawatir dengan keadaan Aqila.
Bibi Iyem tau semua tentang Aqila dan Aqila juga sering berbagi cerita kepada bibi iyem,bibi iyem bahkan sudah menganggap Aqila seperti putri nya.
Tak lama kemudian lala menceritakan apa yang terjadi kepada Aqila, " Jahat sekali temannya itu,padahal non Aqila tidak pernah jahat kepada siapa pun" gerututan Bibi Iyem.
RUMAH SAKIT.
Vino masih setia menunggu Aqila bangun dari tidurnya,karena merasa bosan,Vino mengambil ponsel kemudian dia mengambil gambar Aqila yang lagi sedang tidur,sesekali ia membut wajah Aqila lucu-lucu.
Dia memengan Pipi Aqila dengan gemes baru di foto,Vino malah tersenyum-senyum melihat wajah Aqila dengan Fose-fose lucu akibat kejahilan Vino.
"Hhhaa... Lucu juga wajah kamu! kalau sedang lagi tidur." guman Vino penal.
"Suatu saat jika kamu lihat foto ini,kamu pasti akan memarahi ku abis-abisan." ucap nya lagi.
"Aqila kapan bangun nya sih? Kamu kan belum makan dari tadi." ucap Vino sambil mencium tangan Aqila sebelah.
Bibi Iyem menuntun lala masuk ke dalam kamar Aqila,yang terletak di lantai dua di samping kamar Vino.
"Ini kamar non Aqila dan yang sebelah kamar tuan Vino." memberitahu lala.
Bibi Iyem membuka pintu kamar Aqila,setelah terbuka lala malah terkejut dengan isi kamar Aqila.
Brekk....
Suara ganggang pintu yang di buka.
"Ini kamar apa toko sih bibi?" tanya lala kagum dengan isi ruangan itu,bibi Iyem malah di bikin tersenyum.
"Bisa di bilang begitu!" guman Bibi Iyem.
"Non Aqila sangat menyukai boneka ini,tapi yang paling di sukai nya boneka yang itu!" sambil menunjuk satu boneka yang ada di atas kasur.
"Iya bibi,tadi tuan Vino juga menyuruh saya untuk mengambilkan boneka itu." ucap lala.
"Seberapa sayang nya dia sama boneka beruang ini bibi?" tanya Lala penasaran.
"Entah lah,bibi juga tidak tau pasti,tapi kalau dia sakit,biasa nya dia selalu memeluk boneka ini." jawab bibi Iyem.
Seusai mendapatkan apa yang di cari,lala kembali ke rumah sakit untuk menemui Vino dan Aqila,sekalian memberikan Boneka yang di suruh Vino.
Beberpa menit kemudian lala sudah sampai di rumah sakit,dan dia juga sudah memberikan boneka itu kepada Vino.
Vino menyuruh dia kembali ke rumah untuk membantu bibi Iyem,sedang kan dia ingin menjaga Aqila sendirian.
Berlahan-lahan Aqila membuka matanya,semua terasa sunyi,tidak ada terdengar suara apapun.
Aku melihat sebuah boneka kesayangan ku ada di samping ku,rasa nya aku sangat senang sekali.
Aku ingin mengangkat tangan ku untuk memeluk boneka,tapi tangan ku ternyata di gengam Vino.
Aku melihat Vino ketiduran di bangku samping tempat ku berbaring,aku melihat Vino lekat kemudian mengelus rambut nya.
"Maksih Vin,untuk semua yang kamu berikan." guman ku pelan,agar Vino tidak terbangun.
Vino merasakan sesuatu di atas kepala nya,berlahan dia membuka mata dan melihat apa yang ada di sekitar nya.
"Aqila." ucap Vino sambil mengucek mata,aku memberikan sebuah senyuman untuk dia.
"Kamu sudah bangun?" tanya Vino,aku mengangguk.
"Apa ada yang masih terasa sakit lagi?" tanya Vino dia masih khawatir dengan ke adaanku,Aku menggeleng gelengkan kepala.
"Apa kamu memerlukan sesuatu?" tanya dia lagi,aku membalas dengan geleng-geleng kepala.
Vino menghenpaskan nafasnya pelan. "Kenapa kamu tidak mau bicara? Dari tadi cuma mengangguk dan menggeleng kepala saja." dia mulai merasa kesal.
Aku terkekeh. "Kenapa kamu jadi cerewet begini sekarang?" tanya ku sambil menjiblak jidat dia.
"Aww..kamu apakan jidat ku?" meringis pelan,sambil mengusap jidatnya,mungkin sedikit nyerih atau sakit,aku juga tidak tau.
"Tidak ada." ucap ku singkat.
"Vin..?"
"Vinooo..!"
"Hmm.." Vino menyahut.
"Ah.. Jawaban macam apa itu." ucap ku mulai kesal,karna Vino mulai cuek,entah dia marah atau tidak aku tidak tau.
Vino malah tersenyum melihat aku kesal. "Ada Apa nona Aqila ku,apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda?" tanya Vino dengan ucapan Formal.
"Tidak jadi!" aku pura-pura marah kepada dia,sambil memeluk boneka kesayanganku.
"Cuma boneka saja yang di peluk,tapi aku tidak." ucap Vino sambil mencibir ke arah aku.
"Alah... Kaamuu,sama boneka saja cemburu." ucap aku sambil tertawa melihat dia,Vino pun juga ikut tertawa.
"Sudah tidak ngambek lagikan?" goda Vino,Aku tidak bisa pura-pura marah lagi,Vino selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkah konyol nya.
"Vin,aku lapar." rengek ku dengan manja.
"Tadi kamu belikan aku makanankan? Sekarang mana makanan nya?" tanya ku sambil mengulurkan telapak tangan ke arah Vino.
"Sudah habis!" ucap Vino sambil tersenyum.
"Kamu tidak sisakan sedikit untuk ku? Kamu benar-benar Jahat." ucap ku mayun,Vino malah terkekeh melihat aku mayun.
"Abis kamu bikin aku panik saja,kalau tidur tidak bilang-bilang dulu." ucap Vino,aku terdiam sejenak.
"Oh..iya juga ya,kok aku bisa tidak sadarkan diri,tadi teman-teman kita pulang jam berapa?" tanya aku,Vino malah tidak mau menjawab.
"Vin...Vinooo!!" teriak Aku,Vino cuma tersenyum dia juga tidak mau bersuara,entah dia mau balas dendam sama aku.
"Vinn..Kok malah diam juga,ah kamu ngak asik." ucap Aku.
"Vinooo!" teriak Aku,dia juga tidak mau mengeluarkan suara emasnya,dia malah senyum kayak orang sudah tidak waras saja.
Aku malah semakin kesal di buat nya,aku mempunyai ide untuk bisa membuat dia mengeluarkan suara emas nya.
"Aww..." lirih aku pelan,awal nya aku memang berniat pura-pura,tapi ini benaran terasa sakit,mungkin ini karma buat aku.
Vino merasa khawatir lagi melihat aku meringis kesakitan, "Apa nya yang sakit?" tanya Vino panik.
"...." aku hanya diam,aku berusaha sedikit menahan rasa sakit di perutku,agar Vino tidak terlalu khawatir melihat aku.
"Aqila,Apa nya yang sakit? Wajah kamu sudah pucat begini?" tanya Vino sambil memeriksa aku.
"Aa..Kuu...tiiidak apa-apa Vin." ucap aku terpatah-patah.
"Kamu tenang saja,aku baik-baik saja." ucap Aku sambil memeluk Vino,agar dia tidak terlalu memikirkan Aku,ia melepaskan pelukan ku secara berlahan.
"Ayo sebutkan apa nya yang sakit?" tanya Vino lagi.
"AKU LAPARR!" ucap aku dengan Malu,Vino menggeleng kepala sambil mengacak rambutku.
Mungkin perutku terasa sakit karna belum makan apapun dari tadi pagi.
****
Visual Vino dan Aqila.
bukan ke pergian 🙏🙏
semangat 👍👍👍
Raka, mau PDKT??
Thor, ingat setelah koma, spasi yaaaa
Thor, nulisnya:degdegan......begitu
Ah ya....ceritanya cukup menarik, tapi biasa....maklum, layar sentuh bikin terpeleset. Bagus 👍👍👍
Ayo thor, direvisi 🤗🤗