NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanyaan 1

“Bagaimana ini bisa terjadi? Apa Irene sudah berada di sini?”

“Tuan Henrik maafkan kami, ini semua benar-benar di luar dari ke—”

(TRAANGG) Suara seseorang memukul suatu benda hingga terjatuh begitu keras ke atas lantai.

“DIMANA SIKAP PROFESIONALISME KALIAN!! BAGAIMANA BISA ANAK DI BAWAH UMUR BEKERJA, TERLEBIH PADA BAGIAN KONSTRUKSI BERAT!” teriakan seorang pria kepada Irene yang hanya dapat menundukkan kepalanya.

Melangkah dengan cepat, tirai hijau itu pun terbuka tak kala menatap pada Irene yang terlihat begitu merasa bersalah serta kebingungan.

“Ada apa ini? Pak, kenapa kau berteriak?! Apa kau tidak tahu saat ini berada di unit gawat darurat?!” Hendrik berucap kesal pada pria itu dengan Bastian yang juga langsung mengambil alih mempersilahkan Irene untuk pergi ke bagian lain.

“HEY! HEY! HEY! MAU KEMANA WANITA ITU!” teriak kesal pria itu kembali seraya menunjuk tidak sopan pada Irene yang akhirnya dibawa pergi oleh Giselle keluar dari ruang UGD.

“Berhenti berteriak padanya dan bicara padaku! Turunkan nada bicaramu atau kau akan menyesal!” sentak Hendrik dengan tatapannya yang dingin, berucap pelan penuh tekanan pada nada bicaranya.

Tatapan pria yang berusia paruh baya itu pun akhirnya berpaling pada Hendrik dan Bastian yang kala ini berdiri tepat dihadapannya. Tersambut dengan kedatangan seorang pria lainnya, Hendrik dan Bastian pun mengerti dengan sangat jelas apa yang diinginkan mereka saat ini.

Terlampir sebuah kartu pelajar, seorang pemuda dengan paras dewasa pun hanya dapat tertunduk tak kala kepalanya terbalut perban serta tangan dan kakinya yang juga ikut terluka hingga memerlukan tongkat untuk membantunya berjalan.

Kekesalan Hendrik kian menjadi tak kala kedua pria paruh baya itu bersikap menantang pada Hendrik dan Bastian, seraya mengaku sebagai ayah angkat serta paman dari pemuda tersebut. Tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu, Hendrik segera mengeluarkan kartu merahnya yang sudah biasa ia dan Bastian lakukan dalam berbisnis.

“Pengacaraku akan menghubungi kalian, jadi kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ucap Hendrik seraya menatap pada pemuda tersebut mencoba membaca raut wajahnya yang terlihat begitu ketakutan pada kedua pria paruh baya tersebut.

“Aa-apa? Pengacara? ... Tunggu dulu! Apa kau pikir semua akan selesai dengan membawa pengadilan?!” balas kesal dari salah satu pria paruh baya tersebut.

Seketika Hendrik dan Bastian melengkungkan senyuman bagai mengejek pada perkataan pria tersebut. Dapat jelas terlihat bahwa uanglah yang mereka inginkan saat ini. Dengan cara termudah, tentu bagai hal kecil bagi Hendrik jika harus mengelurakan beberapa ribu dollar saja, namun yang menjadi masalah adalah karena masalah ini bersangkutan dengan Irene serta proyek kerja keluarga Kessler.

Bastian tengah sibuk mencoba menghubungi seseorang yang kembali dapat menyelesaikan masalah dalam waktu singkat. Kontrak kerja yang sengaja dipalsukan oleh mereka pun akhirnya berhasil Bastian dapatkan, namun tentu hal ini tidak akan membuat mereka bernafas lega karena sudah berani bermain api dengan Irene, terlebih keluarga Kessler.

“Katakan, siapa di antara kalian yang bernama Jack Odison?” tanya Hendrik selepas melihat sebuah berkas dari sebuah handphone yang diberikan Bastian.

“Da-dari mana kau tahu, na-nama asliku?” balas pria itu yang kini terlihat gugup dengan berjalan mundur menjaga jarak, menurunkan temperamen yang sempat tinggi pada Hendrik.

“Aahhh jadi kau ... dengar, apa kau tahu saat ini sedang bermasalah dengan siapa? Kau yakin ingin meneruskan kasus ini atau kita hentikan disini?” balas Hendrik mencoba untuk bernegosiasi.

“Ciiih, jangan harap! Kau pikir kami takut?! Kalianlah yang memaksa anak tiriku bekerja hingga mendapat luka seperti ini! Dia masih pelajar, bagaimana kalian dalam menjalankan bisnis?!” balas pria satunya dengan begitu angkuh pada Hendrik.

Bagai tersentil, seketika Hendrik menundukkan kepalanya dan melepas dasi yang sebelumnya tersimpul begitu rapi. Membuka beberapa kancing kemeja hanya agar terlihat lebih leluasa, kini Hendrik pun berubah menjadi sosok pria lainnya, dengan tatapan raut wajah yang berbeda.

Kedua pria itu akhirnya menyadari aura dominan Hendrik yang membuat mereka memilih menutup mulut, bahkan tatapan mereka tak menentu di saat Hendrik berjalan semakin dekat. Menjelaskan dengan berbisik, kedua pria paruh baya itu bagai kehilangan setengah nyawa mereka di saat Hendrik mengatakan sesuatu dengan santainya namun bagai membunuh secara seketika.

Selepas mendengar bisikan Hendrik yang ingin menuntut kerugian, kedua pria itu langsung memalingkan tubuhnya meninggalkan ruangan UGD hingga membuat Bastian tertawa lepas melihat mereka. Ancaman kecil seperti ini bagai butiran pasir bagi Hendrik, namun senyuman itu pun teralih seketika terhenti, tak kala Irene dan Giselle kembali berjalan masuk menghampiri pemuda tersebut.

“Jangan banyak bertanya, jelaskan saja pada kedua wanita ini apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Hendrik pada pemuda itu, sembari berjalan keluar untuk memberi mereka ruang untuk berbicara.

“Ma-maafkan aku ... sungguh, aku tidak bermaksud ini semua terjadi, karena ... aku pun terpaksa! Mereka mengancam akan menghentikan pengobatan ibuku jika aku tidak menggantikan mereka bekerja! Sungguh, aku tidak bermaksud mencari masalah,” balas pemuda itu ketakutan.

“Di mana ibumu dirawat? Apa di rumah sakit ini? Karena itu kau bersikeras ingin pergi ke sini dan tidak ingin ke rumah sakit yang lain?” tanya Irene bernada lembut.

“Nona benar, sungguh ... aku tidak memiliki niat lain ... aku tidak tahu bahwa alat itu sangat berat hingga aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari lantai 3,” balas pemuda itu kembali.

“Masalah ini selesai sampai disini dengan perginya kedua pria itu ... tapi bagaimana dengan image Hendrik dan perusahaannya? Tentu kabar sudah tersebar di media sosial saat ini,” ucap Giselle seraya mengingatkan bahwa urusan masalah ini belum selesai sampai di sini.

“Bisakah kau mengurus ini? Ada yang ingin aku katakan pada tuan Hendrik,” pinta Irene dengan Giselle yang menundukkan kepala dan tersenyum, seraya menyanggupi permintaannya.

Irene berlari menuju lobby utama pintu masuk rumah sakit di mana terlihat Hendrik sedang mengurus sesuatu di bagian administrasi. Irene berlari untuk menghampiri dengan Bastian yang langsung berpaling ke arah lain mencoba memberi kesempatan untuk mereka berbicara.

Terlampir sebuah nota pembayaran, Irene begitu terkejut karena bukan hanya biaya pengobatan pemuda itu, Hendrik membayar lunas pengobatan ibu pemuda tersebut yang sempat tertunggak. Tidak ingin disalahpahami atau mencari perhatian Irene, Hendrik langsung berjalan meninggalkan Irene yang kala ini sedang menatapnya penuh kagum.

“Maaf!” Irene sedikit meninggikan suaranya, tak kala langkah kaki Hendrik tak dapat terkejar olehnya. Terhenti mendengar satu kata Irene yang tidak dapat ia mengerti, Hendrik memalingkan tubuhnya seraya menatap Irene yang berjalan mendekatinya.

“Kau, mengatakan apa tadi?” tanya Hendrik begitu tercengang pada Irene yang kini berdiri tepat dihadapannya, dengan mengulurkan salah satu tangannya bagai memohon untuk berjabat tangan dengan Hendrik.

“Maaf, aku tidak seharusnya membentakmu sore tadi ... kejadian kita sudah lama berlalu, aku saja yang terbawa perasaan. Mohon kau mengerti, aku hanya tidak ingin mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Maafkan aku,” balas Irene dengan masih mengulurkan tangannya pada Hendrik.

“Kau jelas tahu aku juga salah. Bukankah aku berhak mendapatkan sebuah penjelasan sebelum aku juga meminta maaf padamu?” Hendrik membalas jabatan tangan Irene begitu erat, hingga Irene sedikit mengerutkan alisnya menahan cengkraman tangan Hendrik.

“Terima kasih kau sudah membantuku hari ini, serta ... kau begitu murah hati dengan membantu mereka. Itu saja yang ingin aku sampaikan padamu,” balas Irene mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Hanya itu? Menurutmu, itu penjelasan yang ingin kudengar?” Hendrik berkata tanpa basa-basi.

Irene terdiam dengan memalingkan pandangannya dari Hendrik. Tidak ingin melanjutkan perbincangan lebih banyak, dalam hati Irene sungguh ingin berlari karena tidak ingin terlibat apa pun lagi dengan Hendrik. Entah mengapa semakin ia berusaha menghindarnya, ada saja hal yang membuat mereka bertemu dan semakin dekat.

Hendrik mengerti akan arti dari bahasa tubuh Irene yang merasa tidak nyaman. Melepaskan genggaman tangannya, Hendrik memalingkan tubuhnya untuk kembali berjalan tanpa berkata kembali pada Irene yang terkejut akan respon yang diberikan Hendrik saat ini.

Langkah yang saling menjaga jarak satu sama lain pun terhenti pada Bastian dan Giselle yang terlihat sedang asik menikmati dunia mereka penuh senyuman ketika berbincang, dengan jarak begitu dekat seolah rasa canggung pada rekan kerja tidak sedikit pun singgah di antara mereka.

Hendrik yang juga merasa bersalah mengingat Bastian selalu saja kandas dalam menjalin hubungan dengan kekasihnya, memilih untuk meninggalkan rumah sakit secara diam-diam dan memesan kendaraan online yang akan dia gunakan untuk pulang seorang diri, tak ingin mengganggu waktu Bastian yang terlihat nyaman saat berbincang bersama Giselle.

“Kau ... mau memesan kendaraan online untuk pulang?” tanya Irene yang juga cukup mengerti keadaan, tanpa sadar mengikuti Hendrik dari belakang.

“Sudah malam, kau berhati-hatilah berkendara,” balas Hendrik dingin sembari menatap layar handphonenya yang sejak tadi tidak ada satu pun pengemudi mengambil pesanannya.

“Aku akan mengantarmu ... mobilku di parkir di sana, jika kau mau ikut silahkan jika tidak pikirkan sendiri karena ini sudah larut malam,” balas Irene seraya berjalan melewati Hendrik.

“Berikan kunci mobilmu padaku, biar aku yang menyetir.”

Sepanjang perjalanan suasana terasa begitu tegang dengan degupan jantung yang entah mengapa seolah ingin berlari. Merasa gugup dan pengap, Irene membuka jendela kaca mobilnya yang tanpa sadar saat ini sudah memasuki musim gugur yang dingin.

“APA YANG KAU LAKUKAN! JANGAN BUKA KACA JENDELA!” sentak Hendrik dengan langsung menghentikan tangan Irene saat menekan tombol kaca mobil.

Irene terhanyut sekejap menatap pada Hendrik yang sengaja menghentikan laju kendaraan untuk menghentikan Irene membuka jendela, hanya karena tahu ia memiliki alergi udara dingin. Berbeda dengan Irene yang saat ini merasa sedikit berbunga, tatapan Hendrik terlihat sedikit kesal pada Irene.

“Kau ... masih ingat aku ... alergi udara dingin?” tanya Irene pada Hendrik yang akhirnya melepaskan genggaman tangannya, kembali duduk pada posisinya.

(KRRIING KRIINGG) Suara handphone Irene yang tiba-tiba berbunyi.

“Ya Kak? Aku sedang dalam perjalanan pulang,” ucap Irene saat mengangkat panggilan telephone dari Collin.

“IRENE CEPAT PULANG! ADA PRIA TAK DIKENAL MASUK KE DALAM RUMAH DAN NENEK TERLUKA!” sentak Collin dengan nada paniknya.

“APA?!”

Entah ada kejadian apa lagi yang akan terjadi pada hari-hari yang sebelumnya sudah damai penuh kebahagiaan. Berakhir dengan pertemuan kembali, apakah ini sebuah karunia atau mungkin sebuah bencana tak kala benang merah tak akan bisa terjalin kembali?

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!