Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Di pagi hari, matahari yang mulai merekah indah di cakrawala.
Di Taman Kota terlihat begitu banyak orang dari berbagai kalangan usia untuk datang menikmati hari libur mingguan.
Termasuk Rena,Rangga dan para sahabat mereka masing masing.
Hari itu Rena memakai sport bra dengan atasan tambahan baju kaos untuk menutupi bagian lengan dan perutnya.
"Ren, istirahat dulu." Ajak Tika yang sudah sangat lelah.
Rena melihat jam di pergelangan tangannya lalu tersenyum menatap Tika."Tik, ini baru tiga puluh menit."
"Mungkin jam kamu rusak." Dengan suara serak dan nafas yang tidak beraturan.
Rena tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Ia Ren,istirahat dulu yuk ! betisku juga sudah mulai pegal nih !" Kini giliran Anggi yang mengajak
Akhirnya Rena hanya bisa mengangguk pasrah pada kedua sahabatnya. "Baiklah." Ucapnya lalu mulai melakukan pemanasan sebelum duduk,ia merunduk dan kemudian
"Aduh !" Rena melihat pakaiannya basah karna tersiram jus dingin.
"Maaf kak, aku tidak sengaja !?" Ucap Anak kecil yang kini tengah berdiri tepat di depannya, menunduk, merasa bersalah.
Rena mengalihkan perhatian dari bajunya yang basah dan menatap sang pemilik suara kecil menggemaskan yang baru saja meminta maaf padanya.
Gadis kecil dengan kuncir satu di kepalanya itu sukses membuat hatinya meleh.Ia sangat suka dengan anak kecil, apalagi dengan anak kecil yang menggemaskan.
Rena berjongkok memandangi gadis kecil itu dan memegang pipinya yang chubby.
"Tidak apa apa, kakak juga yang salah, olahraganya di tengah jalan !"
Gadis kecil itu segera mengangkat wajahnya, terdiam sesaat menatap wajah Rena kemudian tersenyum memperlihatkan giginya yang berjejer rapi.
"Apa kakak benar tidak marah ?" Tanya gadis itu memastikan.
Rena menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Tentu saja !"
"Terima kasih kak, kakak cantik bukan hanya wajahnya saja, tapi hatinya juga cantik !" Ucap gadis itu sambil mengarahkan tangannya ke dada Rena sambil memiringkan kepalanya.
"Duy, awas dek, nanti lehernya memanjang. Tidak cantik lagi !" Seru Tika dengan senyum menggoda.
"Tidak apa apa !" Jawab Gadis kecil itu.
"Loh,ko' tidak apa apa sih ?!" Tanya Tika
"Jerapah saja lehernya panjang, tapi tetap cantik dan menggemaskan !" Jawab gadis itu dengan polosnya.
Sontak membuat mereka bertiga tertawa terbahak bahak.
"Shiren !!"
Terdengar suara seorang wanita yang memanggil tidak jauh dari tempat mereka.
"Maaf ya kak, aku harus segera pergi, sepertinya ibuku sedang mencariku !"
"Ok Shiren !" Rena tersenyum sambil menepuk pelan kepala Shiren
Anak itu segera pergi dan berlari menemui Ibunya. Rena hanya menatap kepergiannya dan kemudian tersadar dengan bajunya yang masih basah tersiram jus.
"Guys, aku ke mobil dulu ya, bajuku basah nih !" Serunya
"Oke !" Jawab keduanya serempak.
Rena berjalan menuju parkiran mobil.Sesampainya, ia membuka pintu mobil dan mengambil tasnya untuk mencari pakaian ganti.
"Loh, ko' tidak ada ! perasaan tadi sudah di siapin." Ia terus menggeledah dan kemudian teringat
"Bajunya masih diatas kasur !" Serunya sambil memukul jidatnya pelan.
Karna sudah tidak nyaman dengan kaosnya yang basah, Rena melepaskan kaosnya dan menyisakan sport bra yang menempel di tubuhnya.
Rena tidak menyadari kalau ada beberapa pasang mata yang memandanginya dari kejauhan dengan kagum, sambil menelan liur.
"Bro, tuh cewe bukannya salah satu siswi dari sekolah kita ya ?!" Tanya Dicky sambil menunjuk ke arah Rena
Rangga yang masih terdiam terpesona oleh lekukan pinggang Rena tidak menanggapi pertanyaan Dicky
"Seksinya.. " sambung Reno dengan siulannya sambil memegang dada Dicky yang duduk di depannya.
Dicky memukul tangan Reno yang meremas dadanya. "Apaan sih."
Bertengkar sebentar kemudian tertawa.
"Woy.. woy.. ! Rangga !" Serunya saat menyadari Rangga hanya diam sedari tadi.
"Em.. kenapa ? tadi kau bilang apa ?" Tanya Rangga enggan melepas pandangannya dari Rena.
"Ada apa denganmu ?!" Tanya Reno
"Tidak kenapa kenapa !"
"Oh iy, aku baru ingat, itu kan Rena !" Seru Dicky kembali sambil menunjuk ke arah Rena.
"Biasa aja dong !" Kata Rangga mencoba menutupi mata Dicky dengan sebelah telapak tangannya
Dicky mendengus kesal "Kau pikir aku tak memperhatikanmu ?! kau saja sampai mangap melihatnya !" Ketus Reno memiringkan bibirnya.
Namun disisi lain terlihat Arka mendekati Rena dengan selembar kaos yang ada di tangannya.
"Pakai ini !" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya menyodorkan kaos.
Rena segera berbalik mendengar suara lelaki yang sangat familiar, ia melihat kaos kemudian menatap Arka dengan tersenyum penuh arti.
"Ko kamu bisa ada disini sih ?" Tatapan Rena penuh kegembiraan, entah kenapa, ia merasa cocok saja dengan Arka
"Memangnya tidak boleh ? lagian, inikan tempat umum !" Jawab Arka dengan senyum mengembang
"Tidak, bukan seperti itu, cuman-- "
Kalimat Rena terpotong karna Arka sudah membantu Rena memakai baju kaos yang sejak tadi ada di tangannya.
Wajah Rangga yang melihat adegan itu berubah 180°,ia terlihat sangat muram dan sangat ingin menerkam Arka.
Reno terbatuk pelan. "Ada singa yang lagi marah !" Ucapnya sambil memberi isyarat pada Dicky.
Kali ini Rangga benar-benar tidak lagi menghiraukan keduanya. Ia terfokus pada Rena dan Arka.
"Kayanya tuh raja olimpiade naksir sama Rena deh." kata Dicky.
Reno yang sangat peka dengan perasaan Rangga segera memukul pelan kepala Dicky. Membuat Dicky meringis kesakitan.
"Aaaw ! apa yang salah ?!" Ia memegang kepalanya dan menatap Reno, namun Reno hanya memelototinya dengan memberi isyarat bahwa Rangga sedang marah dan memintanya untuk segera berhenti untuk memprovokasi nya.
"Ini, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku sangat membutuhkannya ?!" Tanya Rena menatap Arka.
Arka tersenyum sambil memasukkan tangan di kantong celana nya."Aku tahu kalau kau sangat risih jika memakai pakaian terbuka." Jelasnya.
Lagian,banyak sepasang mata yang memperhatikanmu sejak tadi !"
"Apa maksudmu ?!" Rena terlihat bingung dengan perkataan Arka
Arka menghela nafasnya pelan
"Siapa pun lelaki yang melihatmu memakai pakaian seperti ini pasti akan tergoda, dan aku tidak tahan dengan itu !" Jelasnya dengan memegang kedua pundak Rena menghadapnya.
Arka menatap Rena lebih dalam dan Rena menatapnya bingung, perlahan Arka mendekatkan wajahnya bermaksud ingin menciumnya, namun Rena segera menepisnya.Membuat Arka segera melepaskan pegangannya.
"Aaakh, kau memang malaikat penolongku !" Seru Rena dengan basa basi mengurangi kecanggungannnya.
Arka hanya tersenyum bangga mendengar perkataan Rena.
"Sebentar sore, apa kau ada waktu ?" Tanya Arka.
Rena berpikir sejenak, kemudian mengangguk pelan."Emm, sepertinya kosong ! kenapa ? "
"Kalau aku mengajakmu nonton, kamu mau tidak ?"
"Kalau aku izin ke Bunda dulu, boleh ?" Tanya Rena dengan canggung.
"Ya tentu bolehlah, kau kan anaknya !" Tawa Arka.
"Baiklah,nanti aku kabarin."
"Oke !"
Arka kemudian berbalik meninggalkan Rena
"Arka !!" Teriak Rena
Arka kembali berbalik menatap Rena yang memanggilnya
"Ya ?"
"Kaosnya, ntar aku balikin ya ?"
"Terserah." Arka tersenyum dan berbalik melanjutkan langkah kakinya
•••
Rena yang sudah mengganti kaosnya kembali menemui kedua sahabat yang sedari tadi menunggunya.
"Kemana saja Ren ? lama sekali !?" Tanya Anggi
"Dari mobil nyari kaos ganti, dan ternyata kaosku ketinggalan." Jawab Rena sambil duduk mendekati kedua sahabatnya
"Nah ini ? kaos siapa ?" Tanya Tika kebingungan
"Nah itu, untungnya kebetulan ada Arka, jadi dia meminjamkanku kaos miliknya untuk ku pakai." Jelas Rena
"Tuh anak, kaya semut saja ! di mana ada gula di situ ada semut !" Celoteh Tika
"Maksudnya ?" Rena menoleh ke arah Tika dengan bingung
"Ia, dimana ada kamu pasti ada Arka !" Jelas Tika
Anggi menghela nafas panjang
"Hmmp, dasar ni anak !" Sambil mendorong kepala Tika pelan.
Rena hanya tersenyum melihat tingkah ke dua sahabatnya yang sudah seperti saudaranya sendiri.
Sebelumnya, Arka sebenarnya mengetahui keberadaan Rena ketika melihat postingan Tika, Tika yang selalu aktif di Sosial Media mengunggah salah satu foto kebersamaan mereka pagi itu.
Arka yang awalnya baru selesai berenang, duduk santai di tepi kolam memainkan ponselnya dan melihat postingan Tika. Ia segera bergegas menuju lokasi yang sudah ia ketahui dengan melihat suasana di belakang foto Rena dengan kedua sahabatnya.
Itulah sebabnya, mengapa ia datang tepat ketika Rena kembali ke parkiran mobil.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣