WARNING!!! cerita ini mengandung banyak kata-kata kasar ya
Masa remajaku kini hancur, bagaimana tidak diusia yang masih muda, aku sudah memiliki seorang suami.
Semua ini terjadi karena perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tuaku dan dia adalah KEVIN PRATAMA seorang dokter tampan yang mampu menghipnotis kaum hawa karena karismanya, akan tetapi di balik ketampanannya ada sikap dingin dan kejam yang ia lakukan.
Dan karena perjodohan ini, aku terpaksa putus dengan orang yang sangat kucintai selama 3 tahun terakhir. hubungan kami hanya berlangsung beberapa jam dan kandas ditengah jalan.
apakah yang terjadi selanjutnya?
apakah Aku akan kembali ke sang mantan atau malah jatuh cinta pada suamiku? atau bahkan mendapatkan penderitaan karena perjodohan ini?
Penasaran? ikuti kisahku 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan dingin DIA
Aku hanya bisa pasrah dengan semua lika-liku kehidupanku, walau aku ingin menolak tetapi mau tak mau aku tetap harus menjalaninya.
"Iya Om!, lagian Salsa juga mau fokus belajar dulu, untuk persiapan ujian! " ujarku
"Semangat ya sayang!, kamu ngak usah dulu fikirin perjodohan ini, kamu hanya harus fokus dulu supaya bisa sukses kayak anak tante!" Sambung Tante Mira dengan menepuk bahu Kevin yang membuatnya sedikit tersenyum.
"Mmk iya Tante makasih dukungannya"
"Nahh kalau begitu soal acara pertunangannya kita harus undang keluarga dekat saja, bagaimana?" tutur ayah.
"itu semua terserah kamu saja, tapi pada saat resepsi kita harus mengundang keluarga jauh juga " lanjut Om Bram. Aku hanya bisa menyimak pembicaraan mereka begitu pula dengan Dia.
"Oke kalau soal gaunnya tante bakal telfon kamu nanti setelah kamu selesai ujian gimana?" ucap Tante Mira menyadarkanku.
"Ii-iya tante! "jawabku singkat.
"kamu tenang saja jengk, saya kan ada, jadi semua masalah itu bisa kita atur!" ujar mama.
"Aduhhh ngak sabar banget aku lohh jenk, bentar lagi kita udah jadi besan!" tutur tante Mira kepada mama.
"Iyaa jenkk hehehe" mereka berdua tertawa diatas penderitaanku.
Andai saja aku bisa mengatakan "Tidakkkk" pada semua, namun itu hanyalah angan-anganku saja, kata itu sangat sulit untuk ku ucapkan dengan bibirku ini.
"Oke jadi fix ya!, semoga acaranya nanti berjalan dengan lancar, Aminn! " lanjut Mama.
Setelah pembahasan itu akhirnya mereka pulang
"Ohh iya jengk, ngak kerasa ya kami sudah beberapa jam disini, bahas pertunangannya ternyata lama banget, lagian kalau bicara sama keluarga kalian kami nyaman sihh jadi lupa waktu" canda Tante Mira membuat ayah dan mama tertawa.
"Hahah iya jengkk ngak apa apa kok kalau misal kalian mau bermalam juga ngak masalah bagi kami, iya ngak yahh? " tutur mama bertanya kepada ayah dan langsung dianggukannya.
"Ehhh enggak-enggak jengk saya cuman bercanda doang jangan di masukin kehati ya!, ohhh iya ini udah sore, kami mau pamit pulang dulu ya" lanjutnya.
"Lohh kok buru-buru sihh jeng"
"astagaa mama buru-buru apaan sihh mereka itu udah disini lama banget ini namanya kelamaan bukan malah buru-buru". Batinku dengan kesal.
"Hehe lain kali kami bakalan datang kesini lagi kok! "jawab Tante Mira.
Mama hanya bisa membalasnya dengan senyuman, akhirnya om Bram dan Tante Mira berjalan keluar di ikuti oleh Kevin.
"Saya pamit dulu ya om, tante" ucao kevin yang langsung di anggukan oleh orangtuaku, namun lain halnya denganku dia memandangiku dengan tatapan dingin yang membuatku kesal.
"Apa lo lihat-lihat, ngajak berantem lo? Pake tatapan ngak jelas banget lagi, kesal banget gue "batinku menantang.
Mereka bertiga akhirnya meninggalkan rumahku sepenuhnya.
"Ada apa denganmu Sal? " tanya mama menyadari kekesalanku.
"Jadi itu cowok yang mama maksud bakal jadi orang yang akan ngejagain Salsa di masa depan?, jadi dia ma?, dia sepertinya orang sombong mah, dan juga mama lihat kan tadi bagaimana cara dia menatap Salsa..., kalian lihat kan? " ucapku dengan kesal.
"Dia cowok baik-baik Sal, tadi dia sepertinya Ramah kok, banyak senyum sama ayah! " jawab ayah.
"Dia itu tersenyum hanya kepada ayah dan mama tapi lain halnya dengan Salsaaa mah, yah," ujarku tambah kesal.
"Tidak sayang!, kamu mungkin hanya salah lihat! " ucap mama berusaha menenangkanku.
"Kapan kalian mau Mengerti perasaan Salsa! " ucapku dan langsung berlari menuju kamar meninggalkan mereka, menangis disela-sela langkahku, sambil berulang kali ku pukul dadaku berharap sakitnya berkurang.
.
.
.
.
sampai jumpa di chapter selanjutnya
jangn lupa like dan koment🙏
ga ada dewasa² nya ini novel