NovelToon NovelToon
Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Cerita tentang seorang anak gadis cantik yang cerdas dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Gadis itu bernama Aryanti Wihardja, biasa disapa Ary.Dia memiliki seorang sahabat bernama Eno Mundarwati.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari Ary, mulai dari persahabatan hingga kisah cinta Ary. Ary selalu berdo'a agar tidak jatuh cinta terlebih dahulu sebelum menjadi seorang dokter. Dia tidak ingin sekolahnya terganggu dengan urusan cinta.

Akankah Ary jatuh cinta saat di bangku sekolah, kuliah atau setelah menjadi dokter? Yuk kita baca cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Mencoba Lebih Dekat dengan Ary

"Loe tadi kemana aja, kok lama baru ke kantin?" tanya Enno. Saat ini Enno dan Candra sedang berjalan menuju ke tempat parkir.

"Tadi perut gue mules banget. Sorry kelamaan nungguin gue." jawab Candra.

"Loe gak lagi bohongi gue kan? Gue tunggu sampai loe siap ceritain semuanya ke gue atau Ary." tegas Enno.

Mereka akhirnya pergi ke rumah Ary. Enno boncengan sama Enno menggunakan motor Enno. Sedangkan Alex dan Anton menggunakan mobil Alex. Mereka berjalan beriringan, Enno berjalan lebih dulu. Alex mengikuti Enno karena belum pernah ke rumah Ary sebelumnya.

Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Ary. Keadaan rumah Ary sangat sepi, karena Ary sedang istirahat setelah makan dan minum obatnya.

"Assalamualaikum... Assalamualaikum..." teriak Enno dan Candra bersamaan.

"Ary... Ary..." panggil Anton sambil mengetuk pintu rumah Ary.

Mbak Asih langsung lari ke bagian depan rumah majikannya.

"Wa'alaikum salam... Sebentar!" teriak mbak Asih sambil membuka pintu yang terkunci.

Ceklek...

"Eh... Ada non Enno. Mari non, masuk. Mbak Ary baru saja tidur. Non Enno jangan ribut ya, nanti mbak Cilik bangun." kata mbak Asih takut-takut.

Mbak Asih biasanya bantu ayah di kios, karena Ary sakit dia diminta Bu Widya untuk membantu menjaga Ary di rumah.

"Bunda mana, mbak? Kok sepi?" tanya Enno sambil duduk di kursi ruang tamu. Alex, Anton, dan Candra pun ikut duduk.

"Ibuk baru sholat, karena tadi banyak tetangga datang menjenguk Ary." mbak Asih. "kulo tinggal ke belakang dulu."

"Iya, mbak" mereka serempak menjawab.

"Ndir, kita gak pa-pa nih datang disaat yang tidak tepat?" tanya Alex berbisik.

"Santai aja, bunda orangnya nyantai kok. Sek, gue mau ke belakang dulu. Panggilan alam!" kata Enno.

"Gue ikut." kata Candra.

Saat Enno dan Candra berjalan menuju dapur, bunda keluar dari kamarnya.

"Lho, ada Enno! Sudah lama, En?" tanya bunda.

"Belum, bun. Ini bun, mau numpang ke kamar mandi." kata Enno sambil mencium punggung tangan bunda. Candra pun juga mencium tangan bunda.

"Yo wes, sana nanti ngompol lagi disini" canda bunda.

"Sih, Asih! Sudah bikin minum untuk mereka?" tanya bunda sambil mendekati Asih di dapur.

"Ini masih dibuat, buk." jawab Asih.

"Gek ndang ditokke , mesakke bocah-bocah mesti ngelak." katanya bunda meninggalkan dapur menuju kamar Ary.

(Cepat dikeluarkan/diantar, kasihan anak-anak pasti haus.)

"Ary, nduk. Bangun sek, teman kamu pada datang itu." kata bunda sambil mengusap pipi Ary.

Sebenarnya Ary sudah mendengar suara teman-temannya tadi. Tapi dia malas untuk keluar, jadi dia pura-pura tidur.

"Iya, bun. Ary cuci muka dulu." kata Ary sambil bangkit menuju kamar mandi. Sedangkan bunda keluar kamar Ary.

Tidak berapa lama, masuk Enno dan Candra ke kamar Ary. Saat itu Ary sedang memakai topi rajut untuk menutupi kepalanya. Kepala Ary baru ditumbuhi rambut halus, untuk melindungi kulit kepalanya Ary memakai topi.

Bunda dan mbak Karin sudah pernah menyarankan Ary, agar memakai jilbab saja sekalian nutup aurat. Karena Ary merasa belum siap berhijab, Ary memilih memakai topi untuk menutupi kepalanya.

"Udah cantik!" kata Enno mengagetkan Ary.

"Apaan sih, gak jelas tau gak?!" jawab Ary sambil berjalan keluar dari kamarnya.

"Iya, betul kok. Cantik!" Candra menimpali.

Mereka bertiga berjalan menuju ruang tamu. Rumah Ary hanya satu lantai tapi luas, berbentuk joglo. Ada empat kamar tidur lengkap dengan kamar mandi, letaknya disebelah kanan dan kiri ruang keluarga. Ruang makan menyatu dengan dapur berada di belakang ruang keluarga dan kamar. Ruang tamu berada di depan ruang keluarga.

"Hai Ary, gimana keadaan kamu?" tanya Alex basa basi sambil tersenyum.

"Hemm" Suara deheman Enno dan Candra sambil main mata.

"Alhamdulillah, sudah membaik. Perban sudah dilepas, tinggal pemulihan saja." jelas Ary.

Alex terus menatap wajah Ary dengan senyum mengembang, dia merasa bahagia karena keadaan Ary sudah membaik.

"Ada yang kangen, dua minggu tidak ketemu." kata Anton.

"Ciee... Kangen nih yee..." kata Enno dan Candra kompak, sambil tertawa.

Ary hanya diam saja, dia tetap memasang wajah datar. Seperti biasanya, Ary tetap cuek. Walaupun teman-temannya meledek.

Mereka melanjutkan obrolan ngalor ngidul, tidak jelas arah pembicaraannya. Sesekali tawa mereka memecah kesunyian.

Sore hari, setelah capek dengan acara temu kangen, Enno beserta teman-temannya pamit pulang.

"Gue pulang dulu, nanti malem gue usahain kemari. Sun sek." kata Enno sambil cipika cipiki.

"Lebay loe, No. Rumah dekat juga, pakai minta cipika cipiki." kata Ary sambil memukul pundak Enno. Candra pun mengikuti Enno, berpelukan dan cipika cipiki.

"Gue boleh gak, Ar. Masak Enno ma Candra cipika cipiki, gue nengokin aja. Mau dong...!" kata Anton sambil menaikturunkan alis.

"Mau ini? Nah!!!" jawab Ary sambil mengacungkan kepalan tangannya ke arah Anton.

Enno, Candra dan Alex pun tertawa melihat Anton diacungi kepalan tangan Ary. Anton yang takut, langsung lari keluar. Menunggu Alex di teras rumah Ary.

"Aku pulang ya, besok aku bawain lagi catatan pelajaran yang tertinggal." kata Alex pamitan ke Ary, dia menyodorkan tangannya tanda ingin bersalaman.

" Dah sana, ditunggu Anton tuh." kata Ary sambil mendorong bahu Alex, menghindari salaman tangan Alex. Ary selalu menghindari bersentuhan kulit dengan lawan jenis, walaupun dia belum berhijab.

"Dadah Ary " teriak Anton sambil melambaikan tangannya. Ary hanya senyum dan menggelengkan kepala saja melihat polah Anton.

"Dasar Anton somplak!" gumam Ary. Ary masuk ke kamarnya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah.

***

"Ndir, nanti pulang sekolah ke rumah Ary lagi yuk!" ajak Alex. Saat ini mereka sedang mengikuti pelajaran di kelas. Karena guru sedang rapat, murid-murid hanya disuruh mencatat pelajaran di papan tulis.

Alex sudah menyiapkan bahan-bahan pelajaran minggu lalu, dia sampai rela menulis ulang catatan pelajarannya hanya untuk Ary. Alex ingin mengantarkan catatan pelajaran tersebut , agar Ary bisa belajar.

"Loe, sudah dicuekin! Dipasangi muka selurus penggaris, serata dinding tembok. Tetap aja deketin tuh cewek." cerocos Anton. Dia tau bagaimana usaha Alex untuk mendekati Ary.

"Heran gue, segitunya cinta loe ke Ary. Kenapa gak mundur aja mumpung belum terlanjur." Anton menepuk jidatnya sendiri.

"Namanya CINTA! Betul tidak?" kata Enno mengejek Alex. "Cinta itu buta, gak bisa liat luka. Iya kan, Lex??" Enno mengedipkan matanya ke Alex.

"Alex mah udah cinta mati ma Ary. Kalian aja, jadi teman nggak ngerti-ngerti juga! Semangat berjuang, Lex!" Candra membela dan menyemangati Alex.

"Makasih Can. Loe emang best friend, gak kayak dua anak ini. taunya malak aja!" kata Alex menunjuk pada Enno dan Anton.

"Gue kurang apa coba? Selama ini gue udah deketin loe ma Ary. Gue kasih tau apa makanan dan minuman kesukaan Ary. Bahkan jadwal Ary di rumah juga gue kasi!" Enno menyolot.

"Tapi emang dasarnya Ary gak mau pacaran. Jadinya semua yang deketin dia dikasih muka datar." sambung Enno.

"Iyaa... Makasih semuanya!!! Semoga kita tetap best friend." akhirnya Alex menyerah berdebat dengan Enno.

Mereka melanjutkan menulis dengan tenang. Cepat selesai mencatat, maka semakin cepat pula mereka pulang sekolah. Karena tadi sudah diumumkan, siapa selesai mencatat boleh pulang.

1
Sulastri Abdi
sepupu itu bukan mahrom jadi nggak boleh bersentuhan kok malah minta peluk di bayu? sebenarnya boleh nikah kok dengan sepupu
Sulastri Abdi
apa authornya orang klaten nih kok pakai klaten sebagai lokasi novelnya. aku orang klaten juga nih
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: Klaten kota kelahiran saja, domisili di seberang Mbak 🤭
total 1 replies
Sulastri Abdi
emang lokasinya di klaten kok GOR Gelarsena?
ZaeV92
hadir kakak
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: terima kasih 🤗
total 1 replies
Lia Anisa
wah warung apungnya sudah d gusur sekarang.yang bikin novel orang mana nih
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα яσѕє🌹
semangat
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hihii aku baru mampir ka Ayi...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
uda baca " Menggapai Mimpi " keeereeen ceritanya thoor.....
Dinul
firts komen
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
congrats ya Bay....
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
keren Bayu masuk STAN (Sekolah Tinggi ilmu Akuntansi Negara) tanpa ada tes
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
bs2 ntar Bayu kege'eran tuh krn selalu bs ngobrol bareng kayak orng pacaran aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
utk saat ini berteman aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
Ary....Ary....jika Alex melihat kedekatanmu dengan Bayu pasti yg ada di pikirannya bahwa km memutuskan dirinya krn Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sabar ya Lex...
semoga kamu dan Ary kelak berjodoh deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
msh SMA jd mending putus aja , ntar klo uda kuliah gpp deeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok di ulang chapter 16 nya 🤔🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ciiiieee Bayu....ikutan PDKT ke Ary yaaak....
nyaranin Ary ikut pengkaderan biar bs dekat ama Ary kaaaan ???
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
seharusnya tanda koma di letakkan setelah kalimat "kalau tidak"
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok walas mereka , seharusnya kan walas kalian gt ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!