NovelToon NovelToon
Misi Jaksa Tampan

Misi Jaksa Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Pembunuhan / Detektif / Tamat
Popularitas:392.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss DK

Misi tak terpecahkan Lucius Malcom, si jaksa tampan yang jenius adalah mencari seorang wanita muda nan cantik bernama Edith. Sudah hampir tiga tahun Edith menghilang tanpa jejak. Lucius sudah mencarinya ke segala penjuru dunia, namun hasilnya selalu nihil.

Sampai pada suatu malam, seseorang menghubunginya dan mengatakan bahwa mayat wanita muda yang mengenakan cincin berlian hijau milik Edith telah ditemukan.

Dan di tengah-tengah kesibukannya bekerja dan menyelidiki kasus tersebut, Lucius mulai mencurigai keterlibatan Monica, istrinya dalam kasus yang diselidikinya. Hingga mengancam keutuhan rumah tangga yang sudah mereka bangun selama tiga tahun.

Apakah dengan menyelidiki kasus cincin berlian hijau Edith, Lucius Malcom dapat menyelesaikan misinya?

Sebenarnya rahasia apa yang dipendam Edith hingga ia lenyap ditelan bumi?


Dan apakah pada akhirnya Lucius dan Monica berhasil mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka berdua?

Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Monica (Part 1)

Pukul 07.55 aku tiba di depan ruang kantor kejaksaan, tempatku bekerja sehari-hari. Kubuka pintu kaca ruanganku dan melenggang masuk ke dalam ruangan dengan penuh percaya diri.

"Selamat pagi, Pak Lucius," ucap Andrew yang sedang membawa secangkir kopi yang masih mengepulkan asap menuju ke balik meja kerjanya.

"Pagi. Maaf, aku datang mepet. Makanlah dahulu nasi uduk buatan Monica, Andrew. Jangan mengisi perut kosong hanya dengan segelas kopi hangat, lama kelamaan kamu bisa sakit mag," perintahku pada Andrew sambil mengulurkan sebuah tas kertas warna cokelat yang berisi kotak makan.

Wajahnya berseri-seri senang seperti baru saja mendapatkan durian Musang King.

"Ternyata bapak tidak lupa dengan janji bapak semalam, thank you so much, Pak," ucap Andrew bahagia.

"Semoga makin sering dapat supply gizi gratis dari atasan," doa Andrew pada Yang

Kuasa.

Tangannya segera menerima dan membongkar isi tas kertas cokelat, menarik sebuah kotak makan mika bento dengan tiga sekat dan sebuah plastik berisi cairan coklat kehitaman. Meletakkannya di meja, membuka isolasi yang menempel di mika bento dengan hati-hati supaya isi mika bento tetap tersusun rapi.

"Nasi uduk dengan taburan bawang goreng renyah, ayam goreng cokelat keemasan, irisan telur dadar, perkedel, sambal, irisan ketimun dan tomat. Lalu, semur jengkol dibungkus di dalam plastik. Terima kasih, Bu Monica," ucap Andrew sambil bertepuk tangan kegirangan. Ia segera mengeluarkan sendok dan garpu plastik yang ada di dalam tas kertas cokelat, siap menyantap sarapannya.

"Eits, tunggu dulu, Bung. Di mana laporan hasil pengecekan cctv taman kota?" tanyaku pada Andrew yang sudah membawa sesendok nasi uduk ke depan mulutnya yang menganga lebar.

"Ada di atas meja bapak," jawab Andrew singkat tidak sabar ingin makan.

"Good boy, apakah kamu menemukan kejanggalan-kejanggalan?" tanyaku lagi sambil meletakkan tas kerjaku di atas meja kerja.

"Bersediakah bapak menunggu jawaban saya lima menit lagi?" tanya Andrew dengan suara aneh karena mulutnya penuh makanan.

"Ya, ya. Habiskan cepat!" perintahku sambil tersenyum nyengir. Aku memang sengaja ingin mempermainkan Andrew, mengijinkannya sarapan, namun saat dia siap menyantap sarapannya, aku segera melemparkan banyak pertanyaan padanya. Aku kangen mendengar kata-kata rajukan yang biasa diucapkannya. Tapi pagi ini, dia tidak merajuk seperti biasanya, mulut Andrew terlalu sibuk mengunyah makanan.

"Siap laksanakan, Pak!" balas Andrew sambil menghormat ala militer, setelah isi mulutnya sudah meluncur ke kerongkongan.

Aku segera duduk di balik meja kerjaku, membuka komputer. Tersenyum sendiri saat meretas laptopku di rumah, mengambil data yang ada di laptop lalu memeriksa rekaman cctv rumahku yang diambil dari pusat server.

Betapa terkejutnya aku melihat rekaman cctv dari pusat server. Manik mataku membulat sempurna tidak percaya dengan pengelihatanku sendiri.

"Bagaimana mungkin rekaman cctv yang diambil dari pusat server juga sama dengan rekaman cctv di laptopku? Apakah hacker juga sudah masuk ke sistim data cctv pusat server dan memanipulasinya? Luar biasa sekali hacker itu. Masuk menembus sistim pusat server itu sangatlah tidak mudah. Siapa kira-kira hacker yang ingin bermain-main denganku? Menerobos ke sana kemari," ucapku kesal, taksengaja mengepalkan tangan dan menggebrak meja kerja cukup keras.

Kulihat Andrew masih saja sarapan dengan tenang, berarti dia tidak mendengar ucapanku dan suara berisik lainnya.

Walaupun ada kebakaran atau gempa bumi, Andrew pasti tidak peduli. Dasar Andrew! Kalau sudah makan, seluruh panca inderanya tercurah penuh hanya pada makanan saja. Setelah nasi di hadapannya habis, tanpa tersisa sebutirpun, barulah dia sadar. Oh... Ada kebakaran dan gempa bumi ya? Astaga, api sudah membesar dan tembok di sisinya sudah roboh semua, batinku.

Aku tersenyum menertawakan kekonyolan Andrew yang baru saja melintas di batinku.

"Kembali ke topik semula, Lucius. Apakah Monica, istrimu adalah seorang hacker yang mampu meretas laptop dan pusat server?" gumamku pelan.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

"Tidak mungkin, pasti bukan dia," ucapku.

Beberapa detik kemudian, pikiranku mulai terbang ke waktu sekitar tiga tahun yang lalu, saat aku bertemu dengan Monica.

Flash Back On

"Pak, bagaimana jika bapak mentraktir makan siang di restoran Mom's Kitchen yang baru saja dibuka?" tanya Andrew kepadaku.

"Apakah sekarang sudah jam makan siang?" tanyaku sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Jarum jam pendek menunjuk pada angka 12 dan jarum panjang sudah bergeser sedikit ke kanan.

"Sudah lebih lima menit, Pak," jawab Andrew dengan suara yang terdengar seperti rintihan serigala kelaparan.

"Baiklah, kita coba masakan restoran itu. Aku suka masakan rumahan," ucapku mulai menyimpan data dan menutup program-program komputer yang kubuka, membereskan meja kerjaku dan berpaling mencari Andrew yang baru saja di sebelahku, namun sekarang dia sudah menghilang.

"Sejak kapan kamu berdiri di depan pintu? Aku baru saja menunduk beberapa detik untuk beres-beres," tanyaku terkaget melihat Andrew sudah siap berangkat.

Andrew tersenyum nyengir tanpa dosa.

"Ah, bapak seperti tidak tahu saja, saya kan hanya minum kopi tadi pagi, jadi saya super duper lapar, perut saya sudah meronta-ronta minta makan siang. Apalagi ditraktir makan. Sebelum yang mentraktir berubah pikiran, harus secepatnya digiring ke restoran," jawab Andrew seenaknya.

"Dasar pelit! Gajimu bekerja sebagai asisten jaksa itu lebih dari cukup untuk makan enak tiga kali sehari. Jadi kenapa kau hanya makan dua kali sehari?" tanyaku sambil berjalan ke pintu.

"Beginilah nasib bujangan, Pak. Tidak ada istri yang menyiapkan makanan setiap pagi. Dan saya terlalu ngantuk dan capek untuk bangun pagi dan memasak. Karena bapak selalu memberikan banyak pekerjaan sehingga membuat saya sering lembur yang mengurangi jam tidur saya," jawab Andrew langsung membekap mulutnya sendiri.

"Awas kau! Bayar sendiri makananmu!" seruku dengan nada ketus.

"Nah kan, belum apa-apa, sudah berubah pikiran. Ayolah, Pak. Jangan terbawa emosi," rajuk Andrew.

Aku sengaja mengerucutkan mulutku supaya Andrew tahu bahwa aku lagi sebal, padahal aku hanya berpura-pura marah.

Kami berduapun segera pergi keluar kantor kejaksaan dan berjalan kaki menuju restoran Mom's Kitchen yang terletak tak jauh dari kantor kejaksaan.

"Syukurlah, setelah berbulan-bulan tidak ada yang menempati, akhirnya datang juga seorang penyewa yang mau menyewa tiga ruko kecil berjajar itu dan merenovasinya menjadi sebuah restoran makanan rumahan. Pasti Kakek Rudi senang sekali," ucap Andrew.

"Iya!" jawabku singkat membayangkan ekspresi girang wajah Kakek Rudi, seorang pria tua yang memiliki beberapa ruko kecil di dekat kantor kejaksaan.

Beberapa bulan yang lalu, Kakek Rudi pernah ditipu oleh tiga orang penyewa rukonya. Mereka memberikan bukti transferan palsu sebagai pembayaran sewa, karena Kakek Rudi yang sudah tua tidak paham tentang pembayaran sewa lewat mobile banking dan tidak pernah mengecek saldo uang simpanannya di bank.

Dan setelah masa sewa berakhir, pihak penyewa sudah angkat kaki dari ruko, Kakek Rudi baru sadar bahwa saldo uang di rekeningnya tidak pernah bertambah sejak 2 tahun penyewaan, jadi diapun melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Setelah ketiga tersangka berhasil ditangkap dan diajukan ke pengadilan, akupun berkenalan dengan Kakek Rudi, karena akulah jaksa penuntut kasus tersebut.

Akhirnya setelah melewati dua kali persidangan, ketiga tersangka kasus penipuan itu diputuskan bersalah dengan hukuman tiga tahun penjara dan diwajibkan melunasi uang sewa ruko secepatnya.

Syukurlah keluarga terdakwa bersedia melunasi uang sewa dalam waktu kurang dari sebulan.

Kakek Rudi mengucapkan banyak terima kasih kepadaku dan Andrew karena telah berhasil menghukum pemuda-pemuda yang telah menipu kakek tua yang gagap tehnologi.

* * * *

Beberapa menit kemudian, kami berdua sudah tiba di depan restoran Mom's Kitchen yang didesain dengan kombinasi warna biru cobalt dan off putih. Mengingatkanku pada desain rumah-rumah yang ada di Santorini, bernuansa pedesaan mediterania.

"Silahkan masuk, Tuan," sapa Kakek Rudi ramah.

"Selamat siang, Kek. Kok Kakek ada di restoran ini?" tanya Andrew bingung.

"Saya pemilik restoran ini," jawab Kakek Rudi bangga.

"Oh ya? Sekarang kakek buka usaha restoran dengan menggabungkan beberapa ruko kecil milik kakek?" tanya Andrew terperangah kaget.

"Iya, berkat kalian berdua yang selalu mendukung saya. Saya jadi tertantang untuk membuka restoran di ruko milik saya sendiri. Apalagi setelah secara kebetulan, saya berhasil menemukan seorang koki masakan rumahan yang handal. Kalian coba cicipi masakannya, pasti kalian suka dan rajin datang ke sini untuk makan siang dan makan malam," ucap Kakek Rudi penuh senyum bahagia.

"Mari kita buktikan ucapanmu, Kek," ucapku menantang Kakek Rudi.

Note: Flash Back Onnya agak panjang nih, sambung bab berikutnya ya. Dilarang protes!

1
Sun Flower
Luar biasa
Sun Flower
Lumayan
Ryn
Mantap thorr.. saya suka novel.genre kayak ginii..☺️ sukses sll kk authorr
Erna Wati
blm baca semua....thor jgn banyak ngobrolnya ceritanya hehehe
wonder mom
more than best friend?🤔
Mell djuna
seperti nya monica dan kedua tmn na mw memalsukan identitas lg ,spy mereka dpt klaim asuransi dr korban" yg sudah meninggal 🤭
Miss DK: Makacih banyak buat jempolnya, Kakak.
Semoga suka dengan novelnya.
total 1 replies
virtandeepa
tetap aku like tanpa protes
Miss DK: Wkwkwk ... mau protes apa, Kak? kritik sarannya ditunggu.
total 1 replies
virtandeepa
duh penasaran
MangaToon_Editor
cool
Dino● Nhớ mọi ngừi nhắm: Ủa ad?
total 4 replies
jingga
kq jadi lucius yg kena sich
jingga
makin tegang😬
jingga
fighting pk jaksa💪💪💪
jingga
akhirya kejawab sudah
jingga
makin penasaran😍
jingga
tulisannya rapi,ceritanya menarik.
tapi kenapa peminatnya dikit ya🤔
Miss DK: Makasih udah mampir dan beri like, Kak.
Mungkin karena saya jarang promosi dan ceritanya terll berat (bukan genre romance) jadi krg peminat. Hehehe ...
total 1 replies
Ava Eka
sptnya gambaran cerita dan nama2 orang luar negeri,tp gagal paham ama makanannya
Miss DK: Hahaha ... Latar tetap di Indonesia aja. Surabaya dan Batu.
total 1 replies
🌹Almira🌹
semangat💪💪
Sucy Illana
cerita bagus Thor
Miss DK: Terima kasih banyak, Kak.
total 1 replies
Latifah Rais
heeem teka teki,, ga tau apa yg terjadi taunya hera membawa ares ke hades,, kasian nasib ares ketakutan hidupnya
Lili
Hadir 😁
Mampir ya ke Ibu Tunggal
Terima kasih 🙏
Miss DK: Done.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!