Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Setelah menemani Khaira Bram telah selesai membersihkan diri, dia ke ruang kerja masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.
Meilani masuk ke ruangan Bram.
"Udah makan malam?" tanya Meilani
Bram menggeleng.
"Ya sudah nanti jangan lupa makan jangan terlalu di porsir kerja nya, mama khawatir sama adik mu dia belum makan. Dari tadi gak mau buka pintu" ujar Meilani, lantas ia pun pergi meninggalkan Bram.
Bram kembali berkutat dengan pekerjaan nya, ia harus menyelesaikan semuanya karena besok ada rapat penting bersama papa nya.
Bram meregangkan otot nya sejenak, jam menunjukkan pukul 10 malam terlihat Khaira menyembul dari belakang pintu ia terlihat membawa makanan Bram menghampiri Khaira untuk mengajak duduk di sofa.
Bram mengambil makanan yang di bawa Khaira ada kentang goreng & stik ayam yang di tambah saus.
"Enak? Kata Mama Kak Bram lembur" tanya Khaira.
Bram mengangguk.
"Kapan-kapan mau jalan pagi di sekitar sini?"ajak Bram.
"Iya boleh aku juga pengen nyobain jajanan yang ada di depan gerbang, ajak Adrena juga" ucap Khaira.
"Ngapain ngajak si tukang rusuh" ucap Bram.
Khaira terkekeh.
"Sam sudah ke kamar nya?" tanya Bram
"Iya"
"Kamu bahagia?"
Hahh!
Khaira menghela nafas panjang kemudian mengelus perut nya.
Air mata turun perlahan, diri nya hanya berpura pura kuat. Berusaha menerima keadaan, agar dirinya dan bayi yang di kandung nya baik baik saja.
Bram berjongkok kemudian mengelus perut Khaira, sontak Khaira terkejut.
"Kamu harus kuat demi anak mu" ucap Bram menguatkan.
"Kak, terimakasih " lirih Khaira.
Bram mengelus pipi Khaira perlahan sambil tersenyum. Khaira merasa sedikit canggung.
"Sam bukan adik kandung ku, ia adalah anak dari seseorang yang berusaha merebut Papa" Bram berbicara sambil ingatan menerawang ke masa lalu.
Khaira langsung menatap Bram.
Bram mengangguk " Mama begitu baik bisa merawat anak dari gundik Papa".
Bram kembali duduk di samping Khaira.
"Kasihan Mama, pasti begitu berat" lirih Khaira "Apakah kak Sam tahu yang sebenarnya?"
"Tidak, belum di beritahu" jawab Bram.
Khaira melihat ke arah Bram, ia reflek memegang tangan Bram.
Bram menatap mata Khaira yang sendu seolah-olah ikut merasakan apa yang di alami oleh Bram dan Mama nya.
Bram semakin mendekat kan wajahnya, Khaira tidak sengaja memejamkan matanya. Bram merasa gemas melihatnya, semakin dekat sampai akhirnya Bram menyapu lembut bibir milik Khaira, menyesap nya merasakan sari madu nya.
"Kak jangan gini, ini salah" lirih Khaira.
"Kenapa gak nolak?" tanya Bram sambil tersenyum sinis.
Khaira pun merasa malu, iya juga kenapa dirinya gak nolak malah menikmati, dasar bodoh.
Khaira tanpa sengaja memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Sayang, kenapa di pukul kepala nya?" tanya Bram.
"Sayang?" beo Khaira.
Bram berbisik di dekat telinga, membuat Khaira merasa panas dingin dalam waktu bersamaan.
"Gak nolak tandanya mau jadi pacar" bisik Bram.
"Pacar?" beo Khaira kembali.
Bram mengangguk.
"Fix kita pacaran"
"Tapi Kak" Khaira terlihat cemas.
"Jangan takut, yang penting kita jalani saja dulu" Bram menenangkan namun tampaknya Khaira masih terlihat ragu.
(Buaya pun sungkem sama kadal yang satu ini😂)
"Kalau mau yang lain boleh?" tanya Bram.
"Yang lain apa Kak?" Khaira pura-pura polos tidak ingin meladeni kakak iparnya yang gila ini.
"Sebelum tidur butuh asupan gizi susu alami misalnya" Bram menatap Khaira.
Sementara Khaira masih mencerna kata-kata kakak ipar nya itu.
"Boleh ya?"
Khaira menggeleng.
"Aku udah tahu ya nanti kalau di kasih minta yang lain, masa baru pacaran gitu" Khaira mendelik kesal.
Bram terkekeh pelan, lalu membawa Khaira kedalam pelukannya.
"Iya sekarang gak minta gak tahu nanti"
(Dasar 🤣)
"Ya udah bobo gih, udah tengah malam takutnya Sam kebangun kamu gak ada" ucap Bram.
"Iya aku nya lagi di culik kakak nya" jawab Khaira ketus.
"Siapa yang sengaja kesini?" Bram menggoda Khaira.