NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Kaisar Lefano (2)

"Dia adalah musuhku. Sampai kapanpun." ~Xavier Forzano.

.

.

.

Xavier masih terduduk lunglai di pinggir ranjang setelah kepergian Arjuna dari kamarnya. Mata lelaki itu menerawang, dengan fikiran yang melayang entah kemana.

Xavier tahu dengan baik apa konsekuensi dari kembalinya dia ke Indonesia. Cepat atau lambat, luka itu akan terbuka. Cepat atau lambat, dia akan kembali mendengar nama itu. Namun dia tidak menyangka akan secepat ini semuanya datang.

Dia belum genap dua minggu kembali, dan nama itu sudah muncul ke permukaan. Membangkitkan amarah Xavier, membuka luka lamanya. Lelaki itu mengepalkan kedua tangannya keras, menahan amarah yang semakin lama semakin menguasai hati dan fikirannya.

Arjuna pamit pulang setelah berpesan sebuah hal padanya.

"Jangan gegabah. Cassandra telah menjadi target mereka. Kita harus bermain cantik kali ini." Kata-kata sahabatnya itu masih terngiang jelas di telinga Xavier.

Dia mengutuki dirinya sendiri. Semakin fikirannya memikirkan hal itu, semakin Xavier merasa sakit pada luka yang setahun ini dia coba sembuhkan. Ternyata, lari dari kenyataan dan berusaha mengalihkannya pada hal lain tidak membawa pengaruh apapun pada luka dalam hati Xavier.

Ini dibuktikan dengan meskipun dia telah pergi, melarikan diri selama setahun belakangan untuk menutup lukanya, pada akhirnya luka itu tetap menganga. Bahkan semakin sakit hanya karena mendengar sebuah nama.

Xavier berdiri dan meninju keras dinding kamarnya, meluapkan amarah sekaligus rasa sakit akibat pengkhianatan yang kini berkumpul dalam kelam malamnya.

Tinjuan yang cukup keras hingga membuat tangannya memar, sebagian terluka. Xavier menatap luka itu nanar.

"Tak cukup di hatiku kini di tanganku juga," katanya hampir putus asa.

***

Cassandra punya kelas pagi ini. Seperti biasa dia sudah berada di halte, menunggu bus kota yang akan membawanya menuju kampus. Dia sungguh tidak boleh terlambat, dan matahari sudah mulai merambat naik untuk menyinari hari. Syukurlah hari ini busnya tidak terlalu lama datang. Cassandra bangkit dari duduknya dan bersiap memasuki bus diikuti beberapa orang di belakang.

Memilih tempat duduk di sebelah kiri bus persis di dekat kaca, Cassandra melebarkan senyuman selamat pagi. Dia sangat suka spot ini, dan merasa senang sekali jika mendapatkannya pada saat berangkat atau pulang kuliah. Sebuah kursi masih kosong di sampingnya, namun dia tidak begitu peduli. Gadis itu melihat ke luar kaca bus yang lebar dan panjang, menikmati sinar matahari pagi yang mulai menerpa dan menelusup masuk ke dalam bus.

Tiba-tiba seorang pria memanggil namanya.

"Cassandra?" tanya pria itu pelan, tidak yakin.

Cassandra menoleh cepat. Dia sedikit terkejut melihat siapa pria itu.

"Kaisar?"

Kaisar tersenyum dan langsung menduduki kursi di sebelah Cassandra. Lelaki itu tidak membawa gitarnya, kali ini dia mengenakan kemeja kasual berwarna biru dongker yang dipadu dengan celana jeans dan menggendong sebuah tas di punggung.

Bus kembali berjalan menyusuri pagi ibukota.

"Wah, kebetulan sekali," ujar Kaisar. Cassandra mengangguk tanda setuju.

"Kau ke arah sini juga?" tanyanya penasaran pada lelaki itu. Jarak yang tak jauh di antara mereka membuat Cassandra dengan mudahnya mencium parfum maskulin pria di sampingnya ini.

"Iya. Aku kuliah di UI." Kaisar menghadap Cassandra kali ini.

Cassandra kembali terkaget.

"UI? Aku juga!" balasnya antusias.

Kaisar tersenyum lebar.

"Benarkah? Kau semester berapa dan jurusan apa?"

"Aku di teknik elektro semester empat. Dan kau?"

Kaisar menyilangkan tangannya di depan dada.

"Oh, kau adik kelasku ternyata. Aku di ilmu sipil semester akhir," katanya bangga.

"Wah, semangat untuk skripsimu ya!" balas Cassandra lagi.

Dan begitu saja percakapan mereka mengalir hingga bus sampai di halte tepat di depan Universitas Indonesia.

Kaisar bangkit diikuti Cassandra di belakangnya. Mereka berjalan beriringan di jalan setapak menuju kampus itu.

"Baiklah. Kurasa sampai di sini dulu," kata Kaisar berhenti perlahan.

Cassandra menoleh. "Oke," katanya singkat.

"Berikan aku nomor teleponmu. Kita akan bertemu di selasa malam, kan?" tanya Kaisar cepat. Menyodorkan ponselnya pada Cassandra.

Cassandra terlihat berfikir sejenak. Kaisar bukanlah orang jahat, batinnya. Dia adalah pemain gitar yang mengiringinya bernyanyi di kafe, lalu dia ternyata adalah abang kelasnya di satu almamater. Gadis itu menyambut uluran ponsel Kaisar, memencet beberapa angka di sana sebelum mengembalikan ponsel yang terlihat mahal itu pada pemiliknya.

Kaisar tersenyum melihat deretan angka itu, lalu dengan cepat memencet tombol panggil. Sebuah nada dering berbunyi di ponsel Cassandra. Gadis itu merogoh ponselnya dari dalam tas selempangnya.

Kaisar tersenyum lebih lebar.

"Itu nomorku," katanya.

Cassandra mengangguk.

"Baiklah. Aku harus cepat, aku ada kelas pagi," pamitnya.

"Sampai jumpa, Cassandra," balas Kaisar.

Cassandra melambai sekilas dan melanjutkan jalannya memasuki kampus itu.

Kaisar masih mematung di tempatnya, memperhatikan Cassandra yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Cassandra.

Menyadari Cassandra telah berlalu, Kaisar berbalik arah meninggalkan tempatnya, berjalan menjauh dari kampus itu dan berpapasan beberapa kali dengan para mahasiswa yang hendak mencari ilmu.

Dia berjalan ke arah kanan kampus, mengeluarkan sesuatu dari kantong celana jeans-nya. Menekan benda itu dan menimbulkan suara bip bip di salah satu mobil yang terparkir di sana.

Kaisar mempercepat langkahnya, mendekati sebuah mobil sport berwarna merah dengan tulisan 'The Reds' di kaca belakang mobil itu, kemudian berlalu cepat meninggalkan Universitas Indonesia.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Yuk dukung like, vote dan komen ya kak readers.. makasih banyaaak, luv ❣️

1
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
Jane Kumois
xaviier sama kaisar sdh jadi teman baik yaa thor❤
D'illah @ NS
alesha kamu masuk jerat si roman!😅😅😅
modusnya bisa aja bang roman!
D'illah @ NS
ending part mendadak eungap,,,🤣🤣🤣
D'illah @ NS
kiyowooo ramon!!😍😍😍🤩🤩🤩🥰🥰🥰
Sintha Zhenaque
si juna ama axel yg cekikikan ,gw jg jdi ikutan😅
Sintha Zhenaque
ya mau wikwik lah cass 🤭
Sintha Zhenaque
ajaran sesat si juna..
Sintha Zhenaque
kata"nya syahdu bgt..menyentuh,
Sintha Zhenaque
ngenesnya jdi sad boy😢
mis dona
baguus
thez_JRY
baca sesion 1 x dimana
atau gabungan di cerita cassandranya ya
I
apa ini akan ada lanjutannya Thor?
EndRu
serba salah klo belum bisa memutuskan pilihan yang sama-sama sulit
EndRu
ternyata sama sama terluka.. dan menjadi kesalahpahaman yang Mambawa luka
EndRu
aku lupa kisah lalu klo alesha pernah keguguran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!