NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Aroma khas cairan antiseptik yang tajam menyengat indra penciuman Zacheriyya Tengiz saat kesadarannya perlahan kembali sepenuhnya.

Di atasnya, langit-langit putih bersih dengan lampu panel LED yang berpendar lembut menandakan bahwa ia tidak lagi berada di dalam ambulans taktis ataupun lapangan rumput yang dingin di belakang kantor polisi.

Cherry mendapati dirinya sudah terbaring di atas ranjang empuk sebuah kamar perawatan VIP rumah sakit swasta terbesar di pusat kota Los Angeles.

Seluruh ruangan ini didesain dengan kemewahan yang berlebihan, fasilitas nomor satu yang hanya bisa dipesan dalam hitungan menit oleh jaringan kekuasaan dan uang milik keluarga Vale-Knight.

Di samping ranjangnya, berdiri sesosok pria yang penampilannya sudah jauh dari kata rapi.

Evander Vale-Knight masih setia di sana, menolak untuk bergeser barang satu inci pun dari sisi Cherry.

Kemeja mewahnya kini tampak kusut dengan noda darah kering milik Cherry yang menempel di beberapa bagian lengan, sepasang matanya yang tajam tampak meredup, dikelilingi lingkaran hitam dan sembab yang kentara akibat air mata yang terkuras habis.

Pria itu menatap Cherry dengan pandangan yang sarat akan proteksi berlebihan, seolah-olah wanita di hadapannya adalah sebongkah kristal retak yang akan hancur lebur jika terkena hembusan angin sedikit saja.

Evander benar-benar menganggap bahwa Cherry sedang mengalami luka yang sangat serius dan mematikan.

Cherry menghela napas panjang, merasakan denyut nyeri yang samar di sikunya yang sudah dibalut perban bersih. Ia mencoba mendudukkan dirinya, bersandar pada bantal yang ditumpuk di kepala ranjang.

"Aku hanya tergores, Evander..." ucap Cherry dengan nada suara yang teramat lelah, parau karena tenggorokannya yang kering. Ia menatap perban di lengan dan dahi sendiri dengan pandangan jengah.

"Kecelakaan motor tadi hanya membuatku lecet. Kau tidak perlu bertingkah berlebihan seperti orang kesurupan dengan membawaku ke ruang VIP dan mengerahkan seluruh dokter spesialis di rumah sakit ini."

"Tidak, sayang. Tidak," potong Evander dengan cepat, suara beratnya bergetar dipenuhi kecemasan yang mendalam, sebuah ketakutan traumatis yang mendadak menguasai seluruh jalan pikirannya sejak mendengar kata 'keguguran' beberapa jam yang lalu.

Ia memegang jemari Cherry yang bebas dari jarum infus, menggenggamnya dengan begitu erat seolah takut dilepaskan.

"Kau harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Kau harus menjalani scan otak untuk luka di dahimu, scan tulang untuk memastikan tidak ada fraktur akibat benturan aspal, dan... ah, ya, sama perutmu. Kita harus memeriksa perutmu juga. Aku tidak mau anak kita kenapa-kenapa di dalam sana, Cherry."

Cherry mengerutkan dahinya dalam-dalam, menatap pria di depannya dengan pandangan tidak percaya. Rasa perih yang melankolis di hatinya mendadak bercampur dengan kekesalan atas ketidakwarasan pria ini.

"Apa yang kau katakan, bodoh?!" sentak Cherry, suaranya naik satu oktav, membelah kesunyian kamar VIP. Ia menarik paksa tangannya dari genggaman Evander. "Aku sama sekali tidak apa-apa! Dan apa maksudmu dengan 'anak kita'? Kau sudah kehilangan kewarasanmu akibat teror bom tadi, hah?!"

Pintu kamar VIP bergeser terbuka, menampilkan seorang dokter senior spesialis kandungan bersama dua orang perawat yang mendorong sebuah mesin USG berteknologi paling mutakhir ke dalam ruangan.

Wajah sang dokter tampak tegang, menyadari bahwa ia sedang menghadapi salah satu pria paling berpengaruh dan berbahaya di kota ini.

Evander langsung berbalik menghadap sang dokter, mengabaikan protes Cherry dengan raut wajah yang teramat serius, seolah ia sedang memberikan instruksi hidup dan mati dalam sebuah rapat dewan direksi.

"Dokter... tolong periksa Wanita ku sekarang juga. Aku tidak mau dia kenapa-kenapa akibat guncangan kecelakaan motor tadi," kata Evander dengan nada suara yang sangat menuntut, matanya menatap tajam pada mesin USG.

"Dan wanitaku... Dok, periksa semua kondisi fisiknya tanpa terkecuali. Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada perutnya bila perlu. Aku ingin tahu dengan pasti bagaimana kondisi rahim kekasihku setelah mengalami keguguran dua tahun yang lalu. Pastikan rahimnya sehat dan bayi kami aman saat ini!"

Mendengar rentetan instruksi gila yang keluar dari mulut Evander, Cherry memutar bola matanya dengan tatapan sarat akan kejengkelan sekaligus rasa sakit yang kembali mencubit dadanya.

Jiwanya yang terluka merasa diejek oleh delusi pria di depannya ini.

"Apa kau sudah tidak waras, Tuan Vale-Knight?!" ketus Cherry, mengabaikan bagaimana dokter dan perawat itu mulai menyiapkan jeli dan alat pemindai USG langsung di dalam ruang VIP tersebut atas perintah mutlak Evander.

Cherry menatap Evander dengan kilat kemurkaan yang tertahan di matanya yang sembab.

"Bayi apa yang kau maksud, hm?! Aku sama sekali tidak sedang hamil! Kau pikir aku akan hamil dengan mudah setelah kau menghancurkan hidupku dua tahun lalu? Kau pikir aku bisa hamil secara ajaib seperti cara kau menghamili istrimu yang jalang itu?! Aku tidak hamil, sialan! Perutku kosong!"

Dokter kandungan itu tampak canggung di tempatnya berdiri, memegang stik pemindai sembari menatap bergantian ke arah dua orang yang sedang beradu emosi tersebut.

Namun, Evander sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan atas makian kasar Cherry. Pria itu justru menatap Cherry dengan tatapan yang teramat lembut, sebuah ketulusan yang polos namun terasa mengerikan di mata orang awam.

"Iya, aku tahu kau tidak sedang hamil saat ini, Cherry," jawab Evander dengan nada suara yang tenang, hampir menyerupai bisikan yang tulus.

Cherry tertegun sesaat, kerutan di dahinya semakin dalam. Rasa heran dan amarahnya bergejolak menjadi satu.

"Lalu... lalu kenapa kau melakukan kebodohan yang menjijikkan ini, hah?! Kenapa kau menyuruh dokter menyiapkan mesin USG dan memeriksa rahimku seolah-olah ada kehidupan di dalam sini?!"

Evander melangkah mendekat ke sisi ranjang, menatap lurus ke arah perut Cherry yang tertutup selimut rumah sakit.

Dengan kepolosan yang teramat jujur yang keluar dari balik topeng pria berengseknya, Evander menjawab, "Aku hanya ingin melihat dengan kedua mataku sendiri... di mana tempat bibit yang pas di dalam rahimmu itu, sayang. Agar kau bisa hamil anak kembar di masa depan nanti... seperti Genevieve dan Gwyneth. Aku ingin memastikan bahwa tempat bagi anak-anak kita kelak berada dalam kondisi yang sempurna tanpa ada luka tersisa dari masa lalu."

Deg.

Kata-kata itu menghantam kesadaran Cherry bagai petir di siang bolong. Jantungnya berdegup tak menentu, rongga dadanya terasa sesak oleh kombinasi rasa terkejut, amarah, dan setitik rasa hangat yang sialnya langsung ia tepis dengan kejam.

Pemikiran Evander... rencana masa depan yang meluncur begitu saja dari bibir pria itu... benar-benar berada di luar batas nalar manusianya.

"Kau... kau benar-benar gila, Evander Vale-Knight!" desis Cherry, suaranya bergetar hebat, matanya kembali berkaca-kaca menahan luapan emosi melankolis yang bergejolak di dalam dadanya. "Kau sudah benar-benar kehilangan akal sehatmu!"

"Ya, aku memang gila, Cherry," sahut Evander dengan suara yang mendadak merendah, dipenuhi oleh rasa bersalah yang teramat masif yang terpancar dari sepasang matanya. Ia berlutut di samping ranjang, menatap wajah cantik kekasihnya yang dipenuhi luka dengan tatapan hancur.

"Aku gila karena dirimu... Aku gila karena kau yang memilih untuk merahasiakan kehamilanmu di masa lalu dariku. Jika saja aku tahu... jika saja aku tahu ada darah dagingku di dalam rahimmu saat itu, aku bersumpah demi sisa napasku, aku akan berlutut memohon ampunanmu malam itu juga dan tidak akan pernah membiarkanmu pergi sejauh ini hingga kehilangan bayi kita."

Cherry memalingkan wajahnya ke arah jendela yang menampilkan kerlip lampu kota, membiarkan setitik air mata hangat kembali meluncur melewati pipinya yang tergores.

Jiwanya yang hancur berbisik di dalam keheningan, meratapi takdir yang terlanjur patah dan tidak akan pernah bisa disatukan kembali dengan mudah, meskipun pria di sampingnya telah bersedia melepaskan seluruh kewarasannya demi dirinya.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!