Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERABAIKAN
Setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit Krystal sudah bisa beraktifitas seperti biasanya dan sudah mulai masuk kuliah hari ini
Kai tersenyum miring setengah kesal saat melihat ibu hamil itu turun dari motor dengan senyuman yang ceria, begitu lincah saat turun dari motor itu sambil sedikit melompat
"Terimakasih sudah mengantarku Sean," kata Krystal pada pria dengan mata coklat itu
"Sama-sama Krys," jawabnya sambil tersenyum, lalu perlahan pergi dari depan rumah itu
"Kenapa kau berani naik motor seperti itu?" kata Kai pada Krystal sambil menatap ibu hamil itu
"Aku biasa melakukannya," jawab Krystal enteng
"Tapi sekarang kau tak sendiri, ada bayi dalam perutmu, kau tak memikirkannya?" tanya Kai kesal
Seketika membuat wajah Krystal tertekuk
"Aku baru pulang dan merasa begitu lelah hari ini, boleh aku masuk dan beristirahat dulu?" kata Krystal
"Istirahat lah," kata Kai sambil menatap Krystal yang sudah masuk ke dalam rumah
"Kenapa dia jadi kesal!" rutuk Krystal
***
"Kau bilang akan makan malam denganku," kata Krystal
"Aku harus pergi," kata Kai masih sibuk merapikan rambutnya
"Tapi aku ingin makan malam bersamamu," pinta Krystal
"Kau bisa makan sendiri," jawab Kai singkat dan seketika meremukkan hati Krystal
"Tapi aku sudah memasak dengan bersusah payah," kata Krystal dengan nada kecewa
"Kau makan saja ya," kata Kia mengecup kening Krystal
"Aku pergi sekarang," sambung Kai sambil menepuk pundak Krystal
"Aku akan menunggumu pulang untuk makan malam," teriak Krystal
***
Dentuman musik terdengar sangat kencang di ruangan ini
Kai terlihat begitu menikmati kebersamaannya dengan Jenifer
"Baby, kau bilang akan segera menceraikannya," kata Jenifer sambil melingkarkan tangannya ke leher Kai
"Aku harus memikirkannya," jawab Kai
"Alasan kau menikahinya hanya untuk memberikan bayi itu status kan, jadi lepaskan dia setelah itu," kata wanita itu sambil mengecup dagu Kai
Kai tak merespon, bingung harus merespon seperti apa
***
Kai sedikit terperanjat saat melihat Krystal yang tidur di sofa
"Krys," panggil Kai sambil menggenggam tangan Krystal, terlihat beberapa luka di jari wanita itu dan nampaknya karena bekas goresan pisau
Seketika hati Kai terenyuh "Kau masak sampai luka seperti ini," gumam Kai sambil mengecup luka-luka yang ada di jari istrinya itu
"Maaf," sambung Kai
"Eemmm," kata Krystal meliukkan badannya sambil berlahan membuka matanya
"Sudah pulang?" tanya Krystal sambil tersenyum
"Ya," kata Kai sambil mengangguk
"Ayo makan malam," kata Krystal
"Kau belum makan?" desis Kai
"Sudah kukatakan aku akan menunggu sampai Tuan pulang," kata Krystal
Kai menghela nafas berat, rasa bersalah seketika menyelimuti hatinya
"Aaa, ini sudah jam dua pagi," kata Krystal saat melirik jam
"Tuan pasti tak lapar," katanya sambil menunduk
"Ayo aku temani makan," kata Kai, Krystal hanya menggelengkan kepalanya lesu
"Tidur lah, Tuan pasti lelah karena bekerja sampai pagi," lirih Krystal berusaha menutupi kecewanya
"Ayo makan, kau belum makan," kata Kai
"Tidak mau," kata Krystal sambil terisak
"Hei, sayang jangan menangis," kata Kai seketika merasa bingung
"Kau berjanji akan makan malam bersamaku malam ini, tapi kau pergi begitu saja dan sekarang aku tau alasan Tuan pergi," kata Krystal begitu pilu
"Aku benci Tuan!" kata Krystal langsung pergi ke kamarnya, meninggalkan Kai yang masih dirundung rasa bingung
Bagaimana tidak, Krystal merasa begitu bodoh, seperti orang bodoh dia menunggu suaminya itu untuk makan malam, tapi lihat sudah kesekian kalinya pria itu membohonginya dan pergi bersama wanita lain
Krystal melihat bekas lipstik di kera kemeja suaminya itu "Krys," panggil Kai sambil menggedor pintu kamar yang di kunci Krystal
"Krystal, ada apa denganmu! Buka pintunya sekarang!" perintah Kai
Krystal mendudukkan tubuhnya di lantai, memukul pipinya sendiri, berusaha menyadarkan dirinya bahwa yang dilakukannya salah
"Dia berhak bersama siapa pun yang dia mau karena kau, bukan apa-apa dalam hidupnya. Sadar lah Krystal!" batin Krystal sambil memukul dadanya yang terasa begitu sesak
Krystal merasa begitu bodoh karena tak bisa mengontrol emosinya, bahkan dia sampai menangis di depan pria itu
Sayup-sayup Kai mendengar tangisan Krystal dari luar kamar
"Krys!" teriak Kai
"Jangan membuatku khawatir! Buka pintunya!" teriak Kai sambil memukul pintu itu kasar dan akhir nya Kai memutuskan untuk mendobrak pintu itu dan menemukan Krystal yang tengah menangis di lantai
"Ayo berpisah," kata Krystal tiba-tiba
"Apa yang kau katakan," kata Kai terkejut
"Ayo berpisah! Aku tak mau hidup begini terus Tuan," kata Krystal
"Ada apa denganmu?" tanya Kai
"Kau terus menanyakan itu, sedangkan alasan semuanya adalah Tuan!" kata Krystal
"Kau begitu suka menyakitiku dan menghancurkan hatiku," lirih Krystal
Seketika napas Kai terasa terhenti, apa yang sudah dilakukannya hingga membuat ibu hamil itu merasa begitu terluka dan menderita
reader wajib baca ini.