Sarena Almaira adalah seorang wanita muda cantik yang hidup dalam penderitaan. Sejak usia 5 tahun, ia mengalami broken home setelah ayahnya menghilang entah ke mana. Kehidupannya pun menjadi sangat sulit dan penuh kesedihan. Setelah lulus SMA, Sarena memutuskan untuk bekerja sebagai pelayan restoran demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun, hidupnya berubah drastis ketika sebuah kejadian tak terduga membuatnya terikat dalam pernikahan rahasia dengan seorang pengusaha muda yang kaya dan tampan.
Apakah Sarena akan menemukan kebahagiaan setelah bertemu dengan pria itu?
Baca yu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meywh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab31
"Tenang saja, Mah. Meskipun berisiko, Papah yakin 100 persen kalau hubungan mereka akan kembali seperti semula," Albian meyakinkan istrinya untuk mengikuti sarannya.
"Kalau gagal, awas saja! Papah tidak perlu tinggal serumah lagi dengan Mamah," Yunita mengancam suaminya agar tidak mengecewakannya.
"Ya, Mah, ini kan cerita yang berbeda. Kenapa harus disamakan dengan hubungan kita? Jangan begitu, Mah. Papah pasti akan memastikan menantu dan cucu kita kembali kepada kita," meskipun merasa panik dengan ancaman istrinya, Albian tetap berusaha menenangkannya.
Sementara itu, Aldevaro mengurung diri di kamar dan tidak berpikir untuk melangkahkan kakinya keluar.
"Sarena, aku tahu aku memang bukan pria yang baik untukmu, tapi kenapa kau tega meninggalkanku? Kau pergi saat aku baru saja yakin ingin mengatakan kalau aku jatuh cinta padamu. Aku cinta kamu, Sarena, dan aku tidak bisa hidup tanpamu dan Albiru," gumam Aldevaro dalam hati.
Tok tok tok.
Suara ketukan di pintu membuyarkan lamunan Aldevaro.
"Siapa?"
"Ini Mamah, Sayang. Boleh Mamah masuk?" jawab Yunita dengan nada lembut, sangat khawatir dengan putranya yang belum juga keluar dari kamar.
Aldevaro kemudian membuka pintu dan mempersilakan ibunya masuk.
"Ada apa, Mah?"
"Sayang, Mamah tahu kamu sedang patah hati. Mamah juga tahu kamu sedang dalam tekanan, tapi Mamah minta kamu jangan lupa makan, Sayang. Ingat, sehat itu mahal," Yunita dengan penuh kekhawatiran memperhatikan putranya yang bahkan lupa makan.
"Mah, aku harus bagaimana agar dia mau kembali?" keluh Aldevaro, terlihat sangat stres memikirkan hubungannya dengan Sarena.
"Sayang, tadi Mamah sudah menemui istrimu dan menjelaskan semuanya. Mamah bahkan memohon agar dia mempertimbangkan untuk kembali kepadamu, tetapi jawabannya masih tetap sama. Namun, Mamah tahu dalam hatinya masih ada keraguan untuk benar-benar berpisah denganmu," cerita Yunita kepada Aldevaro tentang pertemuannya dengan Sarena.
"Apakah dia meninggalkanku bukan karena keinginannya sendiri, tapi karena dia tidak ingin membuat ibunya menderita? Bagaimanapun, Tasya adalah adik tirinya, dan ibunya tinggal satu atap dengan Tasya. Dia khawatir ibunya akan diperlakukan buruk oleh mereka," Aldevaro mulai berpikir bahwa kepergian Sarena mungkin terkait dengan keluarganya.
"Sudah Mamah duga, keluarga itu memang tidak baik. Mamah tahu Biyan ingin kami menjodohkan kamu dengan anaknya hanya karena tergila-gila dengan materi," ujar Yunita, menguatkan keraguannya tentang niat keluarga Biyan.
"Tentu saja dia tergiur dengan kejayaan keluarga kita. Bagaimanapun, dia sangat haus akan kesuksesan dan kekayaan, sehingga menjadikan keluarga kita pijakan untuk dirinya," Aldevaro semakin yakin bahwa niat Biyan mendekati keluarganya hanyalah untuk memanfaatkan mereka.
"Papahmu itu memang bodoh. Sudah Mamah bilang, jangan ikut-ikutan menjodohkan kamu, tapi dia tetap nekat. Sebenarnya, Mamah sudah tahu kalau temperamen Tasya sangat buruk. Sikapnya juga tidak baik, dia selalu memperlakukan orang sesuka hatinya," Yunita memang tidak menyukai Tasya sejak awal, karena dia merasa Tasya tidak sebaik yang dikira.
"Ya, aku juga tahu. Dia sangat sombong. Tapi, Mah, itu karena didikan yang kurang tepat. Lagipula, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Biyan juga memiliki sifat yang sangat angkuh, bahkan lebih buruk dari putrinya."
"Iya, Nak, tapi kamu jangan khawatir. Mamah dan Papah sudah menyiapkan rencana agar kamu dan Sarena bisa kembali bersama lagi," Yunita kemudian menceritakan rencana yang dia dan Albian susun kepada Aldevaro.
"Tapi, Mah, itu berisiko. Bagaimana kalau Sarena tetap tidak mau mengubah keputusannya?" Aldevaro terlihat ragu dengan rencana orang tuanya.
"Tenang saja, Sayang. Papah kamu menjamin 100% kalau rencana ini akan berhasil," Yunita meyakinkan Aldevaro bahwa semuanya akan berjalan lancar.