Kania Dahani Larasati, gadis remaja yang cantik, pemberani dan supel. Di usianya yang masih 18 tahun, ia harus terpaksa menikahi calon kakak iparnya yang usianya 32 tahun, Kania terpaksa menikahi kakak iparnya karena kakaknya kabur tepat di hari pernikahannya.
Orang tua Kania memaksa Kania untuk menikah dengan Kevin Anggara agar kedua belah pihak keluarga tidak merasa malu dan bisnis ayahnya juga terselamatkan.
Semua foto yang ada di novel berasal dari Pinterest, jadi hak cipta
milik Pinterest.
Mohon dukungannya dengan cara like, komen, rate, favorit dan vote agar author bisa semangat buat update yup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faiola Dea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Malam pertama
Kania telah sampai di rumah Anggara, saat melihat rumahnya Kania merasa kagum karena rumahnya begitu besar dan luas.
Kira-kira kamarku nanti luasnya berapa meter, kalo rumahnya aja seluas jenongku.
"Ayo Sayang kita masuk." ajak Lina pada Kania yang bengong.
"Ah iya ma" balas Kania yang mengekori mama mertuanya di belakangnya.
"Kalian masuklah ke kamar dan istirahatlah, pasti kalian merasa lelah seharian tadi berdiri terus menyalami tamu undangan" kata Lina yang menyuruh anaknya segera masuk kamar dan istirahat.
"Mama tau aja, isi hati Kania" kata Kania sambil cengengesan.
"Tau dong, mama kan dukun beranak jadi mama bisa menerawang pikiranmu." balas Lina dengan asal.
"Dukun beranak gak bisa nerawang pikiran ma, bisanya mengeluarkan anak." kata Kevin yang membenarkan perkataan ibunya.
"Sama-sama dukun jadi sama fungsi dan kegunaannya." ucap Anggara yang ikut-ikutan membela istrinya dan membuat Kevin tersudutkan.
"Terserah kalian lah, memang disini yang paling waras hanya Kevin" ucapnya dengan perasaan gonduk dan berjalan menuju kamarnya.
"Kania, mengapa kamu masih disini cepat susul suamimu dan jangan lupa minta jatah yang banyak, kalian kan baru saja menikah." kata Lina yang menyuruh Kania meminta jatah pada Kevin.
"Siap ma" ucapnya sambil memberikan hormat pada Lina dan berlari mengejar Kevin.
"Ma, mama ngajarinnya nanti saja kalo Kania sudah lulus SMA, kalo Kania Limah bagaimana? Pasti Kania akan merasa malu." ucap Anggara yang memberi saran pada istrinya.
"Gampang saja pa, kalo Kania sampai Limah kita beli dan kita kosongkan sekolahnya nanti hanya Kania saja yang sekolah jadi Kania tidak akan merasa malu, orang kaya mah bebas pa.
Lagian papa memangnya tidak ingin punya cucu apa!" ucap Lina.
"Oh iya ya. Kadang papa suka lupa kalo kita ini orang kaya, mau dong ma, masa cucu tidak mau, tapi papa lebih mau dan senang lagi kalo
cucunya dari mama." bisik Anggara yang menggoda istrinya.
***
Di kamar Kania bergantian memakai kamar mandi dengan Kevin, karen tidak mungkin mereka mandi dan berganti pakaian bersama.
"Om cepetan dong om, aku udah gerah nih pakai gaun pengantinnya" teriak Kania sambil menggedor-gedor pintunya.
"Kalo kamu ingin cepat, kamu ganti pakaian saja di situ dan tidak usah mandi!" balas Kevin yang berada di kamar mandi.
"Itu sih maunya Om, biar nanti pas Om keluar Om bisa liat body langsingku kan!"
Kevin hanya cuek tidak menanggapi teriakan dan tuduhan yang Kania lontarkan kepadanya, Kevin tetap melanjutkan mandinya bahkan dia menambah durasi mandinya yang awalnya 10 menit menjadi 30 menit, itu semua ia lakukan dengan sengaja karena ingin membalas Kania.
Kania menunggu di depan pintu kamar mandi sambil duduk membelakangi pintu ia duduk karena sudah terlalu lama berdiri.
Keano membuka pintunya, dan Kania terjatuh ke belakang karena pintu di buka saat ia sedang menyenderinya.
Kania tersulut emosi ia langsung berdiri tapi saat akan berdiri ia melihat tubuh Kevin hanya terlilit oleh handuk, sehingga membuat mata Kania langsung melotot memandang tubuhnya yang putih, bersih, gagah dan juga roti sobek di perut Kevin, yang tadinya ingin marah menjadi melongo tanpa berkedip.
"Wah, Om kau meskipun sudah lanjut usia tapi tubuhmu masih terlihat seperti anak SMA." ucapnya dengan kagum dan melotot memandangi perut sixpack Kevin.
"Jangan terus menatapku seperti itu, nanti tubuhku bisa terkena aura kesialanmu" jawab Kevin dengan ketus.
Kania tidak menghiraukan hinaan yang terlontar dari mulut Kevin, "Om boleh pegang gak?" katanya yang terus menatap perut sixpack Kevin.
"Pegang apa?" tanya Kevin yang merasa cemas.
"Tentu saja tubuh Om, dikit aja om" pintanya dengan harap.
"Tidak, memangnya saya pria murahan apa, sana mandi!" tolak Kevin dengan tegas.
Kania langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan hati yang kecewa karena gagal memegang dada dan perut Kevin yang kotak-kotak tadi.
"Gagal maning gagal maning" gerutunya yang berjalan ke arah kamar mandi.
"Enak saja bocah tengik itu mau megang perutku yang sempurna ini, memangnya aku cowok apaan. Tapi itu bocah lucu juga kalo lagi mesum kaya gitu" gerutu Kevin yang senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tadi sambil memakai pakaiannya.
"Hei kenapa kamu kalo nonton dangdut sukanya ngilang, bukak sitek joss" Kania bernyanyi dengan suara cemprengnya saat keluar dari kamar mandi.
Kevin yang berada di ranjangnya merasa terganggu dengan suara nyanyian Kania, "Hei bocah diamlah!" teriak Kevin.
"Kayaknya tadi ada yang ngomong tapi kok gak ada orangnya ya, wahh sepertinya kamarnya banyak Genderuwonya" kata Kania sambil memegang lehernya seolah-olah tubuhnya merasa merinding.
Kevin ingin rasanya menyumpal mulut Kania dengan kaos kakinya namun itu akan membuatnya dalam masalah jika orang tuanya mengetahuinya, Kevin memiliki rencana yang lebih baik dari itu.
"Om minggir dong, aku mau tidur nih dah ngantuk" ucap Kania yang mendorong tubuh Kevin agar Kevin pindah tapi dorongan Kania tidak membuat tubuh Kevin berpindah dari tempatnya.
"Ahh nyamannya kasurku, jadi tidak mau pindah rasanya" ucapnya yang berbicara sendiri sambil tersenyum seolah menertawakan Kania.
"Om. Om kan laki-laki, suaminya Kania, orang yang lebih tua dari Kania seharusnya Om ngalah dong sama Kania, Om tidur di sofa aja gih" ucapnya sambil menggerak-gerakan tubuh Kevin.
"Hei kau bocah, mengapa selalu memanggilku orang tua, Om, lanjut usia, apa aku setua itu haa" ucap Kevin yang langsung duduk dan memarahi Kania karena selalu memanggilnya dengan panggilan yang membuatnya terlihat tua.
"Aku kan hanya menghormati Om sebagai orang yang lebih tua dari Kania, coba kalo aku manggil Om dengan nama Om saja,'Kevin Kevin' kan tidak sopan Om. " jawabnya yang mengulang kata tua lagi membuat Kevin menjadi tambah geram.
Kevin mengrentakkan giginya dan mengepalkan tangannya menahan amarahnya, "Tidak mau. ini kamarku jadi aku yang memiliki hak istemewa tidur di sini, kalo kamu ingim tidur, itu ada sofa kosong kamu tidur di situ" ucap Kevin sambil menunjuk sofa, Kevin merebahkan badannya ke ranjang kembali.
"Nyamannya kasurku, emmuah, emmuah" ucapnya sambil mengelus-elus kasurnya menggunakan tangannya dan mencium kasurnya.
Ihh baru tahu kalau saking lamanya menjomblo sampai jadi Om-Om bisa membuat orang jadi gila kek gini ya?
Kania akhirnya menuju ke sofa untuk tidur disana dengan perasaan yang dongkol, karena melihat Kevin menikmati tidurnya di atas ranjang sedangkan dirinya harus tidur di sofa.
"Dasar Om-Om kejam!" gerutu Kania yang berjalan menuju sofa, Kevin hanya tersenyum penuh kemenangan mendengar gerutuan Kania.
"Ya Allah ampunilah Om Kevin suami hamba Ya Allah, tunjukkanlah jalan yang benar untuknya agar dia segera menyadari jika menyuruh hamba tidur di sofa itu dosa, Aamiin" Kania berdoa sambil berbaring di sofa dan tidur setelah selesai berdoa.
"Gunakanlah bantal!" kata Kevin yang melempar bantal tepat di wajah Kania, membuatnya kaget pasalnya Kania sudah memjamkam matanya.
Bersambung....
aku padahal udh nunggu nunggu eps selanjutnya lho......
soalnya bikin penasarannya
ayo dong Thor dilanjut lagi ceritanya, soalnya seru banget
baca lagii