NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYM SEBELAS

Baru tiba di mansion mertuanya. Bachrie mendapati Gantara turun dari sebuah mobil lalu pergi lagi setelah menitipkan bingkisan tas kecil berwarna merah muda kepada salah seorang pelayan.

Sedari dulu, Gantara selalu membuat dirinya terbakar api cemburu, bahkan inilah alasan kenapa Bachrie tak segan melarang Fasha pulang ke kediaman keluarga Miller.

Baru beberapa bulan Bachrie lega karena Gantara tak lagi bekerja di tempat ini, sekarang, kembali dia dibuat ketar- ketir oleh keberadaan lelaki itu.

Bachrie jadi penasaran, bingkisan apa yang Gantara titipkan kepada pelayan. Makanya dengan segera dia mengejar wanita itu untuk ditanyai sesuatu.

"Mbak!"

Wanita itu menoleh lalu segera menundukkan kepalanya segan. "Tuan muda."

"Itu bingkisan..." Bachrie menatap paper bag yang akhirnya disodorkan kepadanya.

"Oya, Tuan, ini tadi ada titipan dari Bang Tara. Katanya sih jam ini kepunyaannya Nona Acha."

Bachrie menerima tas kecil tersebut dan melihat isi di dalamnya. Sebuah jam tangan milik Fasha yang beberapa bulan lalu Bachrie belikan untuk hadiah anniversary. Dada Bachrie bergemuruh.

"Bang Tara juga bilang. Katanya Maaf. Kalau jamnya baru sempat dibalikin soalnya kemarin masih sibuk sekali sama bengkelnya."

"Terima kasih!" Bachrie ngeluyur pergi, dengan rahang yang tegas.

Kamar Fasha di lantai tiga, segera Bachrie masuki ruangan istrinya. Dan, di depan cermin rias telah berdiri sang istri tercinta.

Fasha mengenakan dress pendek tipis, sebelumnya wanita itu sedang memandangi perut ratanya. Namun, segera berbalik menatap Bachrie yang tiba- tiba sampai.

"Mas..." Fasha tak menyangka, Bachrie secepat itu menyusulnya. Sebelumnya, Bachrie boro- boro punya waktu untuknya.

"Dapat titipan." Bachrie menyindir. "Gantara yang kasih tas itu, tadi!"

Fasha meraihnya, membukanya, lalu menatap jam tangan itu sebentar. Ya Tuhan, saking kacau pikirnya kemarin, Fasha sampai lupa kalau jam tangan ini tertinggal.

"Terima kasih kalau begitu." Fasha ngeluyur sebelum celetukan dan kekehan Bachrie membuatnya berhenti langkah.

"Terima kasih sudah menikung ku, begitu?"

Fasha menoleh kali ini, jujur saja, sedari tadi Fasha malas berdebat. Tapi mendengar kalimat Bachrie membuatnya tersulut.

"Maksud Mas apa?"

"Aku yang harusnya tanya! Kamu yang ngapain ke tempat Gantara? Terus kenapa hadiah anniversary kita sampai ada di tangannya?"

"Mas Bachrie, curiga?" sergah Fasha.

"Hanya ingin penjelasan!" sela Bachrie.

"Sepulang dari salon mobil Maureen nabrak tiang, kondisinya hujan deras, waktu sudah masuk Maghrib, Acha numpang shalat di bengkel Bang Tara lalu pulang, sudah hanya itu saja, nggak ada yang terjadi lagi."

"Kemarin, kamu nggak menceritakan detil kamu ke salon sampai nabrak tiang!"

"Memangnya kemarin Mas peduli?" Fasha tak mau berdebat, cukup, Fasha masuk ke dalam selimut karena sudah lumayan lelah.

Bachrie seolah amnesia jika kemarin, dirinya bahkan tidak sempat membalas pesan yang dikirim berulangkali. Tak ada perhatian yang seperti selayaknya suami sejak ada Azalea.

Sejauh ini, Fasha belum mengatakan berita kehamilannya. Malas juga memberitahu lelaki yang bisanya hanya menyalahkan.

Sebenarnya Bachrie juga tak ingin berdebat, kedatangannya ke sini bukan untuk marah, atau cemburu, tapi melihat Gantara membuatnya mengingat masa lalu Fasha.

"Kamu masih suka sama Gantara, hm?"

"Apa lagi sih, Mas?!" Fasha meninggikan suaranya, ia mulai tak paham dengan tudingan Bachrie yang tidak masuk akal.

"Aku tahu kamu pernah suka sama Gantara sebelum aku pinang!" tukas Bachrie. Yah, dia pernah membaca bait demi bait yang Fasha tulis teruntuk Gantara di dalam Diary.

"Lalu?" tanya Fasha.

"Asal kamu tahu, Ning, kamu cinta pertama ku, ... Demi Allah, aku tidak pernah mencintai siapa pun lagi selain kamu bahkan sebelum kita dipersatukan! Makanya tolong pahami kecemburuan ku!"

"Aku cinta pertama mu. Tapi sayangnya, sekarang sudah ada Zahra." Fasha berkata lirih seraya menusukan tatapannya. Entahlah, dia sudah tak memiliki cita- cita lagi setelah ada Azahra di dalam kehidupan suaminya.

"Dengar, Acha." Bachrie berjongkok di sisi ranjang demi menggenggam tangan mulus istrinya yang selalu menepis. "Sudah aku bilang, aku hanya mencintaimu. Tapi Azahra dan Azalea juga tanggung jawab ku."

"Bukan cuma tanggung jawab." Fasha tertawa samar ketika mengucap. "Perlakuan kamu sudah berat sebelah sejak kamu tinggal bersama mereka, Mas! Kenyataannya hanya aku yang dikucilkan di sana, karena Mas lebih percaya wanita ular titipan Mas Manaf!"

"FASHA!" Bachrie tak suka jika almarhum Manaf disebut- sebut menitipkan wanita ular.

"Apa?" Fasha menawarkan pipinya kembali untuk ditampar. "Mau tampar lagi?! Tampar, supaya aku punya alasan untuk berpisah!"

"Kamu jangan keterlaluan, Fasha!" Bachrie mencekal lengan Fasha sambil menahan amarah yang menyeruak di dadanya.

Fasha memang tidak mendapatkan tamparan seperti kemarin, tapi tatapan menghardik yang Bachrie usung, berhasil mematahkan hatinya yang bahkan sudah terlalu remuk.

Setiap kali Fasha berkata kebenaran tentang keluarga Bachrie, lelaki itu seolah tidak mau menerimanya, tapi sebaliknya, ketika keluarganya bertindak yang menyakiti hati Fasha, Bachrie tak dapat lakukan apa- apa.

"Aku memang keterlaluan. Makanya lepaskan aku, biarkan aku yang menyerah."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!