Mati kemudian hidup kembali namun bangun di tubuh seseorang yang berbeda.
Clarissa hidup sebagai seorang ratu bernama Meira.
"Skandal konyol macam apa ini" Gumam Clarissa.
"Yang Mulia, anda berubah sepenuhnya. Anda tidak seperti yang dulu. Terlihat dari kekejaman yang anda buat sekarang!" Ucap Rodiah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyera Kesita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko kue wanita itu
Setelah menikmati tidur di penginapan ini, Meira bertekad untuk segera bangun. Sebenarnya, dia agak berat meninggalkan kasur yang amat empuk. Tapi ia sudah punya janji dengan Harry.
Meira keluar dari penginapan. Ternyata benar, Harry sudah menunggunya, dengan ciri khas panahan di punggungnya.
Meira memandangnya sebentar lalu bergumam, " pria seperti dia adalah tipe ku. Sayangnya dia sudah punya seseorang dihatinya."
Meira menghentikan lamunannya ketika pria yang ia tatap melambaikan tangannya.
***
"seperti janjiku, aku akan membawamu bertemu dengan seseorang yang aku cintai," ucap pria itu setelah mereka sudah duduk di kereta kuda.
"aku penasaran, siapa yang dicintai pria buruk seperti mu," ujar Meira.
"Kau putra mahkota disini, kenapa kau berkeliaran?" tanya Meira.
"sebenarnya, kerajaan ini sudah mengalami kekosongan kekuasaan. Orang orang di istana dipenuhi dengan beberapa pendapat. Yah, pastinya itu penyebab perpecahan." jelas Harry
"Kau tidak sedih?" tanya Meira.
"tidak! Justru aku senang. Bebas." pembicaraan di hentikan saat kereta berhenti.
"Disana toko kuenya. Disana juga banyak bunga. Selain membiat kue, Ola juga suka merawat bunga!" pria itu berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.
Meira menilai wanita itu. Dia manis, rambutnya pirang, dan agak pendek.
***
"Ola, perkenalkan dia teman baruku, Meira!" pria itu menghampiri Ola dengan tiba tiba, membuat Ola sontak terkejut. Namun, pria itu hanya memamerkan giginya sebagai permintaan maaf.
"Hai, Meira. Senang berjumpa denganmu. Ayo, makan kue ku. Masih hangat, karena baru dibuat subuh tadi," ucap Ola
"Hai, Ola. Senang bertemu denganmu. Jangan repot repot, ya!"
Tak perlu waktu lama, Meira akhirnya akrab dengan Ola Karena, Meira juga bisa membuat kue dan tidak lupa Meira juga memberikan resep kue terbaru yang terkenal di masa depan.
"hebat, aku senang punya teman sepertimu. Kau punya keahlian membuat kue sama sepertiku. Dan aku suka itu. Terimakasih atas resep barunya. Aku yakin pelangganku pasti senang," puji Ola benar benar membuat Meira tersipu. Terbukti dari merahnya telinga Meira.
"Kau bisa saja!" ucap Meira.
***
"Jangan lupa kembali! Pintu selalu terbuka untuk mu Meira. Dan akan selalu tertutup untuk Harry," Canda Ola.
"Hahaha. Aku pastikan dia tidak akan datang lagi. Akan kulempar dia ke kawanan rusa," Ucapan Meira mengundang bahan tertawa lagi. Orang seperti Ola benar benar orang yang mudah bergaul dan humoris.
"Daaa, Ola!" mereka pun pergi.
***
"besok aku tidak akan pergi bersamamu lagi!" ancam pria itu.
" ya sudah, aku kan wanita pintar bukan wanita cengeng. Aku tak akan butuh bantuanmu!" setelah mengucapkan kalimat itu. Meira membelalakan matanya. Tak sengaja ia melihat Vartan bersama Risa tengah berbincang dengan pejabat di kota ini.
"Harry, aku ikut dengan mu! Aku mohon!" pinta Meira.
"Maaf Nona! dimana kau letakan kesombonganmu itu!" Harry masih bersikap acuh tak acuh.
"Kali ini aku mohon,"
Melihat wajah kasihan Meira. Harry pun akhirnya membiarkan Meira mengikutinya.
"Kau hutang cerita denganku!" ucap Harry.
"Ada apa dengan ekspresi mu ketika melihat Vartan?" Tanya Harry.
"Nanti saja. Kita kabur dulu!" mereka pun berlari. Saat Vartan menyadari kalau meira ada disini. Ia pun memerintah pengawal untuk mengejar Meira.
"Kenapa mereka mengejar kita?" tanya Harry.
"Apa kau tahanan yang kabur?" masih ada banyak pertanyaan di benak Harry. Namun tidak memungkinkan bertanya lebih banyak lagi dalam kondisi seperti ini.
"Jangan banyak tanya. Kita kabur dulu!" ucap Meira.
"sebentar lagi aku akan bertemu denganmu"
***
Next...
kurang menghargai karyanya sendiri dan pembacanya ..hmm..chayoooo..