Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Maaf mba chintya tangan saya tidak mempunyai penyakit kulit ko jadi mba tidak perlu khawatir dan merasa jijik lagi pula tangan saya bersih" . Ucap sabrina.
"Ehhh lancang sekali bicara mu yaaa! Kamu engga tau siapa saya yaa!?" tanya chintya dengan nada yang kesal.
"Jelas saya tau sekali siapa anda mba" ucap sabrina
"Kalo kamu tau siapa saya jaga bicaramu yaaa saya ini artis dan model terkenal berani sekali kamu berbicara seperti itu kepada saya pegawai toko rendahan saja kurang ajar sekali!" ucap chintya merendahkan sabrina.
Sabrina yang mendengar itu tidak terima dan langsung membalas perkataan chintya dengan tidak kalahnya "Maaf yaa mba saya bukan pegawai rendahan yang mba maksud. Maaf mba tadi bilang saya apa? kurang ajar? bukannya mbanya yaaa bersikap kurang sopan kepada kami dari tadi mulai masuk ketoko ini sampai sekarang. Ooo ternyata sifat asli seorang artis terkenal chintya pricilia itu seperti ini!".
Chintya yang mendengar itu geram dan hendak menampar wajah sabrina. Namun tak sempat melayangkan tangannya ia dicegah oleh menejer toko yang ada.
"Maaf mbaa chintya maafkan sikap pegawai saya maaf mbaa" ucap menejer tersebut.
"Appaa !? maaf !? kamu bilang setelah dia berbicara seperti kepadaku?!" ucap chintya
"Iyaaa mbaa maafkan saya dan pegawai saya karena saya kurang mengajarinya" ujar menejer tersebut karena tidak ingin mencari masalah.
Terbesit dikepala chintya untuk membalas perilakuan sabrina kepadanya itu dengan cara lain.
"Baiklah kalo begitu aku akan memaafkan kalian tapi dengan syarat pegawai itu harus dipecat!" ucap chintya sambil memandang kearah sabrina dengan senyum yang sinis
Betapa terkejutnya menejer itu mendengar karena ia tau kinerja sabrina seperti apa dia selalu tepat waktu datang dan selalu rajin.
"Haaaa apaa ? Saya tidak bisa memcatnya mbaa sabrina adalah pegawai yang rajin dan ini adalah keselahan pertamanya" jelas menejer itu.
"Baiklah kalo begitu saya akan menelpon Mr. Lee untuk memberitau apa yang saya dapat ditoko ini dan memberi tau beliau untuk menganti menejer toko disini" ucap chintya sambil mengeluarkan ponselnya.
"Jangan mbaa jangan saya mohon saya tidak ingin dipecat saya harus menafkahi istri dan anak saya" memohon menejer itu.
Sabrina saat itu geram mendengarnya dan langsung berbicara "Tidak usah repot-repot menelpon Mr. Lee saya akan resign sekarang juga" ucap sabrina sambil menahan air matanya.
"Hahahaha kenapa tidak dari tadi membuang tenaga ku saja!!!" ucap sabrina sambil tertawa sinis.
Setelah itu sabrina keluar dan berpamitan kepada menejernya dan lala dan berlalu didepan chintya tanpa meliriknya.
"Sab sabrinaaa" panggil lala.
Sabrina mendengari namanya dipanggilpun menoleh kebelakang. "Emmm iya la" ucap sabrina sambil tersenyum dan masih menahan air matanya.
"Kamu gak apa-apa ? maafkan aku engga bisa bantu kamu sabb" ucap lala dengan lirih.
"Aku ? aku engga papa laa, bagus lagi laa kamu engga ikut-ikutan"
"Apa yang akan kamu lakukan sab setelah ini ? aku tau kamu butuh pekerjaan ini buat hidupmu" tanya lala.
"Tentu saja mencari pekerjaan baru sab dan mengurus toko bunga mamahku. Kamu tenang aja sab aku pasti dapat pekerjaan baru lagi, sudah sana kembali ketoko" jawab sabrina.
"Ya udah aku balik ke toko yaa kamu hati-hati di jalan sab" pamit lala, sabrina hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
----------------
Sesampainya dirumah sabrina langsung kekamarnya dan merebahkan tubuhnya dia memikirkan dimana dia harus mencari pekerjaan, setelah 20 menit memikirkaannya ia pun bangun pergi kekamar mandi untuk mengguyir kepalanya agar dingin.
Setelah kejadian itu sabrina mulai mencari-cari pekerjaan kesana kemari ia mencari pekerjaan dia tetap tidak mendapatkannya. Dia bingung harus bagaimana lagi ? dan dia pun memikirkan ulang apa yang harus dia lakukan.
Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan ? tapi hasilnya nihil tidak ada yang menerimaku... Apakah aku harus fokus mengurus toko bunga mamah dan membuatnya berkembang ? lagian pula aku sempat belajar tentang bisnis dulu walaupun aku tidak sepintar syran tapi apa salahnya aku mencoba ? baiklah aku akan mencobanya aku akan melawan rasa takut ini. Batin sabrina.
Pada akhirnya ia mengurus toko bunga mamahnya dia mulai aktif memperbesar toko itu dengan berusaha keras mempromosikan berbagai macam penawaran menarik melalui sosial media.
Dan itu semua membuahkan hasil pesanan bunga dan bucket setiap harinya semakin bertambah dia dan para pegawainya pun mulai kewalahan karena saking banyak pesanan yang mereka terima.
Dan pelanggan setia mereka yang selalu memesan bunga segar setiap 3 hari sekali yaitu Ibu Rita. Ibu rita selalu memesan bunga dan selalu mintak diantar setiap 3 hari sekali rita selalu memesan bunga itu untuk mengenang sahabatnya yaitu karina sahabat setianya.
Setiap kali rita mengingat karina wajahnya selalu sendu dan sedih saat itu ia tidak mengetahui bahwa sahabatnya ini mengalami kecelakan dan meninggal karena saat itu ia sekeluarga tinggal di luar negeri dan saat dia kembali dan ingin menemui sahabatnya itu fakta yang sangat mengejutkan dirinya bahwa sahabatnya telah tiada.
Dan paling membuat dia shock bahwa anak karina yang laki-laki saat ini mengalami koma akibat kecelakan dialaminya. Dan rita memikirkan apa yang terjadi dengan anak perempuan karina dia harus menjalani hari-harinya tanpa kedua orang tuanya dan ditambah adiknya koma.
Saat kedatangan pertama sabrina kerumahnya untuk pertama kalinya ia melihat sosok karina muda yang terlihat pada sabrina.
Rita yang melihat itu sudah curiga apakah ini anak perempuan sahabatnya ?
Dia hanya bergumam didalam hati melihat sosok sabrina yang begitu cantik begitu mirip dengan sahabatnya ia hendak menyakan itu kepada sabrina dan mengajaknya mengobrol tapi sabrina menolaknya halus karena sebuah pekerjaan ditoko yang banyak.
Setalah sabrina risegn dari pekerjaan lamanya dan fokus mengurus toko bunga ia sering mengantar bunga kerumah rita sehingga mereka berbincang-bincang.
Dan rita pun menyakan hal yang membuatnya penasaran ternyata dugaannya benar sabrina adalah anak sulung karina.
Untuk pertama kalinya rita melihat sabrina dulu dia sempat bertemu sabrina dan syran waktu mereka masih kecil sebelum rita dan suaminya pindah keluarga negeri.
Dia pun berkunjung kerumah sakit bersama sabrina untuk bertemu syran. Dia melihat syran begitu persis dengan suami karina yaitu tama.
Semenjak sabrina sering kerumahnya setiap 3 hari sekali mengantar buang membuat hubungan mereka sangat dekat rita yang begitu menyayangi sabrina sebagai putrinya karena dia begitu ingin mempunyai anak perempuan.
Begitu pula roy suaminya rita juga begitu menginginkan anak perempuan setelah bertemu dengan sabrina membuat roy jatuh cinta dengan sabrina dan tutur kata sabrina yang begitu sopan dan baik sifatnya dan wajahnya begitu cantik persis seperti ibunya karina.
Suami istri ini pun berpikir benar-benar akan menjadikan sabrina sebagai anak mereka yaitu dengan menikahkan sabrina dengan putra kesayangan mereka.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤