NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: tamat
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 25

Keesokan harinya, suasana di kantor pusat perusahaan tempat Fathur bekerja tampak sibuk. Fathur duduk di balik meja kerjanya, menatap layar monitor dengan fokus yang tajam. Namun, ketenangannya terusik saat sekretaris divisinya memberitahu bahwa ada dua orang pria yang memaksa ingin bertemu tanpa janji temu.

"Biarkan mereka masuk," ucap Fathur dingin.

Dia sudah menduga siapa yang datang.Pintu ruangan terbuka dengan ka-sar. Fajar dan Fikri melangkah masuk dengan gaya angkuh, seolah-olah mereka adalah pemilik perusahaan tersebut. Mereka duduk di kursi tamu tanpa dipersilakan.

"Gaya kamu sudah selangit ya, Thur? Sampai abang sendiri harus lapor sekretaris dulu kalau mau ketemu," sindir Fikri sambil menyandarkan punggungnya.

Fathur tidak bergeming. Ia melipat tangannya di atas meja.

"Ini jam kantor, Mas. Ada apa? Kalau mau bahas masalah Ibu, aku sudah bilang semuanya kepada ibu dan Elisa kemarin,"

Braaak

Fajar menggebrak meja pelan.

"Justru itu! Kamu keterlaluan, Thur. Ibu sampai sakit demam semalaman karena kepikiran ucapan kamu. Kamu sadar nggak, kamu itu Manager? Gaji puluhan juta, fasilitas mobil ada. Tapi sekarang bahkan kamu tak mau memberikan uang bulanan lagi untuk ibu dan biaya kuliah untuk Elisa. Apalagi dia sebentar lagi wisuda!" da-da Fajar naik turun penuh emosi.

"Mas Fajar benar," sambung Fikri.

"Jangan gara-gara Rumi hamil, kamu jadi buta. Istri itu bisa dicari, tapi Ibu cuma satu. Lagi pula istri kampunganmu itu jangan terlalu di manja! Toh selama ini dia sudah bantu apa untuk keluarga kita? Yang ada dia hanya menghabiskan uang kamu saja! Baru bekerja jadi buruh cuci piring di toko roti saja sudah berani bertingkah! Bahkan berkata kasar kepada ibu kita! Ibu kamu Fathur,!"

Fathur menarik napas panjang, ternyata benar selama ini tak ada satu pun dari keluarganya yang menghargai semua pengorbanan yang Rumi. Selama ini diamnya benar-benar sudah menghan-curkan hati Rumi. Kali ini dia tak akan lagi membiarkan mereka untuk menyakiti Rumi lagi. Apalagi ada buah cinta yang selama ini mereka tunggu telah tumbuh di ra-him Rumi.

"Sadar Fathur! Dan segera kirim uang kepada ibu! yang bulanan seperti biasanya dan keperluan Elisa kuliah!" Fajar menurunkan nada bicaranya.

"Kenapa bang? Kenapa kalian seperti orang yang kebakaran jenggot saat aku mencabut fasilitas uang bulanan untuk ibu bulan ini? Bukankah anak laki-laki ibu ada dua lagi. Tiga tahun aku dan Rumi sudah berusaha menyenangkan surgaku. Tapi sepertinya selalu kurang dan salah. Maka dari itu aku berikan kesempatan kepada kalian, anaknya yang lain untuk berbakti dan menyenangkan surga kalian juga. Bukankah hidup kalian sangat mapan? Bahkan mengeluarkan uang seratus ribu saja untuk ibu dan Elisa selama ini tak pernah!" jawab Fathur tenang.

Kedua kakaknya terdiam.

"Bukan hanya selama tiga tahun pernikahan aku, melainkan saat aku mulai bekerja. Kalian mulai benar-benar lepas tanggung jawab dan lebih fokus dengan keluarga kalian. Selama ini aku diam dan mengalah kepada kalian, apalagi aku belum punya anak, Bang. Dan mengingat ibu dan kalian sampai sekarang masih belum menerima Arumi,"

"Namun sekarang, aku tak bisa lagi menerima perlakuan kalian kepada Rumi! Sudah cukup, aku tak tega melihat tanggung jawab dunia akhiratku selalu tersakiti hatinya. Lahir batinnya oleh kalian. Oleh karena itu aku serahkan tanggung jawab ibu dan Elisa kepada kalian. Bukan karena aku menjadi wakil manager saat ini. Jika tak naik jabatan pun aku akan tetap mengambil keputusan yang sama. Kini saatnya aku membahagiakan Rumi dan menantikan kelahiran anakku dengan atau tanpa restu kalian!" tegas Fathur.

"Fathur! Jangan main-main dengan keputusan kamu! Apa kamu mau menjadi anak dur-haka karena tidak mengurus ibumu dengan baik?" Fajar menekan suaranya.

Fathur hanya menyunggingkan senyum tipis. Kata 'durhaka' sudah menjadi senjata usang yang selalu mereka gunakan sebagai kele-mahan Fathur. Hingga pada akhirnya dia meminta Rumi untuk mengalah. Namun kini tidak lagi, apalagi perkataan dan perlakuan ibunya sudah sangat keterlaluan.

"Anak durhaka?" beo Fathur.

"Lalu disebut apa anak-anak yang membiarkan adiknya memikul seluruh beban sendirian sementara mereka asyik menikmati kemewahan sendiri? Selama ini kalian memiliki semuanya, tapi kalian tak pernah mau mengeluarkan uang untuk ibu. Kalaupun ada, semua uang itu di gunakan untuk acara yang kalian buat sendiri dengan membuat istriku jadi ba-bu gratisan kalian! Yang hanya di bayar dengan bumbu dan kuah sayur tanpa di beri daging. Bahkan kalian masih mencaci dan menghi-na dia!" Fathur benar-benar sudah tak bisa menahan kekesalannya.

"Bahkan motor Elisa yang aku dan Rumi cicil setengah mati selama dua tahun terakhir selalu kalian agung-agungkan pemberian kalian!"

sreeekkk

"Kalau begitu silahkan sekalian kalian bayar juga cicilan motor Elisa. Kalian belajar membuat surga kalian juga bahagia!" Fathur menyerahkan berkas berisi cicilan nomor kontrak cicilan motor Elisa yang tersisa satu tahun lagi.

Kedua kakaknya terbela-lak benar-benar tak menyangka jika Fathur sudah sangat berubah.

"Ini ... Ini kamu tak bisa, Thur! Kami ini sudah berkeluarga, cicilan kami banyak, kebutuhan anak-anak sekolah juga tinggi. Kamu tahu sendiri gaya hidup di lingkaran kami seperti apa. Sedangkan kamu? Kamu dan istri kampungan kamu mana punya teman seperti teman-teman kami dan istri kami!" Fikri keberatan. Apalagi uang gaji di kelola oleh Intan.

"Baiklah, mulai sekarang aku dan Rumi juga akan melakukan hal yang sama. Jadi gajiku juga nggak cukup! Silahkan kalian saja yang urus semuanya! Sebelum kalian benar-benar bisa menghargai dan menerima Rumi juga anak kami kelak!" tegas Fathur kembali!"

"Apa kamu nggak punya o-tak Fathur? benar kata ibu kalau otak kamu sudah di cuci oleh wanita kampungan itu!" geram Fajar.

"Tidak ada yang mencuci otak aku, Bang! Namun aku sadari sebagai suami selama ini sudah berbuat dzalim kepada istriku!"

"Abang, tidak bisa mendadak mengeluarkan uang sebanyak itu! Budget keluarga kami sudah diatur!"

"Kalau begitu, atur ulang," sahut Fathur dingin

"Kamu ... Kamu benar-benar sudah dicuci otak oleh perempuan kampung itu, ya!" Fikri.

"Lihat saja, kamu akan menyesal karena sudah menelantarkan ibu dan adikmu demi istri yang bahkan tidak punya bibit, bebet, bobot yang jelas!"

Fathur berbalik menatap tajam ke arah Abang kedunya.

"Cukup, Bang! Sebelum aku benar-benar kelewatan berbicara karena kalian! Silahkan keluar dari ruanganku. Dan sudah aku tegaskan kepada ibu dan juga Elisa jika aku tak akan pernah memberikan lagi sepeserpun uangku sebelum mereka benar-benar sadar dengan kesalahannya selama ini dan menerima Rumi juga anakku!"

Kedua kakaknya tak lagi menjawab apalagi saat melihat wajah Fathur yang sudah mulai berubah. Mereka pergi dengan membawa amarah yang luar biasa di dalam hatinya kepada Fathur. Terutama Rumi, karena mereka mengira jika perubahan Fathur pasti karena terpengaruh oleh Rumi.

1
Partini Minok Nur Maesa
tinggal nunggu karma fikri dan intan
Partini Minok Nur Maesa
bukanya kemarin fajar punya rumah
Ika Yanti Unyil
ceritanya bagus.hanya kebaikan rumi tidak dihadirkan sampai akhir.karena kehilangan anak ke 2 x nya membuat rumi menjadi wanita yg tegas dan tidak tersentuh dengan kehancuran keluarga fathur.meski ada beberapa bab yg typo latar belakang,nama,maupun bab yg berulang..
bahasanya enak dibaca dan setiap bab panjang.
terus semangat berkarya thor 🥰❤️🥰❤️
Hayati
🙏🙏🙏👍👍👍🥰♥️💗💝💞💓💕 ut Arumi
Partini Minok Nur Maesa
hanya untuk ditinggali bkn diberikan ya bu Sri
Partini Minok Nur Maesa
bentar lg pst fasilitas nyA ditarik semua.saudaranya fatur setan semua
Partini Minok Nur Maesa
bukanya td sama asti waktu dirmh bu sri
Partini Minok Nur Maesa
knp aku stres dgn kelakuan teh sisri
Partini Minok Nur Maesa
knp aku jd stres dgn kelakuan bu sri ya
Partini Minok Nur Maesa
bkn demit tp iblis
mama yogi
adakah wanita macam Rumi nih,ogeb 🤠,aku pernah jadi menantu dan sekarang jadi mertua ga gini lho,waktu aku jadi menantu punya mertua baik banget dan aku sekarang jadi mertua bagi menantuku juga baik lho 🤠🤠🤠🙏🙏,tapi kami emang keturunan dari nenek yg paling atas sampai sekarang jadi menantu dan mertua yang baik🤲🤲😇😇😇
Partini Minok Nur Maesa
bu sri diberi sianida aja beres
Siti Dede
Renjana atau Rajendra nama anak bu Vio?
Rafa Bilal
cape banget baca novel ini, terlalu banyak orang jahatnya
Ning Suswati
hhhhhhaaahhhh lega, ceritanya bagus
Ning Suswati
semangat rumi, taklukkan dunia yg terbentang luas
Ning Suswati
lho bukannya selama ini fajar tdk tinggal dirumah ibunya, kok ikutan sam ibunya
Ning Suswati
ngapain aja arumi memasuki neraka, belum waktunya kali🤣
Ning Suswati
kok saling salah setelah kejadian menimpa dunia mereka selama ini semua menyiksa rumi termasuk elisa
Ning Suswati
wahhhh mengerikan sekali nasib manusia2 daqjal, dan menerima karma yg lehih pedih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!