Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mati lampu
"Jadi Aditya juga ada di Bali? dan parahnya dia tinggal di satu gedung Apartemen yang sama dengan ku juga Kanaya. cepat atau lambat sepertinya mereka akan bertemu" ujar Andreas sembari menatap kearah luar jendela.
pria itu mengambil nafas sejenak lalu membuangnya kasar. kemudian Andreas bangun dari duduknya dan berjalan menuju balkon yang biasa dia gunakan untuk menenangkan diri saat pikirannya sedang tidak karuan.
Andreas menatap bintang yang bertebaran di atas langit. hatinya berdenyut nyeri setiap kali teringat akan setiap momen yang dia habiskan bersama dengan Wika beberapa tahun yang lalu. mengingat semua janji manis yang pernah mereka ucapkan. namun semua impian itu seketika sirna karna Wika lebih memilih mengejar cita-citanya dari pada mempertahankan hubungan nya dengan Andreas.
Jujur saja, Hingga detik ini Andreas masih begitu mencintai Wika. namun rasa kecewanya membuat Andreas tidak lagi mau mengulang masa itu kembali.
"Kenapa harus sesulit ini untuk sekedar melupakan Wika. kenapa perasaan ku terhadapnya harus sebesar ini" gumam Andreas sembari mengusap dada kirinya.
Hal itu membuatnya teringat akan Kanaya. tentu saja Andreas paham apa yang Kanaya rasakan saat ini. karna kisah mera tidak jauh berbeda. hanya saja bedanya hubungan Andreas berakhir dengan kekasihnya karna karir, sedangkan hubungan Kanaya dengan Aditya kandas karna orang ketiga.
Tapi intinya keduanya sama-sama merasakan hal yang serupa. harus melepaskan orang yang paling di sayang. biarpun untuk saat ini Kanaya belum tau apa penyebab utama Aditya meninggalkannya tepat di hari yang selama ini mereka tunggu-tunggu. Hal indah yang menjadi impian terbesar dalam hidup Kanaya. Namun hal indah itu harus pupus dalam sekejap karna ulah saudara sepupunya sendiri.
Di saat Andreas masih menikmati indahnya malam dengan angin sepoy yang menerpa wajahnya, tanpa sengaja dia menoleh ke arah apartemen yang tak jauh dari unitnya. Andreas melihat keberadaan wanita yang tak lain adalah adik iparnya, atau lebih tepatnya istri dari Aditya dan saudara sepupu dari Kanaya.
"Jadi di sana unit apartemen mereka. tapi kenapa wanita itu belum tidur jam segini. dan ada apa dengan nya? kenapa wajahnya terlihat sedang menyimpan begitu banyak kesedihan" Andreas memicingkan kedua matanya dan memperhatikan Arabella.
saat ini Arabella memang sedang menahan kesedihan yang begitu mendalam. setelah dia berhasil mengambil Aditya dari Kanaya, dia berpikir jika kehidupan rumah tangganya bisa berjalan normal seperti pasangan suami istri lainnya. namun yang terjadi sangatlah jauh dari apa yang Arabella perkirakan. karna yang ada dalam otak Aditya hanyalah Kanaya...Kanaya dan Kanaya. nama itu yang selalu Aditya sebut setelah acara ijab qobul mereka kemaren.
Yang lebih parah lagi, Aditya sama sekali tidak bersikap layaknya pasangan pengantin baru padanya. Justru Aditya bersikap seperti orang asing yang tak pernah di harapkan. namun demi rasa cinta serta ambisi untuk memiliki Aditya begitu besar, Arabella memaklumi apa yang saat ini terjadi, wanita itu masih yakin jika dalam hitungan bulan dia bisa mendapatkan hati Aditya. Arabella meyakini jika Aditya bisa mencintainya seperti dia mencintai Kanaya.
Tak mau tau dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Aditya dan juga Arabella, Andreas mengambil ponselnya. tak sengaja dia melihat sebuah poster dengan model seorang wanita yang amat dia kenal. siapa lagi kalau bukan Wika, wanita yang sudah meninggalkannya dua tahun yang lalu.
Di saat Andreas masih menatap wajah Wika, tiba-tiba saja mati lampu. sehingga mau tidak mau membuat Andreas kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu balkon. beruntung karna Andreas membawa ponselnya, sehingga bisa dengan mudah dia mencari lilin untuk menerangkan apartemen itu.
"Kenapa mati lampu sih. padahal kan semua pekerjaan ku belum selesai" gumam Andreas pelan sembari mencari lilin.
Pria itu teringat akan Kanaya. karna Kanaya masih baru tinggal di apartemen miliknya, tentu saja Kanaya tidak akan tau letak lilin yang selalu dia stock ada dimana.
"Sepertinya aku harus ke kamar Kanaya. biarpun kemungkinan besar dia sudah tertidur, bagaimana jika dia terbangun dengan lampu yang sudah gelap. mamanya Kanaya kan kemarin berpesan kalo Kanya takut kegelapan" gumam Andreas yang teringat akan pesan mama mertuanya setelah mereka hendak pulang dari hotel.
Mengingat akan hal itu Andreas langsung mengambil beberapa lilin dan dia bawa ke apartemen Kanaya.
Di Apartemen Kanaya
Kanaya yang masih belum bisa memejamkan kedua matanya seketika langsung panik saat semua lampu apartemen tiba-tiba saja mati. apalagi dia tidak meletakkan ponselnya di samping atas nakas.
"Astaga, Mati lampu. bagaimana ini" ucap Kanaya yang cukup panik. namun saat dia sadar jika di dalam apartemen ini hanyalah seorang diri, Kanaya pun mencoba untuk berpikir positif, jaman sekarang tidak ada yang namanya hantu. itu yang selalu Kanaya katakan pada dirinya sendiri. biarpun sebenarnya Kanaya ingin teriak minta tolong, namun dia mengurungkan niatnya saat teringat jika tidak ada kedua orang tuanya yang akan datang setiap kali mendengar jeritan Kanaya.
"Tenang, Kanaya. sekarang sudah jamannya modern, tidak ada yang namanya setan apalagi hantu" gumam Kanaya yang masih berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Gadis itu turun dari tempat tidurnya dan berusaha mencari ponselnya yang dia sendiri lupa di taroh di mana. ingin mengambil lilin pun Kanya tidak tau dimana tempatnya.
Klètêk.....
Suara itu membuat Kanaya sedikit terkejut serta panik. namun dia masih berusaha untuk tetap tenang, "Anggap saja gak dengar apa-apa" gumamnya dengan tubuh yang mulai mengeluarkan keringat dingin.
Klètêk.....
Lagi dan lagi, suara itu kembali terdengar dan semakin keras serta semakin dekat. Kanaya yang sudah cukup jauh dari tempat tidurnya berusaha mencari tempat tidurnya untuk kembali lagi kesana. namun sialnya saat Kanaya membalikkan tubuhnya, ada tubuh tinggi besar yang tak sengaja dia tabrak.
Hal itu membuat Kanaya semakin panik. Kanaya berpikir jika itu kemungkinan besar adalah hantu penunggu apartemen Andreas yang memang sangat jarang ditempati.
Bugggghhh
Kanaya meraba tubuh yang terasa sangat nyata itu, "Mama....papa tolong aku, di.. sini ada hantuuu... hiks...hikss" Kanaya yang sejak tadi berusaha untuk tidak menangis akhirnya kembali menjatuhkan air matanya karna rasa takutnya semakin menjadi.
mendengar suara lirih Kanaya membuat Andreas mendekat lalu mendekap tubuh gadis itu"Aaaaas hantuuuu.. jangan ganggu aku... aku mohon jangan ganggu akuu. hikss. .. tolong aku" ucap Kanaya yang terdengar sangat lirih.
"Hantu dari mana, Ini aku Andreas"
Suara itu seketika menghilangkan rasa takut Kanaya. gadis itu mengangkat wajahnya sambil meraba wajah Andreas dan mencoba meyakinkan dirinya jika memang itu adalah Andreas. pria yang berstatus sebagai suaminya.
"Ka..kamu beneran Andreas si pria dingin atau hantu yang menjelma sebagai dia?" ucap Kanaya yang berhasil membuat Andreas mengulum bibirnya menahan tawa. sungguh pertanyaan itu terdengar sangat lucu. bagaimana bisa Kanaya bertanya seperti itu.