NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 : Napas bagi kerajaan Duncan

Serah menjalani latihannya dengan tekun sesuai dengan anjuran dari Glen. Ia sudah mengangkat pedang bahkan ketika matahari belum sepenuhnya terbit.

Wanita itu berdiri di balkon dan melakukan latihannya di sana sembari menikmati udara pagi dan menunggu sang matahari. 100 kali ayunan, tak lebih tak kurang. Semua dilakukan dengan penuh kesungguhan.

Usai berlatih Cristine dan para dayang pun masuk membawa sarapan. Mulai hari ini jadwal sarapan sang Ratu yang biasanya mulai pada jam 07:00 pagi, kini maju satu jam lebih awal.

Gadis-gadis itu masuk membawa troli makanan, sementara Serah segera menyimpan pedangnya dekat dengan ranjang tidur.

"Kenapa anda menyuruh kami datang lebih pagi hari ini?" Tanya Helena, seperti biasa tidak tau aturan dan bicara sembarangan.

"Lady Helena, jaga bicaramu." Cristine memelototinya dengan tajam. Gadis itu benar-benar tidak kapok.

"Kalau kau tak berkenan, kau bisa pergi. Aku tidak memaksamu untuk datang, Lady Helena. Enam gadis di sini saja sudah cukup bagiku," jawab Serah dengan tegas dan sontak membuat Helena merasa kesal, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

"Cih, sialan! Kita lihat saja nanti, apa kau masih bisa sombong denganku ketika nanti Louis menjadikanku Istri dan Ratu yang sah! Kau akan berada di bawah kakiku!"

Helena menatap Serah dengan penuh kedengkian yang terpancar dari sorot matanya. Sementara Serah, ia tentu dapat merasakan kebencian itu, namun ia tetap tenang dan tersenyum.

"Ada apa, Lady Helena?" Tanyanya tajam meski dengan wajah penuh senyum.

"Tak ada, Yang mulia...," jawab gadis itu segera menunduk saat mendapati tatapan tajam dari Serah.

"Sarapan anda sudah siap, Yang mulia."

"Semua pakaian dan perhiasan anda juga sudah siap."

Gadis-gadis lain yang sejak tadi tampak sibuk pun akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka.

"Terimakasih...." Serah berdiri dan mengangguk.

Tanpa diberitahu mereka pun berjalan keluar meninggalkan ruangan. Helena pun ikut membalikkan badan mengikuti yang lainnya.

"Teruslah seperti itu Helena, agar aku bisa mengungkap borok yang kalian lakukan, dan aku memiliki alasan untuk memutus pertunangan...," ujar Serah pelan ketika gadis-gadis itu pergi.

.

.

Di sisi lain pasokan pangan yang dikirimkan dari Regina sudah berjalan, dan mereka bahkan sudah sampai ke wilayah Duncan sejak kemarin.

Grenseal tampak sibuk mengatur arus pasokan itu yang harus diteruskan ke kerajaan-kerjaan kecil di sekitarnya.

"Yang mulia, ada surat dari Kerajaan Regina," seorang pengawal kereta memberikan surat kepada lelaki itu.

"Terimakasih," ucap Grenseal sembari mengangguk.

Ia berjalan menepi lalu membuka isi dari surat tersebut.

Di dalamnya tertera penjelasan mengenai bahan makanan yang dikhususkan untuk Duncan secara rahasia dan berada di bagian paling belakang kereta.

Setelah membaca surat itu, Grenseal pun segera memerintahkan beberapa pengawal kerajaan yang ikut dengannya untuk mengambil bahan pangan tersebut.

"Sampaikan terimakasih kami dan seluruh rakyat Duncan pada Ratu Serah," ujarnya kemudian menitip pesan kepada sang pengawal.

"Salam anda akan kami sampaikan pada Ratu Regina, Yang mulia," balas pengawal kereta makanan itu sambil menundukkan kepala.

"Lanjutkan lah perjalanan kalian, di gerbang perbatasan akan ada beberapa prajurit kami mengawal." Grenseal pun langsung memberi arahan untuk langsung berjalan menuju gerbang utama kota di mana prajurit berkudanya akan membantu mengawal semua kereta-kereta itu hingga sampai tujuan.

Lalu terlihat para prajurit Duncan pun memisahkan pasokan pangan untuk kerajaan lain, juga yang khusus untuk Duncan lalu membawanya untuk disimpan ke dalam gudang istana sebelum nantinya akan dihitung dan nanti dibagi-bagikan kepada penduduk.

Grenseal menghela napas lega. Setidaknya masalah ini bisa teratasi untuk pemulihan kerajaan. Bantuan dari Serah seperti naas kehidupan untuk Duncan sendiri. Ia pun kemudian bergerak menuju ke gudang istana, untuk memastikan sendiri semua benar-benar terkendali.

.

.

Raja muda itu mengamati kegiatan yang sedang dilakukan oleh para prajurit dan beberapa orang menterinya di lokasi gudang, berada tepat di bagian belakang istana dengan gedung terpisah.

"Yang mulia!" Semua orang segera menunduk patuh saat Grenseal datang.

"Apa semua ditulis?" Ucapnya menyelidiki.

"Semua bahan yang masuk ditulis tanpa ada yang terlewat atau pun kurang! Mulai dari gandum, jagung, susu, tepung, kentang, berbagai jenis kacang, termasuk pakan ternak!" Ucap seorang Mentri yang bertugas untuk mengawasi gudang pangan Kerajaan dengan sigap.

"Ya-Yang mulia!!!" Seorang prajurit tampak memanggil dengan ekspresi heboh.

"Hm, ada apa?" Tanya Grenseal menatap prajurit itu sedikit heran.

"Me-mereka mengirimkan hewan ternak!" Ujar lelaki itu dengan wajah bahagia yang tak bisa ditutupi.

"Apa kau bilang? Aku tak salah dengar?" Grenseal pun terkejut, termasuk para Menteri di belakangnya.

"Benar! Mari, Yang mulia, anda bisa lihat sendiri!" Ujar prajurit itu siap memberikan bukti.

.

.

Grenseal mendatangi kereta khusus itu diikuti oleh beberapa Menteri lain, termasuk Carles. Semua penduduk ternyata sudah berada di sana menyaksikan kawanan domba yang dibawa dengan kereta penuh jerami dan pakan. Satu kereta memuat 10 ekor dan jumlah kereta itu nyaris ada 10 gerbong.

"Ibu, lihat domba-domba itu! Apa kita akan mendapatkan bantuan juga seperti itu?" Ujar seorang anak lelaki yang cukup paham dengan kondisi mereka yang sedang kekurangan pangan dan kesulitan mendapatkan bantuan.

"Kita berdoa saja, semoga Duncan segera mendapat bantuan," jawab sang ibu tersenyum dan mengusap kepala bocah kecil yang baru berusia 10 tahun itu.

Mendengar percakapan anak dan ibu itu membuat hati Grenseal merasa miris. Ia pun berjalan mendekati keduanya.

"Doa kalian telah dikabulkan," ucapnya berdiri tepat di sebelah mereka berdua.

"Ah, Yang mulia!" Wanita itu terkejut dan segera membungkuk, begitu pun dengan putra kecilnya.

"Siapa nama mu?" Tanyanya kepada sang bocah.

"Na-nama saya...." Anak lelaki itu berbicara dengan gugup. Ia sempat melirik ke arah sang ibu yang mengangguk dan tersenyum sebagai kode.

"Nama saya Chris, Yang mulia. Christoper Reinburgh!" Ujarnya dengan lebih mantap dan lantang. Grenseal pun tersenyum melihat sikap anak lelaki itu.

"Kau benar-benar lelaki dari Duncan. Tegas dan berani!" Grenseal tak segan memberi pujian. "Apa kau menginginkan domba itu?" Ujarnya kemudian tiba-tiba.

Anak lelaki dan ibunya itu langsung terkejut. Mereka tampak tak yakin dan saling berpandangan ragu. Apa boleh mereka menginginkannya?

"Kami tidak berani, Yang mulia...," ucap sang ibu menunjukkan dia adalah orang yang taat pada peraturan.

"Kalau aku bilang, dua domba itu ku hadiahkan pada kalian, apa kalian mau menerimanya?"

Dua pasang mata wanita dan anak itu langsung berkilat bercahaya penuh harapan.

"Yang mulia, apakah itu benar???" Tanya si wanita dengan wajah cerah sekaligus kaget.

"Ya, karena Duncan sudah mendapat bantuan dan salah satunya berkat doa kalian," balas Grenseal tanpa ragu.

"Ibu, kita akan benar-benar memiliki domba!" Chris bersorak dengan riang. Dia melompat senang.

"Terimakasih Yang mulia! Kami ucapkan terimakasih!" Wanita itu dengan cepat membungkuk dalam bersama dengan putranya.

"Carles atur pengiriman dua domba untuk mereka beserta pakan. Beri sepasang agar mereka bisa beternak," ujarnya memanggil Carles yang berdiri tak jauh.

"Baik, Yang mulia!" Balas pria itu yang dengan sigap mendekati wanita dan anak itu untuk menulis data mereka.

"Oh ya, jangan lupa hitung semua dan berikan emas sebagai pengganti domba-domba itu ke Regina," sambungnya kemudian. "Kita harus berterimakasih karena kebaikan Ratu itu...." Ia pun tersenyum saat mengingat kembali wajah Serah.

1
Chimpanzini Menolak Hiatus
anjirr ini kek kaisar nero dari Yunani ga sii? setiap perintah absolut, meskipun mustahil untuk dilakukan.

fix bakalan di kudeta dah ini.
Chimpanzini Menolak Hiatus
egois banget jir. gini nih yang ga aku sukai dalam sistem kerajaan./Panic//Panic/
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!